Siswa SDN Padangdangan 1 Pasongsongan Gelar Wisata Religi ke Asta Batu Ampar
PAMEKASAN – Para murid kelas VI bersama dewan guru SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, melaksanakan kegiatan wisata religi ke Asta Batu Ampar yang terletak di Desa Pangbatok, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan. Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian lepas-pisah murid kelas VI.
Wisata religi ini bertujuan menambah wawasan keagamaan, memperkuat nilai-nilai spiritual, serta mengenalkan sejarah penyebaran Islam di Pulau Madura kepada para siswa.
Asta Batu Ampar dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religi utama di Jawa Timur.
Kompleks pemakaman keramat atau yang oleh masyarakat Madura disebut Buju’ ini jadi tempat berziarah bagi masyarakat dari berbagai daerah.
Karena di dalamnya dimakamkan sejumlah tokoh dan ulama besar yang berjasa dalam menyebarkan agama Islam di Madura.
Rombongan SDN Padangdangan 1 tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan ziarah.
Selain berdoa bersama, para siswa juga mendapatkan penjelasan mengenai sejarah para ulama yang dimakamkan di kawasan tersebut.
Menurut Risqon Muttaqin, S.Pd., guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SDN Padangdangan 1, Asta Batu Ampar memiliki nilai sejarah dan keagamaan yang sangat penting bagi masyarakat Madura.
"Di area pesarean Asta Batu Ampar terdapat enam makam aulia atau wali yang sangat dihormati masyarakat. Mereka adalah Syekh Abdul Manan yang dikenal dengan Buju’ Kosambi, Syekh Basyaniyah atau Buju’ Tumpeng, Syekh Abu Syamsudin atau Buju’ Lattong, Syekh Husen, Syekh Moh. Romli, dan Syekh Damanhuri," jelasnya.
Ia menambahkan, lewat kegiatan wisata religi ini para siswa diharapkan tidak hanya mengenal sejarah para ulama penyebar Islam, tapi juga bisa meneladani perjuangan, akhlak, dan semangat dakwah mereka.
Para guru pendamping berharap kegiatan tersebut mampu memberikan pengalaman berharga bagi para siswa kelak.
Selain jadi sarana edukasi, wisata religi juga diharapkan bisa mempererat kebersamaan antara siswa dan guru serta menumbuhkan kecintaan terhadap warisan sejarah Islam di Madura.
Dengan penuh khidmat, seluruh peserta mengikuti doa bersama di area makam para ulama sebelum melanjutkan perjalanan kembali.
Kegiatan berlangsung lancar dan jadi momen yang berkesan bagi para siswa kelas VI SDN Padangdangan 1. [Kaiy]
