Selingkuh Politik Tim Sukses

Hasil gambar untuk gambar kartun janji politik

Opini: Yant Kaiy

Cerita beberapa tim sukses telah meninggalkan banyak kesan sangat mendalam. Ada seseorang yang bergabung menjadi tim sukses karena ingin mendapatkan kucuran dana dari seorang kandidat. Ada pula karena persoalan jabatan tertentu yang diharapkan bisa mendongkraknya pada posisi lebih tinggi. Ada yang tulus bergabung dengan tim sukses, tanpa pamrih. Bahkan ada personil tim sukses turut berkorban biaya, tenaga dan pikirannya.


Sedangkan kandidat yang berkompetisi tidak kalah seru. Ada calon pemimpin itu yang hanya bermanis-manis kata mengelabui tim sukses, bahwa kemenangannya akan menenggelamkan nurani mereka dengan mengeruk keuntungan sebesar-besarnya untuk mengembalikan biaya yang telah digelontorkan. Seperti kacang meningggalkan kulitnya.

Harus diakui pula, seorang kandidat memang wajib membayar mahal untuk bisa maju ke medan kompetisi. Cost itu mau tidak mau mesti dikorbankan. Tak ada yang gratis.

Apalagi di era sekarang money politic tak bisa diabaikan. Beraneka cara mengelabui masyarakat dengan kalimat puitis memakai label: Bantuan sosial, peduli bencana, pengobatan gratis, santunan anak yatim, dan lain sebagainya. Umumnya tidak berupa uang, tapi berbentuk barang dan jasa.


Ada juga yang ikhlas mengemban amanah, memperhatikan aspirasi tim suksesnya dengan takaran pertimbangan kata hati. Selalu berkomunikasi dengan siapa saja demi kebaikan bersama. Menanggalkan segala ego.


Yang lebih tragis ada seorang calon pemimpin yang berotak udang (bodoh), cuma casingnya terlihat cerdas. Keunggulan dia terletak dalam gaya bicara dan gerak tubuhnya yang mampu menghipnotis para pemilih. Orang jadi terkecoh dibuatnya. Sang kandidat berdiri tegak karena ditopang tim sukses. Jadi tim sukses sebagai sutradaranya, sedang dia sebagai pemainnya.

Bercermin dari realita tersebut, wajar kalau akhirnya tim sukses memiliki beragam tujuan. Bedhe pakon bedhe pakan (Bhs. Madura: Ada tugas ada upah). Sebab seorang kandidat apabila terpilih umumnya terlena akan kekuasaannya. Melupakan asal-usul. Dia percaya dengan uang bisa membeli segalanya. Yang penting tujuannya bisa tercapai, bodoh amat dengan tim sukses.


Maka tim sukses pun sebagian ada yang main mata dengan kandidat lainnya. Mencari peluang yang bisa menjanjikan keuntungan bagi pribadinya. Keuntungan dari berbagai aspek, terutama dari segi finansial.

Postingan populer dari blog ini

Ketulusan Anak-Anak Pasongsongan di Tengah Riuhnya Negeri

Meriahkan HUT Kemerdekaan ke-81 RI: Ini Daftar Pemenang Lomba Kolase Tingkat TK/RA Pasongsongan

Juara Lomba Mewarnai TK/RA Pasongsongan HUT ke-81 RI di MI Annajah