Bingkai Politik Kades Pasongsongan

AS Harianto (kiri) bersama Hairus Samad, tokoh masyarakat Desa Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)


Sumenep - Sukses Ahmad Saleh Harianto menjadi Kepala Desa Pasongsongan Kabupaten Sumenep tak lepas dari komitmennya yang hendak memajukan desanya lebih baik dari sebelumnya. Beberapa janji politiknya kini ia realisasikan. Walau tidak sepenuhnya, lantaran harus menunggu anggaran ada di tangan. Tak mungkin dana yang bukan peruntukkannya ia gunakan sembarangan. Semua ada aturan mainnya.

“Sebagus apa pun arah dan konsep pembangunannya, tapi tidak ada anggaran, mustahil bisa terwujud. Masyarakat kadang kurang mengerti, bahwa pembangunan di desa itu dilakukan secara bertahap. Yang urgen didahulukan,” tegas AS Harianto via sambungan telepon. Selasa (30/3/2021).

Dari sisi komunikasi dengan para warganya, AS Harianto begitu aspiratif. Mengakomodir segala ide dan memilahnya demi keberhasilan Desa Pasongsongan itu sendiri.

Demikian pula terhadap para lawan-lawan politiknya. AS Harianto terus menjaga harmonisasi dan komunikasi dengan mereka. Malah ia tidak segan-segan mengadopsi beberapa item visi dan misi mereka. Baginya, kolaborasi ide mereka dengan idenya sangat penting. Jalinan komunikasi pada segenap warganya juga menjadi prioritas dia membangun desanya.

“Jabatan itu hanya sementara. Tapi persaudaraan sesama warga Desa Pasongsongan itu abadi selamanya. Maka perlu kiranya saya mengambil sebagian inspirasi mereka demi kemajuan Pasongsongan yang bermartabat,” tandasnya meniscaya. (Yant Kaiy)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lawan Perundungan, Mahasiswa KKN Unija Gelar Sosialisasi Kesehatan Mental di SDN Padangdangan 2

Tantangan Pasca-Revitalisasi: Sampah Musim Hujan Masuk ke Sumber Agung, Kades Pasongsongan Siap Beri Dukungan Lanjutan

Rahasia Sehat Alami: Pulihkan Penyakit Menahun dengan Keajaiban Air Usada Pamungkas

Usai Libur Panjang, SDN Padangdangan 2 Giatkan Kembali Program ‘Bersase’

Cabang Therapy Banyu Urip Pasuruan Layani Pasien Setiap Hari, Sediakan Pengobatan Gratis di Hari Ahad

Penuh Haru, SDN Padangdangan 1 Gelar Acara Lepas Pisah untuk Tiga Guru Terbaiknya

Dua Darah Madura di Panggung Tiga Besar DA7 Indosiar: Hiburan, Prestasi, dan Oase di Tengah Hiruk-Pikuk Politik

Perjalanan Cinta Akhmad Faruk Mirip Sinetron, Berujung di Pelaminan untuk Kedua Kalinya

Contoh Pidato Singkat untuk Santri: Melukis Hakikat Rindu di Balik Ilmu🎤

Mitos Uang Bernomer 999