Kamis, 08 Mei 2025

SDN Panaongan 3 di Bawah Kepemimpinan Agus Sugianto: Dari Pinggiran Menoreh Prestasi😟

Kepala dinas Pendidikan kabupaten Sumenep
Agus Sugianto (kiri) bersama Kepala Dinas Pendidikan Sumenep saat menerima Uang Pembinaan ketika kedua siswanya meraih juara dalam Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat kabupaten. [Foto: Surya]

SUMENEP - Di bawah kepemimpinan Agus Sugianto, SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan terus menunjukkan performa membanggakan. Jumat (9/5/2025). 

Kendati berlokasi di pinggiran, sekolah ini berhasil melahirkan siswa-siswi berprestasi di berbagai bidang; baik akademik, olahraga, maupun seni.

Agus Sugianto dikenal sebagai sosok yang selalu memotivasi peserta didiknya untuk terus mengasah kemampuan. 

Ia meyakinkan mereka bahwa kerja keras dan ketekunan tidak akan sia-sia dalam meraih cita-cita.

"Kami mungkin berada di pinggiran, akan tetapi mimpi kami tidak terbatas," begitulah prinsip yang selalu ditanamkan Agus kepada murid-muridnya.

Dengan dukungan para guru yang berdedikasi, siswa-siswi SDN Panaongan 3 mendapatkan bimbingan intensif, baik dalam pembelajaran sehari-hari maupun persiapan kompetisi apapun. 

Hasilnya, mereka kerap menjuarai kompetisi di tingkat kecamatan hingga provinsi.

Agus Sugianto percaya bahwa setiap anak memiliki potensi yang bisa dikembangkan. 

"Tidak ada siswa tidak berbakat, yang ada adalah siswa belum menemukan bidang yang tepat untuk dikembangkan," ujarnya.

Mimpi Besar dari Desa Kecil

Bagi siswa-siswi SDN Panaongan 3, prestasi yang mereka raih bukan sekadar piala atau piagam, melainkan bukti bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. 

Agus Sugianto terus menanamkan keyakinan bahwa dengan kerja keras, mereka bisa meraih cita-cita setinggi mungkin. 

"Besar kecilnya sekolah tidak menentukan masa depan kita, tapi seberapa besar tekad kitalah yang akan membawa kesuksesan," pungkasnya. [Surya]

Rabu, 07 Mei 2025

Agus Sugianto: Kepala SDN Panaongan 3 yang Menanamkan Perilaku Baik melalui Restitusi💪

Sdn panaongan 3 kecamatan pasongsongan
SDN Panaongan 3 berlokasi di pelosok Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan. [Foto: Surya]

SUMENEP - Masalah pendidikan bukan hanya soal akademik, tapi juga tentang pembentukan karakter peserta didik. 

Hal inilah yang senantiasa ditekankan Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan. 

Dengan dedikasi tinggi, ia tidak hanya memastikan siswa-siswinya pintar secara akademis, tapi diharapkan juga bisa tumbuh sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab. 

"Salah satu metode yang kami terapkan adalah restitusi, sebuah pendekatan untuk menyelesaikan konflik dengan cara yang adil tanpa merugikan pihak manapun," ungkapnya. Rabu (7/5/2025). 

Agus Sugianto percaya, bahwa pendidikan karakter harus dimulai sejak usia dini. 

Ia menjelaskan, setiap hari dirinya tidak hanya memantau perkembangan pembelajaran, tapi juga memastikan bahwa siswa-siswanya memahami nilai-nilai seperti kejujuran, empati, dan tanggung jawab. 

"Manakala ada siswa yang melakukan kesalahan, kami tidak langsung memberikan hukuman keras, melainkan membimbing mereka untuk menyadari kesalahan dan memperbaikinya," terangnya. 

Salah satu pendekatan yang kerap ia gunakan adalah restitusi. Misalnya, jika ada siswa yang merusak barang milik temannya, Agus Sugianto tidak hanya menegur, tapi juga mengajak siswa tersebut untuk memperbaiki atau mengganti barang tersebut. 

Dengan cara ini, siswa bisa belajar bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi, dan mereka harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukan.

"Restitusi bukan sekadar hukuman, tapi proses pembelajaran. Anak-anak harus paham bahwa kesalahan bisa diperbaiki, dan mereka harus berusaha menebusnya," tambahnya. 

Dampak Positif pada Lingkungan Sekolah

Berkat pendekatan ini, SDN Panaongan 3 dikenal sebagai sekolah yang harmonis dan penuh toleransi. 

Para siswa tumbuh dengan kesadaran untuk menghormati satu sama lain, dan kasus perundungan atau perselisihan dapat diminimalisir. 

Orang tua murid pun mengapresiasi cara Agus Sugianto dalam membimbing anak-anak mereka menjadi pribadi yang lebih baik. [Surya]

Selasa, 06 Mei 2025

Catatan TMMD 2020: MS Arifin Bantu Warga Sorosutan lewat Therapy Banyu Urip💪

Therapy Banyu Urip
MS Arifin (berdiri) sedang menerapi Pak Lurah dengan metode tetes mata. [Foto: Surya]

YOGYAKARTA -  Dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), MS Arifin, pimpinan Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta, bersama rekan sejawat dari Kodim 0734 Yogyakarta gelar pengobatan gratis di Desa Sorosutan,  Umbulharjo, Yogyakarta. 

Giat sosial ini mendapat sambutan antusias dari warga, termasuk salah satu pasien istimewa, yakni Pak Lurah setempat yang menderita sinusitis.

Pak Lurah menjalani terapi dengan metode Therapy Banyu Urip, sebuah teknik pengobatan tradisional yang menggunakan ramuan khusus. Proses terapinya meliputi:

1. Kompres kepala dan telinga dengan Ramuan Banyu Urip disertai pijatan pada titik-titik tertentu.

2. Minum ramuan dan gurah di bawah lidah untuk membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

3. Tetes mata agar cairan penyakit keluar melalui mata dan hidung, yang merupakan bagian penting dalam penyembuhan sinusitis.

"Alhamdulillah, kepala terasa lebih ringan, dan hidung tidak lagi sesak. Terima kasih kepada MS Arifin dan Kodim 0734 yang telah memfasilitasi pengobatan ini," ucapnya. 

Menurut MS Arifin, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI dalam mendukung kesehatan masyarakat melalui program TMMD. 

"Kami berkomitmen untuk tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk di bidang kesehatan," ucap MS Arifin. 

Ia dan timnya, menyatakan kesiapannya untuk terus berkolaborasi dalam kegiatan serupa. [Surya]

Kenangan 2020: MS Arifin dan Kodim 0734 Yogyakarta Gelar Pengobatan Gratis dalam Rangka TMMD🙂

Therapy Banyu Urip
MS Arifin (paling kanan) bersama rekan sejawat. [Foto: Surya]

YOGYAKARTA -  Dalam rangka program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), MS Arifin, pimpinan Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta, bersama rekan sejawat dari Kodim 0734 Yogyakarta gelar kegiatan pengobatan gratis bagi warga Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta. 

Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. 

Salah satu kisah menarik datang dari Pak Nurun, seorang anggota kelurahan setempat yang telah menderita sakit pinggang selama 30 tahun. 

Selama puluhan tahun, ia mencoba berbagai pengobatan medis maupun alternatif, tapi belum menemukan kesembuhan total. 

Namun, setelah menjalani terapi dengan metode Therapy Banyu Urip yang dipandu langsung MS Arifin, kondisi Pak Nurun membaik secara signifikan.

“Saya sudah bolak-balik berobat, tapi baru kali ini merasakan perubahan berarti. Setelah diterapi, sakit pinggang saya berkurang drastis dan lebih nyaman,” ungkap Pak Nurun. 

Therapy Banyu Urip yang dikembangkan MS Arifin, merupakan metode pengobatan tradisional berbasis ramuan tradisional yang dikemas modern dan praktis dalam penggunaan.

Terapi ini telah membantu banyak pasien dengan berbagai keluhan kesehatan, mulai dari nyeri sendi, stroke, hingga gangguan saraf.

"Kegiatan TMMD ini tidak hanya memberikan bantuan pengobatan, tapi juga memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat," ucap MS Arifin. 

Diharapkan, ke depan akan ada kolaborasi serupa antara pihak militer, praktisi kesehatan, dan masyarakat. [Surya]

Senin, 05 Mei 2025

Inspirasi Kepala Sekolah: Agus Sugianto Bangun Kedekatan dengan Murid SDN Panaongan 3😁

Sdn panaongan 3
Agus Sugianto bersama para siswa SDN Panaongan 3 dalam sebuah acara di sekolah tersebut. [Foto: Surya]

SUMENEP - Setiap pagi, sebelum bel masuk berbunyi, suasana di SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, sudah dipenuhi dengan kehangatan. Senin (5/5/2025). 

Salah satu sosok yang selalu dinantikan kehadirannya adalah Agus Sugianto, sang kepala sekolah. Dengan senyum ramah, ia menyambut setiap siswa yang datang, menanyakan kabar, dan memastikan mereka siap menjalani hari dengan semangat.

"Interaksi kecil di pagi hari bukan sekadar formalitas, melainkan cara untuk membangun kedekatan dengan para siswa," ucap Agus. 

Ia selalu menanyakan kepada para siswa soal sarapan pagi. 

Bagi Agus, hal itu cukup penting bagi mereka untuk belajar dengan perut terisi agar bisa fokus. 

Tidak hanya itu, ia juga memperhatikan penampilan siswa. 

"Kalau ada siswa yang baju, celana, atau sepatu mereka kotor, saya menegurnya dengan lembut. Ini bagian dari mendidik kedisiplinan dan kebersihan," jelasnya.

Menciptakan Lingkungan yang Nyaman

Kedekatan Agus dengan siswa tidak berhenti di sapaan pagi. 

Ia sering berinteraksi di luar kelas, mendengarkan keluh kesah mereka, dan memberikan motivasi. 

Beberapa siswa mengaku merasa lebih betah di sekolah karena merasa diperhatikan. 

"Pak Agus tidak hanya sebagai kepala sekolah, tapi juga seperti orang tua kedua bagi kami," kata Siti Aisyah, salah seorang siswa kelas 6.

Pendidikan yang Manusiawi

Agus Sugianto percaya bahwa pendidikan tidak hanya tentang akademik, tapi juga tentang membangun karakter dan rasa nyaman siswa. 

"Jika anak-anak merasa bahagia dan diterima di sekolah, mereka akan lebih semangat belajar," tuturnya. 

Pendekatannya yang humanis ini membuat SDN Panaongan 3 tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tapi juga rumah kedua bagi para siswa.

Inspirasi bagi Pendidik Lain

Keteladanan Agus Sugianto memang patut diapresiasi. 

Di tengah tuntutan administratif yang tinggi sebagai kepala sekolah, ia tetap memprioritaskan hubungan personal dengan siswa. 

Semangatnya membuktikan bahwa kepemimpinan di dunia pendidikan tidak hanya tentang kebijakan, tapi juga tentang hati.

Dengan dedikasi seperti ini, tak heran jika SDN Panaongan 3 di bawah kepemimpinannya menjadi sekolah yang tidak hanya mencetak siswa berprestasi, tapi juga pribadi yang bahagia dan percaya diri. [Surya]

Minggu, 04 Mei 2025

Parah‼️ Pelayanan SIM di Polres Sumenep Lambat, Warga Mengeluh Antrean Panjang🔥🤣

Sim di polres Sumenep

Dilansir dari kanalnews.id, edisi Senin (5/5/2025), masyarakat mengeluhkan lambatnya pelayanan SIM di Satlantas Polres Sumenep, Madura, dengan antrean panjang yang membuat warga harus menunggu hingga berjam-jam. Salah satu warga mengeluhkan proses perpanjangan SIM C yang belum selesai setelah menunggu hampir empat jam, dan menyoroti kurangnya transparansi dalam sistem antrean karena tidak adanya nomor antrean. Pihak kepolisian diharapkan dapat membenahi sistem pelayanan agar lebih cepat dan efisien dengan penambahan loket dan nomor antrean yang jelas.[]

Gawat‼️ Mafia Solar Subsidi Ilegal di Madura Serang Balik Polri dengan Tuduhan Pemerasan🆘

Polri dan bbm bersubsidi

Dilansir dari jawapes.or.id, edisi Ahad (4/5/2025), jaringan mafia BBM solar subsidi ilegal di Madura diduga melakukan serangan balik terhadap institusi Polri dengan tuduhan pemerasan setelah aparat mulai menindak tegas kejahatan mereka. Mafia ini, yang dikendalikan oleh seorang berinisial Soleh dari Sumenep, melakukan penimbunan dan distribusi ilegal solar subsidi di beberapa kabupaten di Madura. Aktivitas ilegal ini terbongkar setelah warga merekam dan melaporkan kegiatan mereka, dan kini aparat diminta untuk menindak tegas mafia ini untuk menjaga stabilitas hukum dan distribusi energi di Madura.[]

In memoriam 2019 Therapy Banyu Urip: Kodim 0734 Yogyakarta Gelar Pengobatan Gratis

Therapy Banyu Urip
MS Arifin dan rekan sejawat sedang memperhatikan pasien yang sebelumnya tidak bisa baca. Setelah diterapi dengan Ramuan Banyu Urip, ia bisa baca. [Foto: Surya]

YOGYAKARTA - Kodim 0734 Yogyakarta mengadakan pengobatan gratis bagi warga Desa Sorosutan, Umbulharjo, sebagai bagian dari program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD). 

Kegiatan ini diselenggarakan oleh personil dari Kodim 0734/Yogyakarta (YKA) yang dimotori MS Arifin. 

Ia dan rekan sejawat dalam bakti sosial ini menggunakan metode Therapy Banyu Urip, sebuah terapi alternatif berbasis ramuan tradisional, yakni Ramuan Banyu Urip.

"Ramuan Banyu Urip terbukti ampuh memulihkan segala macam penyakit," terang MS Arifin. 

Selaku pemilik terapi ini, MS Arifin menjelaskan bahwa layanan ini diberikan sesuai prosedur untuk membantu warga mengatasi masalah kesehatan secara alami.

Warga setempat menyambut baik inisiatif ini, dengan banyak peserta merasakan manfaat langsung setelah mengikuti terapi tersebut. 

Salah seorang warga, pria berusia 60 tahun, mengaku badannya terasa lebih ringan setelah menjalani pengobatan tersebut. 

Bahkan indera penglihatannya yang semula tidak bisa baca koran, setelah menjalani metode pengobatan Therapy Banyu Urip, pria sepuh tersebut mampu bisa baca koran lagi. 

"Kegiatan ini tidak hanya meringankan beban kesehatan masyarakat tetapi juga memperkuat hubungan antara TNI dan warga," tegas MS Arifin. 

Program TMMD ini menjadi bukti nyata kontribusi TNI dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. 

Kodim 0734 Yogyakarta berencana melanjutkan kegiatan serupa di desa-desa lain, sejalan dengan visi TNI untuk selalu dekat dengan rakyat. 

Dengan kolaborasi antara TNI dan praktisi kesehatan seperti Therapy Banyu Urip, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terbantu, terutama di daerah yang membutuhkan akses layanan kesehatan terjangkau. [Surya]

Viral‼️ Video Nenek Lumpuh di Sumenep Picu Respons Cepat Pemerintah dan Lembaga Sosial🆘

Kemensos rri dan dinas sosial kabupaten Sumenep
Nenek Arbami mendapat banyak simpati dari masyarakat. [Foto: Surya]

SUMENEP - Video viral yang diunggah Ali, jurnalis terasindo.co.id, menampilkan nenek Arbami (75), warga Dusun Beringin Timur, Sumenep, yang telah lumpuh lebih dari 10 tahun. Sabtu (3/5/2025). 

Kondisi memprihatinkan, termasuk rumah tidak layak huni (RTLH), memicu respons cepat dari Kementerian Sosial RI dan dinas terkait. 

Dalam waktu sebulan, tim yang dipimpin Dr. Nova turun ke lokasi didampingi Dinsos Sumenep dan pendamping PKH untuk mengevaluasi kebutuhan Arbami, termasuk memastikan pencatatannya dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). 

Sulaiman, pendamping PKH, menjelaskan bahwa prioritas saat ini adalah menyelesaikan administrasi seperti e-KTP dan DTKS Arbami sebagai syarat bantuan. 

"Kami menekankan perlunya kolaborasi dengan Pemerintah Desa setempat dan Disdukcapil supaya prosesnya bersifat segera," harap Sulaiman. 

Selain itu, tim Kemsos memberikan bantuan mendesak seperti makanan dan alat kesehatan, sementara rencana renovasi rumah masih menunggu program RTLH dari pemerintah pusat.

Kasus ini menyoroti pentingnya sistem perlindungan sosial bagi kelompok rentan. 

Respons cepat pemerintah menunjukkan dampak positif viralnya media sosial dalam mendorong aksi nyata. 

"Kita berharap nenek Arbami bisa mendapat bantuan berkelanjutan. Peristiwa ini sejatinya bisa memicu kesadaran masyarakat untuk pro aktif," pungkas Sulaiman. [Surya]

Memukau‼️ RRI Sumenep Gelar Program IDOLA di Hardiknas 2025, Siswa SDN Panaongan 3 Tampil dengan Tembang Tradisional🏆

Sdn panaongan 3 kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep
Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan bersama Sulaiman. [Foto: Surya]

SUMENEP - LPP RRI Sumenep memanfaatkan momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 melalui program IDOLA (Indonesia Layak Anak) dengan mengundang 13 sekolah dasar untuk menampilkan kreativitas seni, budaya, dan literasi. Ahad (4/5/2025). 

Salah satu sorotan utama adalah penampilan Sulaiman, siswa SDN Panaongan 3, yang membawakan tembang tradisional Maskumambang Pelok—karya sastra Jawa kuno bernilai filosofis. 

Dengan penghayatan mendalam, Sulaiman mengisahkan perjuangan Ki Hadjar Dewantara, pendiri Taman Siswa, sehingga berhasil memukau penonton dan mendapat pujian dari narasumber.

Kepala Sekolah Agus Sugianto, S.Pd, beserta guru-guru SDN Panaongan 3, hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan bakat siswa di luar akademik. 

"Program IDOLA RRI Sumenep tidak hanya jadi wadah ekspresi, tapi juga menanamkan nilai-nilai budaya dan pendidikan karakter," ucap Agus. 

Acara ini disiarkan langsung melalui RRI dan platform digital, mendapat apresiasi dari tokoh pendidikan dan pegiat seni setempat.

Penampilan Sulaiman mengingatkan kembali filosofi Ki Hadjar Dewantara bahwa pendidikan harus mampu membentuk manusia seutuhnya. 

"Kami berharap momen ini bisa memotivasi lebih banyak siswa untuk bangga akan warisan tradisi dan berani tampil di panggung yang lebih luas," tutup Agus. [Surya]

Sabtu, 03 Mei 2025

Menakjubkan‼️ Therapy Banyu Urip: Solusi Alami untuk Pengeroposan Tulang dan Kaki Pendek Sebelah🔥🏆

Therapy banyu urip
Penyembuhan kaki pendek sebelah setelah menjalani pengobatan Therapy Banyu Urip. [Foto: Surya]

YOGYAKARTA - MS Arifin, owner Therapy Banyu Urip Pusat Yogyakarta, menjelaskan bahwa pengeroposan tulang (osteoporosis) bisa menyebabkan kaki pendek sebelah akibat kerusakan struktur tulang. 

Metode Therapy Banyu Urip menggabungkan pengobatan lewat ramuan alami dan teknik manual untuk menyeimbangkan panjang kaki.

"Terapi ini bekerja dengan melancarkan aliran energi yang terhambat, memperbaiki postur tubuh, dan mengoreksi ketidakseimbangan tulang," terang MS Arifin. 

Pasien akan menjalani pemeriksaan awal, terapi energi, penyesuaian manual, serta mendapatkan saran nutrisi untuk mendukung pemulihan.

"Banyak pasien kami yang melaporkan hasil positif, seperti berkurangnya nyeri, mobilitas yang lebih baik, dan perbaikan struktur kaki," imbuhnya. 

Lebih jauh MS Arifin mengungkapkan, bahwa Therapy Banyu Urip menawarkan pendekatan holistik yang tidak hanya mengatasi gejala, tapi juga akar masalahnya.

Bagi penderita osteoporosis dan kaki tidak seimbang, terapi ini bisa menjadi pilihan alternatif. [Surya]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...