Selamat Tinggal, Tina!

apoymadura.yant-kaiy/artis india tercantik dan terpopuler 2019


Pentigraf: Yant Kaiy

Dalam situasi kacau aku masih bisa mencintainya. Perselisihan antara keluarga kami dengan mereka telah membuat aktivitas sehari-hari stagnan. Pikiranku merasa terganggu dengan sikap mereka yang mau menangnya sendiri. Dari sisi keuangan mereka lebih dari rata-rata hidup di desa kami. Seenak perutnya mereka menyudutkan persoalan pada kami sebagai pelaku walau hanya “katanya” saja. Tapi anehnya pemangku kebijakan berpihak pada mereka. Buset.

Aku baru menyadari betapa kuat pengaruh uang untuk sebuah keadilan di Indonesia yang katanya negeri kaya banyak hasil buminya. Tapi rakyatnya sengsara dan menderita. Luar biasa. Hanya sebagai semboyan belaka pemanis kata-kata, mengelabui kaum jelata yang jadi korban selamanya. Tina akhirnya kutinggalkan. Karena feelingku mengatakan kalau aku harus mengalah. Menjauh dari mereka dan Tina demi keselamatan , keutuhan keluarga kami.

Sudah lebih 22 tahun peristiwa yang mengancam jiwa kami. Kini aku kembali pada tanah yang melahirkanku. Aku bisa bernapas lega karena masih bisa minum air dari mata air yang pernah Ibu mandikan padaku. Namun Ayah dan Ibu tidak menyaksikan lagi kalau aku masih sanggup kembali dari pelarian sebagai orang tersalah di dunia. Semuanya telah berubah. Tapi ingatanku takkan berubah, kendati barangkali sikap Tina yang hanya berubah. Wallahu a’lam bish-shawab…


Pasongsongan, 22/2/2020

Postingan populer dari blog ini

Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Madura Kelas 3 SD di Sumenep

Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Madura PAS Kelas IV SD

SDN Padangdangan 1 Gelar Upacara Rutin, Pembina Tekankan Setiap Anak Unik dan Punya Potensi Sukses