Senin, 30 September 2024

Peringatan G30S/PKI: Pengibaran Bendera Setengah Tiang di SDN Panaongan 3 Pasongsongan Sumenep

Bendera merah putih
Dari kiri: Siti Aisyah, Kepala SDN Panaongan 3, dan Urwatal Bariki. [Foto: Surya]

Tiap 30 September, sebuah momen bersejarah diperingati di SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, dengan pengibaran bendera merah putih setengah tiang.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap peristiwa berdarah yang dikenal dengan nama Gerakan 30 September atau G30S/PKI, yang merupakan salah satu peristiwa kelam dalam peta sejarah Indonesia.

G30S/PKI merujuk pada percobaan kudeta yang terjadi pada 30 September 1965. Dalam peristiwa ini, enam jenderal dan beberapa perwira tinggi Angkatan Darat dibunuh oleh sekelompok orang dari Partai Komunis Indonesia (PKI),” ungkap Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3.

Dalam sambutannya, Agus sapaan akrabnya menyampaikan, di SDN Panaongan 3, kegiatan pengibaran bendera setengah tiang pada 30 September merupakan wujud nyata dari upaya mengenang para pahlawan yang gugur dalam peristiwa tersebut.

“Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi para siswa. Tentang pentingnya memahami sejarah bangsa, terutama peristiwa penting yang memiliki pengaruh besar terhadap jalannya pemerintahan dan kehidupan rakyat Indonesia,” ucap Agus.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa meskipun G30S/PKI adalah peristiwa kelam, namun sebagai warga bangsa harus terus belajar dari sejarah untuk mencegah hal serupa terulang kembali di masa depan.

Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan bisa lebih memahami arti penting dari menjaga keutuhan bangsa dan negara. Sejarah yang dipelajari bukan hanya sekedar fakta-fakta masa lalu, tetapi juga menjadi pelajaran moral bagi generasi muda untuk menghindari perpecahan di masa depan.

Sebelum upacara berakhir, terlebih dulu Agus menyerahkan trofi dan uang pembinaan atas pencapaian dua siswanya yang merebut juara dalam Festival Tunas Bahasa Ibu 2024 Kabupaten Sumenep.

Adalah Urwatal Bariqi merebut juara 3 Lomba Macapat dan Siti Aisyah meraih juara 2 Lomba Menulis Cerpen Bahasa Madura. [Surya]

Minggu, 29 September 2024

Permusuhan Jangka Panjang Akibat Selingkuh Politik: Sebuah Dampak yang Mengkhawatirkan

Pilkada 2024

apoymadura.com - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), baik pemilihan gubernur maupun bupati, sejatinya itu pesta demokrasi, dimana rakyat diberi kebebasan untuk menentukan pilihannya. 

Fenomena terjadinya permusuhan jangka panjang antar kelompok pendukung calon kepala daerah tidak bisa dihindari. 

Acapkali permusuhan ini tidak hanya sebatas perbedaan pendapat yang bersifat sementara, melainkan berlarut-larut hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun setelah Pilkada selesai. 

Permusuhan ini kerap kali lebih intens terjadi di kalangan pemilih awam yang cenderung terpengaruh oleh propaganda politik yang bersifat emosional dan personal.

Polarisasi masyarakat dalam Pilkada seringkali mengarah pada sentimen personal, dimana pilihan politik tidak lagi didasarkan pada visi-misi kandidat, melainkan pada fanatisme sempit yang didorong oleh identitas kelompok. 

Hal ini menciptakan batas-batas yang kaku antara pendukung satu kandidat dengan kandidat lain, sehingga perbedaan pilihan tidak lagi dianggap sebagai bagian dari dinamika demokrasi, melainkan ancaman terhadap identitas dan keberpihakan kelompok tertentu.

Ketegangan tersebut tidak jarang berkembang menjadi permusuhan yang terus berlanjut, meski Pilkada telah usai. 

Mungkin juga pendukung yang merasakan kekalahan calon pilihannya akan terus menyimpan bara dendam atau kekecewaan terhadap pihak yang dianggap “menang”. 

Sebaliknya, pendukung yang calonnya terpilih cenderung menunjukkan sikap superioritas, yang memperburuk hubungan sosial diantara mereka.

Perceraian Akibat Perbedaan Pilihan Politik

Salah satu kasus ekstrem yang mencuat adalah terjadinya perceraian antara pasangan suami-istri akibat perbedaan pilihan politik saat Pilkada. 

Tidak sedikit kasus dimana pasangan terlibat perdebatan hebat hingga akhirnya memutuskan berpisah hanya karena ketidakmampuan menerima perbedaan pandangan politik. 

Ada pula kasus lucu, mertua yang berbeda pilihan dengan menantu juga memicu konflik yang membuat suami atau istri berada dalam posisi yang serba salah.

Fenomena ini menunjukkan betapa polarisasi politik dapat mengoyak ikatan emosional yang seharusnya kuat dalam keluarga. Pilihan politik yang berbeda dianggap sebagai bentuk pengkhianatan, bukan lagi perbedaan pandangan yang wajar. 

Keadaan ini semakin diperburuk dengan adanya kampanye hitam (black campaign) dan penyebaran berita bohong (hoaks) yang sengaja diembuskan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab demi kepentingan politik sesaat.

Perselingkuhan Politik

Akhir-akhir ini di tanah air marak adanya perselingkuhan antar kandidat dan partai pendukung. Pada awal Pilkada mereka saling serang, baik mental atau ujaran kebencian. 

Dan, pada episode selanjutnya, permusuhan kandidat cair pasca Pilkada. Bahkan kandidat itu ditarik menjadi bagian dari sang pemenang Pilkada.

Korban dari perselingkuhan ini adalah masyarakat pemilih tingkat bawah. Permusuhan mereka belum usai, tapi kandidat dan orang-orang partai pendukung menikmati perselingkuhan. Mereka tidak konsisten memikirkan rakyat. 

Upaya Meredakan Permusuhan

Untuk menghindari dampak buruk yang berkepanjangan ini, perlu ada upaya nyata dari berbagai pihak. Partai politik dan kandidat yang bertarung dalam Pilkada harus konsisten. 

Mereka hendaknya menghindarkan diri dari perselingkuhan politik. [Surya]

Sabtu, 28 September 2024

Bakti Sosial P-AP3I Bersama Therapy Banyu Urip dan Suryo Rogo: Pengobatan Gratis di Ngabar, Jetis, Mojokerto

Therapy Banyu Urip
MS Arfin bersama para mitra kerja. [Surya]

apoymadura.com - Perkumpulan Antar Para Pemijat Penyehatan Indonesia (P-AP3I) bekerja sama dengan Therapy Banyu Urip dan Suryo Rogo mengadakan kegiatan bakti sosial di Ngabar, Jetis, Mojokerto. Ahad (29/9/2024). 

Acara ini berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai dengan dihadiri oleh 150 orang lebih peserta yang mendapatkan pengobatan gratis.

Bakti sosial tersebut dipimpin langsung MS Arifin. Selain dia CEO Therapy Banyu Urip International, ia juga merupakan Ketua DPD PAP3I Jawa Timur.

"Kegiatan ini dimaksuskan untuk memberikan layanan kesehatan alternatif secara cuma-cuma, khususnya mereka yang membutuhkan namun terkendala biaya perawatan medis konvensional," terang MS Arifin. 

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan berbagai  pengobatan alternatif dan terapi. 

"Setiap peserta dilayani dengan profesional oleh para terapis yang berpengalaman, yang memastikan bahwa setiap orang mendapatkan perhatian yang memadai," ungkapnya. 

Menurut MS Arifin, kegiatan bakti sosial ini adalah bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat sekitar yang mungkin belum tersentuh oleh layanan kesehatan formal. 

“Kami ingin hadir untuk masyarakat, memberikan pengobatan gratis dan membantu meringankan beban kesehatan mereka," tutupnya. [$urya]

SDN Panaongan 3 Sukses Raih Juara Lomba Macapat dan Menulis Cerpen Bahasa Madura di Festival Tunas Bahasa Ibu Kabupaten Sumenep 2024

Sdn panaongan 3 kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep
Dari kiri: Kepala SDN Panaongan 3, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, guru master Madura. [Foto: Surya]

apoymadura.com - SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, kembali ukir prestasi dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Kabupaten Sumenep. 

Sekolah ini berhasil meraih juara 3 Lomba Macapat Madura dan juara 2 Lomba Menulis Cerita Pendek (Cerpen) Bahasa Madura. Sabtu (28/9/2024). 

Macapat sendiri merupakan warisan budaya yang mencerminkan kekayaan seni tradisi lisan masyarakat Madura. 

Dalam lomba ini, SDN Panaongan 3 menunjukkan kemampuan peserta didiknya dalam melantunkan bait-bait Macapat dengan penuh penghayatan. 

Tak hanya di bidang seni tradisi, SDN Panaongan 3 juga menorehkan prestasi di kategori Lomba Menulis Cerpen Bahasa Madura. 

Keberhasilan ini menunjukkan betapa pentingnya penguasaan bahasa ibu dalam menyampaikan gagasan serta membumikan identitas budaya lokal.

Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas capaian yang diraih oleh para siswanya. 

“Prestasi ini tidak hanya membanggakan sekolah, tetapi juga menunjukkan bahwa anak-anak kami mampu menguasai dan turut melestarikan budaya lokal, khususnya sastra dan bahasa Madura," ungkap Agus Sugianto. 

Lelaki berkacamata ini menambahkan, bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Kabupaten Sumenep ini menjadi ajang penting dalam upaya melestarikan bahasa dan kebudayaan Madura di kalangan generasi muda. 

Kegiatan ini diharapkan bisa membangkitkan minat para siswa untuk lebih mencintai dan mempelajari bahasa serta seni tradisi lokal, sehingga warisan budaya ini tidak musnah termakan waktu. 

Dengan capaian ini, SDN Panaongan 3 telah membuktikan bahwa sekolah dasar pun dapat berperan aktif dalam upaya pelestarian budaya daerah. [Surya]

Sembuh Total dari Luka Busuk Akibat Diabetes dengan Therapy Banyu Urip

Therapy Banyu Urip international
Pasien luka busuk akibat diabetes dari Boyolali, Jawa Tengah. [Surya]

apoymadura.com - Penyakit diabetes melitus menjadi sesuatu yang menakutkan. Terutama jika sudah menimbulkan komplikasi seperti luka busuk. 

Luka tersebut bukan hanya menimbulkan rasa sakit fisik, tapi juga penderitaan mental luar biasa. 

Tapi kini ada harapan untuk sembuh melalui metode pengobatan Therapy Banyu Urip. Sebuah pengobatan alternatif yang dikembangkan oleh MS Arifin dan sudah mendunia. 

Adalah seorang pasien dari Boyolali, Jawa Tengah, mengalami luka busuk akibat diabetes. Lukanya sangat parah hingga hampir memutuskan untuk melakukan amputasi. 

"Berbagai metode pengobatan konvensional telah saya coba, namun hasilnya nihil, bahkan luka semakin membusuk," cerita pasien kepada media ini di tempat praktik Therapy Banyu Urip International, Jalan Selokan Mataram, Sleman, Yogyakarta.

Si pasien juga menceritakan kalau saudaranya dulu berobat ke tempat tersebut dan sembuh total dari luka busuknya.

Dari keberhasilan Therapy Banyu Urip yang dipimpin MS Arifin, pasien pun memutuskan untuk mencoba terapi ini sebagai upaya terakhir. 

MS Arifin sendiri adalah sosok terkemuka dalam dunia pengobatan alternatif, yang dikenal dengan kemampuannya dalam menyembuhkan berbagai kondisi penyakit, khususnya diabetes serta komplikasinya. 

"Bagi Anda yang mungkin tengah mengalami masalah serupa, Therapy Banyu Urip bisa menjadi harapan baru. Dengan metode yang aman dan efektif, banyak pasien yang kini merasakan manfaat terapi ini dan kembali menjalani hidup yang sehat," saran saudara pasien memberikan testimoni. [Surya]

Kamis, 26 September 2024

Sulaiman, Pemilik Suara Emas yang Menjadi Bintang di Setiap Penampilan Sekolahnya

Sdn Panaongan 3 kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep
Dari kiri: Sulaiman dan Agus Sugianto. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Namanya Sulaiman. Murid kelas 5 SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Ia mencuri perhatian banyak orang dengan suara emasnya. 

Bakat menyanyi yang dimiliki, ia tunjukkan sejak usia dini. Kini Sulaiman menjadi anggota paduan suara andalan di sekolahnya. Jumat (27/9/2024). 

"Tap sekolahnya tampil dalam berbagai acara, Sulaiman selalu menjadi bintang utama yang memukau penonton. Suaranya merdu, teknik vokalnya mengagumkan," terang Fend Tolothomank, guru vokal Sulaiman. 

Sejak mengikuti paduan suara, Sulaiman menunjukkan dedikasi dan kemauan belajar yang tinggi. 

Fend Tolothomank menambahkan, Sulaiman tidak hanya berlatih di sekolah, tetapi juga meluangkan waktu untuk mengasah kemampuan vokalnya di rumah. 

Hal ini membuatnya semakin terampil dan mampu menyanyikan lagu-lagu dengan berbagai genre, dari lagu daerah hingga lagu modern.

Bakatnya yang luar biasa ini ternyata menarik perhatian sebuah grup musik lokal, Pass Band, yang merupakan grup musik dari Karang Taruna Desa Pasongsongan. 

Suara Sulaiman yang jernih dan kemampuannya menghayati setiap lirik lagu adalah kelebihan yang sulit ditemukan pada anak seusianya. 

Oleh karena itu, Pass Band siap memberikan dukungan penuh agar Sulaiman dapat berkembang lebih jauh, baik di bidang akademik maupun di dunia musik.

Bakat yang dimiliki Sulaiman ini juga menjadi kebanggaan bagi Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3. 

"Saya pribadi bangga, karena Sulaiman bisa mendapatkan perhatian dari grup musik ternama di Kecamatan Pasongsongan. Kami berharap Sulaiman dapat terus mengembangkan bakatnya dan menjadi inspirasi bagi semua tema-temannya," harap Agus Sugianto. [Surya]

BKPSDM Sumenep Sosialisasikan Mekanisme PPPK 2024 di Beberapa Kecamatan

Seleksi pppk 2024

apoymadura.com - Bertempat di aula  Puskesmas Ambunten, sosialisasi pengadaan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) digelar. Tujuannya untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, terkait mekanisme pengadaan PPPK. Selasa (24/9/2024). 

Adalah Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep yang menggelar sosialisasi tersebut. 

Kegiatan ini ditujukan kepada seluruh tenaga non-ASN yang tersebar di berbagai satuan kerja, seperti Puskesmas, Sekolah, dan Kantor Kecamatan.

Sosialisasi ini merupakan langkah penting untuk memastikan tenaga non-ASN memiliki pemahaman yang jelas mengenai alur dan persyaratan rekrutmen PPPK 2024. 

BKPSDM Sumenep berkomitmen untuk memfasilitasi seluruh tenaga non-ASN yang berminat untuk mengikuti proses seleksi ini, baik yang bekerja di sektor kesehatan, pendidikan, maupun pemerintahan daerah.

"Kegiatan sosialisasi ini dilakukan secara bertahap di beberapa kecamatan di Kabupaten Sumenep," terang pemateri dari BKPSDM Sumenep. 

Setiap sesi sosialisasi dihadiri oleh tenaga non-ASN dari berbagai satuan kerja seperti Puskesmas, sekolah dasar dan menengah, serta aparatur pemerintahan kecamatan.

"Setiap sosialisasi, BKPSDM Sumenep menghadirkan narasumber dari internal yang memberikan penjelasan detail terkait kebijakan terbaru mengenai pengadaan PPPK," terang salah seorang guru honorer berasal dari Kecamatan Pasongsongan yang tak mau disebutkan namanya. 

Lebih jauh lelaki memiliki tiga anak ini mengungkapkan, bahwa materi yang disampaikan mencakup persyaratan administrasi, mekanisme seleksi, hak dan kewajiban PPPK, hingga potensi pengangkatan bagi yang lolos seleksi. 

Narasumber juga membuka sesi tanya jawab agar peserta dapat memperoleh informasi lebih jelas sesuai dengan bidang kerja mereka. [Surya]

Rabu, 25 September 2024

Mengancam! Bahaya Kebakaran di SMPN 1 Pasongsongan Sumenep pada Musim Kemarau

Hut ri ke-79
Rumput dan pepohonan kering akibat kemarau di SMPN 1 Pasongsongan[Foto: Sury4) 

apoymadura.com - Musim kemarau tahun ini menghadirkan tantangan serius bagi banyak daerah di Madura, termasuk di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep

Diantara banyaknya ancaman yang muncul kebakaran lahan tegalan berbatu menjadi salah satu yang paling mengkhawatirkan. 

Salah satu tempat yang berisiko tinggi terkena dampak kebakaran adalah SMPN 1 Pasongsongan. Sekolah ini berada di area yang dikelilingi oleh rumput dan pepohonan yang mulai mengering akibat cuaca panas. Selasa (13/8/2024). 

Smpn 1 Pasongsongan

"Rumput dan pepohonan yang mengering di sekitar area belakang SMPN 1 Pasongsongan menjadi sumber bahan yang sangat mudah terbakar. Apalagi tidak ada pagar pembatas lahan. Ini rawan kebakaran," ucap salah seorang guru lembaga pendidikan swasta di Pasongsongan. 

Kondisi ini diperparah dengan adanya angin kencang yang kerap kali muncul saat kemarau. 

Jika terjadi percikan api dari kegiatan manusia seperti pembakaran sampah sembarangan, kebakaran bisa
dengan cepat menyebar. 

"Kalau terjadi diluar jam sekolah kebakaran mungkin bisa diantisipasi. Tapi kalau terjadi sore atau malam hari, mungkin keajaibanlah yang bisa menyelamatkan," tambah lelaki berkacamata yang juga alumni sekolah tersebut. 

Kehadiran banyak guru disitu karena kebetulan banyak mendampingi siswanya mengikuti lomba kolase, mewarnai, dan melukis yang ditempatkan di sekolah tersebut 

"Dalam situasi seperti ini, sangat penting bagi sekolah untuk segera memberikan atensi terhadap kondisi lingkungan sekitar," imbuh guru lainnya. 

Pengelolaan lingkungan yang baik adalah langkah pertama yang harus diambil.

Pihak sekolah harus segera mengadakan program pembersihan rutin di area belakang sekolah, terutama di area yang ditumbuhi rumput dan pepohonan kering.[Sury4)]

Koalisi Partai Politik dalam Pilkada Serentak 2024: Menghindari Kekalahan demi Mengejar Kedudukan

pilkada serentak indonesia 2024

Pilkada Serentak sudah di depan hidung. Dalam pertarungan politik selalu ada dinamika yang menarik diantara partai-partai politik. Salah satu fenomena yang paling mencolok adalah banyaknya partai yang memilih untuk berkoalisi. Mereka mendukung calon pemimpin yang memiliki kans besar untuk menang.

Semua itu bukan tanpa alasan. Partai-partai tersebut tentu ingin memaksimalkan peluang mereka untuk tidak kehilangan pengaruh di tengah kompetisi yang ketat.

Salah satu alasan utama partai-partai politik tersebut untuk menghindari resiko kekalahan. Dalam politik, kekalahan bisa berarti "sengsara"  dan minim akses terhadap kekuasaan. Kehilangan posisi penting dalam pemerintahan daerah berarti pula kehilangan akses terhadap politik, anggaran, dan berbagai pengaruh strategis yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga eksistensi partai.

Pada dasarnya, partai politik ingin memastikan bahwa mereka tetap mendapatkan bagian dari "kue" kekuasaan. Seperti jatah jabatan politik, alokasi anggaran, hingga proyek-proyek strategis yang dikelola oleh pemerintah daerah.

Tujuan koalisi besar dalam mendukung calon dengan peluang kemenangan tinggi agar partai-partai tersebut bisa tetap meningkatkan kekuatan politiknya.

Pilihan berkoalisi dengan kandidat yang kuat memungkinkan partai mendapatkan posisi strategis di pemerintahan daerah. Dalam situasi ini, partai-partai kecil seringkali maklum, bahwa peluang mereka untuk menang sendirian dalam Pilkada sangat kecil. Sebab itulah, mereka lebih memilih berkoalisi dengan partai besar atau calon yang populer guna memastikan mereka tetap mendapatkan posisi aman makmur. [Surya]

Selasa, 24 September 2024

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, Sampaikan Harapan Besar dalam Acara Komite Sapa Bupati

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo
Bupati Sumenep menerima cinderamata dari Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Achmad Fauzi Wongsojudo, Bupati Sumenep, mengutarakan harapannya dalam acara "Komite Sapa Bupati" yang digagas Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep. 

Acara ini diadakan dengan tujuan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat, khususnya melalui keberadaan Komite Sekolah. Senin (23/9/2024). 

"Keberadaan Komite Sekolah sangatlah esensial untuk memastikan bahwa berbagai kebijakan dan program pendidikan dapat berjalan dengan baik, terutama dalam menjembatani kebutuhan sekolah dan harapan masyarakat," terangnya. 

Achmad Fauzi mengungkapkan, bahwa Komite Sekolah harus segera dibentuk kepengurusannya agar komunikasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah bisa lebih efektif dan sesuai dengan harapan semua pihak. 

"Dengan adanya forum seperti Komite Sapa Bupati, aspirasi masyarakat dapat lebih terakomodasi, terutama dalam sektor pendidikan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah," imbuhnya. 

Ia juga menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten Sumenep siap memberikan dukungan penuh, baik dari segi regulasi maupun sumber daya, untuk memastikan Komite Sekolah dapat berfungsi secara optimal.

Sedangkan Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep yang menjadi penggagas acara ini akan segera melengkapi kepengurusan Komite Sekolah tiap kecamatan, baik daratan dan kepulauan. 

Hal ini sejalan dengan visi Kabupaten Sumenep yang ingin menciptakan generasi muda yang cerdas, kompetitif, beriman dan berakhlak mulia. [Surya]

Bupati Sumenep Menjawab, Apa Itu Guru Profesional?

Bupati Sumenep, achmad fauzi wongsojudo
Bupati Sumenep bersama DPKS dan Kadis Pendidikan Sumenep. [Foto: Surya]

apoymadura.com - Bertempat di Pendopo Keraton Sumenep, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mendefinisikan tentang apa itu guru profesional. 

Salah satu ciri guru profesional menurut Achmad Fauzi, yakni guru yang tidak hanya mengajarkan materi pembelajaran di kelas, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter dan masa depan para siswa. Senin (23/9/2024). 

Dalam acara Komite Sapa Bupati yang digagas Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep, Achmad Fauzi menegaskan beberapa kewajiban utama yang harus dimiliki oleh seorang guru. Salah satunya adalah tanggung jawab penuh terhadap perkembangan peserta didiknya. 

"Guru harus menjaga dan melindungi anak-anak, baik dari segi fisik, psikologis, maupun sosial. Dengan tujuan mempersiapkan mereka menjadi generasi yang unggul," ucapnya. 

Pesan yang disampaikan Bupati di hadapan para Komite Sekolah se-Kabupaten Sumenep dan para pelaku pendidikan ini menjadi pengingat, bahwa guru memiliki peran strategis dalam membangun masa depan bangsa. 

"Seorang guru profesional juga dituntut untuk memiliki empati dan kepedulian terhadap perkembangan sosial para siswa, sehingga bisa menciptakan suasana belajar yang mendukung proses pembelajaran yang optimal," ucapnya. 

Peran penting guru dalam menjaga dan melindungi anak-anak yang disampaikan oleh Bupati Sumenep sejalan dengan harapan agar guru selalu memberikan yang terbaik bagi generasi penerus bangsa. [Surya]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...