Dilansir dari kabarbaru.co, edisi Senin (12/5/2025), aktivis Dear Jatim, Mahbub Junaidi, mengungkap skandal besar di Kabupaten Sumenep yang melibatkan ratusan pabrik rokok siluman yang terdaftar resmi di Bea Cukai tapi tidak beroperasi secara nyata. Dari 106 pabrik rokok, hanya tiga yang memproduksi rokok, sedangkan sisanya diduga menebus pita cukai untuk dijual kepada jaringan mafia cukai. Mahbub menuding adanya keterlibatan oknum Bea Cukai Madura dan mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak dan membongkar jaringan mafia cukai hingga ke akar-akarnya. Kasus ini berpotensi melanggar ketentuan tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan Dear Jatim akan melaporkan skandal ini ke berbagai lembaga untuk memastikan pengawasan dan penegakan hukum yang lebih luas.[]
Minggu, 11 Mei 2025
Terkini‼️ Kepedulian Agus Sugianto Tak Hanya untuk Siswa, tapi Juga untuk Guru💪
![]() |
| Agus Sugianto (paling kanan) bersama para guru honorer anak buahnya di Gedung Prima Jaya Abadi. [Foto: Surya] |
PAMEKASAN - Sebagai seorang pemimpin di SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Agus Sugianto tidak hanya fokus pada perkembangan peserta didiknya. Senin (12/5/2025).
Ia juga memberikan perhatian khusus kepada para guru, terutama yang berstatus honorer dan sedang berjuang dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Salah satu bukti nyata kepeduliannya, ketika ia memutuskan untuk ikut rombongan dengan guru honorer yang ikut seleksi kompetensi PPPK di Kabupaten Pamekasan, tepatnya di gedung Prima Jaya Abadi, Kecamatan Tlanakan.
Ia menunjukkan solidaritas dan dukungan penuh kepada para anak buahnya.
“Semua yang saya lakukan sebagai wujud motivasi kepada para guru honorer yang ikut seleksi kompetensi PPPK,” ungkap Agus Sugianto.
Dengan ikut serta dalam rombongan tersebut, ia ingin memberikan semangat bahwa perjuangan untuk menjadi lebih baik harus dilakukan bersama.
Langkah ini juga menunjukkan bahwa sebagai pemimpin, ia tidak hanya memerintah, tapi juga siap berjuang bersama mereka.
Agus Sugianto memahami betul bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh siswa, tapi juga oleh kompetensi dan kesejahteraan guru.
“Guru yang sejahtera akan memberikan pengajaran terbaik bagi siswa. Itulah mengapa saya selalu mendukung mereka,” tambahnya. [Surya]
Waspada‼️ MUI Sumenep Soroti Produk Berunsur Babi di Toko Modern, Pemkab Diminta Bertindak💪
Dilansir dari radarmadura.jawapos.com, edisi Senin (12/5/2025), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumenep menyoroti penjualan produk yang mengandung unsur babi di toko modern dan mendesak pemerintah meningkatkan pengawasan. Ketua MUI Sumenep, KH Moh Sholeh, menyatakan bahwa penjualan produk tersebut dilarang keras dan meminta semua pihak untuk mengawasi peredaran makanan nonhalal. Pemkab Sumenep diminta untuk melakukan pengawasan dan penertiban, sementara Diskop UKM Perindag Sumenep berencana melakukan sidak ke lapangan setelah berkoordinasi dengan UPT Perlindungan Konsumen Jatim. DPRD Sumenep juga mendorong dinas terkait untuk segera mengambil tindakan dan mengeluarkan instruksi khusus untuk melakukan penertiban terhadap produk yang mengandung babi.[]
Sabtu, 10 Mei 2025
Kepala SDN Panaongan 3 di mata Imanur Maulid Efendi, Sebuah Pengakuan💪
![]() |
| Agus Sugianto bersama para peserta didiknya. [Foto: Surya] |
Imanur Maulid Efendi, eks guru honorer yang kini jadi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) Disbudporapar Sumenep, mengungkapkan kesannya tentang eksistensi Agus Sugianto sejak jadi Kepala SDN Panaongan 3 di Kecamatan Pasongsongan.
Agus Sugianto dikenal sebagai sosok pendidik yang dekat dengan alim ulama dan tokoh masyarakat.
Kedekatannya dengan berbagai elemen masyarakat menciptakan sinergi kuat dalam memajukan pendidikan.
Karena kontribusinya yang besar, banyak pihak berharap ia tidak dipindahkan, mengingat perannya yang krusial dalam membawa perubahan positif di sekolah tersebut.
Di bawah kepemimpinannya, SDN Panaongan 3 mengalami berbagai kemajuan, baik akademik maupun non-akademik.
Agus Sugianto berhasil meningkatkan mutu pendidikan, memperbaiki fasilitas sekolah, dan mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam pembelajaran.
Kolaborasinya dengan guru, orang tua murid, dan ulama membuat sekolah makin berkembang dan menciptakan lingkungan belajar lebih baik bagi siswa.
Meski memiliki pengaruh besar, Agus Sugianto tetap rendah hati dan patuh terhadap kebijakan atasan.
Ia menegaskan bahwa keputusan penugasan sepenuhnya berada di tangan pejabat berwenang.
Sikap tawadhu’ dan profesionalnya ini makin menguatkan kepercayaan masyarakat dan rekan-rekannya terhadap kepemimpinannya.
Wali murid dan para alumni sekolah tersebut berharap agar Agus Sugianto bisa terus mengabdi di SDN Panaongan 3 karena dedikasinya yang luar biasa.
Kepemimpinannya tidak hanya membawa kemajuan bagi sekolah, tapi juga memperkuat hubungan antara pendidikan, agama, dan masyarakat.
Dengan komitmennya, SDN Panaongan 3 diyakini akan terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan berakhlak. [Surya]
H3bat‼️ Kepercayaan Publik Terhadap SDN Panaongan 3 Meningkat, Beli Kendaraan Roda Tiga untuk Antar-Jemput Siswa💪
![]() |
| Agus Sugianto bersama para murid SDN Panaongan 3 Pasongsongan. [Foto: Surya] |
SUMENEP - Luar biasa, kepercayaan publik terhadap SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan terus meniscaya. Ahad (11/5/2025).
Terbukti dengan sukses sekolah tersebut dalam menggalang dana dari masyarakat setempat untuk membeli kendaraan roda tiga.
Tujuan pembelian kendaraan tersebut sebagai sarana transportasi antar-jemput siswa.
Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, meluncurkan ide untuk membeli kendaraan roda tiga guna membantu siswa.
"Kebanyakan para siswa kami berjalan kaki ke sekolah. Jaraknya lumayan jauh," terang Agus.
![]() |
| Para murid SDN Panaongan 3 Pasongsongan cukup gembira menaiki kendaraan roda tiga ketika hendak pulang. [Foto: Surya] |
Tidak butuh waktu lama, terkumpullah dana dari masyarakat setempat untuk membeli kendaraan roda tiga.
"Ini pencapaian luar biasa yang patut diapresiasi. Tanpa proposal, hanya berdasar kepercayaan masyarakat setempat, kami mampu membeli kendaraan roda tiga," ungkap Agus.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap SDN Panaongan 3 telah meningkat signifikan.
Masyarakat setempat percaya bahwa sekolah tersebut mampu mengelola dana dengan baik dan menggunakan sumber daya secara efektif.
Dengan adanya kendaraan roda tiga ini, siswa yang jaraknya jauh dengan sekolah bisa diantar-jemput.
Ini tentu akan meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan siswa.
"Kami menyadari, wali siswa kami bermata pencaharian petani. Ada pula dari mereka yang merantau," imbuhnya.
Agus Sugianto berharap bahwa kepercayaan publik terhadap SDN Panaongan 3 bisa terus meningkat.
"Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," pintas Agus.
Dengan kerja sama yang baik antara sekolah dan masyarakat, diharapkan bisa menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik. [Surya]
PLTS di Sumenep Menuai Kontroversi, FNKSDA Soroti Dampak Lingkungan😲
Dilansir dari mediajatim.com, edisi Jumat (9/5/2025), rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Sumenep seluas 110 hektare di Desa Ketawang Laok, Guluk-Guluk, Prenduan, dan Pragaan Daya, diprotes oleh Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) Sumenep karena dinilai akan mengganggu fasilitas publik, terutama Pondok Pesantren Annuqayah dan Universitas Annuqayah. Koordinator FNKSDA Sumenep, Umar Faruq Sumandar, menilai proyek ini memiliki banyak dampak negatif dan tidak mempertimbangkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL). Sementara itu, Manajer PLN UP3 Madura mengaku tidak terlibat dalam rencana pembangunan PLTS tersebut dan akan mengkoordinasikan keluhan masyarakat dengan PT PLN Indonesia Power.[]
Jumat, 09 Mei 2025
Kepercayaan Publik terhadap SDN Panaongan 3 Kian Meningkat, Wujud Nyata Pembelian Kendaraan Roda Tiga🔥
![]() |
| Agus Sugianto terlihat begitu akrab dengan para peserta didiknya. [Foto: Surya] |
SUMENEP - SDN Panaongan 3 di Kecamatan Pasongsongan terus membuktikan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan.Sabtu (10/5/2025).
Salah satunya melalui inisiatif penyediaan transportasi bagi siswa yang rumahnya jauh dari sekolah.
Kepercayaan masyarakat setempat, termasuk para tokoh publik, terhadap sekolah ini pun kian menguat seiring waktu.
Hal ini terlihat dari suksesnya bantuan dana tidak mengikat untuk pembelian kendaraan roda tiga sebagai sarana antar-jemput siswa, tanpa perlu proposal resmi, melainkan murni atas dasar kepercayaan.
Inisiatif Kepala Sekolah
Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3, menggagas ide pembelian kendaraan roda tiga setelah melihat banyak siswa yang harus menempuh jarak cukup jauh dengan jalan kaki untuk sampai ke sekolah.
Tanpa menunggu lama, tokoh masyarakat setempat langsung merespons positif dan turut berkontribusi mengumpulkan dana.
"Ini pencapaian luar biasa yang patut diapresiasi. Tanpa proposal, hanya berdasar kepercayaan masyarakat setempat, kami mampu membeli kendaraan roda tiga," ungkap Agus Sugianto.
Kepercayaan Masyarakat
Kesuksesan ini menunjukkan betapa eratnya hubungan antara sekolah dengan warga sekitar.
Dukungan spontan dari tokoh masyarakat membuktikan bahwa SDN Panaongan 3 telah jadi institusi pendidikan terpercaya dan dihargai.
"Kami sangat mengapresiasi kepedulian para donatur. Ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan bukti nyata kepedulian terhadap pendidikan anak-anak di sini," tambah Agus. [Surya]
Sumenep Optimis‼️ 734 Lowongan Kerja Tersedia untuk Warga💪
Dilansir dari koranmadura.com, edisi Jumat (9/5/2025), Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumenep mencatat 734 lowongan kerja tersedia dari berbagai perusahaan hingga akhir April 2025, yang tersebar di sektor perdagangan, jasa, industri kreatif, dan pertanian modern. Kepala Disnaker Sumenep, Heru Santoso, menyatakan bahwa angka tersebut menunjukkan perusahaan mulai melirik potensi sumber daya manusia di Sumenep, dan mengimbau para pencari kerja untuk aktif mencari informasi melalui kanal resmi Disnaker. Disnaker juga rutin melakukan sosialisasi dan pelatihan vokasi untuk meningkatkan daya saing pencari kerja. []
Kisah Nyata‼️ Perjuangan Melawan Bronkitis Kronis dan Harapan Baru dengan Therapy Banyu Urip😵
![]() |
| Asep, penderita bronkitis kronis. [Foto: Surya] |
YOGYAKARTA - Asep, seorang pemuda yang harus berjuang melawan bronkitis kronis yang dideritanya selama bertahun-tahun.
Penyakitnya begitu parah hingga menyebabkan sebelah paru-parunya mengecil.
Meski telah menjalani beberapa kali operasi, kondisinya tak kunjung membaik.
Vonis dokter pun menghantamnya: ia mungkin hanya memiliki waktu satu tahun lagi untuk bertahan hidup.
Namun, harapan baru muncul ketika Asep mencoba pengobatan alternatif dengan Therapi Banyu Urip.
Perjalanan Penyakit yang Melelahkan
Sejak didiagnosis menderita bronkitis kronis, hidup Asep dipenuhi dengan rutinitas pengobatan dan rawat inap.
Napasnya sering tersengal, aktivitas fisiknya sangat terbatas, dan nyeri di dada kerap menyiksanya.
Operasi demi operasi dijalani, tetapi hasilnya tetap sama; sebelah paru-parunya tak kunjung pulih.
Beberapa dokter yang mengobatinya pun menyatakan bahwa kondisi Asep semakin kritis.
Bersua dengan Harapan: Therapy Banyu Urip
Di tengah keputusasaan, Asep mendengar tentang Therapy Banyu Urip, sebuah metode pengobatan tradisional yang dikembangkan MS Arifin.
Dengan tekad bulat, ia memutuskan untuk mencoba terapi ini sebagai upaya terakhir.
Awalnya, perubahan tidak langsung terasa. Tapi, perlahan menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
Napasnya mulai lebih ringan, dan rasa sakit di dadanya berkurang.
Harapan untuk sembuh yang sebelumnya hampir hilang, kini kembali menguat dalam benaknya.
Apa Itu Therapy Banyu Urip?
Therapy Banyu Urip adalah metode pengobatan yang menggunakan ramuan herbal khusus untuk diminum dan digunakan sebagai kompres.
Menurut MS Arifin, terapi yang sesuai dalam menangani Asep, kunci kesembuhannya terletak pada konsistensi dalam menjalani terapi.
"Saya sarankan kepada Asep, minum Ramuan Banyu Urip secara teratur sesuai dosis yang ditentukan," ucap MS Arifin.
Ia juga menganjurkan untuk mengompres kepala, dada, dan punggung dengan ramuan tersebut untuk membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi peradangan. [Surya]
Wauw‼️ Ekonomi Jawa Timur Tumbuh 5,00 Persen, Melampaui Rata-Rata Nasional👍
Dilansir dari nusainsider.com, edisi Jumat (9/5/2025), perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,00 persen pada triwulan I tahun 2025, melampaui pertumbuhan nasional sebesar 4,87 persen. Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyambut baik capaian ini dan menyatakan bahwa fondasi ekonomi Jawa Timur semakin kuat, terutama dari sektor industri pengolahan, perdagangan, dan pertanian. Struktur ekonomi Jatim didominasi oleh tiga sektor utama tersebut, dengan kontribusi signifikan terhadap produk domestik regional bruto (PDRB). Pemprov Jatim terus memperkuat kerja sama antarwilayah dan sinergi program pembangunan untuk menjaga stabilitas dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi.[]
Menyedihkan‼️ Atlet Muay Thai Pamekasan Belum Terima Bonus usai Raih Emas di PON 2024🏆😭
Dilansir dari mediajatim.com, edisi Jumat (9/5/2025), atlet Muay Thai Pamekasan yang meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 belum menerima bonus dari Pemkab Pamekasan hingga saat ini. Salah satu atlet, Alfiyatus Soleha, mengaku belum mendapatkan kepastian tentang bonus tersebut meskipun KONI Pamekasan telah mengajukan proposal bonus sebesar Rp90 juta kepada Pemkab. Ketua KONI Pamekasan, Djohan Susanto, membenarkan bahwa proposal tersebut telah diajukan, namun belum mengetahui apakah bonus tersebut sudah cair atau tidak.[]
# Featured
Buka Puasa Hari ini dalam Ironi
Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...
-
Catatan: Yant Kaiy Membantu seorang teman membuatkan soal-soal Bahasa Madura. Dia seorang guru yang mengajar di salah sebuah SDN di Ke...
-
Catatan: Yant Kaiy Pada Sabtu (24/4/2021) salah seorang teman guru honorer datang ke rumah. Ia meminta dibuatkan soal-soal Bahasa Madura...












