Minggu, 01 September 2024

Pas Band Pasongsongan Memukau di Acara Penutupan HUT Kemerdekaan RI ke-79

Hut Kemerdekaan RI ke-79
Kades Pasongsongan (kiri) bersama Sekdes Pasongsongan. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Semarak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 di Kantor Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, semakin meriah dengan penampilan spektakuler Pas Band, grup musik asuhan Kepala Desa Pasongsongan. 

Dalam acara penutupan dan penerimaan hadiah juara lomba-lomba yang berlangsung pada Ahad malam, Pas Band berhasil memukau penonton dengan aksi panggung mereka yang energik dan penuh semangat. Ahad (1/9/2024). 

Pas Band menjadi penampil utama malam itu, dan mereka sukses menghidupkan suasana dengan membawakan berbagai lagu hits nasional yang kental dengan nuansa patriotisme.

Hut ri ke-79
MC terbaik Pas Band. [Foto: Sury4]

Kepala Desa (Kades) Pasongsongan, Ahmad Saleh Harianto yang juga merupakan pembina Pas Band, menyampaikan rasa bangganya terhadap penampilan anak didiknya. 

"Saya sangat bangga melihat anak-anak muda kita bisa tampil luar biasa malam ini. Mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga mengalirkan semangat kemerdekaan kepada semua penonton," ujarnya selesai acara di Kantor Kecamatan Pasongsongan. 

Selain penampilan Pas Band, acara ini juga diisi dengan penyerahan hadiah kepada para juara lomba-lomba yang telah berlangsung sepanjang bulan Agustus. 

Hut ri ke-79
Vokalis terbaik Pas Band. [Foto: Sury4]

Para pemenang lomba menerima trofi dan hadiah menarik yang diserahkan langsung oleh Camat Pasongsongan.  

"Ini adalah momen kebanggaan bagi kita semua, dan saya berharap semangat kemerdekaan ini akan terus kita jaga dan wariskan kepada generasi berikutnya," tambah Ahmad Saleh Harianto. 

Dengan semangat yang terpancar dari setiap lirik lagu yang dibawakan, Pas Band berhasil membawa pesan cinta tanah air dan kebersamaan di tengah perayaan HUT Kemerdekaan RI yang ke-79 ini. [Sury4]

Desa Pasongsongan Meraih Predikat Juara Umum Lomba 17 Agustus

Hut kemerdekaan ri ke-79
Dari kiri: Camat Pasongsongan, Kepala Desa Pasongsongan. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Desa Pasongsongan yang terletak di Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih juara umum dalam kegiatan lomba 17 Agustus dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79. 

Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Desa Pasongsongan, yang telah bekerja keras dan berpartisipasi secara antusias dalam berbagai lomba yang diadakan. Ahad malam (1/9/2024). 

"Kemenangan ini adalah kado spesial bagi seluruh warga Desa Pasongsongan. Kemenangan ini bukan hanya hasil dari kerja keras individu, tetapi juga bukti nyata dari semangat kebersamaan yang kuat diantara warga desa," ujar Ahmad Saleh Harianto.

Partisipasi masyarakat Desa Pasongsongan dalam setiap lomba sangat tinggi, dengan persiapan yang matang dan semangat yang tak kenal lelah. 

Hasilnya, Desa Pasongsongan berhasil mengungguli desa-desa lain di kecamatan tersebut dan meraih gelar juara umum.

"Saya berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus menjaga kebersamaan dan semangat kompetisi yang sehat dalam berbagai aspek kehidupan di desa," harap Ahmad Saleh Harianto.

Kemenangan ini tentunya menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Sumenep untuk terus berprestasi, menjaga semangat kebersamaan dalam membangun desa masing-masing. [Sury4]

Semarak Malam Penutupan dan Penyerahan Hadiah Lomba 17 Agustus di Kecamatan Pasongsongan

Hut ri ke-79
Camat Pasongsongan, Fariz Aulia Utomo memberikan kata sambutan pada acara penutupan dan penyerahan hadiah 17 Agustus. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Malam penutupan kegiatan lomba 17 Agustus HUT Kemerdekaan RI ke-79 yang diselenggarakan di Kantor Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, berlangsung meriah. Ahad malam (1/9/2024). 

Acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan lomba yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79.

Rangkaian lomba yang telah dilaksanakan melibatkan berbagai kalangan masyarakat, mulai dari lembaga pendidikan dari tingkat TK hingga SMP sederajat, instansi pemerintah, organisasi masyarakat hingga peserta umum. 

Camat Pasongsongan, Fariz Aulia Utomo, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dalam menyelenggarakan semua kegiatan lomba. 

"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia yang telah bekerja tanpa mengenal lelah untuk mensukseskan rangkaian lomba 17 Agustus tahun ini," ujar Fariz Aulia Utomo.

Hut ri ke-79
Camat Pasongsongan bersama para juara umum lomba 17 Agustus. [Foto: Sury4]

Selanjutnya, Camat Pasongsongan juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika ada kekurangan atau kesalahan selama kegiatan lomba-lomba. 

"Semoga ke depannya, kita bisa melaksanakan acara yang lebih baik lagi," imbuhnya.

Setelah sambutan dari Camat Pasongsongan, acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba. 

Malam itu, suasana semakin semarak dengan adanya pertunjukan musik dan hiburan lainnya yang turut memeriahkan acara. [Sury4]

Hobi Melantunkan Tembang Macopat Membawa H Murahmad Bergabung dengan Perkumpulan Macopat Lesbumi Pasongsongan

ApoyMadura_20240901_NewsUtama_1725152666_MacopatMadura_20119
H Murahmad (kiri) dalam sebuah pentas Macopat Madura. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Hobi merupakan salah satu aktivitas yang acapkali dilakukan untuk mengisi waktu luang dan menyalurkan minat seseorang. 

Haji Murahmad, pria dari Sotabar, Pasean, Pamekasan, sangat hobi melantunkan tembang Macopat. 

Hobi ini membawanya bergabung dengan Perkumpulan Macopat Lesbumi, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Ahad (1/9/2024). 

Macopat, salah satu tradisi seni sastra Jawa dan Madura yang diwariskan dari generasi ke generasi. 

"Jarak antara Desa Sotabar dan Desa Pasongsongan 21 kilometer. Bagi saya hal itu bukan hambatan.  Setiap ada pertemuan Perkumpulan Macopat Lesbumi, saya berangkat dari rumah pada pukul 19.00 WIB dan baru pulang sekitar pukul 00.30 WIB," cerita H Murahmad. 

Dedikasinya terhadap seni Macopat sungguh luar biasa, menunjukkan bahwa kecintaan terhadap seni dan budaya bisa mengalahkan berbagai rintangan, termasuk jarak dan waktu.

"Perkumpulan Macopat Lesbumi di Pasongsongan sendiri merupakan salah satu tempat berkumpulnya para pecinta dan pelestari kesenian Macopat Madura," jelas H Murahmad. 

Dengan bergabung dalam komunitas ini, H Murahmad tidak hanya dapat menyalurkan hobinya, tetapi juga turut berkontribusi dalam melestarikan seni Macopat agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.

Kisah H Murahmad ini menjadi bukti bahwa hobi bisa menjadi jembatan untuk menjalin persaudaraan dan pelestarian budaya, meskipun harus menempuh jarak yang tidak dekat. [Sury4]

Sabtu, 31 Agustus 2024

Perkumpulan Macopat Lesbumi Pasongsongan Berhasil Lakukan Kaderisasi Kesenian Macopat

Macopat lesbumi Pasongsongan Kabupaten Sumenep
Mohammad Tohari (2 dari kanan) dalam acara perkumpulan Macopat. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Perkumpulan Macopat Madura Lesbumi Pasongsongan Kabupaten Sumenep, telah berhasil menunjukkan komitmen kuat melestarikan seni tradisional Macopat melalui program kaderisasi. 

Kabar gembira ini disampaikan oleh ketua perkumpulan tersebut, yakni Mohammad Tohari. Ahad (1/9/2024). 

"Kami merasa bangga atas pencapaian yang diraih oleh dua anggota perkumpulan," terangnya saat menghadiri pentas rutin bulanan Macopat Madura di kediaman Sunarto, Dusun Morasen Desa/Kecamatan Pasongsongan Sumenep. 

Kedua anggota perkumpulan Macopat yang sudah bisa melantunkan tembang Macopat adalah Risky dan Jasimul. Keduanya tampil di atas pentas, disaksikan ratusan orang. 

Macopat, sebagai salah satu bentuk seni tradisional Madura, dan merupakan warisan budaya yang sarat dengan nilai-nilai luhur. Jelas, hal ini memiliki dampak dalam menjaga jatidiri budaya lokal. 

Mohammad Tohari mengungkapkan, bahwa melalui program kaderisasi yang dilakukan, pihaknya berhasil merekrut dan melatih generasi muda untuk menjadi penerus seni Macopat.

“Kedepan kami menghendaki generasi muda tidak hanya sekadar bisa melantunkan Macopat, tetapi juga mengerti nilai luhur yang terkandung didalamnya,” harap Tohari.

Tohari juga mengungkapkan, bahwa yang belajar Macopat ada 8 orang. Selebihnya akan menyusul untuk ditampilkan lagi dalam pentas selanjutnya. 

 “Kami akan terus berupaya untuk mengembangkan program ini agar Macopat tetap eksis dan menjadi kebanggaan masyarakat Madura,” ucap Tohari.

Upaya perkumpulan Macopat Lesbumi Pasongsongan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas seni lainnya di Sumenep. [Sury4]

Nasiran, Sosok Inspiratif di Usia 70 Tahun Tetap Melestarikan Seni Macopat Madura

Macopat madura Sumenep
Nasiran (kiri) diacara perkumpulan Macopat Lesbumi Pasongsongan tadi malam di rumah Sunarto, Dusun Morasen Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Di tengah gempuran seni modern dan kontemporer, Nasiran adalah salah satu dari sedikit orang yang terus menjaga warisan budaya tradisional. Diusia lebih dari 70 tahun, ia masih aktif berpartisipasi dalam perkumpulan Macopat Madura Lesbumi Pasongsongan Kabupaten Sumenep. 

Semangatnya untuk seni suara ini tidak pernah surut, bahkan di usia yang tidak muda lagi. Ahad (1/9/2024). 

Macopat adalah seni tradisional yang tak terpisahkan dari budaya Madura itu sendiri. Macopat merupakan bentuk puisi lisan yang dilantunkan dengan irama tertentu. 

"Saat ini Macopat sudah jarang terdengar. Karena saat ini di Pasongsongan hanya ada satu perkumpulan Macopat, yakni perkumpulan Macopat Lesbumi Pasongsongan," terang Nasiran. 

Namun bagi Nasiran, seni ini adalah kehidupan. Sejak muda, Nasiran sudah jatuh cinta pada Macopat. Seni suara ini bukan sekadar hobi baginya, tetapi menjadi nafas dalam kesehariannya.

"Selama masih bisa berjalan, saya akan terus menggeluti Macopat," ujar Nasiran dengan mata berbinar. 

Baginya, Macopat adalah satu-satunya hobi yang benar-benar ia kuasai. Ketika melantunkan Macopat, ia merasa hidup, seolah-olah setiap bait dan nada mengalir dalam darahnya. 

Seiring bertambahnya usia, semangat Nasiran untuk terus melantunkan Macopat tidak pernah padam.

Kehadirannya di setiap kegiatan Lesbumi Pasongsongan tidak hanya memperkaya acara tersebut, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menghargai dan mempertahankan budaya tradisional. 

Kisah Nasiran adalah inspirasi bagi banyak orang. Usianya yang tidak muda lagi, ia tetap menunjukkan bahwa dedikasi dan cinta pada budaya Madura dapat mengatasi segala kesulitan. [Sury4]

Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-79, Lesbumi Pasongsongan Gelar Macopat Madura

Macopat lesbumi pasongsongan
Akhmad Jasimul Ahyak (kiri) bersama penulis. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 tahun ini menjadi momen yang sangat istimewa bagi masyarakat Desa Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. 

Dalam rangka memeriahkan hari yang penuh makna ini, Perkumpulan Macopat Lesbumi Pasongsongan menampilkan semarak pagelaran Macopat Madura yang sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal. Sabtu malam (31/8/2024). 

Pamerhelatan Macopat Madura digelar di rumah Sunarto, Dusun Morasen Desa Pasongsongan. Perkumpulan Macopat Lesbumi dilaksanakan sebulan sekali dan bergilir dari rumah ke rumah anggotanya. 

"Macopat Madura sebagai salah satu warisan budaya bertutur yang ditembangkan dan membentuk kisah teladan amat luhur. Ini merupakan wujud nyata dari kekayaan tradisi Madura yang hingga kini terus dilestarikan keberadaannya," jelas Akhmad Jasimul Ahyak, Ketua Lesbumi MWC NU Pasongsongan. 

Ia mengungkapkan bahwa perkumpulan ini merupakan satu-satunya yang masih aktif di Desa Pasongsongan.

“Kami bangga dapat terus melestarikan Macopat di tengah gempuran budaya modern. Ini adalah bagian dari identitas kita sebagai orang Madura dan juga sebagai warga Indonesia yang menghargai tradisi,” ujar Jasimul panggilan akrabnya. 

Menurutnya, kelangsungan Macopat Madura di Desa Pasongsongan tak lepas dari dukungan masyarakat yang masih mencintai budaya asli tersebut. 

Pagelaran ini tidak hanya menjadi ajang dalam menunjukkan kebolehan pada seni Macopat, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi generasi muda agar tidak melupakan akar budaya leluhur. 

Perkumpulan Macopat Lesbumi Pasongsongan menjadi benteng terakhir bagi seni Macopat di daerah tersebut.

Semangat inilah yang menjadi esensi dari kemerdekaan, yakni kebebasan untuk mempertahankan identitas budaya di tengah gempuran budaya lain. [Sury4]

MS Arifin: Berbagi Kesembuhan Melalui Ramuan Banyu Urip

Pengobatan alternatif ramuan Banyu Urip
MS Arifin ketika memberikan pelayanan kesehatan di Bantul Yogyakarta. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - MS Arifin dikenal sebagai sosok yang tidak hanya berjiwa wirausaha tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. 

Melalui PT Bintang Banyu Urip, ia menciptakan sebuah produk yang dikenal sebagai Ramuan Banyu Urip, yang telah memberikan manfaat bagi banyak orang. 

Ramuan ini bukan hanya sekadar produk komersial; ia merupakan sarana bagi MS Arifin untuk berbuat baik kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan pengobatan namun terkendala oleh biaya.

Ramuan Banyu Urip dikenal luas sebagai obat herbal yang mampu membantu penyembuhan berbagai penyakit. Terbuat dari bahan-bahan alami yang dipercaya banyak orang untuk meningkatkan kesehatan. 

Namun, yang membuat Ramuan Banyu Urip istimewa bukan hanya khasiatnya, melainkan juga visi mulia yang ada di balik pembuatannya.

"Kami punya keyakinan bahwa kesehatan adalah hak setiap orang, tanpa memandang status ekonomi mereka. Oleh karena itu, kami berkomitmen menggunakan seluruh keuntungan dari penjualan Ramuan Banyu Urip untuk membantu kaum tidak mampu," ujarnya ketika menyelenggarakan pengobatan gratis di rumah Parjito di Bantul Yogyakarta. 

MS Arifin memastikan, bahwa setiap rupiah yang diperoleh dari penjualan ramuan ini dikembalikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Kami seringkali mengadakan acara bakti sosial di berbagai daerah. Secara langsung pula kami membagikan Ramuan Banyu Urip kepada mereka yang sakit dan tidak mampu membeli obat-obatan," tuturnya tulus. 

Kegiatan ini bukan hanya sekadar membagikan ramuan, tetapi juga memberikan harapan dan semangat kepada mereka yang sedang berjuang melawan penyakit.

Sebagai CEO PT Bintang Banyu Urip, MS Arifin telah menjadi contoh bagaimana bisnis dapat dijalankan dengan tujuan sosial yang kuat. 

Ia menunjukkan bahwa keberhasilan dalam bisnis tidak harus diukur dari keuntungan materi, tapi juga dari seberapa besar dampak positif yang bisa diberikan kepada masyarakat.[Sury4]

Rencana Rakernas PAP3I di Sumenep yang Akan Mengumpulkan Praktisi Kesehatan Se-Indonesia

Ceo Therapy banyu urip
MS Arifin (kanan) saat memberikan testimoni tentang terapi Banyu Urip. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Perkumpulan Antar Para Pemijat Penyehatan Indonesia (PAP3I) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang direncanakan berlangsung di kantor sekretariat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Timur. Lokasi Rakernas ini akan bertempat di Jalan Kiai Abubakar Sidik, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Sabtu (31/8/2024). 

Rakernas kali ini diprediksi akan menjadi salah satu pertemuan terbesar yang pernah diselenggarakan oleh PAP3I. 

"Berdasarkan informasi awal yang saya terima dari Ketua DPP PAP3I, Febborn Sangab kemarin, acara tersebut akan dihadiri oleh perwakilan dari 40 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan 13 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dari berbagai daerah di seluruh Indonesia," terang MS Arifin, Ketua DPD PAP3I Jawa Timur. 

Partisipasi yang begitu besar ini menunjukkan tingginya antusiasme dan semangat para anggota PAP3I untuk berkolaborasi dan memajukan profesi pijat kesehatan di tanah air.

Perkiraan jumlah peserta juga cukup fantastis. Setiap DPC yang hadir akan diwakili oleh paling sedikit tiga orang, sementara DPD dari tiap provinsi kemungkinan besar akan membawa lebih dari lima orang perwakilan. 

Dengan demikian, total peserta diperkirakan mencapai ratusan orang, menjadikan Rakernas ini sebuah acara spektakuler yang patut dinantikan.

Agenda Rakernas PAP3I kali ini diharapkan tidak hanya sekadar menjadi ajang pertemuan, tetapi juga sebagai momen strategis untuk merumuskan berbagai kebijakan dan program kerja yang dapat memperkuat posisi profesi pijat kesehatan di Indonesia. 

"Nantinya Rakernas ini akan menjadi momentum penting bagi para pemijat untuk terus meningkatkan kualitas layanan, kompetensi, dan profesionalisme mereka," ucap MS Arifin. 

Selain itu, Rakernas ini juga berfungsi sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota dari berbagai daerah.

Kabupaten Sumenep sendiri, dengan daya tarik budaya dan sejarahnya, menjadi tempat ideal untuk menyelenggarakan acara akbar ini. 

Para peserta Rakernas nantinya juga bisa menikmati keindahan Madura dengan kekayaan alam dan budayanya. [Sury4]

Jumat, 30 Agustus 2024

Penyerahan Hadiah Lomba-lomba Keagamaan di Desa Pasongsongan Sukses Digelar

Hut Kemerdekaan RI yg ke-79
Kades Pasongsongan bersama para pemenang lomba keagamaan. [Foto: Sury4/Eko]

apoymadura.com - Pemerintah Desa Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, sukses menyelenggarakan acara penyerahan hadiah untuk para pemenang lomba-lomba keagamaan. 

Semua perlombaan digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79. Jumat (30/8/2024). 

Malam penyerahan hadiah berlangsung meriah di Balai Desa Pasongsongan. Dihadiri oleh berbagai tokoh penting di lingkungan Pasongsongan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Pasongsongan Ahmad Saleh Harianto,  menyampaikan rasa bangganya terhadap peran aktif masyarakat dalam kegiatan keagamaan ini.

Camat Pasongsongan fariz aulia utomo
Camat Pasongsongan bersama para pemenang lomba. [Foto: Sury4/Eko]

"Semua lomba ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai keagamaan," ucapnya di hadapan para hadirin. 

Kades Pasongsongan ini berharap, tahun depan akan lebih meningkatkan lagi kegiatan lomba-lombanya. Baik dari segi jumlah peserta maupun jenis lomba yang akan diadakan. 

Hadir pula Camat Pasongsongan, Fariz Aulia Utomo, yang turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Desa atas pelaksanaan kegiatan lomba 17 Agustus. 

Perwakilan dari Koramil Pasongsongan juga hadir untuk mendukung kelancaran acara tersebut.

Penyerahan hadiah dilakukan oleh Kepala Desa Pasongsongan, diikuti oleh penyerahan dari para tamu undangan lainnya. [Sury4]

Telaah Ceramah KH Musleh Adnan tentang Pentingnya Pendidikan Diniyah bagi Anak Usia TK/SD

KH Musleh Adnan, seorang dai terkemuka asal Pamekasan
KH Musleh Adnan Pamekasan. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - KH Musleh Adnan, seorang dai terkemuka asal Pamekasan, menyampaikan sebuah ceramah yang mendalam dan sarat akan nilai-nilai spiritual di hadapan para orang tua dan pendidik yang diundang oleh lembaga pendidikan TK dan MD Ummu Hafsah, Desa Ambunten Barat Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep. 

Dalam ceramahnya, KH Musleh mengangkat topik yang sangat relevan dan krusial, yakni pentingnya pendidikan diniyah bagi anak-anak usia TK dan Sekolah Dasar. Jumat pagi (30/8/2024). 

"Pendidikan diniyah atau pendidikan agama Islam sejak usia dini merupakan fondasi yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak," ungkapnya. 

Menurutnya, usia TK dan SD adalah masa keemasan dalam pertumbuhan anak, dimana mereka sangat mudah menerima dan menyerap berbagai ajaran, baik itu ilmu pengetahuan umum maupun agama.

"Adanya pengaruh negatif dari media dan pergaulan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, menambah kompleks dalam mendidik anak," jelasnya. 

Oleh karena itu, pendidikan diniyah menjadi benteng yang kokoh bagi anak dalam menghadapi berbagai pengaruh yang tidak sesuai dengan ajaran agama. 

Sekali lagi KH Muslim menekankan bahwa tanpa landasan agama yang kuat, anak-anak akan mudah terpengaruh dan tersesat dalam arus modernisasi yang kadang membawa dampak negatif.

Dai yang sudah dikenal luas dengan dakwahnya ini juga menggarisbawahi peran penting orang tua dan lembaga pendidikan dalam memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan diniyah yang cukup. 

KH Musleh menyampaikan bahwa orang tua adalah guru pertama bagi anak-anak mereka. Oleh karena itu, orang tua harus berperan aktif dalam memberikan contoh yang baik, mendampingi anak-anak dalam belajar agama. 

"Lembaga pendidikan seperti TK dan MD Ummu Hafsah adalah mitra yang sangat penting bagi orang tua dalam mendidik anak-anaknya," imbuhnya. [Sury4]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...