Usung Tema Kelestarian Budaya, Lepas Pisah Siswa Kelas VI SDN Soddara 2 Bakal Tampilkan Seni Tradisional Sumenep

Keren! SDN Soddara 2 Pasongsongan Gelar Lepas Pisah Sarat Budaya


PASONGSONGAN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Soddara 2, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, tengah mematangkan persiapan menjelang perhelatan sakral tahunan Lepas Pisah Siswa Kelas VI. 

Acara yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 30 Mei mendatang tersebut dipastikan tampil beda dengan mengusung misi besar penyelamatan dan pelestarian warisan leluhur daerah.

Tahun ini, pihak sekolah sepakat mengangkat tema besar, yaitu "Pacu Semangat, Raih Cita-Cita, Lestarikan Budaya". 

Tema ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan sebagai refleksi komitmen lembaga pendidikan formal dalam menyeimbangkan antara capaian akademik siswa dengan penguatan karakter berbasis kearifan lokal (local wisdom).

Kepala SDN Soddara 2, Bambang Sutrisno, S.Pd., menyampaikan bahwa momentum lepas pisah tidak boleh hanya sekadar menjadi seremoni formalitas penyerahan siswa kembali kepada orang tua. 

Lebih dari itu, acara ini harus mampu membekas jadi ruang apresiasi seni yang edukatif bagi seluruh warga sekolah dan masyarakat sekitar.

"Kami ingin anak-anak melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan semangat juang menyala untuk meraih cita-cita mereka. Namun di sisi lain, mereka tidak boleh melupakan akar budaya dari mana mereka berasal. Nilai-nilai keteguhan dan kehalusan budi luhur Madura harus tetap melekat dalam sanubari mereka," ujar Bambang Sutrisno saat dikonfirmasi terkait kesiapan acara. Kamis (14/5/2026). 

Guna menghidupkan tema tersebut, panggung lepas pisah SDN Soddara 2 dipastikan akan semarak dengan berbagai pagelaran kesenian asli khas Kabupaten Sumenep. 

Pihak sekolah sengaja melibatkan para siswa secara aktif untuk membawakan tarian-tarian monumental tradisional yang sarat akan makna filosofis dan sejarah.

Di antara penampilan utama yang dipersiapkan secara matang adalah Tari Muang Sangkal dan Tari Topeng Sumenep. 

Tari Muang Sangkal, yang secara harfiah bermakna 'membuang petaka atau marabahaya', sengaja diletakkan di bagian awal prosesi sebagai simbol doa dan permohonan keselamatan bagi para siswa kelas VI yang akan melanjutkan pengembaraan intelektual mereka di jenjang yang lebih tinggi.

Sementara itu, kehadiran Tari Topeng Sumenep yang megah akan menjadi daya tarik tersendiri. Pementasan ini ditujukan untuk memperkenalkan kembali khazanah teater tradisi klasik keraton kepada generasi muda agar tetap lestari di tengah gempuran modernisasi digital. 

Langkah ini sekaligus jadi bukti nyata bahwa SDN Soddara 2 konsisten menjadi benteng pertahanan budaya Madura di tingkat akar rumput, khususnya di wilayah Kecamatan Pasongsongan.

Melalui persiapan yang kian matang, gelaran lepas pisah pada 30 Mei nanti diharapkan tidak hanya melahirkan kesan mendalam bagi para lulusan, tapi juga mampu memantik kesadaran kolektif masyarakat Soddara dan sekitarnya akan pentingnya menjaga identitas budaya lokal sejak usia dini. [Kaiy]

Postingan populer dari blog ini

Soa-soal Bahasa Madura Kelas III

Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Madura PAS Kelas IV SD

Kepala SDN Panaongan 3 Jadi Narasumber Sosialisasi KGBO di SDN Pasongsongan 1