Minggu, 22 Juni 2025

Lidah Buaya: Obat Alami yang Harus Diolah dengan BenaršŸ”„

Terapi pijat refleksi gondotopo Bondowoso

BONDOWOSO - Dalam dunia pengobatan tradisional, lidah buaya telah lama dikenal sebagai tanaman seribu manfaat. 

Tanaman berduri lembut ini populer untuk perawatan kulit, dan juga mampu mengatasi berbagai penyakit, mulai dari gangguan pencernaan hingga peradangan. 

"Manfaat lidah buaya hanya akan bisa diperoleh jika diolah dengan benar," saran Supriyadi. 

Pria pemilik terapi pijat Gondotopo di Bondowoso, membagikan cara pengolahan lidah buaya yang tepat dan aman dikonsumsi.

Menurut Supriyadi, kesalahan umum yang kerap dilakukan adalah langsung mengonsumsi gel lidah buaya tanpa menghilangkan getahnya terlebih dahulu. 

Getah kuning yang menempel pada gel lidah buaya bersifat iritan dan bisa menimbulkan efek samping, terutama bagi saluran pencernaan. 

Oleh karena itu, proses pembersihan menjadi tahap yang sangat krusial.

Langkah pertama, kata Supriyadi, adalah mengupas kulit lidah buaya menggunakan pisau yang tajam. 

Alat yang tajam memastikan proses pengupasan berjalan cepat dan gel tidak hancur atau tercampur kulit. 

Setelah kulitnya dikupas, gel lidah buaya diambil secara perlahan agar tidak bercampur dengan getah kuning yang berada di antara kulit dan gel.

Setelah itu, gel ditempatkan dalam wadah, lalu dicampur dengan air dan sedikit garam. 

Garam berfungsi sebagai agen pembersih alami yang membantu melarutkan sisa getah dan mengurangi rasa pahit. 

Proses ini sangat penting, karena kandungan aloin dalam getah bisa bersifat laksatif jika tidak dibersihkan dengan benar.

Tahap akhir adalah membuat gel tersebut menjadi larutan yang mudah dikonsumsi, yaitu dengan diblender. 

Hasil blender bisa langsung dikonsumsi atau dicampurkan dengan bahan alami lainnya seperti madu, lemon, atau jus buah untuk menambah rasa dan manfaat.

Sebagai herbalis dan terapis yang sudah bertahun-tahun menangani pasien dengan metode alami, Supriyadi percaya bahwa lidah buaya memiliki potensi besar untuk membantu penyembuhan berbagai penyakit

Ini adalah contoh bagaimana warisan pengetahuan lokal bisa jadi solusi kesehatan alami, asal disertai pengolahan yang benar. 

"Mengolah lidah buaya bukan soal memotong, tapi menyangkut seni merawat agar bisa memberi manfaat," ungkap Supriyadi. 

Kita patut menghargai ilmu seperti yang dibagikan Supriyadi, agar tradisi tetap hidup dan kesehatan tetap terjaga. [Surya]

Sabtu, 21 Juni 2025

Wujud Kepedulian Sosial Lintas Stakeholder di SumenepšŸ”„

Sdn panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Dari kiri: Agus Sugianto bersama Kepala Puskesmas Pasongsongan. [Foto: Surya]
SUMENEP – SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan kembali menggelar kegiatan khitan massal gratis, sebagai bentuk nyata kepedulian sosial terhadap masyarakat. Sabtu (21/6/2025).

Kegiatan ini merupakan yang ketiga kalinya digelar, dan tahun ini menjangkau wilayah lebih luas, termasuk peserta dari luar Kecamatan Pasongsongan.

Bekerja sama dengan Puskesmas Pasongsongan, Pemerintah Desa Panaongan, sejumlah media online seperti Detikzone, serta stakeholder lainnya di wilayah Kabupaten Sumenep, 

"Alhamdulillah, kegiatan ini sukses menyasar 20 anak peserta khitan," ungkap Agus. 

Masing-masing anak juga menerima bingkisan berupa sarung dari pihak penyelenggara sebagai bentuk apresiasi dan dukungan moril.

Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud nyata peran sekolah di tengah masyarakat.

“Tahun ini peserta tidak hanya berasal dari Pasongsongan, tapi juga dari Kecamatan Ambunten. Ini menunjukkan bahwa kegiatan ini amat dibutuhkan masyarakat luas,” ujar Agus.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk menjadikan lembaga pendidikan yang dipimpinnya sebagai ruang terbuka.

Tidak hanya untuk kegiatan belajar mengajar, tapi juga sebagai pusat kegiatan sosial. 

Kegiatan khitan massa gratis ini disambut antusias oleh para orang tua peserta.

Mereka merasa terbantu secara ekonomi dan juga terbina secara sosial melalui kegiatan tersebut.

"Kami berharap kegiatan ini bisa terus berlangsung secara berkelanjutan dan menginspirasi lembaga pendidikan lain untuk turut serta membangun sinergi sosial di lingkungannya," tutup Agus Sugianto. [Surya]

20 Anak Dikhitan, SDN Panaongan 3 sebagai Agen PerubahanšŸ”„

Sdn Panaongan 3 kecamatan pasongsongan
Agus Sugianto menyerahkan bingkisan terhadap peserta khitan. [Foto: Surya]

SUMENEP - Pendidikan tidak hanya tentang transfer ilmu, tapi juga bagaimana sekolah hadir sebagai bagian solutif dari masalah masyarakat. 

Ini dibuktikan SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan, yang untuk ketiga kalinya gelar khitan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Pasongsongan, Pemerintah Desa Panaongan, serta dukungan media seperti Detikzone dan stakeholder lokal. 

Kegiatan ini tak hanya menjawab kebutuhan kesehatan,  juga memperkuat peran sekolah sebagai jembatan sosial.

Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, menekankan bahwa tahun ini khitan gratis mengalami peningkatan signifikansi. 

"Peserta tidak hanya dari Pasongsongan, tapi juga datang dari Kecamatan Ambunten," ujarnya. 

Dari 20 anak yang dikhitan, masing-masing mendapat bingkisan sarung sebagai bentuk apresiasi.

Kebijakan Agus Sugianto menjadikan SDN Panaongan 3 sebagai hubungan sosial patut diapresiasi. 

Dalam konteks Indonesia, terutama di daerah pelosok, sekolah seringkali jadi satu-satunya institusi yang dipercaya masyarakat. 

Khitan massal gratis di SDN Panaongan 3 adalah bukti bahwa sekolah bisa jadi agen perubahan. 

Di tangan pemimpin visioner seperti Agus Sugianto, lembaga pendidikan tak hanya mencetak generasi pintar, tapi juga generasi yang peduli pada masalah sosial. 

Semoga inisiatif ini menginspirasi daerah lain untuk melihat sekolah sebagai mitra strategis pembangunan. [Surya]

Bukti Nyata Sekolah Peduli Masyarakat: Khitan Massal Gratis SDN Panaongan 3šŸ”„

Sdn panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Suasana khitan gratis. [Foto: Surya]
SUMENEP – SDN Panaongan 3 kembali menggelar khitan massal gratis. Kegiatan ini sudah yang ketiga kalinya diselenggarakan. Sabtu (21/6/2025). 

Kerja sama terjalin dengan Puskesmas Pasongsongan, Pemerintah Desa Panaongan, dan beberapa media termasuk Detikzone.

Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3, menjelaskan perkembangan positif kegiatan ini. 

"Tahun ini pesertanya tidak hanya dari Pasongsongan, tapi juga datang dari Ambunten," ujarnya.

Sebanyak 20 anak mengikuti program ini. Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan kesehatan gratis.

Kesuksesan acara ini berkat dukungan banyak pihak. 
Puskesmas menyediakan tenaga medis. Pemerintah desa membantu koordinasi. Media turut menyebarkan informasi.

"Kolaborasi seperti ini sangat penting," kata Agus. 
Menurutnya, sinergi antarlembaga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sekolah sebagai Agen Perubahan
Inisiatif SDN Panaongan 3 patut diapresiasi. Kegiatan ini membuktikan sekolah bisa berperan lebih dari sekadar tempat belajar.

Masyarakat merasakan langsung manfaatnya. Tidak hanya siswa, warga sekitar pun terbantu. 
Program seperti ini diharapkan bisa memicu inisiatif serupa di tempat lain.

Khitan massal gratis ini jadi contoh nyata peran pendidikan dalam pembangunan sosial. 
Sekolah tidak hanya mencetak generasi pintar, tapi juga peduli lingkungan. [Surya]

Khitan Massal Gratis SDN Panaongan 3: Bukti Sekolah Sebagai Jembatan SosialšŸ”„

Sdn panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Agus Sugianto (kiri) terlihat akrab dengan Kepala Puskesmas Pasongsongan. [Foto: Surya]

SUMENEP - Pendidikan tidak hanya tentang mencerdaskan anak bangsa, tapi juga tentang bagaimana sekolah hadir sebagai bagian dari solusi masalah sosial di masyarakat. 

Hal ini dibuktikan SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, yang kembali menyelenggarakan khitan massal gratis untuk ketiga kalinya. Sabtu (21/6/2025). 

Kolaborasi antara sekolah, Puskesmas Pasongsongan, Kepala Desa Panaongan, media seperti Detikzone, serta berbagai stakeholder lainnya menunjukkan bahwa sekolah bisa jadi pusat pengabdian masyarakat.

Khitan Massal: Kebutuhan yang Tak Terpenuhi

Khitan adalah kewajiban bagi umat muslim, tapi biaya dan akses kesehatan yang terbatas seringkali jadi penghalang bagi keluarga kurang mampu. 

Melihat hal ini, SDN Panaongan 3 di bawah kepemimpinan Agus Sugianto mengambil inisiatif untuk mengadakan khitan massal gratis. 

Yang menarik, tahun ini jangkauannya kian meluas, tidak hanya dari Kecamatan Pasongsongan, tapi juga dari Kecamatan Ambunten. 

Ini membuktikan bahwa program semacam ini amat dibutuhkan masyarakat. 

Bahkan, antusiasme peserta yang terus meningkat menunjukkan bahwa SDN Panaongan 3 telah berhasil jadi jembatan antara layanan kesehatan dan masyarakat.

Kebijakan Agus Sugianto patut diapresiasi. 

Ia tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tapi juga mengoptimalkan peran sekolah sebagai agen perubahan sosial. 

Ini membuktikan bahwa ketika semua pihak bersinergi, program sosial bisa berjalan lancar dan berkelanjutan.

Khitan massal gratis di SDN Panaongan 3 adalah bukti nyata bahwa sekolah bisa jadi garda terdepan dalam pelayanan masyarakat. 

Agus Sugianto dan seluruh pihak yang terlibat patut diacungi jempol karena telah membuat pendidikan tidak hanya berkutat di dalam kelas, tapi juga menyentuh kehidupan nyata.

Semoga inisiatif seperti ini bisa ditiru  sekolah lain, tidak hanya di Sumenep, tapi juga di seluruh Indonesia. 

Karena pada akhirnya, sekolah yang baik adalah sekolah yang hadir untuk rakyat! [Surya]

SDN Pasongsongan 5 Gelar Pelepasan dan Penyerahan Purna Siswa Kelas VI dengan SederhanašŸ”„

Sdn Pasongsongan 5 kecamatan Pasongsongan
Suasana penuh haru di acara pelepasan siswa-siswi kelas VI SDN Pasongsongan 5. [Foto: Surya]

SUMENEP -  SDN Pasongsongan 5 Kecamatan Pasongsongan baru-baru ini menggelar acara pelepasan dan penyerahan purna siswa kelas VI yang dihadiri oleh wali siswa dan Komite Sekolah. Sabtu (21/6/2025). 

Acara ini digelar dengan sederhana, sesuai dengan saran pemerintah untuk tidak membebani orang tua siswa dengan biaya yang tidak perlu.

R.B. Adi Herman Dahlianto, S.Pd, guru kelas VI, menjelaskan bahwa acara pelepasan dan penyerahan purna siswa kelas VI ini digelar dengan sederhana karena mengindahkan saran pemerintah. 

Sdn Pasongsongan V

"Kami ingin memastikan bahwa acara ini tidak membebani wali siswa dengan biaya yang tidak perlu, sehingga kami memilih untuk menggelar acara ini dengan sederhana," ujar Adi. 

Acara pelepasan dan penyerahan purna siswa kelas VI ini merupakan momen penting bagi siswa-siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dasar mereka di SDN Pasongsongan 5. 

Dengan acara ini, siswa-siswa bisa menutup babak pendidikan dasar mereka dengan baik dan siap untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Komite Sekolah dan wali siswa menyambut baik acara ini dan mengapresiasi upaya SDN Pasongsongan 5 dalam menggelar acara pelepasan dan penyerahan purna siswa kelas VI dengan sederhana. 

"Semoga acara ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lainnya dalam menggelar acara pelepasan siswa dengan sederhana dan tidak membebani wali siswa," ucapnya. [Surya]

Jumat, 20 Juni 2025

SDN Panaongan 3 Gelar Khitan Massal Gratis dengan Dukungan Puskesmas dan StakeholderšŸ”„

Sdn panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Kepala Puskesmas Pasongsongan (kanan) bersama salah satu tim medis. [Foto: Surya]

SUMENEP – Sekolah pelosok desa, SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, kembali sukses menggelar khitan massal gratis. Sabtu (21/6/2025). 

Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara sekolah, Puskesmas Pasongsongan, Pemerintah Desa Panaongan, beberapa media online, serta beberapa stakeholder lokal.

Ariyanis Rasdyahati, Kepala Puskesmas Pasongsongan, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini. 

"Ini merupakan kegiatan ketiga kalinya Puskesmas Pasongsongan bekerjasama dengan SDN Panaongan 3 menggelar khitan gratis," ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa program ini bertujuan untuk membantu masyarakat, terutama keluarga kurang mampu, dalam memenuhi kebutuhan kesehatan anak-anak mereka.

Puskesmas Pasongsongan

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk media online seperti Detikzone, yang turut mempublikasikan acara tersebut. 

"Sinergi ini sangat penting dalam menyukseskan program sosial seperti ini," tegas Ariyanis. 

Khitan massal gratis ini diikuti oleh 20 anak berasal dari beberapa desa di wilayah Kecamatan Pasongsongan, bahkan ada dari beberapa desa di Kecamatan Ambunten. 

Selesai khitan, peserta juga mendapatkan bingkisan sarung. 

Diharapkan, program seperti ini bisa terus berlanjut di tahun-tahun mendatang guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Sumenep. [Surya]

Khitanan Massal Gratis di SDN Panaongan 3: Warga Berterima Kasih atas KepedulianšŸ”„

Sdn Panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Dari kiri: Musleh Tikam bersama Agus Sugianto. [Foto: Surya]

SUMENEP - SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan menggelar acara khitanan massal gratis yang berlangsung sukses dan lancar. Sabtu (21/6/2026). 

Acara ini merupakan hasil kerjasama antara SDN Panaongan 3 dengan beberapa stakeholder, termasuk media online Detikzone, Puskesmas Pasongsongan, Kepala Desa Panaongan, dan beberapa pihak lainnya di wilayah Kabupaten Sumenep.

Musleh Tikam, salah seorang warga Desa Padangdangan yang membawa anaknya ikut khitanan gratis ini, menyampaikan terima kasih kepada SDN Panaongan 3 sebagai penyelenggara Khitanan Gratis 2025. 

"Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 yang telah mengadakan acara khitanan gratis ini. Biaya khitanan memang tidak sedikit, dan acara ini sangat membantu bagi kami yang kurang mampu," ujar Musleh Tikam. 

Khitanan massal gratis ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dalam melaksanakan khitanan bagi anak-anak mereka. 

Dengan adanya acara ini, diharapkan bisa meringankan beban biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua untuk melaksanakan khitanan. 

Semoga acara seperti ini bisa terus dilaksanakan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

"SDN Panaongan 3 dan seluruh panitia penyelenggara patut diapresiasi atas kepedulian dan kerja keras mereka dalam membuat acara ini jadi sukses," tambah Musleh Tikam. 

Sinergi dan kerjasama yang baik antara SDN Panaongan 3 dan stakeholder lainnya telah membuat acara khitanan massal gratis ini menjadi kenyataan. [Surya]

Khitanan Massal Gratis di SDN Panaongan 3: Sinergi dan Kepedulian untuk MasyarakatšŸ”„

Sdn Panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3. [Foto: Surya]

SUMENEP - SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan menggelar acara khitanan massal gratis yang berlangsung sukses dan lancar. Sabtu (21/6/2025). 

Acara ini merupakan hasil kerjasama antara SDN Panaongan 3 dengan beberapa stakeholder, termasuk media online Detikzone, Puskesmas Pasongsongan, Kepala Desa Panaongan, dan beberapa pihak lainnya di wilayah Kabupaten Sumenep.

"Khitanan massal gratis ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dalam melaksanakan khitanan bagi anak-anak mereka," terang Agus Sugianto. 

Dengan adanya acara ini, diharapkan bisa meringankan beban biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua untuk melaksanakan khitanan.

Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu suksesnya pelaksanaan khitanan massal gratis 2025. 

"Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini. Sinergi dan kepedulian yang ditunjukkan semua pihak telah membuat acara ini jadi sukses," ujarnya.

Acara khitanan massal gratis ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tapi juga menunjukkan komitmen dan kepedulian SDN Panaongan 3 dan stakeholder lainnya dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. 

"Semoga acara seperti ini bisa terus dilaksanakan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," pungkasnya. [Surya]

Kamis, 19 Juni 2025

Najma Fairus Bikin Haru di Acara Perpisahan SDN Padangdangan 2šŸ”„

Sdn padangdangan 2 kecamatan Pasongsongan
Najma Fairus. [Foto: Surya]

SUMENEP – Najma Fairus memukau saat baca puisi di acara perpisahan dan pelepasan siswa kelas VI SDN Padangdangan 2 Kecamatan Pasongsongan. Selasa (17/6/2025). 

Penampilannya bikin guru, orang tua, dan tamu undangan terharu. Banyak yang menangis karena Najma begitu menjiwai. 

Najma membaca puisi bertema perpisahan dan masa depan. 

Suaranya lantang dan penuh perasaan. Ekspresinya begitu dalam. Setiap kata terdengar terasa hidup.

"Saya sangat terkesan. Najma tidak hanya hafal, tapi juga menyampaikan dengan hati," ucap Bu Sundari, S.Pd salah satu guru.

Acara digelar di halaman sekolah pada pagi hari dengan cuaca mendung tapi tidak turun hujan. 

Kendati dekorasinya sederhana tapi sungguh bermakna dan berkesan. 

Najma mengenakan busana memukau dan tampil percaya diri.

Usai tampil, tepuk tangan riuh terdengar dari semua hadirin. Banyak yang memeluk Najma. 

"Aku senang bisa bikin orang terharu," ujar Najma dengan mata berkaca-kaca.

Kepala sekolah, Madun,S.Pd.SD begitu bangga menyaksikan penampilan Najma yang super heboh. 

"Najma Fairus merupakan peserta didik kami yang memiliki bakat luar biasa. Ia acapkali masuk nominasi juara tiga besar dalam beberapa ajang pembacasn puisi," katanya.

Acara ditutup dengan doa dan foto bersama. Najma dan teman-teman siap lanjut ke jenjang berikutnya. [Surya]

Momen Haru dan Khidmat: Pelepasan Siswa Kelas VI SDN Panaongan 1 dan TK PertiwišŸ”„

Sdn panaongan 3 kecamatan Pasongsongan
Agus Sugianto, Kepala SD N Oanaongan 3. [Foto: Surya]

SUMENEP - Momentum pelepasan siswa kelas VI SDN Panaongan 1 dan siswa TK Pertiwi Kecamatan Pasongsongan berlangsung dalam suasana penuh haru dan khidmat. Kamis (19/6/2025). 

Acara ini jadi momen berharga lantaran tidak hanya mengukir kenangan indah, tapi juga jadi ajang refleksi dan apresiasi atas kerja keras seluruh warga sekolah. 

Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, hadir sebagai tamu kehormatan dan menyampaikan pesan tentang pentingnya komunikasi yang sehat dan terbuka antara warga sekolah dengan pihak sekolah.

Agus juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar SDN Panaongan 1 atas keberhasilannya menggelar acara pelepasan yang penuh khidmat dan bermakna. 

"Nilai sebuah acara bukan diukur dari kemegahannya, melainkan dari ketulusan dan kekhidmatan pelaksanaannya, serta manfaatnya bagi peserta didik dan orang tua," terang Agus Sugianto. 

Ia juga menyampaikan harapan agar para siswa yang telah lulus bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi selanjutnya. 

Prosesi pelepasan siswa berlangsung dalam suasana cukup haru, dengan tangis haru menyelimuti wajah para orang tua dan guru saat nama-nama siswa dipanggil satu per satu untuk menerima kenang-kenangan. 

Siswa-siswa TK Pertiwi dan SDN Panaongan 1 menunjukkan percaya diri dan kesiapan mereka untuk melanjutkan perjalanan ke jenjang yang lebih tinggi, membawa harapan, dan doa dari semua yang hadir hari itu. [Surya]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...