LF PCNU Sumenep Tetapkan 20 Juni 2023 awal Dzulhijjah 1444 H

tim+lf+pcnu+sumenep
Tim LF PCNU Sumenep di pantai Pasongsongan. [Foto: Sur/Fr]

apoymadura.com - Adalah Lembaga Falakiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LF PCNU) Sumenep menetapkan sebuah keputusan meniscaya, bahwa pada Selasa 20 Juni 2023 M merupakan 1 Dzulhijjah 1444 H.

Penetapan tersebut didasarkan pada hasil rukyatul hilal bersama Badan Hisab Rukyat Kabupaten Sumenep yang dilaksanakan di pantai Pasongsongan, Sumenep, Senin (19/06/2023).

“Berdasarkan rukyatul hilal yang dilakukan pada kesempatan kali ini, bisa dipastikan malam ini adalah tanggal 1 Dzulhijjah 1444 H,” tutur Pengurus LF PCNU Sumenep Ustadz Faidhol kepada apoymadura.com.

Sebelumnya dirinya mengaku putus asa karena hilal tertutup awan tebal. Namun, ketika kondisi hilal semakin tinggi, akhirnya hilal bisa terpantau melalui finderscope serta bisa diabadikan dengan kamera.

“Alhamdulillah, kami bersama tim yang lain telah berhasil membidik hilal di ketingggian 4 derajat pada kisaran pukul 17.48 WIB,” terangnya.

Hadir mendampingi kegiatan tersebut, Ketua MWCNU Pasongsongan K Ahmad Riyadi, Wakil Ketua PCNU Sumenep K Hosnan Mustafa, Ketua Ranting NU Pasongsongan Utara K Sya’rani, Sekretaris LTM NU Pasongsongan Gus Ahmad Kusyairi, Ketua LP Ma’arif K Abu Thalib, dan beberapa ASN KUA Pasongsongan. [Sur/Fr]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cabang Therapy Banyu Urip Pasuruan Layani Pasien Setiap Hari, Sediakan Pengobatan Gratis di Hari Ahad

Sempat Direvitalisasi, Kondisi Sumber Agung Pasongsongan Kembali Memprihatinkan

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’

Mitos Uang Bernomer 999

Contoh Pidato Singkat untuk Santri: Melukis Hakikat Rindu di Balik Ilmu🎤

Hairus Samad Kenang Sosok Ustadz Patmo: Ulama Muda Berpandangan Jauh ke Depan

Perjalanan Cinta Akhmad Faruk Mirip Sinetron, Berujung di Pelaminan untuk Kedua Kalinya

Dua Darah Madura di Panggung Tiga Besar DA7 Indosiar: Hiburan, Prestasi, dan Oase di Tengah Hiruk-Pikuk Politik