Sabtu, 06 September 2025

Perkumpulan Macopat Lesbumi NU Pasongsongan Berkisah tentang Nurbuat

Macopat Lesbumi Pasongsongan
Akhmad Jasimul Ahyak (tengah) bersama anggota Perkumpulan Macopat Lesbumi Pasongsongan. [Foto: sh]

SUMENEP — Suasana syahdu terasa di kediaman Salehodin Khoir, Dusun Benteng, Kecamatan Pasongsongan, ketika perkumpulan Macopat Lesbumi MWC NU kembali berkumandang. Sabtu (6/9/2025). 

Dalam kesempatan tersebut, para pelantun macopat mengetengahkan kisah Nurbuat yang sarat dengan nilai spiritual.

Macolat Lesbumi Pasongsongan Sumenep

Ketua Lesbumi Pasongsongan, Akhmad Jasimul Ahyak, menjelaskan bahwa kisah Nurbuat mengisahkan tentang cahaya kenabian. 

“Ini selaras dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang masih kita peringati saat ini,” ungkap Jasimul.

Acara ini dihadiri seluruh jamaah perkumpulan macopat, sekaligus menjadikannya sebagai momentum memperkokoh tradisi, menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. [sh]

Dominasi Sekolah Swasta dalam Ajang HUT RI ke-80 Pasongsongan

Pendopo Kecamatan Pasongsongan
Penyerahan trofi dan piagam oleh Danramil Pasongsongan. [Foto: sh]

Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan melahirkan catatan menarik dari dunia pendidikan di Kecamatan Pasongsongan. 

Dalam ajang perlombaan antarlembaga, mulai dari tingkat TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA, seluruh juara umum justru berhasil disapu bersih oleh lembaga pendidikan swasta berbasis keagamaan.

Berdasarkan hasil pengumuman resmi yang disiarkan dalam resepsi penutupan di Pendopo Kecamatan Pasongsongan, tercatat RA Al Furqon sukses meraih predikat juara umum tingkat TK/RA. 

Disusul MI An Najah yang unggul di tingkat SD/MI. 

Sementara itu, MTs Istikmalunnajah kembali menunjukkan dominasinya di tingkat SMP/MTs.

Dan MA Itmamunnajah menutup rangkaian kemenangan dengan predikat juara umum di tingkat SMA/MA.

Dari catatan ini, terlihat jelas sebuah pola: Tidak ada satu pun lembaga pendidikan negeri yang menyabet posisi juara umum. 

Fenomena ini patut jadi bahan renungan bersama. 

Apakah sekolah negeri kini mulai tertinggal dalam hal pembinaan non-akademik? 

Atau justru sekolah swasta mampu membuktikan diri lebih gesit dalam mengembangkan potensi siswanya di luar kelas?

Perlu diakui, sekolah swasta, khususnya yang berbasis pesantren atau keagamaan, kerap lebih intens dalam membina kedisiplinan, kebersamaan, serta motivasi berprestasi siswanya. 

Modal inilah yang tampaknya berbuah pada keberhasilan mereka dalam tiap kompetisi, baik akademik maupun non-akademik. [sh]

Jumat, 05 September 2025

MTs Istikmalunnajah Kembali Raih Juara Umum Tingkat SMP/MTs di HUT RI ke-80 Pasongsongan

Mts istikmalunnajah kecamatan Pasongsongan
Edi Sucipto (6 dari kiri) bersama para juara umum lainnya. [Foto: sh]

SUMENEP — Madrasah Tsanawiyah (MTs) Istikmalunnajah, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat juara umum tingkat SMP/MTs. 

Gelar ini diperoleh dalam ajang berbagai lomba yang digelar panitia HUT Kemerdekaan RI ke-80 se-Kecamatan Pasongsongan. Jumat malam (5/9/2025). 

Pengumuman pemenang sebagai juara umum disampaikan pada acara resepsi HUT RI yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Pasongsongan. 

"Prestasi ini sekaligus melanjutkan catatan manis MTs Istikmalunnajah yang pada tahun lalu juga berhasil meraih predikat serupa," ucap Edi Sucipto, Kepala MTs Istikmalunnajah. 

Ia juga menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut karena persaingan untuk mendapatkan posisi predikat juara umum amat ketat

“Tidak lupa saya menghaturkan terima kasih atas jerih payah para guru pembimbing yang telah mengantarkan para peserta didik jadi juara umum,” tambahnya.

Keberhasilan ini makin menegaskan konsistensi MTs Istikmalunnajah dalam melahirkan generasi berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik. [sh]

MI Annajah Raih Juara Umum Lomba HUT RI ke-80 di Pasongsongan

Mi annajah kecamatan Pasongsongan
Trofi dan piagam sebagai juara umum dipegang oleh salah seorang guru MI Annajah. [Foto: sh]

SUMENEP – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Annajah, Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih predikat juara umum tingkat SD/MI pada ajang berbagai lomba yang digelar dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80.

Pengumuman resmi sebagai juara umum dikukuhkan langsung oleh panitia lomba HUT RI ke-80 dalam acara resepsi yang digelar di Pendopo Kecamatan Pasongsongan. Jumat malam (5/9/2025). 

Keberhasilan ini disambut penuh rasa syukur oleh Kepala MI Annajah, Syamsi, S.Pd.I. 

Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi para guru pembimbing serta kerja keras para peserta didik.

“Secara pribadi, saya mengucapkan terima kasih atas jerih payah para guru pembimbing yang telah mengantarkan para peserta didik ke gerbang juara umum,” ujar Syamsi.

Prestasi tersebut sekaligus jadi bukti komitmen MI Annajah dalam mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik siswanya.

Dan hal ini juga memperkuat posisi MI Annajah sebagai salah satu lembaga pendidikan unggulan di Kecamatan Pasongsongan. [sh]

Masjid Mujahidin Gelar Pengajian Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

Masjid Panaongan
KH Busro Karim ketika berceramah. [Foto: sh]

SUMENEP – Masjid Mujahidin yang berlokasi di Dusun Benteng Utara, Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan menggelar pengajian agama Islam dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Jumat malam (5/9/2025).

Pengajian tersebut menghadirkan KH Busro Karim, tokoh ulama sekaligus mantan Bupati Sumenep, yang memberikan siraman rohani kepada jamaah. 

Dalam ceramahnya, KH Busro Karim mengupas panjang-lebar tentang jenis-jenis setan beserta tugasnya.

"Sebagai muslim, kita wajib waspada terhadap berbagai bentuk godaan yang bisa melemahkan iman dan menjauhkan diri dari tuntunan Rasulullah SAW,' terang KH Bsro Karim. 

Kehadiran masyarakat pada acara tersebut cukup antusias, menandakan besarnya semangat umat dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Selain sebagai ajang mempererat silaturahmi, pengajian ini juga menjadi momentum refleksi keimanan bagi warga sekitar. [sh]

Istighotsah Refleksi Kemerdekaan, Tutup Rangkaian HUT RI ke-80 di Pasongsongan

Panitia hut kemerdekaan ri ke-80
Camat Pasongsongan (2 dari kanan) bersama Forpimka Pasongsongan. [Foto: sh]

SUMENEP – Resepsi peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80 di Kecamatan Pasongsongan dikemas dalam Istighotsah Refleksi Kemerdekaan RI yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Pasongsongan. Jumat (5/9/2025). 

Acara ini sekaligus jadi penutup dari serangkaian lomba yang digelar sepanjang bulan Agustus.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forpimka Pasongsongan, sejumlah kepala desa, serta seluruh panitia lomba. 

Camat Pasongsongan, Fariz Aulia Utomo, dalam sambutannya menegaskan bahwa format istighotsah dipilih untuk menjaga kekondusifan wilayah.

“Acara ini sengaja dikemas dengan istighotsah agar Kecamatan Pasongsongan tetap kondusif. Kami juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua panitia, masyarakat, dan para kepala desa yang telah mendukung suksesnya peringatan HUT RI ke-80,” ujar Fariz Aulia Utomo.

Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai jalannya acara, sekaligus menandai berakhirnya seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan di Kecamatan Pasongsongan tahun ini. [sh]

Kamis, 04 September 2025

Sagedduk, Tradisi Pawai Santri Khas Desa Pasongsongan

Tradisi Sagedduk SUMENEP
Sagedduk Desa Pasongsongan. [Foto: sh]

SUMENEP – Warga Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, memiliki tradisi unik bernama Sagedduk. 

Tradisi ini berupa arak-arakan atau pawai santri yang digelar hanya sekali dalam setahun, tepatnya pada bulan Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah. Kamis malam (4/9/2025). 

Akhmad Jasimul Ahyak, Ketua Lesbumi MWC NU Pasongsongan, menjelaskan bahwa istilah Sagedduk hanya dikenal di Pasongsongan. 

“Di daerah lain barangkali juga ada tradisi semacam Sagedduk, tapi mungkin namanya berbeda,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Sagedduk merupakan bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Khusus di Desa Pasongsongan, seusai acara pawai, masyarakat biasanya langsung menghadiri pengajian umum di Masjid Al-Akbar sebagai bentuk syukur dan peringatan atas kelahiran Nabi. [sh]

Tradisi Sagedduk, Arak-Arakan Khas Desa Pasongsongan

Sageddok
Sagedduk Desa Pasongsongan. [Foto: sh]

SUMENEP – Warga Desa Pasongsongan, Kecamatan Pasongsongan, memiliki tradisi unik yang hanya digelar sekali dalam setahun, yakni Sagedduk. Kamis malam (4/9/2025) 

Tradisi ini berupa arak-arakan atau semacam karnaval santri yang diadakan khusus pada bulan Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah.

"Kenapa disebut karnaval santri? Kebanyakan dari mereka yang ikut arak-arakan adalah anak-anak berasal dari langgar, tempat dimana mereka menimba ilmu agama Islam," ucap Agus Sugianto. 

Menurut pemerhati budaya asal Pasongsongan ini menjelaskan, bahwa istilah Sagedduk hanya dikenal di daerah tersebut. 

“Mungkin di daerah lain ada tradisi semacam Sagedduk, tapi mungkin namanya beda,” ujarnya.

Kegiatan Sagedduk tidak hanya jadi ajang kebersamaan masyarakat, tapi juga memiliki nuansa religius. 

Seusai arak-arakan, warga langsung menghadiri pengajian umum di Masjid Al-Akbar Pasongsongan sebagai bentuk syukur dan peringatan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. [sh]

Tausiyah Nyai Suciana Mukhtar pada Perayaan Maulid Nabi di Kediaman Keluarga Besar Syamsul Arifin

Nyai suciana mukhtar
Nyai Suciana Mukhtar.[Foto: sh]

SUMENEP – Keluarga besar Syamsul Arifin menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di kediamannya, Jalan Pahlawan, Pamolokan. Rabu (3/9/2025). 

Acara ini menghadirkan penceramah Nyai Suciana Mukhtar, S.Pd, pengelola Pondok Pesantren Miftahul Huda, Desa Gapura Timur, Kecamatan Gapura.

Dalam tausiyahnya, Nyai Suciana menyinggung fenomena kehidupan modern dimana masih banyak orang mudah terbawa arus pada urusan hidup orang lain. 

“Contoh, orang lain sukses, kita yang sakit hati. Sebaliknya, tetangga gagal, kita menghujatnya. Maka insya Allah orang tersebut tergolong manusia yang merugi. Kita tahu, orang lain tidak minta makan sama kita,” ungkapnya.

Suasana kian khidmat dengan lantunan shalawat Nabi yang dibawakan oleh group hadrah-banjari Nurus Syifaa’ dari Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng. 

Perayaan Maulid ini berlangsung penuh kekeluargaan dan diikuti antusias oleh para undangan. [sh]

Rabu, 03 September 2025

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kediaman Keluarga Besar Syamsul Arifin

Maulid nabi muhammad SAW Sumenep
Nyai Suciana Mukhtar, S.Pd (kanan). [Foto: sh]

SUMENEP – Keluarga besar Syamsul Arifin yang beralamat di Jalan Pahlawan, Pamolokan, menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat. Rabu (3/9/2025).

Acara ini dihadiri masyarakat sekitar dan sejumlah tokoh agama.

Hadir sebagai penceramah, Nyai Suciana Mukhtar, S.Pd, pengelola Pondok Pesantren Miftahul Huda, Desa Gapura Timur, Kecamatan Gapura. 

Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan bahwa hati seorang muslim akan bergetar ketika nama Nabi Muhammad SAW diucapkan. 



“Maka insya Allah, orang tersebut tergolong manusia yang selamat di dunia dan akhirat,” ungkapnya. 

Perayaan semakin semarak dengan pembacaan shalawat Nabi yang dibawakan oleh group hadrah-banjari Nurus Syifaa’ dari Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng. 

Lantunan shalawat yang penuh kekhusyukan ini menambah suasana semakin hangat dan penuh rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. [sh]

Selasa, 02 September 2025

Puskesmas Pasongsongan Gencarkan Imunisasi Campak di SDN Sodara 2

Puskesmas Pasongsongan

SUMENEP – Puskesmas Pasongsongan terus bergerak total dalam menangani Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang hingga akhir Agustus 2025 tercatat menelan 20 korban jiwa dari 2.434 kasus. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan sosialisasi imunisasi campak di SDN Soddara 2, Kecamatan Pasongsongan. Rabu (3/9/2025).

Kegiatan ini menyasar bayi usia 9 bulan dan anak usia 7 tahun melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) campak. 

Puskesmas Pasongsongan dan sdn soddara 2

Kepala SDN Sodara 2, Bambang Sutrisno, menegaskan bahwa imunisasi massal menjadi langkah utama dalam pencegahan campak, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat sebagai kunci keberhasilan.

“Program ini bertujuan untuk melindungi tubuh dari virus campak, merangsang sistem imun agar membentuk antibodi sehingga kebal terhadap penyakit ini,” ujar salah seorang tim medis dari Puskesmas Pasongsongan.

Dengan adanya sosialisasi dan pelaksanaan imunisasi massal, diharapkan penyebaran campak bisa ditekan dan kesehatan anak-anak di Kecamatan Pasongsongan makin terjaga. [sh]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...