Solid Menuju O2SN Kabupaten, KKG PJOK Pasongsongan Matangkan Pembinaan Atlet Kids Athletik di SDN Panaongan 3
PASONGSONGAN -- Pertemuan Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep berlangsung penuh semangat di SDN Panaongan 3. Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut jadi momentum penting bagi guru olahraga se-Kecamatan Pasongsongan dalam mempersiapkan siswa menghadapi ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Sumenep cabang Kids Athletik yang akan digelar pada 3 Juni 2026 mendatang.
Selain fokus pada persiapan O2SN, forum tersebut juga membahas kesiapan pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Genap Tahun Pelajaran 2025–2026 untuk mata pelajaran PJOK kelas 1 sampai kelas 5 SD.
Pertemuan dihadiri Ketua KKG PJOK Kecamatan Pasongsongan, Moh. Dafirudin serta perwakilan KKKS Kecamatan Pasongsongan yang diwakili Agus Sugianto yang sekaligus jadi tuan rumah kegiatan.
Kegiatan musyawarah dan diskusi dipimpin Miftahul Ulum selaku Koordinator Bidang Non Akademik pada KKKS Kecamatan Pasongsongan.
Dalam forum tersebut, para peserta membahas berbagai strategi pembinaan olahraga siswa serta pemetaan kesiapan sekolah menghadapi agenda kompetisi tingkat kabupaten.
Dalam arahannya, Agus Sugianto menekankan pentingnya pembinaan intensif kepada siswa-siswa yang akan mewakili Kecamatan Pasongsongan pada ajang O2SN tingkat kabupaten.
Menurutnya, waktu yang masih tersedia harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kemampuan teknik, fisik, dan mental para peserta.
“Anak-anak yang akan mewakili Kecamatan Pasongsongan perlu mendapatkan pembinaan khusus secara serius. Kita masih memiliki rentang waktu yang cukup untuk memaksimalkan latihan sehingga hasil yang dicapai nantinya bisa lebih optimal dan membanggakan,” ujarnya.
Ia juga berharap sinergi seluruh guru PJOK bisa jadi kekuatan utama dalam mencetak prestasi olahraga bagi Kecamatan Pasongsongan di tingkat Kabupaten Sumenep.
Sementara itu, Moh. Dafirudin menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan profesionalisme seluruh pembina maupun pelatih yang nantinya terlibat dalam persiapan O2SN.
Ia mengingatkan bahwa siswa yang bertanding nantinya membawa nama Kecamatan Pasongsongan, bukan lagi mewakili sekolah masing-masing.
“Ketika sudah membawa nama kecamatan, maka kita semua harus bersatu. Siapa pun yang diberi amanah sebagai pembina harus maksimal dalam melatih, walaupun siswa tersebut bukan berasal dari sekolahnya sendiri. Profesionalisme dan kekompakan harus menjadi prioritas bersama,” tegasnya.
Selain membahas cabang Kids Athletik, forum KKG PJOK juga menghasilkan keputusan terkait delegasi lomba tarik tambang tingkat Kabupaten.
Dalam musyawarah tersebut disepakati bahwa tim yang akan mewakili Kecamatan Pasongsongan diambil dari sekolah yang berhasil meraih juara pada lomba tarik tambang peringatan HUT Kemerdekaan RI Agustus tahun lalu.
Namun demikian, apabila sekolah yang ditunjuk menyatakan keberatan atau tidak siap mengikuti perlombaan tingkat kabupaten, maka tim guru olahraga Kecamatan Pasongsongan akan melakukan seleksi ulang terhadap siswa dari seluruh sekolah se-Kecamatan Pasongsongan guna mendapatkan tim terbaik.
Suasana pertemuan berlangsung aktif dan penuh antusias. Para guru PJOK tampak serius berdiskusi mengenai strategi pembinaan atlet, persiapan lomba, hingga penyamaan persepsi terkait penyusunan asesmen semester genap agar pelaksanaan evaluasi pembelajaran PJOK berjalan tertib dan terukur.
Melalui kegiatan tersebut, KKG PJOK Kecamatan Pasongsongan berharap mampu melahirkan atlet-atlet muda berprestasi sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran PJOK di sekolah dasar. [AS/Kaiy]


