Hilangnya Rumah Dinas Guru: Catatan Efisiensi yang Terlupakan
Dahulu, di era kepemimpinan Presiden Soeharto, pemandangan komplek perumahan guru di lingkungan Sekolah Dasar (SD) Negeri adalah hal yang lumrah, tak terkecuali di Sumenep.
Kebijakan ini bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan pilar utama dalam mendukung pemerataan kualitas pendidikan hingga ke pelosok daerah.
Strategi Efisiensi Masa Lalu
Pada masa itu, banyak tenaga pendidik di Sumenep yang didatangkan dari luar daerah, terutama dari Pulau Jawa.
Keberadaan rumah dinas di area sekolah merupakan langkah efisiensi yang cerdas.
Ada beberapa alasan mengapa pola ini dianggap lebih baik:
• Kedekatan Jarak: Guru tidak perlu menghabiskan waktu dan biaya transportasi untuk menuju sekolah. Hal ini menjamin ketepatan waktu dan kesiapan mental guru dalam mengajar.
• Integrasi Sosial: Guru yang berasal dari luar daerah bisa lebih cepat membaur dengan masyarakat sekitar karena mereka menetap di lingkungan sekolah, bukan sekadar "tamu" yang datang dan pergi.
• Fokus Kerja: Dengan hilangnya beban biaya tempat tinggal, guru bisa lebih fokus pada pengembangan kualitas belajar-mengajar tanpa terdistraksi masalah finansial mendasar.
Realita Hari Ini: Fasilitas yang Memudar
Tapi, seiring berjalannya waktu, kebijakan rumah tinggal gratis bagi guru ini perlahan menghilang.
Banyak bangunan perumahan guru di Sumenep kini terbengkalai, beralih fungsi, atau bahkan rata dengan tanah.
Kini, guru—terutama mereka yang baru ditempatkan—harus memutar otak untuk mencari hunian yang terjangkau.
Dampaknya, efisiensi yang dulu dibanggakan kini berubah jadi beban tambahan bagi para pahlawan tanpa tanda jasa.
Guru harus menempuh perjalanan jauh atau menyisihkan sebagian gaji mereka yang terbatas untuk biaya sewa rumah dan transportasi.
Penutup
Melihat kembali ke era tersebut bukan berarti kita ingin terjebak dalam nostalgia, melainkan mengambil pelajaran tentang pentingnya kesejahteraan infrastruktur.
Jika kita ingin kualitas pendidikan di Sumenep setara dengan daerah maju lainnya, mungkin sudah saatnya pemerintah kembali melirik konsep "efisiensi tempat tinggal" bagi para pendidik.
Pendidikan yang baik bermula dari guru yang tenang; dan ketenangan itu bermula dari atap yang aman di atas kepala mereka. [kay]

