Selasa, 17 Juni 2025

Al Fath, Perupa Asli Pasongsongan yang Terus Berkarya Tanpa Kenal Batas Waktu🔥

Perupa Pasongsongan kabupaten Sumenep
Al Fath (kanan) bersama karyanya. [Foto: Surya]

SUMENEP - Al Fath, seorang perupa asli Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, telah membuktikan bahwa kreativitas tidak mengenal batas waktu. 

Sejak 1990, Al Fath telah berkelana di Jakarta untuk mengejar karier sebagai perupa. 

Dengan pengalaman dan keterampilan yang terus diasah, Al Fath telah menjadi salah satu perupa yang dikenal dengan karya-karyanya beraliran realis.

Walau telah lama tinggal di Jakarta, Al Fath tetap memiliki hubungan yang erat dengan kampung halamannya di Pasongsongan. 

Baru-baru ini, Al Fath kembali ke Pasongsongan karena ada acara pameran lukisan yang menampilkan karya-karyanya. 

"Pameran ini menjadi kesempatan bagi saya untuk lebih dekat dengan masyarakat Kota Keris Sumenep," ucapnya. 

Al Fath dikenal dengan karya-karyanya yang beraliran realis, yang menampilkan keindahan dan detail dalam setiap goresan kuasnya. 

Karya-karyanya tidak hanya memamerkan keahlian teknis, tapi juga mengungkapkan perasaan dan pengalaman hidupnya. 

Dengan terus berkarya tanpa kenal batas waktu, Al Fath membuktikan bahwa kreativitas bisa terus berkembang dan menghasilkan karya-karya yang luar biasa.

Kembali ke Pasongsongan, Al Fath berharap bisa berbagi pengalaman dan keterampilan dengan masyarakat setempat, terutama para seniman muda yang ingin mengembangkan bakatnya. 

Dengan demikian, Al Fath tidak hanya menjadi contoh bagi masyarakat Pasongsongan, tapi juga jadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan mengembangkan kreativitasnya. [Surya]

Pelepasan Siswa Kelas VI SDN Padangdangan 2 Berlangsung Meriah🔥

Sdn Padangdangan 2 Pasongsongan
Kepala sekolah dan guru SDN Padangdangan 2. [Foto: Surya]

SUMENEP - SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, menggelar acara pelepasan dan perpisahan siswa kelas VI dengan meriah di halaman sekolah. Sabtu (17/6/2025). 

Berbagai penampilan spektakuler dari peserta didik, seperti tari klasik dan kontemporer, paduan suara, pembacaan puisi, serta fashion show, turut memeriahkan acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para guru, wali murid, serta masyarakat setempat yang antusias menyaksikan kreativitas anak-anak. 

Suasana haru dan bangga terasa ketika para siswa menampilkan kebolehan mereka di atas panggung, menunjukkan hasil pembelajaran selama menempuh pendidikan di SDN Padangdangan 2.

Sdn Padangdangan 2 kecamatan Pasongsongan

Kepala Sekolah: Acara Ini Bagian dari Kebersamaan

Madun, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SDN Padangdangan 2, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar acara serupa bisa terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang. 

Menurutnya, momen pelepasan dan perpisahan bukan sekadar seremonial, melainkan juga bagian dari kebersamaan antara sekolah, masyarakat, dan wali murid.

“Kami berharap acara seperti ini bisa terus berlanjut karena menjadi wadah silaturahmi dan apresiasi bagi siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dasar,” ujar Madun.

Ia juga berpesan kepada para lulusan agar terus bersemangat menimba ilmu di jenjang berikutnya. 

“Selamat kepada siswa kelas VI yang telah lulus. Teruslah belajar dengan tekun dan jaga nama baik almamater,” tambahnya.

Para orang tua yang hadir terlihat bangga menyaksikan anak-anak mereka tampil percaya diri. 

“Senang sekali melihat anak saya bisa tampil dengan baik di acara ini. Semoga ini menjadi kenangan indah baginya,” ujar Musaheri, salah seorang wali murid.

Dengan ditutupnya acara pelepasan ini, siswa kelas VI SDN Padangdangan 2 resmi mengakhiri masa pendidikan dasarnya dan bersiap melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. [Surya]

Senin, 16 Juni 2025

Kepala SDN Panaongan 3 Sampaikan Sambutan Penuh Haru di Malam Lepas Kenang Kelas VI🔥

Sdn Panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Agus Sugianto sedang memberikan sambutan pesan dan kesan. [Foto: Surya]

SUMENEP -  Dalam acara Malam Lepas Kenang siswa-siswi kelas VI SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, S.Pd., selaku Kepala Sekolah, menyampaikan kata sambutan yang penuh makna. Senin (16/6/2025). 

Agus Sugianto mengapresiasi perjuangan siswa selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut sekaligus memaparkan sejumlah program unggulan yang telah berhasil dijalankan.

“Alhamdulillah, semua program yang kami canangkan berjalan sesuai harapan. Tujuan utama kami untuk mencetak peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga memiliki keterampilan non-akademik,” ujar Agus Sugianto di hadapan para siswa, wali murid, dan guru.

Lebih jauh, Agus menjelaskan bahwa SDN Panaongan 3 telah menerapkan berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Program Literasi Sekolah: Membiasakan siswa membaca dan menulis setiap hari untuk meningkatkan kemampuan bahasa dan logika.

Pembinaan Olimpiade Sains: Mempersiapkan siswa berprestasi untuk mengikuti kompetisi sains tingkat kecamatan dan kabupaten.

Ekstrakurikuler Berbasis Minat: Seperti Pramuka, Seni Tari, dan Olahraga, yang bertujuan mengembangkan bakat non-akademik siswa.

Pendidikan Karakter: Menanamkan nilai-nilai disiplin, sopan santun, dan kepedulian sosial melalui pembiasaan sehari-hari.

Harapan untuk Siswa Kelas VI

Agus Sugianto berpesan agar para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi tetap menjaga semangat belajar dan menerapkan nilai-nilai yang telah ditanamkan di SDN Panaongan 3.

“Kami bangga dengan prestasi kalian. Jangan pernah berhenti belajar dan teruslah menjadi generasi yang berakhlak mulia,” tutur Agus penuh haru.

Acara Malam Lepas Kenang turut diisi penampilan pentas seni dari siswa, penyerahan kenang-kenangan, serta foto bersama sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan pendidikan mereka. [Surya]

Kata Sambutan Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan di Acara Malam Lepas Kenang SDN Panaongan 3💪

Sdn Panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Abu Supyan,M.Pd. [Foto: Surya]

SUMENEP - Malam Lepas Kenang SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan tahun ajaran 2024/2025 berlangsung meriah dan penuh kebanggaan. Senin malam (16/6/2025). 

Acara digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap siswa-siswi tersebut dihadiri orang tua, guru, serta tamu undangan, termasuk Pengawas Bina SD Kecamatan Pasongsongan, Abu Supyan, M.Pd.

Dalam sambutannya, Abu Supyan menyampaikan rasa bangganya atas prestasi yang ditorehkan oleh siswa-siswi SDN Panaongan 3. 

"Saya sangat mengapresiasi kerja keras para siswa, guru, dan orang tua yang telah mendukung kemajuan pendidikan di sekolah ini," ujarnya.

Abu Supyan secara khusus menyoroti beberapa siswa yang telah membawa nama baik sekolah di berbagai bidang. 

Salah satunya adalah Sulaiman, yang dikenal mahir dalam seni Macopat Madura dan kerap memenangi lomba tarik suara di tingkat kecamatan maupun kabupaten. 

"Kemampuan Sulaiman dalam Macopat Madura tidak hanya menghibur, tapi juga melestarikan budaya lokal," puji Abu Supyan.

Selain itu, sorotan juga diberikan kepada Vivi (Kelas I) yang memukau dengan kemampuannya di bidang eksakta, khususnya perkalian cepat (aljabar dasar). 

Meski masih duduk di kelas rendah, Vivi menunjukkan bakat luar biasa dalam berhitung, yang membuat decak kagum hadirin.

Di akhir sambutannya, Abu Supyan berpesan agar prestasi ini tidak berhenti di sini. 

"Teruslah berkarya, belajar, dan berinovasi. Prestasi kalian hari ini adalah bekal untuk menjadi generasi emas Indonesia di masa depan," tutupnya. [Surya]

Minggu, 15 Juni 2025

Wali Murid dan Guru Bersinergi Sukseskan Acara Pelepasan Siswa Kelas VI SDN Padangdangan 2💪

Sdn Padangdangan 2 kecamatan Pasongsongan
Wali murid SDN Padangdangan 2 Pasongsongan saat kerja bakti. [Foto: Surya]

SUMENEP - Menjelang acara pelepasan dan perpisahan siswa kelas VI SDN Padangdangan 2, wali murid bersama para guru bahu-membahu menyiapkan segala kebutuhan untuk menyambut hari istimewa tersebut. 

Kerja bakti dilaksanakan dengan penuh semangat pada hari Senin (16/6/2025), sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran acara yang akan digelar besok, Selasa pagi (17/6/2025).

Semangat Gotong Royong dalam Persiapan

Sejak pagi, puluhan wali murid terlihat aktif membersihkan lingkungan sekolah, mulai dari menyapu halaman, hingga menghias area acara. 

Tidak hanya itu, mereka juga bekerja sama mendirikan tenda dan panggung serta menata kursi untuk para tamu undangan.

Murahmat, salah satu wali murid, mengungkapkan antusiasmenya. 

"Ini momen penting untuk anak-anak kami. Kami ingin acara ini berkesan dan berjalan lancar, jadi semua orang turun tangan dengan sukarela," ujarnya sambil tersenyum.

Kepala SDN Padangdangan 2, Madun, S.Pd.SD., menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif wali murid. 

"Kerja sama seperti ini sangat berarti bagi sekolah. Dengan dukungan wali murid, proses persiapan jadi lebih ringan dan cepat," tuturnya.

Acara Pelepasan Penuh Makna

Acara pelepasan siswa kelas VI tahun ini mengusung tema: "Mewujudkan Generasi yang Berkarakter, Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa."

Rangkaian acara akan diisi dengan penampilan siswa, penyampaian pesan kenangan, serta penyerahan simbolis dari adik kelas.

Diharapkan, momen ini tidak hanya menjadi akhir perjalanan siswa di bangku SD, tapi juga awal baru untuk mengejar cita-cita di jenjang pendidikan berikutnya.

Dengan persiapan yang matang dan semangat kebersamaan, SDN Padangdangan 2 siap menggelar acara yang tak terlupakan bagi para siswa, guru, dan seluruh keluarga besar sekolah. [Surya]

Ampuh‼️Pemulihan Pecandu Narkoba dan Penderita HIV/AIDS dengan Herbal Gondowangi Gel🔥

Herbal gondowangi gel bondowoso

BONDOWOSO - Supriyadi, seorang herbalis dan terapis asal Bondowoso, kian dikenal berkat metode pengobatan tradisionalnya yang disebut Gondotopo. Senin (16/6/2025). 

Lewat Herbal Gondowangi Gel, ia berhasil memulihkan pasien pecandu narkoba dan penderita HIV/AIDS, mengembalikan kondisinya jadi sehat dan produktif.

Supriyadi menjelaskan bahwa Gondotopo adalah metode terapi yang menggabungkan pengobatan herbal dengan pendekatan spiritual. 

Ramuan utamanya, Herbal Gondowangi Gel, terbuat dari ekstrak tumbuhan alami yang diracik secara khusus.

"Herbal ini bekerja dengan cara detoksifikasi racun dalam tubuh, sekaligus memperbaiki sel-sel yang rusak akibat narkoba atau virus," ujar Supriyadi.

Testimoni Pasien: Dari Kecanduan hingga Pulih

Beberapa pasien yang telah menjalani terapi ini mengaku merasakan perubahan signifikan. 

Salah satunya adalah Anton (nama samaran), mantan pecandu sabu-sabu yang sudah menjalani terapi selama tiga bulan.

"Awalnya saya tidak percaya, tapi setelah rutin minum herbal ini dan terapi, keinginan pakai narkoba hilang. Badan juga jadi lebih segar," tuturnya.

Tak hanya pecandu narkoba, penderita HIV/AIDS juga merasakan manfaatnya. Siti (nama samaran), yang divonis HIV sejak 2020, mengaku kondisi imunnya membaik setelah mengonsumsi Herbal Gondowangi Gel secara teratur.

"Dulu sering sakit-sakitan, sekarang bisa beraktivitas normal. Hasil lab juga menunjukkan perkembangan positif," ungkapnya.

Kontroversi dan Harapan

Meski banyak testimoni positif, beberapa kalangan medis mengingatkan agar pasien tetap berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba pengobatan herbal. 

Namun, Supriyadi menegaskan bahwa terapinya bersifat komplementer, bukan pengganti pengobatan medis.

"Kami tidak menolak pengobatan dokter. Herbal ini sebagai pendamping untuk mempercepat pemulihan," tegasnya.

Dengan semakin banyaknya pasien yang tertolong, Supriyadi berharap Herbal Gondowangi Gel bisa mendapat perhatian lebih dari pemerintah dan peneliti, agar khasiatnya bisa dibuktikan secara ilmiah.

Bagi yang ingin mencoba, terapi ini bisa diakses di Klinik Gondowangi, Bondowoso, atau melalui konsultasi online.[Surya]

Grand Opening Haflatul Imtihan 2025‼️ Menyemai Prestasi, Merawat Tradisi di Pondok Pesantren Annidhamiyah🔥


Pondok Pesantren annidhamiyah pamekasan
Tari Saman dimainkan oleh para pelajar Annidhamiyah. [Foto: Surya]

Suasana khidmat penuh kebersamaan menyelimuti Pondok Pesantren Annidhamiyah pada malam yang bersejarah. Ahad malam (15/6/2025). 

Grand Opening Haflatul Imtihan 2025 dibuka dengan pembacaan Surah Yasin bersama, dipimpin pengasuh Yayasan Annidhamiyah. 

Doa-doa kebaikan dipanjatkan untuk kelancaran acara, keberkahan ilmu, serta kesuksesan para santri dalam menempuh ajang lomba. 

Kemeriahan tak berhenti di situ. Usai rangkaian doa, panggung utama disulap jadi pentas spektakuler. 

Tari Saman, sebuah mahakarya budaya nusantara sarat makna, dibawakan dengan penuh penghayatan oleh para pelajar Annidhamiyah. 

Gemuruh musik tradisional mengiringi gerakan dinamis, sementara sorotan lampu warna-warni menambah dramatisasi pertunjukan. 

Tepuk tangan riuh hadirin—orang tua, guru, dan masyarakat—jadi bukti antusiasme yang menggebu.

Mercusuar Pendidikan di Desa Bindang

Terletak di Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Pondok Pesantren Annidhamiyah telah jadi ikon pendidikan Islam terbesar di wilayah tersebut. 

Dengan ratusan santri yang menimba ilmu di bawah bimbingan ustadz dan ustadzah yang kompeten, lembaga ini tidak hanya fokus pada pengajaran agama, tapi juga mengintegrasikan nilai-nilai budaya, kreativitas, dan semangat kebangsaan.

Acara Haflatul Imtihan sendiri merupakan agenda tahunan yang tidak sekadar menjadi ajang ujian, melainkan juga festival kecerdasan, bakat, dan kekuatan spiritual para santri.

Harmoni Religius dan Budaya

Pembukaan dengan Surah Yasin mengingatkan kita akan pentingnya landasan spiritual dalam setiap langkah pendidikan. 

Sementara kehadiran Tari Saman sarat nilai persatuan, yang menunjukkan bahwa Annidhamiyah tidak hanya mengajarkan teori, tapi juga memupuk rasa cinta terhadap warisan budaya Nusantara. [Surya]

Pelepasan 1000 Merpati Tandai Dimulainya Haflatul Imtihan di Pesantren Annidhamiyah

Ponpes Annidhamiyah pamekasan pasean
Pelepasan 1000 burung merpati oleh para peserta didik. [Foto: Surya]

PAMEKASAN - Lembaga Pendidikan Islam Annidhamiyah di Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, menggelar acara spektakuler untuk menandai dimulainya Haflatul Imtihan. Ahad (15/6/2026). 

Kegiatan ini diawali dengan pelepasan 1000 burung merpati di halaman pesantren pada sore hari

Ustadz Maimun Marzuki, salah satu pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Annidhamiyah, menjelaskan bahwa pelepasan 1000 merpati ini merupakan simbol kebebasan, harapan, dan semangat baru bagi para santri yang akan menjalani ujian.

"Pelepasan 1000 burung merpati ini bukan sekadar seremoni, tapi mengandung makna mendalam. Seperti burung yang terbang bebas, kami berharap semua anak didik kami bisa meraih cita-cita setinggi langit," ujarnya di hadapan para santri, guru, dan wali murid.

Pendidikan dari PAUD hingga SMA

Pondok Pesantren Annidhamiyah, di bawah naungan Yayasan Annidhamiyah, menyelenggarakan pendidikan terpadu mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA. 

Selain mengedepankan kurikulum nasional, lembaga ini juga menekankan pembelajaran agama, akhlak, dan keterampilan hidup.

"Kami ingin menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tapi juga berakhlak mulia dan mandiri," tambah Ustadz Maimun.

Rangkaian Acara Haflatul Imtihan

Haflatul Imtihan tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk:

- Ujian praktik keagamaan (tahfiz, pidato, dan baca kitab kuning). 

- Pentas seni dan budaya dari para santri. 

- Pameran karya siswa. 

- Penganugerahan penghargaan untuk santri berprestasi

Acara pelepasan 1000 merpati menjadi momen yang paling dinanti, karena memberikan kesan semarak sekaligus penuh makna. [Surya]

Kasus Asusila Kangean‼️ Jangan Takut "Kualat", Kebenaran Harus Ditegakkan‼️💥

Pulau kangean kabupaten Sumenep

Dugaan tindak asusila di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, menimbulkan reaksi dari sejumlah pihak. 

Pasalnya, lembaga pendidikan seharusnya jadi tempat aman bagi peserta didik.

Walau akhirnya Satreskrim Polres Sumenep berhasil menciduk S pada Selasa (10/6/2025). 

Dia diamankan sekitar pukul 03.30 di Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo.

S diduga sebagai pelaku yang buron ke Situbondo. 

Ada yang bilang, membongkar kejahatan di pesantren bisa bikin "kualat". Mitos ini berbahaya. 

Justru, diam saat melihat kezaliman sama saja membiarkan dosa terus terjadi.

Tak ada ajaran agama yang melindungi pelaku kejahatan. Justru, Islam sangat tegas melindungi korban dan memerintahkan keadilan. 

Jika ada pengasuh pesantren melakukan asusila, itu bukan "walisongo", itu penjahat yang harus dihukum.

Rasa takut berlebihan terhadap hal mistis justru membuat pelaku semakin leluasa. 

Korban jadi enggan melapor, masyarakat memilih tutup mata. Akibatnya, kejahatan terus berulang.

Korban Lebih Penting daripada Reputasi Ponpes

Jangan sampai nama baik pesantren dikorbankan untuk menutupi aib segelintir orang. 

Jika ada yang salah, harus dibongkar, bukan disembunyikan. 

Pesantren yang baik justru akan lebih dihormati jika tegas membersihkan diri dari oknum jahat.

Masyarakat Harus Berani Bersuara

Lapor ke polisi, dorong proses hukum, dan dukung korban. 

Jangan biarkan ketakutan takhayul menghalangi keadilan. Jika tidak, kita semua ikut bertanggung jawab atas penderitaan yang terus terjadi.

Jangan takut "kualat" pada manusia yang salah. Takutlah pada Allah jika membiarkan kezaliman merajalela. [Surya]

Sabtu, 14 Juni 2025

Pondok Pesantren Harusnya Aman‼️ Kenapa Masih Ada Kekerasan Seksual❓💥

Ponpes pulau kangean Sumenep

Kasus dugaan asusila di ponpes Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, bikin geram masyarakat luas. 

Lembaga pendidikan harusnya jadi tempat aman. Nyatanya, masih ada oknum yang tega menciderai kepercayaan ini.

Banyak pihak menyayangkan, termasuk Kemenag Sumenep atas kejadian memalukan ini. 

Ponpes tersebut memang terdaftar, tapi tetap terjadi pelanggaran. 

Evaluasi dan visitasi sejatinya segera dilakukan. Bisa saja izin dicabut jika terbukti lalai.

Bagaimana Nasib Korban?

Informasinya Kemenag akan berkoordinasi dengan Dinsos P3A. 

Korban harus mendapat pendampingan. Jangan sampai trauma berkepanjangan.

Kemenag punya program halaqah ramah anak. Tapi, kasus seperti ini masih muncul.

Artinya, pengawasan harus lebih ketat. Bukan cuma di Sumenep, tapi juga nasional.

Pelaku Kabur, Tapi Akhirnya Tertangkap

Pelaku (S) sempat berusaha kabur. Tapi polisi berhasil menangkapnya di Situbondo. Selasa (10/6/2025). 

Proses hukum harus berjalan tegas. Ini jadi pelajaran bagi ponpes lain: jaga integritas, awasi semua pihak.

Orang tua menitipkan anaknya untuk belajar agama, bukan jadi korban kejahatan. 

Regulasi dan pengawasan harus diperkuat. Jangan sampai ada korban berikutnya.

Pendidikan agama harus membawa kebaikan, bukan penderitaan. [Surya]

Waswas🔥 Akumulasi Masalah Multifaktor Pengaruhi Kasus Perceraian di Sumenep‼️

Pengadilan agama kabupaten sumenep

Berdasarkan data PA Sumenep, hingga Mei 2025, tercatat 810 perkara perceraian didaftarkan. 

Dari jumlah itu, 525 di antaranya merupakan cerai gugat yang diajukan pihak istri.

Meningkatnya angka perceraian di Sumenep tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi. 

Masalah ekonomi, kesadaran gender, dan gaya hidup konsumtif saling berkaitan, menciptakan tekanan yang berujung pada perpecahan rumah tangga.

Menurut salah seorang pegawai PA Sumenep, jika ingin menekan angka perceraian, pendekatannya harus holistik. 

1. Pemerintah perlu memperkuat program bantuan UMKM dan pelatihan finansial.

2. Lembaga agama harus lebih aktif memberikan bimbingan pranikah yang realistis.

3. Masyarakat perlu mengurangi stigma pada keluarga sederhana dan menghentikan budaya pamer yang tidak sehat.

Tanpa upaya kolektif, tren perceraian yang dipicu oleh konflik finansial akan terus meningkat. 

Pernikahan butuh lebih dari sekadar cinta; butuh kesepakatan, pengelolaan uang yang bijak, dan kesadaran untuk hidup sesuai kemampuan.

Bagaimana pendapat Anda? Apakah gaya hidup konsumtif memang sedang memengaruhi stabilitas rumah tangga? 

Atau faktor ekonomi tradisional (seperti pengangguran dan inflasi) tetap jadi penyebab utama? [Surya]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...