Selasa, 19 Agustus 2025

Peserta Didik dari Pelosok Desa Pasongsongan Tunjukkan Peningkatan dalam Lomba Seni

Pendopo Kecamatan Pasongsongan
Salehodin Hr. [Foto: sh]

SUMENEP – Penampilan peserta didik dari lembaga pendidikan pelosok desa di wilayah Kecamatan Pasongsongan terus menunjukkan tren peningkatan tiap tahunnya. Selasa (19/8/2025). 

Hal itu diungkapkan Salehodin Hr, salah satu juri dalam lomba pidato bahasa Madura pada Semarak Kemerdekaan RI ke-80 yang digelar di Pendopo Kecamatan Pasongsongan.

Dalam keterangannya, Salehodin menegaskan pentingnya profesionalitas para juri dalam menilai penampilan peserta. 

Lomba baca puisi

“Saya memperingatkan diri sendiri. Kita harus berlaku adil dan bijaksana dalam memberikan nilai, karena kelak pasti akan dipertanggungjawabkan di sisi Allah SWT,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kinerja tim juri yang dinilai sudah melakukan penilaian secara objektif dan maksimal. 

“Buktinya, tiap tahun peserta terus mengalami peningkatan, baik dari sisi jumlah maupun kualitas,” tambahnya.

17 agustus hut kemerdekaan

Seperti tahun sebelumnya, lomba bidang seni kali ini meliputi lomba baca puisi, lomba pidato bahasa Madura, dan lomba nyanyi solo. 

Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA se-Kecamatan Pasongsongan.

Kegiatan tersebut menjadi ajang bergengsi bagi para pelajar untuk mengasah bakat seni, sekaligus sebagai wujud semarak perayaan HUT Kemerdekaan RI. [sh]

Penampilan Peserta Didik dari Pelosok Desa Pasongsongan Makin Membaik

Dirgahayu Kemerdekaan ri ke80
Salah satu penampilan murid SD. [Foto: sh]

SUMENEP – Penampilan peserta didik dari lembaga pendidikan pelosok desa di wilayah Kecamatan Pasongsongan menunjukkan tren semakin membaik dari tahun ke tahun. Selasa (19/8/2025). 

Hal tersebut disampaikan Hasbi Ash Siddiqy, salah satu juri lomba baca puisi dalam rangka Semarak Kemerdekaan RI ke-80 Kecamatan Pasongsongan.

Kemerdekaan ri

Menurut Hasbi, kualitas penampilan peserta kian terlihat, baik dari segi penguasaan panggung maupun penghayatan dalam membawakan puisi. 

Kecamatan Pasongsongan

Peserta dari pelosok desa sudah mampu tampil percaya diri dengan persiapan yang cukup matang. Ini sebuah perkembangan yang sangat positif,” ungkapnya.

Kemerdekaan ri ke-80

Lomba baca puisi tingkat Kecamatan Pasongsongan itu digelar di Pendopo Kecamatan Pasongsongan dengan peserta dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA se-Kecamatan Pasongsongan. 

Kecamatan pasongsongan kabupaten Sumenep

Pagelaran lomba baca puisi ini jadi salah satu ajang bagi para pelajar untuk menyalurkan bakat dan kreativitas seni, sekaligus memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-80. 

Dalam lomba puisi kali ini, ditampilkan pula lomba pidato bahasa Madura, dan nyanyi solo secara bergantian. [sh]

Senin, 18 Agustus 2025

Ketua Panitia Sampaikan Apresiasi untuk Peserta dan Guru Pendamping Lomba Seni

Lomba17 Agustus
Peserta lomba di Pendopo Kantor Kecamatan Pasongsongan. [Foto: sh]

SUMENEP – Ketua panitia lomba, Akhmad Jasimul Ahyak, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta dan guru pendamping yang telah berpartisipasi dalam Semarak Lomba baca puisi, pidato, dan nyanyi solo dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-80. Senin (18/8/2025). 

“Kami mengapresiasi kepada seluruh peserta dan guru pendamping atas perjuangannya mengikuti lomba,” ungkap Jasimul.

Menurutnya, kalah dan menang merupakan hal yang wajar dalam setiap kompetisi, tapi semangat dan kebersamaan yang ditunjukkan para peserta adalah hal yang lebih utama.

Pagelaran lomba yang diikuti siswa dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA ini berlangsung meriah di Kantor Kecamatan Pasongsongan. 

Acara tersebut menjadi wadah untuk menumbuhkan bakat, kreativitas, serta semangat kebersamaan antar pelajar di Kecamatan Pasongsongan. [sh]

Dua Murid SDN Soddara 2 Ikut Lomba Baca Puisi Semarak Kemerdekaan RI ke-80

Sdn soddara 2 kecamatan Pasongsongan
Bambang Sutrisno diapit dua siswanya. [Foto: sh]

SUMENEP – Dua murid SDN Soddara 2 Kecamatan Pasongsongan turut berpartisipasi dalam lomba baca puisi tingkat SD/MI se-Kecamatan Pasongsongan dalam rangka Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-80. Senin (18/8/2025). 

Kepala SDN Soddara 2, Bambang Sutrisno, yang turut mendampingi langsung kedua siswanya, menyampaikan harapannya agar mereka bisa tampil maksimal dan melaju ke babak final.

Sdn soddara 2 pasongsongan kabupaten Sumenep
Dua siswa SDN Soddara 2 bersama guru pembimbing. [Foto: sh]

“Partisipasi siswa kami dalam lomba baca puisi ini jadi ajang untuk mengasah kepercayaan diri sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya literasi,” ungkap Bambang.

Lomba baca puisi tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan lomba seni dalam Semarak Kemerdekaan RI yang digelar di Pendopo Kecamatan Pasongsongan. [sh]

Lomba Sermarak Kemerdekaan RI ke-80 Bidang Seni Kecamatan Pasongsongan

Hut ri
Kunti (kanan) bersama para panitia lomba bidang seni. [Foto: sh]
SUMENEP – Dalam rangka memperingati Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, panitia pelaksana lomba seni Kecamatan Pasongsongan menggelar berbagai lomba bagi siswa. Senin (18/8/2025). 

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Pasongsongan ini meliputi lomba baca puisi, lomba pidato bahasa Madura, serta lomba nyanyi solo.

Peserta berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA. 

Lomba Sermarak Kemerdekaan RI ke-80 Bidang Seni Kecamatan Pasongsongan

Suasana lomba berlangsung meriah dengan antusiasme siswa dan dukungan para guru pendamping.

Salah seorang panitia lomba, Kunti, menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan lomba kali ini panitia memberikan kesempatan tampil lebih dulu bagi lembaga pendidikan yang letaknya agak jauh dari pendopo kecamatan.

“Keputusan bijak ini diambil karena banyaknya peserta lomba yang mendaftar, sehingga memudahkan kegiatan lomba,” terang Kunti.

Dengan adanya lomba seni ini, diharapkan siswa tidak hanya menumbuhkan rasa cinta tanah air, tapi juga menyalurkan bakat dan kreativitasnya di bidang seni. [sh]

Minggu, 17 Agustus 2025

Semarak Lomba Seni Siswa Meriahkan HUT RI ke-80 di Pasongsongan

Lomba bidang seni di Pendopo Kecamatan Pasongsongan
Agus Sugianto (paling kiri) bersama para panitia lomba seni. [Foto: sh]

SUMENEP – Dalam rangka memeriahkan Dirgahayu HUT Kemerdekaan RI ke-80, Kecamatan Pasongsongan menggelar berbagai lomba seni siswa yang berlangsung semarak. Senin (18/8/2025). 

Kegiatan ini meliputi lomba baca puisi, lomba pidato bahasa Madura, dan lomba nyanyi solo.

Rencananya, lomba tersebut digelar selama tiga hari.

Lomba seni hut ri kecamatan pasongsongan

Tapi, antusiasme peserta yang begitu tinggi membuat panitia menambah durasi pelaksanaan jadi empat hari.

“Karena jumlah peserta membludak, terpaksa kami tambah waktunya jadi 4 hari,” ungkap Agus Sugianto selaku koordinator panitia lomba seni. 

Seluruh rangkaian lomba seni siswa ini dipusatkan di Pendopo Kecamatan Pasongsongan. 

Suasana penuh semangat kebersamaan dan kreativitas tampak mewarnai jalannya acara, sekaligus menjadi bentuk nyata partisipasi generasi muda dalam mengisi kemerdekaan. [sh]

CERPEN: Bagai Pembantu di Rumah Sendiri

Cerita singkat debur dan tona

By: Suriyanto Hasyim

Debur, seorang suami yang penuh tanggung jawab. 

Setiap bulan, gajinya sebagai ASN ia serahkan semua kepada istrinya, Tona. 

Hanya beberapa lembar uang buat transportasi ke tempat kerja. 

Baginya, kebahagiaan keluarga adalah harga mati, dan Tona adalah pusat dari semua itu.

Tapi, belakangan ini Tona kerap murung. 

Rutinitas sehari-hari membuatnya merasa terjebak. 

Pagi-pagi ia harus menyiapkan sarapan, lalu mencuci dan membersihkan rumah. 

Siang menjemur pakaian, sore kembali ke dapur menyiapkan makan malam. 

Malamnya, ia harus kembali memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri.

"Mas, aku merasa hidupku hanya di dapur, sumur, dan kasur. Aku tak ubahnya pembantu di rumah sendiri," keluh Tona. 

Debur terdiam, hatinya tercekat. 

Ia tak pernah membayangkan, pengorbanan dan rasa tanggung jawab yang ia jaga ternyata membuat istrinya merasa terikat. 

Dengan suara pelan ia berkata, "Tona, aku tak pernah menganggapmu seperti itu. Kau adalah separuh jiwaku. Jika kau merasa bosan, mari kita bicarakan. Aku ingin kau bahagia, bukan terkurung."

Air mata Tona jatuh. Ia sadar, mungkin bukan Debur yang salah, melainkan dirinya yang merasa bosan. 

Sejak malam itu, mereka sepakat membuka ruang lebih luas bagi Tona untuk beraktivitas: mengikuti kursus, bergabung dengan komunitas perempuan, bahkan mencoba usaha kecil-kecilan.

Rumah tangga mereka pun kembali hangat. 

Tona mulai menemukan arti dirinya lebih dari sekadar rutinitas.[]

CERPEN: Berkubang di Lumpur Kemarau

Cerpen apoyMadura

By: Suriyanto Hasyim

Debur adalah seorang suami yang penuh tanggung jawab. 

Sejak awal menikah, ia berjanji pada dirinya, bahwa nafkah keluarganya harus terpenuhi dari hasil keringatnya. 

Setiap bulan, begitu gaji ASN-nya cair, Debur menyerahkan semuanya kepada istrinya, Tona. 

Hanya selembar uang bensin yang ia sisakan di dompet, sekadar untuk ongkosnya berangkat dan pulang kerja.

Tona sering terharu melihat kesungguhan suaminya. 

Tapi belakangan ini, kegelisahan tak bisa ia sembunyikan. 

Penyebabnya; anak sulung mereka diterima di perguruan tinggi, anak kedua bersiap masuk SMA, dan anak ketiga sudah waktunya masuk SMP. 

Biaya yang menunggu terasa bagai gunung yang menjulang.

Malam itu, di ruang tamu sederhana, Tona menunduk sambil menahan air mata. 

Debur duduk di sampingnya, menggenggam tangan istrinya dengan hangat.

“Jangan khawatir, Ton,” ucap Debur pelan. “Selama aku masih bisa bekerja, Insya Allah anak-anak akan sekolah. Kita jalani pelan-pelan, rezeki akan datang dengan jalannya.”

Tona mengangguk, walau dadanya masih sesak. 

Baginya, Debur bukan hanya suami, melainkan sandaran hidup. 

Ia yakin, dengan kerja keras dan doa, badai kebutuhan besar itu bisa mereka atasi bersama. []

SMA Annidhamiyah Kelas X Raih Juara 3 Lomba Menghias Kelas Semarak HUT RI ke-80

Pondok Pesantren Annidhamiyah kabupaten Pamekasan
Paling kiri: Fatillah Alfi Maghfirah. [Foto: sh]

PAMEKASAN – Dalam rangka memeriahkan Semarak Lomba Dirgahayu Republik Indonesia ke-80, Lembaga Pendidikan Islam Annidhamiyah menggelar berbagai lomba, salah satunya lomba menghias kelas. Ahad (17/8/2025). 

Kelas X SMA Annidhamiyah berhasil meraih juara 3 dalam ajang tersebut. 

Ketua kelas X, Fatillah Alfi Maghfirah, menyampaikan rasa syukurnya meski hanya membawa pulang juara 3. 

“Kami merasa puas walau meraih juara 3. Kerjasama tim merupakan pengalaman yang sangat berharga dan menjadi bahan evaluasi yang mahal harganya,” ungkap Fatillah.

Sebagai informasi, Lembaga Pendidikan Islam Annidhamiyah berada di Dusun Jeppon, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. 

Lembaga ini menaungi jenjang pendidikan mulai dari RA, MI, SMP, hingga SMA, serta merupakan bagian dari Pondok Pesantren Annidhamiyah. [sh]

Sabtu, 16 Agustus 2025

Lomba Penjelajahan Pramuka Meriahkan HUT RI ke-80 di Pasongsongan

Pramuka kecamatan 8
Panitia pelaksana lomba Pramuka. [Foto: sh]

SUMENEP – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, panitia pelaksana lomba Kemerdekaan RI Kecamatan Pasongsongan menggelar kegiatan lomba penjelajahan Pramuka. Kamis (14/8/2025). 

Kegiatan yang berpusat di SMPN 1 Pasongsongan itu diikuti dengan penuh antusias oleh peserta dari kalangan pelajar tingkat SD/MI. 

Kendati cuaca cukup panas, semangat peserta tidak surut sedikit pun.

Hut kemerdekaan RI Ke 80
Salah satu peserta penjelajahan dari SDN Panaongan 3 Pasongsongan. [Foto: sh]

Agus Sugianto, selaku Sekretaris Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Pasongsongan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar perlombaan, tapi juga jadi wadah bagi generasi muda untuk produktif dan berkolaborasi.

“Lomba penjelajahan Pramuka merupakan salah satu sarana bagi peserta untuk mengasah keterampilan, melatih kerja sama tim, serta meningkatkan jiwa nasionalisme,” ungkapnya.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian acara HUT RI di Pasongsongan yang diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan dan cinta tanah air di kalangan generasi muda. [sh]


Jumat, 15 Agustus 2025

CERPEN: Hubungan Terlarang

Cerita singkat apoyMadura.

By: Suriyanto Hasyim

Debur berdiri terpaku di depan cermin kamar mandi, wajahnya pucat diterpa cahaya lampu yang redup. 

Air masih menetes dari rambutnya, membasahi lantai. 

Tiba-tiba, pintu kamar mandi terbuka. Tona—mertuanya—masuk dengan langkah tergesa, wajahnya tampak kalut.

“Debur…” suara Tona bergetar, entah karena sedih, entah karena dorongan emosi yang tak mampu ia bendung.

Sebelum sempat berkata-kata, Tona memeluknya erat. 

Pelukan itu bukan sekadar pelukan ibu mertua pada menantunya; ada rasa sepi, ada luka lama yang meledak. 

Debur kaget, tubuhnya kaku.

“Ibu… jangan begini,” bisik Debur, tapi suaranya terdengar lemah. 

Ia tahu ini salah, tapi ada kerinduan manusiawi yang tiba-tiba membelenggunya.

Malam itu, batasan hancur. Mereka larut dalam bisu dan dosa.

Tapi, setelah semuanya terjadi, sunyi lebih mencekam daripada apa pun. 

Tona terduduk di lantai, menutup wajah dengan kedua tangannya. 

“Astaghfirullah… apa yang kita lakukan, Bur?” suaranya pecah.

Debur hanya bisa menatapnya dengan mata kosong. 

Di benaknya, wajah istrinya—anak Tona—muncul bergantian dengan bayangan yang baru saja terjadi. 

Jiwanya terkoyak tak bertepi. 

Hari-hari berikutnya, tiap kali bertemu, Debur dan Tona saling menghindar, tapi tatapan keduanya menyimpan rahasia gelap.[]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...