Bakal Calon Bupati Sumenep 2020-2024 Mulai Berpromosi. Seberapa Efektif Berkampanye di Sosial Media?
Opini: Yant Kaiy
Sering sekali kita melihat iklan
televisi tentang kosmetika. Ada bedak kecantikan dalam jangka waktu beberapa
minggu bisa membuat wajah pemakainya terlihat putih. Otak manusia sekarang kan
banyak yang pintar. Tapi kenapa orang menjadi terbujuk dan percaya dengan iklan
itu. Buktinya produk kecantikan ini laris manis di pasaran.
Dengan bintang iklan cantik,
muda, tenar, banyak fansnya, dan tentu kulitnya putih menjadi senjata objek promosi.
Iklan gencar terus tayang. Bahkan bukan hanya satu merek, produk serupa berbeda
perusahaan pun ikut meramaikannya. Ini satu tanda perusahaan telah merasakan
efektifitas tentang promosi.
Andai bintang iklannya dari orang
kulit hitam, tentu ceritanya berbeda. Dan kalau memang benar produk kosmetika
itu bisa memutihkan atau mencerahkan kulit, kenapa perusahaan tidak memakai
bintang iklan orang dari Benua Afrika? Ini berarti iklan itu gombal. Walau
begitu, kenapa diantara kita banyak percaya?
Inilah arti pentingnya sebuah
promosi. Daya gedor iklan kontinyu dari beberapa lini merupakan ujung tombak
untuk melindas pesaing yang ada. Memanfaatkan ruang media secara
berkesinambungan barangkali akan mempengaruhi mindset mereka, sehingga mereka
“terseret” ke perangkap yang telah kita buat.
Mereka hanyut terbuai, melepaskan
akal sehat. Menanggalkan kecerdasannya. Kalaupun mereka dicegah dengan komentar
teman, mereka berkelit dengan alasan ingin mencobanya dulu. Dia pun membeli.
Konsep ini tentu telah
menyadarkan para calon Bupati Sumenep periode 2020-2024 yang akan bertarung di
Pilkada 2020 nanti. Mereka terlihat gencar memposting beberapa foto dan
kata-kata di sosial media. Misalnya mereka tampak terlihat di sosial media
Facebook mulai memasang jurus rayunya. Ada Dr.Ir.H.RB. Fattah Jasin, M.S (Gus
Acing), Komunitass Achmad Fauzi, Ampon Baktona.
Fattah Jasin di Facebook
memposting kalimat: “Tekad Fattah Jasin Mewujudkan Sumenep Berdaya.” Sedangkan
Ahmad Fauzi membuat akun Facebook Komunitass Achmad Fauzi dengan beberapa foto
kartun lucu dan menarik. Sedangkan Nyai
Hj. Dewi Khalifah,S.H., M.H.,M.Pd.I (Nyai
Eva) memasang akun Facebook Ampon Baktona. Nyai Eva mengusung tema:
Membangun Sumenep Lebih Maju, Makmur, dan Sejahtera.
Berpromosi di media sosial
(sosmed) terlihat seru. Disamping murah meriah, umumnya pemakai sosmed adalah
kaum muda. Mungkinkah kaum muda ini akan melepaskan rekam jejak bakal calon
Bupati yang akan bertarung? Seperti mereka yang melepaskan akal sehatnya pada
produk kecantikan kulit itu? Entahlah.