Tembang Macopat Madura Lesbumi Pasongsongan Tetap Bertahan di Tengah Arus Modernisasi

Lesbumi mwc nu Pasongsongan
Perkumpulan. Macopat Lesbumi Pasongsongan. [sh]

SUMENEP — Lantunan tembang-tembang Macopat Madura mengalun merdu dari kediaman Sucipto, warga Dusun Sempong Timur, Desa sekaligus Kecamatan Pasongsongan, pada sebuah malam penuh kekhidmatan. 

Nada-nada tradisi yang sarat petuah itu dibawakan oleh Perkumpulan Macopat Lesbumi Pasongsongan, satu-satunya kelompok kesenian macopat yang masih bertahan di wilayah Kecamatan Pasongsongan.

Di tengah maraknya hiburan modern, keberadaan kelompok tradisional ini jadi oase budaya yang berusaha menjaga warisan leluhur agar tidak terlupakan. 

Para anggota berkumpul dengan penuh kekompakan, melantunkan bait-bait macopat dengan syahdu, menghadirkan suasana yang membawa pendengar pada kehangatan tradisi Madura tempo dulu.

Ketua Lesbumi MWC NU Pasongsongan, Akhmad Jasimul Akhyak, S.Pd., menegaskan bahwa keberadaan kelompok macopat ini sangat penting bagi pelestarian kesenian lokal yang kian tergerus zaman.

Macopat Lesbumi Pasongsongan

“Perkumpulan Macopat Lesbumi Pasongsongan ini adalah satu-satunya kelompok macopat yang masih bertahan di Kecamatan Pasongsongan. Kami terus berupaya menjaga, merawat, dan mengenalkan kembali kesenian ini kepada masyarakat, terutama generasi muda,” ujar Akhyak saat ditemui di lokasi kegiatan.

Menurutnya, macopat bukan sekadar tembang tradisional, tapi juga sarana pendidikan moral, spiritual, dan sosial yang telah lama jadi bagian dari kehidupan masyarakat Madura. 

Karena itu, Lesbumi Pasongsongan berkomitmen untuk terus tampil dalam berbagai kegiatan budaya maupun keagamaan.

Kehangatan yang tercipta di kediaman Sucipto malam itu jadi bukti bahwa tradisi tidak pernah benar-benar mati selama masih ada yang merawatnya. 

Perkumpulan Macopat Lesbumi Pasongsongan pun berharap dukungan dari masyarakat dan berbagai pihak agar kesenian ini tetap hidup dan berkembang di bumi Pasongsongan. [sh]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan

Cabang Therapy Banyu Urip Pasuruan Layani Pasien Setiap Hari, Sediakan Pengobatan Gratis di Hari Ahad

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’

Rahasia Sehat Alami: Pulihkan Penyakit Menahun dengan Keajaiban Air Usada Pamungkas

Penuh Haru, SDN Padangdangan 1 Gelar Acara Lepas Pisah untuk Tiga Guru Terbaiknya

Dua Darah Madura di Panggung Tiga Besar DA7 Indosiar: Hiburan, Prestasi, dan Oase di Tengah Hiruk-Pikuk Politik

Mitos Uang Bernomer 999

Contoh Pidato Singkat untuk Santri: Melukis Hakikat Rindu di Balik Ilmu🎤

Dedikasi 21 Tahun Berbuah Manis, Sundari Resmi Bertugas di SDN Padangdangan 1