Selasa, 28 Februari 2023

OSN Pasongsongan Diikuti 23 SD, Berikut Juaranya

olimpiade sains nasional kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep tahun 2023
Dari kiri: Agus Sugianto,S.Pd, Haji Akhmad Busri,M.Pd dan Haji Rusdi,M.Pd. [Foto: Yant Kaiy]

SUMENEP – Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2023 tingkat SD se-Kecamatan Pasongsongan diikuti 23 lembaga pendidikan. Penyelenggaraan OSN berjalan sesuai apa yang direncanakan pihak panitia. Selasa (28/2/2023).

“Saya menilai OSN tahun ini penyelenggaraannya lebih baik dan lebih rapi ketimbang tahun lalu. Jumlah sekolah yang mengirimkan peserta didiknya juga bertambah banyak,” ucap Haji Rusdi dalam kata sambutannya.

Selain sebagai Pengawas, Haji Rusdi adalah Koordinator Pendidikan Kecamatan Pasongsongan yang terus mendorong penyelenggaraan OSN kedepan mendekati sempurna.

Sedangkan bertindak sebagai Ketua Panitia Penyelenggara OSN 2023 adalah Agus Sugianto.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh sekolah yang telah mengirimkan siswa-siswinya dalam ajang OSN kali ini. Kami menghargai semua jerih payah para guru, telah meluangkan waktunya datang ke tempat ini. Karena kami tahu kalau ada sekolah yang jaraknya kesini lebih dari 17 km dengan medan jalan rusak,” tegas Agus Sugianto.

Pelaksanaan OSN ditempatkan di SDN Pasongsongan l. Dihadiri pula Haji Akhmad Busri,M.Pd sebagai Ketua K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) Kecamatan Pasongsongan.

“Untuk pemenang OSN 2023 jenjang SD bidang lomba IPA, yakni SDN Panaongan l (1), SDN Pasongsongan IV (2), SDN Panaongan lll (3), SDN Pasongsongan IV (4), SDN Lebeng Barat l (5), dan SDN Soddara ll (6). Sedangkan bidang lomba Matematika, yaitu SDN Pasongsongan IV (1), SDN Pasongsongan IV (2), SDN Soddara l (3), SDN Panaongan I (4), SDN Pasongsongan IV (5), dan SDI Al-Wildan (6),” terang Agus Sugianto.

Ia juga berpesan kepada semua peserta didik yang sudah dinyatakan lolos sebagai juara supaya terus meningkatkan jam belajarnya. Karena mereka yang juara akan mengikuti OSN tingkat kabupaten. [Kay]

Senin, 27 Februari 2023

Klenengan Sopo Nyono Pasongsongan Mewarnai Khasanah Budaya Tradisional

klenengan sopo nyono pasongsongan kabupaten sumenep madura
Haji Aminullah sedang memainkan gamelan dalam sebuah pertunjukan. [Foto: Yant Kaiy]


SUMENEP -  Banyak yang tidak tahu kalau klenengan atau gamelan Sopo Nyono berasal dari Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Hal itu karena klenengan ini hanya sebagai musik latar dari berbagai pagelaran seni budaya.

Klenengan Sopo Nyono dibina oleh Ainur Ridwan dan diketuai Haji Aminullah ini sering mengiringi pertunjukan seni Topeng Dalang Madura, Tayub, Macopat Madura, atau tampil pada acara-acara resmi dari beberapa dinas yang ada di wilayah Madura.

“Para penabuh klenengan ini berasal dari daerah Pasongsongan dan Ambunten. Kami mengumpulkan mereka dalam group seni klenengan Sopo Nyono agar bakat seni yang dimiliki mereka tidak raib begitu saja. Karena kami sadar betul, hobi tak mungkin ditahan,” ucap Haji Aminullah usai group gamelannya tampil dipertunjukan Macopat Madura. Ahad (26/2/2022).

Berapa harga mengundang klenengan Sopo Nyono?

“Relatif. Kenapa begitu? Hal itu disesuaikan jarak transportasi ke tempat pertunjukan. Yang penting teman-teman klenengan Sopo Nyono bisa beli rokok. Murah meriah, bukan,” ungkapnya lebih jauh.

Bagi yang berminat mau mengundangnya bisa langsung menghubungi Haji Aminullah dinomor hape 081328277365. [Kay]

Camat Pasongsongan dan Gerakan Perindangan SDN Panaongan 3

camat pasongsongan kabupaten sumenep, sdn panaongan 3 kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep
Camat Pasongsongan (3 dari kanan, baris belakang) bersama Babinsa Koramil Pasongsongan dan para guru SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep. [Foto: Yant Kaiy]


SUMENEP – Camat Pasongsongan, Mohamad Farid Wadjdi memberi bantuan bibit bunga kepada SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep. Serah-terima bantuan itu disaksikan langsung dua personil Babinsa Koramil Pasongsongan. Senin (27/2/2023).

“Gerakan perindangan dan penghijauan merupakan perbuatan mulia agar alam tetap hijau dan selalu memberi manfaat kepada kita. Karena alam yang lestari akan memberikan dampak positif pada kehidupan makhluk bernyawa,” ucap Mohamad Farid selesai memberi bantuan.

Menanamkan cinta lingkungan hidup harus dimulai sejak dini. Kalau cinta lingkungan itu bersemayam di hatinya, otomatis mereka akan senantiasa menjaga alam agar tidak rusak, tambah Mohamad Farid lebih jauh.

Sementara itu Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto,S.Pd menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan tersebut.

“Jauh hari gerakan perindangan dan penghijauan memang telah kami laksanakan. Beberapa lahan kosong di lingkungan SDN Panaongan 3 ada yang kami tanami toga (tanaman obat keluarga) dan tumbuhan yang menghasilkan pangan dan buah-buahan,” ungkap Agus Sugianto.

Dirinya menyadari betul, gerakan perindangan merupakan sikap terpuji yang mesti ditanamkan sejak usia SD. Setiap warga wajib hukumnya menjaga lingkungan supaya tidak rusak.

“Kita tentu tidak ingin mewariskan lingkungan sekitar rusak akibat ulah kita dan tangan-tangan tak bertanggung jawab,” sela Agus Sugianto. [Kay]

Minggu, 26 Februari 2023

Koramil Pasongsongan Menghadiri Upacara Bendera SDN Panaongan 3 Pasongsongan

Koramil Pasongsongan, SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep
Serma Setyo Hari bertindak sebagai pembina upacara di SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep. [Foto: Yant Kaiy]


SUMENEP – Babinsa Koramil Pasongsongan menghadiri pelaksanaan upacara bendera di SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Serma Setyo Hari.  Senin (27/2/2023).

Didahadapan peserta didik dan Kepala SDN Panaongan 3 beserta para guru, Serma Setyo Hari mengungkapkan, tentang apa itu bela negara.

“Bela negara adalah hak dan kewajiban setiap warga negara yang ada di bumi NKRI. Hal ini harus terus digelorakan kepada setiap individu. Upaya kuat bela negara sangat diperlukan sebagai wujud tanggung jawab untuk mempertahankan keutuhan negara,” ujar Serma Setyo Hari dalam amanat upacara.

Ia menambahkan, tak ada nilai tawar bagi siapa pun untuk senantiasa menjaga dan merawat nilai-nilai persatuan dan kesatuan. Karena tantangan kedepan akan semakin kompleks. Maka perlu adanya langkah kongkret sebagai bentuk cinta tanah air.

Selesai upacara bendera, Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto,S.Pd ketika dimintai keterangan menjelaskan, bahwa dirinya mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran personil Koramil Pasongsongan.

“Kedepan kegiatan semacam ini akan terus kami galakkan. Kita harus menjaga bibit patriotisme di jiwa para peserta didik tidak luntur, tergerus paham yang berseberangan dengan Pancasila,” tandas Agus Sugianto. [Kay]

Elegi Youtuber Pasongsongan


Catatan: Yant Kaiy

Pekan keempat Februari 2023 kemarin, saya bersama salah seorang youtuber dari Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep mengikuti acara pengajian umum. Jamaah yang hadir lumayan banyak. Terdiri dari laki-laki dan perempuan. Walau pada pertengahan acara suasana gerimis, namun para hadirin tidak beranjak dari tempat duduknya.

Salah sebuah masjid di kawasan selatan Kecamatan Pasongsongan menggelar acara memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Sedangkan dai yang memberikan siraman rohani dari Pamekasan. Dai kondang memiliki ribuan fans ini jam terbangnya padat saban harinya. Siang hari ini berceramah di dua tempat. Demikian pula pada malam harinya. Sungguh luar biasa.

Bahkan menurut informasi, dia sudah menutup pintu bagi pengundang karena jadwal ceramahnya sudah terisi semua untuk 2023. Saya fikir, tentu pundi-pundi duitnya cukup lumayan karena amplop sekali mengisi acara pengajian berkisar satu hingga dua juta rupiah.

Ketika dai naik panggung kehormatan, saya bertanya pada youtuber disamping saya, kenapa dirinya tidak mengambil video.

“Tidak sembarang youtuber diperbolehkan mengambil video dai ini, Mas. Ada aturan tidak tertulis, hanya beberapa youtuber saja yang diperkenankan mengambil video kiai ini. Sudah ada komunitasnya,” terangnya.

Saya kaget bukan main. Sebab saya tahu banyak tentang kerja youtuber. Tidak semuanya youtuber kaya karena menggeluti platform sosial media Youtube. Tidak jarang ada sebagian dari mereka channelnya ditutup oleh pihak Youtube karena melanggar aturan komunitas.

Sejatinya dai berasal dari Pamekasan tersebut banyak berterima kasih kepada youtuber yang turut melambungkan namanya. Bisa jadi dia tidak akan ada apa-apanya kalau saja tanpa publikasi.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Sabtu, 25 Februari 2023

Simak Apa itu Guru Penggerak, Syarat, Tujuan dan Manfaatnya

guru penggerak, sdn panaongan 1 kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep jawa timur
Haji Rusdi (kiri) bersama Agus Sugianto sedang mendengar pertanyaan salah seorang guru. [Foto: Yant Kaiy]


SUMENEP - Program Guru Penggerak telah dicanangkan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Hal tersebut dikuatkan Permendikbudristek No.26 Tahun 2022 tentang Guru Penggerak. Diharapkan nantinya lewat Guru Penggerak khasanah pendidikan di Indonesia mengalami perubahan paradigma 5 tahun kedepan.


Bertolak dari keberadaan tersebut, maka Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 01 Kecamatan Pasongsongan berinisiatif melakukan sebuah terobosan. Pada pertemuan rutin bulanan kali ini, KKG Gugus 01 Kecamatan Pasongsongan mendatangkan nara sumber salah seorang Guru Penggerak Angkatan 5 Agus Sugianto,S.Pd yang juga Kepala SDN Panaongan III Pasongsongan. Sabtu (25/2/2023). 


Ketua KKG Gugus 01 Kecamatan Pasongsongan Abd. Rahman, S.Pd.I dalam sambutan mengatakan, alasan diadakan kegiatan tersebut untuk memotivasi para guru Sekolah Dasar di Gugus 01 untuk mengikuti Program Guru Penggerak.


“Masak dari 25 sekolah dasar serta ratusan guru SD di Pasongsongan, kita baru bisa meluluskan satu guru penggerak. Ini menjadi beban dan tanggung jawab saya selaku Ketua KKG untuk melakukan terobosan agar kedepan Kecamatan Pasongsongan memiliki Guru Penggerak lebih banyak,” tandas Abd. Rahman.


Pertemuan KKG Gugus 01 kali ini diadakan di SDN Panaongan I. Hadir dalam pertemuan tersebut Pengawas Pendidikan Kecamatan Pasongsongan Drs.H. Rusdi,M.Pd, para Kepala Sekolah serta para guru Sekolah Dasar se-KKG Gugus 01.


Dalam sambutannya Drs. H. Rusdi, M.Pd selaku Pengawas Pendidikan Kecamatan Pasongsongan, merespons positif langkah inovatif yang telah dilakukan Pengurus KKG Gugus 01.


“Kedepan saya berharap agar KKG lebih pro-aktif lagi melakukan berbagai kegiatan yang bisa memberikan dampak positif pada keberadaan guru dan murid. Karena pada dasarnya KKG diibaratkan sebuah dapur yang bisa digunakan sebagai tempat untuk mengolah berbagai jenis masakan. Dan masakan tersebut akan dihidangkan pada anggota keluarga kita yaitu para anak didik,” harap H. Rusdi.


Pada akhir sambutannya ia memberikan atensi positif atas kegiatan tersebut, serta akan menggandeng guru penggerak yang ada di Kecamatan Pasongsongan untuk berkolaborasi guna menjadi nara  sumber pada kegiatan serupa di gugus yang lain.


Pelaksanaan kegiatan KKG berlangsung serius tapi santai. Karena nara sumber ketika memaparkan kiat-kiat agar lulus Program Guru Penggerak, penyampaiannya diselingi joke-joke segar. Sehingga audiens merasa tidak jenuh dan bosan.


Agus Sugianto,S.Pd dalam paparannya selaku nara sumber menjelaskan, bahwa kiat untuk lulus sebagai calon Guru Penggerak, yaitu tidak melakukan plagiarisme dalam bentuk apapun. Kedua, hendaknya yang ditulis dalam essay adalah pengalaman diri sendiri baik di kelas maupun di sekolah. Ketiga, bisa bekerja sama dengan semua pihak. Keempat, semangat pantang-menyerah, dan kelima, berdoa. 


”Semuanya berawal dari rasa tergerak hati anda untuk melakukan sebuah perubahan pada komunitas belajar di sekitar. Setelah itu anda bergerak untuk melakukan langkah kongkrit sebagai aksi dari gerakan perubahan anda. Dan yang terakhir, anda diharapkan bisa menggerakkan rekan sesama guru maupun komunitas belajar di lingkungan anda, baik skala kecil maupun skala besar. Jadi tagline guru penggerak adalah tergerak, bergerak dan menggerakkan,” papar Agus Sugianto.


Lebih lanjut, Guru Penggerak yang juga pernah menjabat sebagai Ketua KKG Gugus 01 ini menjelaskan, bahwa biarpun telah lulus sebagai Guru Penggerak mengantongi sertifikat dengan 310 jam pelajaran, tapi tidak pernah melakukan gerakan perubahan sama sekali, baik di kelas maupun di sekolahnya masing-masing, tentu semuanya akan sangat percuma.


Diakhir kegiatan, pemateri memberikan ruang tanya jawab kepada para peserta seputar Program Guru Penggerak. Kegiatan ditutup pembacaan doa yang disampaikan oleh Ketua KKG Gugus 01 Kecamatan Pasongsongan. [As/Kay]

Peringatan Isra Mi’raj di SDN Padangdangan 2 Pasongsongan

Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, SDN Padangdangan 2 Desa Padangdangan Kecamatan
Madun,S.Pd.SD (4 dari kiri) bersama para guru SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan. [Foto: Yant Kaiy]

 

SUMENEP – SDN Padangdangan 2 berlokasi di Dusun Dunggadung Desa Padangdangan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep senantiasa menyelenggarakan peringatan hari-hari besar keagamaan. Sabtu (25/2/2023).

Kali ini peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dirayakan dengan sajian berbeda. Yaitu ada banyak penampilan, kreasi para peserta didik. Seperti menyanyikan lagu-lagu Islami, paduan suara, pembacaan puisi, sholawatan diiringi musik hadrah yang dimainkan oleh para murid di sekolah tersebut.

“Saya tidak menyangka, anak-anak didik kami ternyata mampu memberikan sajian hiburan cukup baik. Menarik dan berkesan. Mereka tampak antusias. Terus terang, walau sekolah kami berada di pinggiran, namun anak-anak mampu menunjukkan kemampuannya yang luar biasa,” terang Madun apa adanya.

Sementara yang memberikan siraman rohani adalah Kepala SD Padangdangan 2, yakni Madun,S.Pd.SD. [kay]

Kamis, 23 Februari 2023

Selamat Jalan KH Ismail Paberasan SumenepSaya

kiai haji ismail macan madura, kiai haji ismail tembang pamungkas
Saya (kanan) bersama KH Ismail Paberasan Sumenep sebelum berangkat ke acara pengajian.


Catatan: Yant Kaiy

Nama KH Ismail Sumenep pada 1998 menduduki puncak tertinggi sebagai dai terlaris di kawasan Pulau Garam Madura. Sedangkan di Pulau Jawa beliau seringkali mengisi pengajian umum di Kabupaten Jember, Situbondo, Bondowoso dan Probolinggo serta beberapa daerah lain yang percakapan kesehariannya menggunakan bahasa Madura. 

Ceramah beliau digandrungi oleh mereka yang haus ilmu agama Islam lebih mendalam. Lantaran kandungan siraman rohani beliau mengupas tuntas apa itu syariat, thoriqoh, hakikat dan makrifat. Mendekatkan jamaah pada ilmu Islam sesungguhnya. Cara penyampaiannya lugas, jelas, mudah dimengerti dan tidak berbelit-belit.

Penyajian ceramah beliau acapkali berbeda dengan para mubaligh kebanyakan. Maka tak salah kalau akhirnya masyarakat Jawa menjuluki KH Ismail sebagai Kiai Macan Madura. Ada pula memberinya gelar Kiai Tembang Pamungkas.

Saya acapkali beranjangsana pada kediamannya di Dusun Padaringan Barat Desa Paberasan Kecamatan Kota Sumenep. Hal itu dilakukan karena ada beberapa pertanyaan sulit menurut akal pribadi saya. Walau bukan santri khusus, tapi saya menganggap beliau sebagai guru spritual paling cakap.

Saat ini KH Ismail Paberasan telah pulang ke alam kubur, yakni Kamis, 23 Februari 2023. Banyak kenangan bersamanya ketika saya sering satu mobil ikut acara pengajiannya. Selamat jalan guru terbaik. Surga menantimu. Amin!...

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Guru Honorer PAI Sumenep Menghitung Bintang di Langit


Catatan: Yant Kaiy

Penantian dibukanya rekrutmen guru honorer PAI (Pendidikan Agama Islam) hingga kini tidak ada titik terang. Informasi dari beberapa sumber terpercaya terus dinantikan para guru sukwan tersebut. Nasib mereka menggantung di langit biru. Impian tak berbuah kenyataan.

Selama ini tak terdengar elegi pilu guru PAI ke permukaan. Suara mereka terkurung keikhlasan mengabdi kepada bangsa dan negara. Menuangkan ilmunya kepada peserta didik tanpa pamrih. Mereka percaya, amal baiknya akan mendapat catatan bagus, tentu imbalannya surga kelak.

Memang tidak semua guru honorer PAI tunduk-patuh pada irama takdir. Sebagian diantaranya ada yang membentuk paguyuban, menyatukan visi dan misi mereka. Mendobrak kebuntuan supaya pihak berwenang mau menyerap aspirasinya.

Para guru PAI dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep ini merasa, bahwa pemangku kebijakan seolah-olah tidak punya atensi terhadap nasib buruknya. Sebab hanya kabupaten ujung timur Pulau Garam Madura yang tidak membuka kran lowongan P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) guru PAI. Mereka merasa hal ini betul-betul tidak adil.

Ditelisik dari dedikasinya, mayoritas mereka telah mengajar lebih 15 tahun. Bahkan ada yang usianya lebih kepala lima. Malang nian nasibnya.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Rabu, 22 Februari 2023

Gandrung Bonsai: Antara Hobi dan Bisnis

Catatan: Yant Kaiy

Tanaman bonsai awal 2023 jadi sebuah hobi baru bagi sebagian besar masyarakat Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Tanaman kerdil nan cantik ini penggemarnya terus meningkat. Seiring itu pula harganya pun kian meroket. Tentu itu bergantung dari nilai seninya.

Pada tahun 80-an bonsai pernah melewati masa-masa keemasan. Masyarakat berlomba-lomba mengoleksinya. Tidak terbatas orang-orang berduit, warga masyarakat biasa juga banyak menyukainya. Koleksi pecinta bonsai tersebar luas dimana-mana di wilayah Madura.

Jenis tanaman ini memang butuh perawatan spesial untuk menjadikan terlihat artistik. Mulai dari teknik pemangkasan batang, penggunaan kawat pembentuk ranting, juga pemotongan daun sesuai selera. Memang ada orang tertentu yang ahli membentuk bonsai jadi terlihat cantik di mata. Namun di era digital saat ini, masyarakat gampang mencari referensi jenis bonsai berharga mahal di hape android. Sehingga siapa pun bisa merawatnya, membentuk bonsai cantik sesuai selera.

Kini bonsai tidak bergantung pada jenis tanaman tertentu. Saat ini banyak diantara masyarakat menyukai jenis bonsai dari pohon asam, cemara, beringin, bidara cina, polai, pelle atau golongan tanaman yang tumbuh di tanah gersang dan berbatu.

Bagi yang berduit, mereka rela merogoh kocek untuk mendapatkan jenis bonsai idamannya. Tapi bagi Anda yang tidak beruang bisa juga memilikinya, karena tanaman ini banyak tumbuh di sekitar kita. Lalu memindahkannya ke pot bunga.

Lewat media sosial, kita bisa memposting foto bonsai tersebut. Siapa tahu nasib lagi mujur, ada orang menyukainya.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Jumat, 17 Februari 2023

Listrik Padam Bergilir di Sumenep

Catatan: Yant Kaiy

Pasca diumumkan PLN, bahwa listrik di Pulau Garam Madura akan normal 100 persen. Ternyata di Kabupaten Sumenep pemadaman bergilir masih terus berlangsung hingga Jumat (17/2/2023). Aktivitas masyarakat sangat terganggu. Tensi emosi mereka pun naik tajam.

Para pengusaha kategori UKM amat gusar dibuatnya. Karena biaya operasional bertambah besar. Mereka tak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa menopang dagu. Lantaran PLN punya seribu satu jurus argumen, menepis serangan caci-maki masyarakat luas. Bahwa pemadaman tidak ada unsur kesengajaan. Semua murni kesalahan non-teknis.

Tapi berlarut-larutnya pemadaman ini menuai beragaman kecaman. Menatalkan rasa tidak percaya. Menumbuhkan prasangka beraneka rupa. Mengerucut pada spektrum, kalau pemadaman itu ditunggangi beragam kepentingan orang-orang berpengaruh. Mengorbankan kebutuhan penduduk demi tercapainya tujuan menguntungkan kepentingan mereka (golongan).

Praduga ini terlontar di warung kopi pinggir desa dari masyarakat awam yang tak paham politik. Suburnya praduga itu dipicu lamanya PLN memperbaiki kerusakan yang menyebabkan pemadaman bergilir tersebut. PLN boleh berdalih, kalau akibat pemadaman listrik perusahaannya mengalami kerugian tidak sedikit.

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...