Cara Merawat Sapi Sonok Bernilai Jual Puluhan Juta Rupiah
Perkembangan sapi sonok di daerah
Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Jawa Timur ternyata tidak mengalami degradasi
signifikan. Seiring waktu berlalu, para penggemar dan peternak sapi sonok terus
berkembang di beberapa kecamatan di kabupaten ujung timur Pulau Madura ini.
Umumnya mereka merawat sapi sonok dengan penuh ketekunan.
Tak kalah penting, faktor kualitas
makanan menjadi salah satu penunjang tumbuh-kembang sapi. Selain pakan rumput
segar, sapi sonok juga dibuatkan bubur dari jagung halus. Bubur jagung ini
diramu dengan irisan buah pepaya dan daunnya serta daun kelor.
“Biasanya bubur jagung ini
diberikan sore hari,” ujar Suklis, salah seorang peternak sapi sonok dari Dusun
Sempong Barat Desa Pasongsongan-Sumenep.
Pada malam hari, sapi sonok itu
dipijit, dielus sekujur tubuhnya. Perlakuan ini bertujuan agar sapi jinak,
tidak terkejut bila disentuh oleh siapa pun, tidak blingsatan ketika ada bunyi
pecut atau suara mercon sekalipun. Selain itu sapi akan merasa nyaman dan
tenang bila bersama empunya. Ia tidak
akan canggung bila ikut kontes dengan penonton ramai dan suara gaduh apa pun.
“Perawatan sapi sonok tidak
berhenti di situ. Biasanya pagi hari sapi dikeluarkan dari kandangnya dan
dimandikan. Lalu sapi diikat kanan kiri dengan posisi kepala agak mendongak
selama beberapa jam,” ujar ayah tiga orang anak ini.
Suklis juga menjelaskan, dua hari
sekali sepasang sapi sonok dilatih berjalan dengan diiringi yang punya. Si
empunya ada di belakang memegang tali kendali. Sapi melenggang dengan cantik ke
depan, mengikuti irama saronen dari saund sistem. Setelah sampai di gapura mini
sapi berhenti beberapa saat dengan kaki menginjak balok kayu.
Berbekal pengalaman dalam merawat
sapi sonok menjadi sarana terciptanya nilai jual tinggi pada sapi tersebut.
Wajar kalau sapi sonok berharga mahal, karena biaya perawatan tidak sedikit.
“Memang faktor keturunan sapi
adalah hal utama. Perpaduan pejantan yang berpostur tubuh bagus dengan si
betina akan melahirkan anak sapi bagus pula. Tapi bisa jadi lahir anak sapi
yang tidak sesuai dengan harapan. Tapi kemungkinan itu kecil sekali,” cerita
Suklis kepada apoymadura lebih jauh. Jumat (13/12/2019).
Ajang kontes sapi sonok rutin
diadakan setiap bulan. Ada beberapa komunitas yang setiap minggu mengadakan
latihan di Lapangan Sawunggaling Desa Pasongsongan-Sumenep. Biasanya pertemuan
peternak sapi sonok ini dimanfaatkan pula sebagai tukar pendapat dan diskusi
seputar perawatan sapi. (Yant Kaiy)