Pemaparan Visi Misi Cakades Pasongsongan, Moh. Amir
Sebagian besar
masyarakat Kabupaten Sumenep pada tanggal 7 Nopember 2019 akan melaksanakan
Pilkades serentak. Beberapa persoalan sebelumnya sudah bisa dilampauinya dengan
baik. Memang sebelumnya terdengar hingar-bingar pro-kontra tentang Perbub yang
memperbolehkan calon dari luar untuk bisa bertarung di desa lain. Pemkab
Sumenep via Kabag Pemdes sukses menjelaskan tentang untung-ruginya bagi Cakades
setempat dan Cakades dari desa lain. Kabag Pemdes telah menimbang dengan
cermat, seksama, dan bijaksana dalam menangani permasalahan ini. Endingnya
masyarakat sepakat, terutama Cakades.
Salah satu Calon Kepala
Desa (Cakades) Pasongsongan Moh. Amir yang kelahiran Desa Pasongsongan, tapi ia
lama menetap di Desa Saroka Kecamatan Saronggi berhasil lolos sebagai Cakades
Pasongsongan dengan nomor urut 3. Di Desa Saroka dirinya pernah menjadi Kepala
Desa selama satu periode.
“Walaupun saya sudah lama menetap di Desa Saroka,
tapi saya lahir dan besar di Pasongsongan. Dan saya sering ada di Pasongsongan
semenjak istri saya meninggal dunia. Plus ada anak saya yang menikah dengan
orang Pasongsongan. Jadi tidak benar kalau saya adalah orang asing di
Pasongsongan,” terang Moh. Amir di kediamannya di Dusun Morasen Desa
Pasongsongan kepada apoymadura (Jumat, 1 Nopember 2019).
Ia sangat percaya diri
akan memenangkan pertarungan Pilkades kali ini. Keyakinan itu berdasar pada
rekam jejaknya selama menjadi Kepala Desa Saroka. Beberapa poin besar
kesuksesan yang telah dijalankannya yaitu, tanah di Desa Saroka 80 persen
selesai bersertifikat. Kasus-kasus pertengkaran antar warga juga bisa
diselesaikan dengan baik. “Cuma satu kasus yang tidak bisa saya selesaikan,
yaitu kasus seorang pemuda yang menghamili anak gadis. Sebenarnya saya sudah
melakukan mediasi, tapi pelaku tidak mau bertanggungjawab. Ahirnya ia masuk
bui.”
Item kesuksesan Moh.
Amir ini akan menjadi ujung tombak untuk bisa maraup simpati masyarakat Desa
Pasongsongan. Dirinya juga yakin kalau warga Pasongsongan akan sangat bijak
dalam memilih pemimpin yang punya kapabilitas mumpuni.
Dalam penyampaian
misinya di Kampanye Dialogis yang bertempat di Balai Desa Pasongsongan, Moh.
Amir menekankan pada sisi keamanan, kerukunan dan ketentraman dengan berpegang teguh
pada prinsip-prinsip agama dan budaya yang ada. Ia juga akan mengoptimalkan
penyelenggaraan pemerintah desa yang transparan, adil, cepat, tepat dan benar. (Yant
Kaiy)