Jumat, 06 Juni 2025

MS Arifin, CEO Therapy Banyu Urip: Membawa Ramuan Leluhur ke Kancah Internasional💪

Therapy banyu urip

Di tengah pesatnya perkembangan dunia kesehatan, satu nama muncul sebagai pionir yang berhasil menjembatani masa lalu dan masa depan: MS Arifin , CEO Therapy Banyu Urip International. 

Berlokasi di Sleman, Yogyakarta, Therapy Banyu Urip bukan sekadar pengobatan alternatif, ia adalah gerakan sosial yang menyatukan kearifan lokal dengan standar pelayanan modern.

Warisan Leluhur

MS Arifin bukan figur biasa. Sebagai keturunan ke-7 Syekh Ali Akbar Syamsul Arifin , seorang ulama besar penyebar Islam di pesisir utara Madura, ia membawa misi luhur dalam setiap langkah bisnisnya: menghadirkan kesehatan sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada masyarakat.

Warisan nilai spiritual inilah yang menjadi fondasi Therapy Banyu Urip. 

Di tangan MS Arifin, nilai-nilai ketulusan, pelayanan, dan keberkahan tidak hanya menjadi filosofi, tapi diwujudkan secara nyata dalam praktiknya.

Dari Polisi Militer

Transformasi MS Arifin dari seorang mantan polisi militer jadi pelopor terapi tradisional berskala internasional. 

Di bawah kepemimpinannya, para terapis di Therapy Banyu Urip disertifikasi secara profesional melalui PAP3I Jawa Timur, sebuah organisasi yang juga ia pimpin.

Langkah ini membuktikan bahwa pengobatan tradisional tidak harus berada di pinggiran kota. 

Justru, dengan manajemen modern dan kontrol kualitas, metode leluhur seperti gurah, kompres, tetes dan oles bisa diakui secara luas dan diterima lintas generasi serta lintas negara.

Ekspansi dan Dampak Nyata

Dengan visi global, MS Arifin membawa Therapy Banyu Urip menembus batas wilayah, membuka cabang di berbagai daerah, hingga menjajaki pasar internasional. 

Ini bukan sekadar ekspansi bisnis, tapi perluasan akses terhadap solusi kesehatan yang alami, terjangkau, dan berbasis nilai-nilai spiritual.

Kontribusinya nyata: banyak masyarakat di daerah terpencil kini memiliki layanan kesehatan alternatif yang selama ini sulit dijangkau. 

"Dalam setiap gerak langkah, kami telah membuktikan bahwa pengobatan tradisional bisa naik kelas tanpa kehilangan akarnya," ucap MS Arifin. 

Inspirasi untuk Indonesia dan Dunia

MS Arifin adalah bukti hidup bahwa spiritualitas, keilmuan lokal, dan visi bisnis mampu menjadi kekuatan transformatif. 

Therapy Banyu Urip tidak hanya menawarkan kesembuhan fisik, tapi juga menyentuh aspek jiwa dan batin pasien.

Langkahnya patut diapresiasi, tidak hanya oleh masyarakat pengguna layanan, tapi juga para pelaku usaha yang ingin menggabungkan profit dan tujuan. 

Di era serba cepat dan serba instan, MS Arifin mengingatkan kita bahwa solusi masa depan bisa saja berasal dari warisan masa lalu—asal diramu dengan niat tulus dan visi besar. [Surya]

Kamis, 05 Juni 2025

Sholat Idul Adha di Masjid Mujahidin Panaongan: Meningkatkan Keimanan dengan Teladan Nabi Ibrahim dan Ismail

Masjid mujahidin panaongan
Suasana sholat Idul Adha 2025 Masjid Mujahidin Desa Panaongan. [Foto: Surya]

SUMENEP - Pada hari raya Idul Adha, Masjid Mujahidin di Desa Panaongan  Kecamatan Pasongsongan menjadi tempat berkumpulnya umat Islam untuk melaksanakan sholat Idul Adha. Jumat (6/6/2025). 

Bertindak sebagai imam sholat KH Djamaluddin, sedangkan khotib yang menyampaikan khotbah adalah KH Kamilul Himam.

Dalam khotbahnya, KH Kamilul Himam menekankan pentingnya umat Islam saat ini meneladani keimanan Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As. 

"Kita harus mengambil pelajaran dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, yang menunjukkan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT," pesannya.

KH Kamilul Himam juga mengingatkan bahwa Idul Adha bukan hanya sekedar hari raya, tapi juga sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. 

"Kita harus meneladani sifat-sifat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, seperti kesabaran, keikhlasan, dan ketaatan kepada Allah SWT," tambahnya.

Sholat Idul Adha di Masjid Mujahidin Panaongan berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan. 

Umat Islam yang hadir sangat antusias mendengarkan khotbah dan melaksanakan sholat Idul Adha bersama-sama. 

Semoga dengan momentum Idul Adha ini, umat Islam mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. [Surya]

Apel Pagi Disbudporapar Sumenep: Meningkatkan Nasionalisme di Bulan Bung Karno💪

Disbudporapar kabupaten Sumenep
Mohamad Iksan, S.Pd, MT memberikan amanat apel pagi. [Foto: Surya]

SUMENEP - Pada Kamis pagi, 5 Juni 2025, Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep menggelar apel pagi yang diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN. 

Apel pagi ini dipimpin langsung Kepala OPD Disbudporapar Sumenep, Mohamad Iksan, S.Pd, MT.

Dalam amanatnya, Mohamad Iksan menekankan pentingnya pelaksanaan apel pagi sebagai bentuk penghargaan dan penanaman rasa nasionalisme, terutama di Bulan Bung Karno. 

"Apel pagi bukan hanya sekedar rutinitas, tapi juga sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran dan kebanggaan kita sebagai bangsa Indonesia," ujarnya.

Kepala OPD Disbudporapar Sumenep juga mengingatkan bahwa Bulan Bung Karno merupakan waktu yang tepat untuk mengenang dan menghayati nilai-nilai perjuangan bangsa. 

"Kita harus terus menanamkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air dalam diri kita, sehingga kita bisa menjadi contoh yang baik bagi masyarakat," tambahnya.

Apel pagi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan semangat kerja ASN dan Non-ASN di lingkungan Disbudporapar Sumenep, serta memperkuat rasa nasionalisme dan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia. 

Dengan demikian, diharapkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat bisa semakin meningkat dan berkualitas. [Surya]

Rabu, 04 Juni 2025

MS Arifin dan Therapy Banyu Urip International, Warisan Spiritual dan Inovasi Kesehatan🔥

Therapy Banyu Urip

Salah satu bukti kesuksesan Therapy Banyu Urip tidak hanya terlihat dari ekspansinya di dalam negeri, tetapi juga dari penerimaannya di masyarakat internasional. 

Kini, terapi tradisional yang digagas MS Arifin ini telah merambah pasar global dengan cabang-cabang di berbagai negara, termasuk Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Timor Leste, Hongkong, Prancis, Yaman, Thailand, dan Uni Emirat Arab. 

Fenomena ini menunjukkan bahwa pengobatan berbasis ramuan tradisional tidak hanya diminati oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat dunia.

Faktor Kesuksesan di Pasar Global

Terapi seperti gurah (pembersihan saluran pernapasan), kompres herbal, dan ramuan minum ternyata memiliki prinsip yang selaras dengan konsep detoksifikasi dan natural healing yang sedang tren di dunia kesehatan global. 

Masyarakat internasional, terutama di negara-negara dengan kesadaran tinggi akan pengobatan alami (seperti Jerman dan Jepang), melihat Therapy Banyu Urip sebagai alternatif yang menarik di tengah dominasi obat-obatan kimia.

Standarisasi dan Keamanan

Salah satu kendala pengobatan tradisional dalam go international adalah keraguan akan keamanan dan standar kebersihannya. 

Namun, MS Arifin telah mengantisipasi hal ini dengan menerapkan sistem sertifikasi terapis melalui organisasi PAP3I Jawa Timur, serta lulus uji klinis BPOM dan sertifikasi Halal dari MUI untuk memastikan bahwa produk dan layanannya memenuhi standar internasional.

Diaspora Indonesia dan Wisata Kesehatan

Banyak warga Indonesia yang tinggal di luar negeri menjadi early adopters Therapy Banyu Urip, memperkenalkannya kepada masyarakat setempat. 

Selain itu, terapi ini juga menarik minat wisatawan kesehatan (medical tourism), terutama dari Timur Tengah dan Asia Tenggara, yang sengaja berkunjung ke cabang-cabang terapi di Yogyakarta atau Bali sebelum akhirnya mendorong pendirian cabang di negara mereka.

Tantangan dan Peluang ke Depan

Meski telah sukses di beberapa negara, Therapy Banyu Urip masih menghadapi tantangan regulasi di pasar seperti Eropa dan Amerika, di mana persyaratan untuk pengobatan alternatif sangat ketat. 

Namun, hal ini justru membuka peluang bagi MS Arifin untuk semakin memodernisasi sistem produksi dan dokumentasi klinis agar bisa bersaing dengan brand-brand herbal global.

Di sisi lain, keberhasilan terapi ini di luar negeri seharusnya menjadi kebanggaan nasional. 

Therapy Banyu Urip membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya kaya akan budaya dan alam, tetapi juga memiliki warisan pengobatan tradisional yang bernilai tinggi di mata dunia.

Penutup

MS Arifin dan Therapy Banyu Urip International telah membawa nama Indonesia ke peta kesehatan global. 

Kombinasi antara kearifan lokal, manajemen modern, dan visi yang luas menjadikan terapi ini tidak hanya relevan di dalam negeri, tetapi juga diminati di mancanegara. 

Langkah selanjutnya adalah memperkuat riset ilmiah dan jejaring internasional agar pengobatan tradisional Indonesia semakin diakui dunia. [Surya]

Penyelundupan Rokok Ilegal dan Lemahnya Pengawasan Laut💪

Rokok ilegal sumenep

Kasus penyelundupan ribuan batang rokok ilegal oleh kapal asal Sumenep ke Kalimantan Selatan kembali membuktikan betapa rentannya jalur laut Indonesia terhadap praktik ilegal. 

Meski aparat TNI AL berhasil menggagalkan aksi ini, fakta bahwa kapal tersebut bisa melintas hingga perairan Kotabaru sebelum ditangkap menunjukkan celah dalam sistem pengawasan. 

Di balik kasus ini, yang patut disoroti adalah besarnya kerugian negara akibat cukai yang tidak dibayar, mencapai puluhan juta rupiah hanya dalam satu pengiriman. 

Dan persoalannya tidak hanya soal finansial, melainkan juga dampak jangka panjang terhadap industri rokok legal dan kesehatan masyarakat. 

Rokok ilegal biasanya dijual lebih murah, sehingga mudah diakses, termasuk oleh kaum remaja. 

Jika penegakan hukum tidak diperketat, praktik seperti ini akan terus merugikan berbagai pihak, sementara jaringan pelakunya makin leluasa beroperasi.

Pemerintah perlu mengambil langkah tegas, bukan hanya dengan menangkap pelaku di lapangan, tapi juga membongkar seluruh jaringan yang terlibat. 

Kolaborasi antara TNI AL, Bea Cukai, dan kepolisian harus lebih intensif, termasuk dengan memanfaatkan teknologi untuk memantau pergerakan kapal mencurigakan. 

Selain itu, perlu ada upaya pemberantasan dari hulu dengan menindak produsen dan distributor rokok ilegal di daerah asal. 

Laut bukanlah wilayah bebas hukum, dan penegakan aturan harus konsisten agar kasus seperti ini tidak terulang. [Surya]

Selasa, 03 Juni 2025

Sunat Massal Gratis: Pendidikan yang Menyentuh Kehidupan Nyata💪

Sdn panaongan 3 kecamatan Pasongsongan

SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep patut diapresiasi lantaran mengubah konsep pendidikan dari sekadar transfer ilmu jadi aksi nyata yang berdampak sosial. 

Inisiatif sunat massal gratis yang akan digelar 21 Juni 2025 ini bukan hanya membantu ekonomi warga, tapi juga menegaskan bahwa sekolah harus jadi pusat perubahan. 

Dengan kolaborasi antara guru, Puskesmas, media online (detikzone.id) dan pemerintah desa, kegiatan ini membuktikan bahwa semangat gotong royong ala Bung Karno masih relevan di era modern. 

Bukankah seharusnya pendidikan memang hadir untuk memecahkan masalah riil masyarakat, bukan hanya teori di ruang kelas?

Lebih dari itu, program ini secara cerdas menggabungkan layanan kesehatan dengan pembagian kebutuhan sekolah, seperti tas dan alat tulis. 

Hal ini menunjukkan bahwa solusi untuk masalah sosial harus holistik, disamping menyunat anak, juga meringankan beban orang tua. 

Yang paling menarik adalah bagaimana SDN Panaongan 3 menghidupkan kembali nilai-nilai Bung Karno bukan dengan jargon kosong, melainkan aksi konkret. 

Di tengah euforia peringatan Bulan Bung Karno yang kerap hanya simbolis, mereka justru memaknainya dengan kerja nyata. 

Ini menjadi pengingat bahwa warisan terbaik sang Proklamator bukanlah retorika, melainkan semangat membela rakyat kecil. 

Jika lebih banyak sekolah meneladani langkah ini, bukan tidak mungkin Indonesia akan melihat gelombang perubahan dari akar rumput, sesuatu yang jauh lebih bermakna. [Surya]

Rokok Ilegal Menggila, Pemerintah Bikin Aturan Malah Bikin Kacau🆘

Rokok ilegal dan bea cukai

Pemerintah terus menaikkan cukai rokok dengan dalih mengendalikan konsumsi, tapi yang terjadi justru rokok ilegal merajalela dimana-mana. 

Harga rokok legal melambung tinggi, sementara rokok tanpa pita cukai dijajakan murah meriah di warung-warung. 

Alih-alih mengurangi perokok, kebijakan setengah hati ini malah membuat remaja dan masyarakat miskin kian gampang kecanduan rokok abal-abal yang lebih berbahaya. 

Negara rugi triliunan, industri legal terancam, tapi mafia rokok gelap makin kaya. 

Di balik klaim "untuk kesehatan", pemerintah ternyata masih menggantungkan APBN pada cukai rokok yang mencapai ratusan triliun rupiah. 

Ironis: Di satu sisi ingin mengurangi perokok, di sisi lain mengharapkan uang cukai yang justru datang dari para perokok! 

Akibatnya, kebijakan jadi plin-plan, penegakan hukum lembek, cukai terus naik, tapi operasi pemberantasan rokok ilegal hanya sekadar pencitraan. 

Bea Cukai gagal total memberantas penyelundupan, bahkan modusnya kini makin canggih lewat ekspedisi dan e-commerce.

Sudah saatnya pemerintah memilih: Serius memberantas rokok ilegal atau akui saja bahwa kebijakan cukai selama ini hanya akal-akalan untuk menutup defisit anggaran! 

Jika benar peduli kesehatan, perkuat penindakan di lapangan, sederhanakan tarif cukai, dan stop jadi "tukang catut" dari industri rokok. 

Jangan sampai negara hanya jadi penonton, sementara generasi muda dikorbankan demi setoran pajak yang mengalir ke koruptor. [Surya]

Senin, 02 Juni 2025

Sunat Massal SDN Panaongan 3, Refleksi Semangat Bung Karno di Tengah Masyarakat

Sdn Panaongan 3

Dalam memperingati Bulan Bung Karno, SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep menunjukkan bahwa pendidikan sejati tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tapi juga dalam aksi nyata bagi masyarakat. 

Kegiatan Sunat Massal Gratis yang akan digelar pada 21 Juni 2025, dldukung Detikzone.id, Pemerintah Desa Panaongan, serta Puskesmas Pasongsongan.

Apa yang dilakukan Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, S.Pd, patut diapresiasi sebagai contoh teladan. 

Ia menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu, tapi juga pusat kepedulian terhadap anak-anak dan keluarga. 

Dengan memberikan layanan sunat gratis, makan bersama, hingga hadiah seperti sarung dan perlengkapan sekolah, kegiatan ini menunjukkan wajah pendidikan humanis yang membumi dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Lebih dari sekadar seremonial, acara ini jadi bukti bahwa ketika lembaga pendidikan dan media online bekerjasama, maka amanah sosial kemanusiaan bisa diwujudkan secara nyata. 

Semangat Bung Karno tentang gotong royong hidup dalam kegiatan ini, tidak dalam pidato, tapi dalam aksi.

Semoga kegiatan ini jadi inspirasi bagi sekolah lainnya di Madura , dan jadi bagian dari gerakan membangun generasi emas: anak-anak yang sehat, berani, dan bahagia. [Surya]

Latihan Soal PAS/UAS Genap Bahasa Madura Kelas 2 SD/MI Kurikulum Merdeka TA. 2024-2025

Bahasa Madura

Berikut ini kami akan sajikan soal-soal PAS/UAS Genap Bahasa Madura untuk peserta didik kelas 2 SD/MI pada kurikulum Merdeka. 

Harapanya semoga peserta didik bisa lebih cerdas dan mampu menjawab soal-soal pada ujian di sekolah. 

Berikut ini soal-soal Bahasa Madura lengkap dengan kunci jawabannya:

Petra se emaksod e Madura enggi ka'dhinto oca' serrebban dari basa Arab "zakat fitrah". Madura tadha' aksara f tor tadha' aksara h, pramela dadi Petra. Sorop kalaban jila Madura.

Ngabidi dimen oca' Petra ka'dhinto ampon kapra eguna'agi sareng para seppo e Madura.

Mala kantos samangken badha oca' bilangan sapetra. Sapetra ka'dhinto bannya'na dhu bagung. Sabagung korang langkong sakilo tello' ons. 

Dadi sapetra Korang langkong dhu kilo 6 ons ponapa dhu kilo 7 ons. Bagung ka'dhinto nyamana nyeyor se raja, se bathokka ekagabay lak kolak kaangguy berras, palotan, etem, arta' ban samacemma. Nyeyor bagung enggi ka'dhinto nyeyor se raja.

1. Sapetra bada berempa bagung? 

a. Sabagung     b. Dhu bagung     c. Tello bagung

2. Bagung reya nyamana nyeyor se raja. Apana se ekagabay lak kolak? 

a. Seppetta     b. Nyeyorra     c. Bathokka

3. Sapetra Korang langkong bada dhu kilo berempa ons? 

a. 6 ons     b. 7 ons     c. a ban b bender

4. Celengan reya kenennga nyempen.. . .. 

a. Nyeyor     b. Pesse     c. Berras

5. Kalambi kotor kodhu.. . . . 

a. Eyobbar     b. Esempen     c. Esassa

6.Oreng naman padi e.. . .. 

a. E saba     b. E taneyan     c. E roma

7. Sabban lagghu na'-kana' mangkat.. . .. 

a. Asakola     b. Ka pasar     c. Ka saba

8. Rama sabban lagghu maca. .... 

a. Ojan     b. Koran     c. Nemor

9. Ebu amassa' nase' neng..... 

b. Kamar     b. Langgher     c. Dapor

10. Penter tabaliggha.. ... 

a. Bagus     b. Budu     c. Jhube' 


Kunci jawaban:

1.b     2.c     3.c     4.b     5.c     6.a     7.a     8.b     9.c     10.b

Minggu, 01 Juni 2025

Lemah Keamanan Maritim di Kepulauan Masalembu, Modus Baru Penyebaran Narkoba via Laut😲

Pulau Masalembu kabupaten Sumenep

Temuan sabu-sabu akhir 2025 di perairan Masalembu, Sumenep, yang kini mencapai 38 kilogram setelah penyerahan terakhir oleh nelayan, menguak kerentanan keamanan laut di kawasan itu. 

Fakta bahwa narkoba bisa mengapung bebas hingga 4 mil dari pantai menunjukkan lemahnya pengawasan maritim dan potensi penyelundupan terorganisir lewat jalur laut. 

Peningkatan temuan ini harus jadi alarm bagi aparat keamanan, baik Polri maupun TNI AL, untuk memperketat patroli laut, terutama di perairan terpencil seperti Masalembu yang rawan dijadikan titik transaksi atau pembuangan narkoba. 

Langkah persuasif terhadap nelayan patut diapresiasi, tapi tidak cukup tanpa teknologi pemantauan (seperti radar atau drone) dan sinergi antarinstansi. 

Jika tidak, perairan Sumenep berisiko jadi pintu masuk baru sindikat narkoba, mengingat lokasinya yang strategis dekat jalur pelayaran nasional. 

Edukasi masyarakat dan penguatan keamanan laut harus berjalan beriringan guna memutus mata rantai peredaran sabu di Madura.[]

Darurat Pengawasan Laut di Sumenep, Temuan 38 Kg Sabu di Masalembu😮

Kapolsek masalembu

Akhir Mei 2025, ada temuan sabu-sabu di perairan Masalembu, Sumenep, yang awalnya 35 kilogram, kini bertambah jadi 38 kilogram setelah dua nelayan lain menyerahkan 3 kilogram sabu ke Polsek Masalembu. 

Awalnya kedua nelayan tersebut mengira tawas.

Setelah mengetahui ada kabar penemuan sabu, kedua nelayan langsung menyerahkan barang haram ke Polsek Masalembu. 

Kapolsek Masalembu, Ipda Asnan, mengapresiasi langkah warga ini tapi tetap waspada karena kemungkinan masih ada sabu yang beredar di masyarakat. 

Temuan ini mengindikasikan modus penyelundupan narkoba melalui jalur laut, dimana barang haram sengaja dibuang di perairan untuk kemudian diambil oleh jaringan tertentu. 

Peran aktif nelayan dan pendekatan persuasif aparat menjadi kunci dalam mengungkap kasus ini, sekaligus menegaskan pentingnya edukasi bagi masyarakat pesisir untuk segera melapor jika ada barang temuan mencurigakan.[]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...