Inspiring! Warga Sempong Barat Sumenep Hidupkan "Song-osong Lombhung" Perbaiki Jalan Perbatasan
PASONGSONGAN – Aksi inspiratif ditunjukkan oleh warga Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Jumat (15/5/2026).
Secara swadaya dan sukarela, mereka menggelar aksi gotong royong untuk memperbaiki kerusakan jalan di wilayah perbatasan antara Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Pamekasan.
Uniknya, jalan yang diperbaiki tersebut sebenarnya secara administratif tidak masuk dalam wilayah Sumenep.
Tokoh pemuda Dusun Sempong Barat, Maskur Prima, mengungkapkan bahwa akses jalan yang mereka benahi itu justru berada di wilayah Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan.
Meski berada di wilayah kabupaten tetangga, warga Dusun Sempong Barat tidak ragu untuk turun tangan.
Hal ini jadi bukti nyata bahwa sekat administratif sama sekali tidak melunturkan nilai luhur "Song-osong Lombhung"—sebuah falsafah hidup masyarakat Madura yang menjunjung tinggi semangat gotong royong dan berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.
Bagi warga, keselamatan dan kenyamanan bersama jauh lebih utama ketimbang memperdebatkan batas wilayah.
"Benar, jalan yang diperbaiki tersebut masuk dalam wilayah Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Pamekasan. Tapi karena yang melintasi dan memanfaatkan jalan tersebut mayoritas adalah warga Dusun Sempong Barat, maka warga berinisiatif menggelar kerja bakti," ujar Maskur Prima.
Aksi nyata ini lahir dari rasa kepedulian bersama terhadap keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Selama ini, kondisi jalan yang rusak dinilai cukup mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas harian warga yang kerap melintas di sana.
Mengejawantahkan semangat song-osong lombhung, warga tidak hanya menyumbang tenaga, tapi juga bahu-membahu mengumpulkan dana secara swadaya guna membeli material yang dibutuhkan untuk pengurukan dan perbaikan jalan.
Beban yang berat terasa lebih ringan karena dipikul bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat.
Menariknya, aksi lintas batas ini juga mendapat sambutan hangat dan dukungan positif dari pihak pemerintah desa setempat di Pamekasan.
Maskur menambahkan, pihak Pemerintah Desa Bindang turut mengapresiasi dan memberikan bantuan nyata demi kelancaran aksi gotong royong ini.
"Dana untuk perbaikan jalan ini murni datang dari swadaya warga sekitar, dan alhamdulillah dibantu pula oleh Kepala Desa Bindang," pungkas Maskur.
Aksi ini jadi contoh indah bahwa nilai-nilai kultural Madura masih sangat mengakar kuat di akar rumput.
Warga berharap, perbaikan jalan secara swadaya ini bisa segera mempermudah akses transportasi, menekan risiko kecelakaan, dan mempererat silaturahmi antarwarga di kawasan perbatasan. [Kaiy]
