Sabtu, 13 September 2025

CERPEN: Hujan Cinta yang Tak Membasahi

Cerpen terbaik suriyanto Hasyim

By: Suriyanto Hasyim

Debur berdiri di bawah langit berawan. 

Hujan deras menyiram bumi kerontang. 

Ia duduk terdiam, seolah ingin meredam segala resah yang bertumpuk di dadanya. 

Tapi, hujan cinta yang ia tunggu tak pernah benar-benar mampu membasahi derita yang menyayat hati.

Ia tersungkur dalam harapan tak bertepi. 

Tiap langkahnya seakan terhenti oleh bayangan kegagalan dan penantian panjang yang tak kunjung temukan ujung. 

Meski jiwanya penuh dengan harapan, ia terus berusaha merangkai kepingan mimpinya.

Debur hanya ingin satu hal sederhana: Menuntun masa mudanya menuju jenjang perkawinan, agar cintanya tak lagi hanya bersemayam dalam doa. 

Tapi cinta baginya adalah perjalanan panjang, penuh luka dan air mata, yang entah kapan akan terbalas dengan kebahagiaan.[]

CERPEN: Cinta di Tebing Penyesalan

Cerpen apoy madura

By: Suriyanto Hasyim

Tona berdiri di ambang senja, menatap laut yang seakan menyimpan rahasia hatinya. 

Ombak berdebur, seirama dengan kegelisahan yang ia pendam. 

Di sanubarinya, ada nama yang tak pernah bisa ia hapus 'Debur'. 

Tapi luka janji yang pernah ia ingkari masih menghantui. 

Tona merasa bersalah, karena dulu ia yang lebih dulu melepaskan genggaman tangan, padahal Debur pernah berjanji untuk selalu bertahan. 

Kini, di tengah kehampaan hidupnya, bayangan Debur terus hadir, seperti cahaya samar di kegelapan.

Hatinya bimbang. Apakah ia pantas kembali menyulam cinta yang pernah ia patahkan sendiri? 

Apakah Debur masih menyisakan ruang untuk maaf? 

Pertanyaan itu terus menghantui, membuat langkahnya ragu, meski cinta suci itu masih bersemayam di dalam dada.

Tona hanya bisa memendam, menahan perih kerinduan yang tak tersampaikan. 

Ia sadar, cinta sejati tak selalu berakhir dengan kebersamaan. 

Kadang, cinta harus rela menjadi doa yang dipeluk dalam diam, meski hati bergetar ingin kembali.[]

CERPEN: Rumah Tangga Terpuruk Akibat Hutang Bank

Cerpen apoy madura

By: Suriyanto Hasyim

Hidup rumah tangga Debur berubah sejak ia salah mengambil satu keputusan besar dalam bisnis kecilnya. 

Awalnya ia percaya, kerja sama dengan seorang rekan akan membawa keuntungan besar. 

Tapi harapan itu runtuh ketika usaha yang mereka bangun justru merugi.

Tagihan dari bank terus berdatangan, menumpuk bagaikan beban tak terlihat yang menekan setiap langkahnya. 

Debur hanya bisa terdiam, menahan rasa getir setiap kali istrinya bertanya bagaimana mereka bisa melunasi hutang.

Yang lebih menyakitkan, rekan kerjanya tak mau ikut bertanggung jawab. 

Padahal saat ada untung, hasilnya mereka bagi berdua dengan senyum lebar. 

Kini, ketika kerugian datang, Debur dibiarkan menanggung semuanya sendiri.

Malam-malamnya penuh gelisah, memikirkan masa depan anak dan istri. 

Hidupnya terasa kian sempit, terjerat kemelaratan akibat keputusan yang pernah ia kira bijak. 

Tapi dalam hati kecilnya, Debur masih menyimpan harapan, bahwa badai ini suatu saat akan berlalu, dan ia bisa bangkit kembali dari keterpurukan.[]

CERPEN: Kisah Debur dan Tona: Cinta yang Tinggal Kenangan

Cerpen apoy Madura

By: Suriyanto Hasyim

Debur berdiri di tepi pantai, menatap ombak yang bergulung tanpa henti. 

Di sanalah dulu ia dan Tona sering berbagi cerita, menertawakan hal-hal kecil, dan menata mimpi bersama. 

Tapi kini semua itu hanya tinggal kenangan.

Ia baru saja mengetahui, Tona memilih untuk tidak mengenalnya lagi. Sikap dingin Tona bagai tembok yang sulit ditembus, seolah semua perjalanan cinta yang pernah mereka jalani tak pernah ada.

Debur tidak bermaksud mengulang kisah lama, tidak pula ingin meraih kembali hati yang sudah pergi. 

Ia hanya berharap Tona masih mengingat, bahwa ada jejak langkah mereka yang pernah terukir di pasir waktu. 

Tapi, kenyataan berkata lain.

Senyum pahit tersungging di bibirnya. 

"Kalau memang begitu, biarlah aku yang menyimpan semua kenangan itu," bisiknya.

Debur pun melangkah pergi, membiarkan debur ombak menjadi saksi bisu kecewa yang ia simpan sendiri.[]

Belajar dari Nepal: Pentingnya Elit Politik Indonesia Dengarkan Suara Rakyat

Apoy Madura opini utama

Awal September 2025, banyak beredar tayangan video di sejumlah media sosial yang memperlihatkan aksi unjuk rasa di Nepal dengan suasana cukup mengerikan. 

Kemarahan rakyat di negeri tersebut dipicu oleh kesenjangan sosial yang melebar, korupsi tak terkendali, serta kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro rakyat.

Situasi itu kemudian jadi bahan introspeksi bagi para elit politik di Indonesia. 

Meski menghadapi berbagai persoalan serupa, sejauh ini aksi unjuk rasa di tanah air masih bisa diredam melalui dialog dan pendekatan yang lebih persuasif.

Pengamat menilai, pengalaman Nepal sejatinya jadi peringatan bagi pemerintah dan elit politik Indonesia agar lebih peka terhadap aspirasi masyarakat. 

Ketidakmampuan pemerintah dalam mengatasi kesenjangan sosial serta praktik korupsi dikhawatirkan bisa memicu gejolak serupa di masa mendatang. [sh]

Jumat, 12 September 2025

SDN Padangdangan 2 Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

SDN Padangdangan 2
Ustadz Madun (kiri). [Foto: sh]

SUMENEP — SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Jumat pagi (12/9/2025). 

Kegiatan yang berlangsung khidmat itu ditempatkan di salah satu ruang kelas dan diikuti oleh seluruh warga sekolah.

Dalam ceramahnya, Ustadz Madun, S.Pd.SD mengupas tentang lima akhlak Nabi yang patut diteladani oleh umat Islam. 

Pertama, dheimal bisri yakni senantiasa menggembirakan orang lain. 

Kedua, sahlal khuluki yaitu akhlak mulia yang dipuji Allah. 

Ketiga, layyinal janib yang berarti tidak pernah sombong terhadap orang lain. 

Keempat, wela ayyamin yakni tidak pernah lisannya menyakiti orang. 

Kelima, wela musyahid yaitu tidak pernah hatinya pelit kepada orang lain.

“Lima akhlak Nabi ini harus kita jadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Ustadz Madun.

Acara ini tidak hanya jadi momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tapi juga sebagai sarana pembelajaran akhlak bagi para siswa sejak dini. [sh]

Pelayanan SKCK di Polsek Pasongsongan Dinilai Ramah dan Responsif

Polsek Pasongsongan
Dari kiri: Admin Polsek Pasongsongan bersama Yudi Harianto. [Foto: sh]

SUMENEP — Pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polsek Pasongsongan mendapat apresiasi dari para pemohon, khususnya tenaga honorer. Jumat (12/9/2025). 

Salah satunya diungkapkan Yudi Harianto, guru honorer SDN Padangdangan 1. 

Ia menilai pelayanan yang diberikan oleh petugas Polsek Pasongsongan sangat baik, ramah, dan responsif.

“Pelayanan ramah dan cepat ini sangat membantu kami, apalagi SKCK jadi syarat utama bagi tenaga honorer untuk menjadi PPPK Paruh Waktu,” ungkap Yudi. 

Apresiasi ini sekaligus menunjukkan komitmen Polsek Pasongsongan dalam memberikan pelayanan publik yang maksimal. 

Sehingga para pemohon merasa nyaman dan terbantu dalam proses pengurusan SKCK. [sh]

Selasa, 09 September 2025

KKG SD Gugus 02 Pasongsongan Gelar Rapat di SDN Soddara 2

Sdn soddara 2 kecamatan Pasongsongan
Bambang Sutrisno (kanan berdiri) memberi kata sambutan selaku tuan rumah. [Foto: sh]

SUMENEP — Kelompok Kerja Guru (KKG) SD Gugus 02 Kecamatan Pasongsongan menggelar rapat di SDN Soddara 2 pada Selasa (10/9/2025). 

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini mengangkat tema Berbagi Praktik Baik: Koding.

Bambang Sutrisno, Kepala SDN Soddara 2, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Fery Umar Abdillah dan Zainal Arifin. 

“Rapat KKG kali ini membahas tentang Berbagi Praktik Baik: Koding.  Sementara narasumber adalah mereka yang sangat kompeten di bidangnya,” terang Bambang Sutrisno sebelum rapat dimulai. 

Kegiatan ini diharapkan bisa menambah wawasan para guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi.

Harapannya supaya para guru mampu meningkatkan kompetensi sekaligus kualitas pendidikan di sekolah dasar masing-masing. 

"Terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu guru hebat di SDN Soddara 2," tutup Bambang. [sh]

SDN Padangdangan 2 Pasongsongan Sukses Gelar Gladi ANBK 2025

Sdn Padangdangan 2
Pelaksanaan gladi ANBK di SDN Padangdangan 2. (Foto: sh) 

SUMENEP – SDN Padangdangan 2, Kecamatan Pasongsongan, kembali menunjukkan kesiapannya dalam menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) tahun ini. Rabu (10/9/2025). 

Pelaksanaan gladi yang digelar di sekolah tersebut berlangsung aman, tertib, dan lancar.

“Pelaksanaan gladi kali ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” ungkap Siti Endang JA selaku proktor ANBK.

Hal senada juga disampaikan Habibullah, pengawas pelaksanaan gladi ANBK. 

Menurutnya, suksesnya gladi di SDN Padangdangan 2 tidak lepas dari persiapan yang matang. 

“Ini mencerminkan persiapan teknis dan non-teknis yang dilakukan secara baik,” ujarnya.

Dengan keberhasilan gladi ini, SDN Padangdangan 2 semakin optimis menyongsong pelaksanaan ANBK 2025 yang sesungguhnya. [sh]

Resepsi Pernikahan Pratu Abd. Rahman dan Fathimah, S.Kep, Ns. Meriah dengan Tradisi Pedang Pora

Sikap Pora
Resepsi pernikahan Pratu Abd. Rahman dengan Fathimah. [Foto: sh]

SUMENEP – Suasana penuh haru sekaligus khidmat mewarnai resepsi pernikahan Pratu Abd. Rahman dengan Fathimah, S.Kep, Ns. yang digelar di kediaman mempelai pria, Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, pada Selasa (9/9/2025).

Dalam resepsi tersebut, hadir prosesi istimewa berupa tradisi Sikap Pora atau Pedang Pora, yakni tradisi pernikahan ala militer di TNI dan Polri. 

Dengan berbaris gagah, para prajurit membentuk pagar kehormatan, mengiringi pasangan pengantin menuju pelaminan. 

Tradisi ini jadi simbol doa dan restu dari rekan seprofesi kepada prajurit yang baru saja memasuki kehidupan rumah tangga.

Tak hanya itu, resepsi pernikahan ini juga dihadiri para guru dan staf dari MTs Istikmalunnajah serta MA Itmamunnajah.

Dua lembaga pendidikan tersebut adalah tempat Abd. Rahman pernah menimba ilmu. 

Kedua sekolah tersebut berada di bawah naungan LP Ma’arif Pasongsongan.

“Kami, semua guru mendoakan, semoga pernikahan Abd. Rahman sakinah. Kami turut mengucapkan banyak terima kasih atas penghormatan keluarga besar Abd. Rahman terhadap dewan guru,” ungkap Akhmad Jasimul Ahyak, salah seorang guru MA Itmamunnajah, saat ditemui di sela acara.

Dengan penuh kebersamaan, suasana resepsi berlangsung meriah dan hangat. 

Doa-doa dipanjatkan agar rumah tangga pasangan Abd. Rahman dan Fathimah jadi keluarga yang harmonis, penuh cinta, serta diridhai Allah SWT. [sh]

Resepsi Pernikahan Pratu Abd. Rahman dan Fathimah Berlangsung Meriah di Pasongsongan

MTs Istikmalunnajah dan MA Itmamunnajah
Pratu Abd. Rahman. [Foto: sh]

SUMENEP — Suasana haru dan bahagia menyelimuti kediaman Pratu Abd. Rahman di Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, pada acara resepsi pernikahannya dengan Fathimah, S.Kep, Ns. Selasa (9/9/2025).

Abd. Rahman, yang kini mengabdikan diri sebagai prajurit TNI, merupakan alumni MTs Istikmalunnajah dan MA Itmamunnajah; dua lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif Pasongsongan. 

Pada resepsi pernikahan tersebut, keluarga besar kedua lembaga pendidikan turut hadir memenuhi undangan khusus dari mempelai.

“Semoga pernikahan Abd. Rahman sakinah. Dan kami mengucapkan banyak terima kasih atas penghormatan keluarga besar dari Abd. Rahman,” ungkap Akhmad Jasimul Ahyak, salah seorang guru MA Itmamunnajah yang hadir dalam acara tersebut.

Kehadiran para guru dan staf MTs Istikmalunnajah serta MA Itmamunnajah menjadi bukti eratnya ikatan silaturahmi antara alumni dengan almamater. 

Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan itu turut diwarnai doa dan ucapan selamat dari tamu undangan kepada pasangan pengantin.

"Semoga pernikahan Abd. Rahman dan Fathimah (dari Kecamatan Guluk-Guluk) diharapkan jadi awal kehidupan rumah tangga yang penuh keberkahan," imbuh Jasimul. 

Dan pernikahan ini amat menginspirasi generasi muda untuk tetap menjaga hubungan baik dengan lingkungan pendidikan. [sh]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...