Jumat, 16 Agustus 2024

Inilah Para Pemenang Lomba Mewarnai dan Melukis Kaligrafi HUT RI Ke-79 Kecamatan Pasongsongan

Hut ri ke-79
Agus Sugianto (2 dari kiri) bersama para Panitia lomba 17 Agustus 2024. [Sury4]

apoymadura.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-79, Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep menggelar serangkaian kegiatan lomba seni yang melibatkan anak-anak dari berbagai tingkatan pendidikan. 

Kegiatan ini dilaksanakan oleh panitia pelaksana HUT RI Kecamatan Pasongsongan, dengan fokus pada lomba mewarnai dan melukis kaligrafi.

Lomba mewarnai kaligrafi khusus diperuntukkan anak-anak tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA). Sementara itu, bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), serta siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), diselenggarakan lomba melukis kaligrafi.

Agus Sugianto, yang ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Panitia Lomba Seksi Seni, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kreativitas peserta didik sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini melalui seni kaligrafi. 

Panitia hut ri ke-79
Akhmad Jasimul Ahyak (berdiri) mengawasi jalannya lomba lukis kaligrafi. [Sury4]

"Kami berharap melalui ajang lomba ini, anak-anak tidak hanya dapat mengekspresikan kreativitas mereka, tetapi juga lebih mengenal dan mencintai seni kaligrafi sebagai bagian dari warisan budaya Islam," ujarnya.

Dalam pelaksanaan lomba ini, Akhmad Jasimul Ahyak dipercaya sebagai Ketua Koordinator Juri Lomba. Dia memastikan bahwa penilaian akan dilakukan dengan objektif dan profesional. 

"Kami akan menilai berdasarkan beberapa kriteria, termasuk keindahan, kerapihan, serta kesesuaian dengan tema yang ditentukan," jelas Jasimul panggilan akrabnya.

Lomba ini mendapat sambutan antusias dari para peserta dan orang tua yang hadir serta guru pendamping. 

Mereka berharap kegiatan semacam ini terus dilakukan setiap tahun sebagai bagian dari perayaan HUT RI, sehingga bisa menjadi ajang menumbuhkan bakat-bakat seni di kalangan generasi muda. [Sury4]

Kamis, 15 Agustus 2024

Kontroversi Peran Habib dalam Sejarah Kemerdekaan RI dan Nasab: Mahfud MD, KH Aqil Siroj, dan KH Kholil Yasin

Nasab

apoymadura.com - Berikut ini akan kami sajikan tulisan tentang perbedaan sudut pandang tentang nasab dari 3 pesohor tanah air. Artikel ini dirangkum dari berbagai sumber. 

Semoga bermanfaat dan bisa memberikan inspirasi


Mahfud MD

Rakyat negeri ini tahu kalau Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud Mahmodin, S.H., S.U., M.I.P atau Mahfud MD adalah tokoh nasional berasal dari Pulau Madura. 

Belakangan ini ia pun angkat bicara ketika sosial media ramai mempertanyakan klaim peran habib dalam kemerdekaan RI. 

Mahfud MD dalam sebuah podcast menyatakan, bahwa tidak ada bukti kuat yang menunjukkan kalau para habib memainkan peran dominan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. 

Menurut Mahfud, peran dalam kemerdekaan Indonesia lebih banyak dimainkan oleh berbagai elemen bangsa, termasuk para ulama lokal, nasionalis, serta pemuda-pemuda dari berbagai latar belakang.

Ia juga menekankan pentingnya merujuk pada sumber sejarah yang kredibel dan diakui secara akademis.


KH Aqil Siroj

Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A. adalah mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama juga angkat bicara masalah perdebatan nasab. 

Menurut KH Said Aqil, penting bagi para habib untuk membuktikan klaim bahwa mereka adalah dzurriyah (keturunan) Nabi Muhammad SAW dan memiliki peran besar dalam sejarah Indonesia.

Said Aqil menantang para habib untuk menyusun tesis atau dokumen sejarah yang didasarkan pada penelitian ilmiah guna mendukung klaim mereka. 

Ia menegaskan bahwa bukti ilmiah sangat diperlukan untuk menghindari kesalahpahaman atau distorsi sejarah yang bisa merusak persatuan dan kesatuan bangsa.


KH Kholil Yasin

KH Kholil Yasin adalah seorang dai dan alim ulama yang dihormati di kalangan masyarakat Pulau Madura. Ia memiliki pengaruh besar dalam kehidupan spiritual para pengagumnya. 

KH Kholil Yasin populer lantaran gaya ceramahnya yang mudah dicerna masyarakat awam. Plus ia suka menembangkan lagu-lagu yang lagi "in" dan akrab di telinga orang Madura. 

Ia berasal dari Bangkalan. Tiap hari naik podium, berceramah dari satu tempat ke tempat lainnya. 

Seperti halnya tokoh-tokoh lain yang memiliki pengaruh besar, KH Kholil Yasin juga menghadapi tantangan sangat pelik pada 2024 ini.

Saat ini, ia disudutkan oleh persoalan para pengikutnya yang terpecah menjadi dua kubu: Mereka yang mendukung habib dan mereka yang menentang karena berkeyakinan bahwa habib telah membelokkan peta sejarah Indonesia.

Ditambah lagi para habib berdarah Yaman tersebut telah merendahkan/mengolok-olok kiai nusantara. Mengubah nama-nama makam menjadi bagian dari keluarganya. 

Menghadapi situasi ini, sejatinya KH Kholil Yasin bisa melakukan beberapa langkah strategis untuk merangkul kedua kubu agar tercipta keharmonisan dan persatuan diantara para pengikutnya. 

Sebagai sosok yang ditokohkan, KH Kholil Yasin perlu menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan diantara umat Islam. Pesan moral ini bisa disampaikan lewat ceramah atau setiapkali mengisi pengajian. 

Disetiap kesempatan, KH Kholil Yasin seharusnya mengingatkan pengikutnya bahwa perpecahan hanya akan melemahkan umat Islam dan menghalangi tujuan bersama.

Lebih penting lagi, KH Kholil Yasin harus menjadi teladan dalam hal kesantunan, sikap terbuka, dan menghormati perbedaan. 

Dengan menunjukkan sikap tidak memihak, beliau dapat menginspirasi pengikutnya untuk meneladani sikap tersebut. 

Ketika pengikut melihat pemimpin mereka bersikap adil dan bijaksana, mereka lebih cenderung untuk mengikuti teladan tersebut.

Akan tetapi, selama 2024, KH Kholil Yasin dalam beberapakali ceramahnya mulai berat sebelah. Ia tidak mengambil sikap moderat dan terkesan memaksakan kehendak terhadap para pengikutnya. 

Sangat disayangkan memang, ia lebih pro terhadap habib yang mengaku sebagai keturunan Rasulullah. Ia memihak salah satu kubu secara berlebihan. 

Padahal para kiai nusantara banyak yang meyakini, bahwa nasab habib Yaman terputus dengan Nabi Muhammad SAW dari beberapa faktor. Dari kitab nasab dan manuskrip. Bahkan para habib tersebut ketakutan, tidak mau tes DNA, seperti aspirasi penduduk Indonesia, 

Salam sataretanan buat KH Kholil Yasin [Surya]

Rabu, 14 Agustus 2024

Apakah Nasab Menjadi Ukuran Seseorang Masuk Surga?

Nasab adalah

apoymadura.com - Dalam ajaran Islam, nasab atau garis keturunan sering dianggap penting dalam beberapa aspek kehidupan sosial dan budaya. Namun, ketika berbicara tentang peluang
seseorang untuk masuk surga, nasab bukanlah faktor penentu. 

Hal itu berdasar pada banyak ajaran dalam Al-Qur'an dan Hadis yang menekankan pentingnya iman dan amal shaleh daripada garis keturunan.

Allah berfirman: "Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu." (QS. Al-Hujurat: 13).

Ayat ini menunjukkan bahwa kemuliaan di sisi Allah tidak ditentukan oleh nasab atau keturunan, melainkan oleh ketakwaan seseorang. 

Seseorang yang memiliki garis keturunan yang mulia tetapi tidak bertakwa maka ia tidak akan memperoleh kemuliaan di sisi Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang amalnya lambat, maka nasabnya tidak akan mempercepatnya." (HR. Muslim). 

Hadis ini menegaskan, bahwa amal perbuatan seseorang lebih penting daripada nasab.

Meskipun seseorang berasal dari keturunan mulia, jika amalnya buruk maka nasabnya tidak akan membantu mereka masuk surga.

Nabi Muhammad SAW sendiri berpesan pada Siti Fatimah (putrinya), bahwa ia harus berusaha sendiri bagi keselamatannya di akhirat, dan tidak bergantung pada Rasulullah.

Contoh lain adalah Bilal bin Rabah, budak yang memiliki nasab rendah bagi masyarakat Arab pada masanya. Tapi karena keimanan dan ketakwaannya, Bilal mendapatkan kedudukan sangat tinggi di sisi Allah. Ia menjadi salah satu sahabat Nabi paling dihormati dalam sejarah Islam.

Jadi amat jelas, bahwa nasab bukanlah jaminan bisa masuk surga. Yang utama adalah keimanan, ketakwaan, dan amal shaleh yang dilakukan sepanjang hidup. 

Setiap individu bertanggung jawab atas dirinya sendiri di hadapan Allah. Tidak ada nasab yang dapat menyelamatkan seseorang jika mereka tidak memiliki iman dan amal baik. [Sury4]

Gegara Money Politic, Kepala Desa Abaikan Amanah

Kepala desa

apoymadura.com - Politik uang (money politic) adalah praktik lingkaran setan yang jadi momok dalam sistem demokrasi, terutama di tingkat lokal seperti pemilihan kepala desa. 

Meski dianggap sebagai jalan pintas untuk mendulang suara7 terbanyak, dampak jangka panjangnya terhadap kepemimpinan dan kepercayaan masyarakat bisa sangat merugikan. 

Sebuah kisah nyata tentang seorang kepala desa yang terpilih karena money politic dan bagaimana hal tersebut mengubah karakter dan hidupnya.

Sebelum terjun ke dunia politik, ia dikenal sebagai pribadi yang beriman dan ramah terhadap siapa pun. Ia menjalani hidup sederhana, tetapi selalu dilandasi dengan prinsip moral yang kuat. 

Ia kerap terlihat membantu warga desa tanpa pamrih, baik dalam urusan sehari-hari maupun dalam masalah yang lebih serius. 

Karena sifatnya yang rendah hati dan mudah bergaul, banyak warga di desanya menaruh harapan tinggi ketika ia memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai kepala desa.

Saat pemilihan kepala desa tiba, persaingan menjadi sangat ketat. 

Pada awalnya ia yakin dengan dukungan moral masyarakat. Tapi tatkala integritasnya mulai terancam oleh para kandidat lain yang menggunakan politik uang untuk menarik suara. 

Dengan dorongan dari beberapa orang di sekelilingnya, ia akhirnya memutuskan untuk mengambil jalan pintas. 

Ia mulai memberikan uang kepada warga dengan harapan mendapatkan suara mereka.

Keputusan ini, meskipun berhasil membawa ia ke kursi kepala desa, menandai awal dari perubahan besar dalam kepribadiannya. Kemenangan yang diraih melalui politik uang mulai merusak integritasnya, membuatnya percaya bahwa uang adalah kunci untuk memegang kekuasaan.

Pasca terpilih, perubahan sikapnya mulai timbul. Pribadi yang dulu ramah dan penuh empati mulai berubah menjadi congkak dan angkuh.

Ia tidak lagi melihat posisinya sebagai kepala desa adalah amanah untuk melayani, tetapi sebagai kesempatan untuk memperkaya diri.

Setiap kali ada warga yang datang kepadanya meminta bantuan, dalam hatinya menanyakan imbalan apa yang bisa ia dapatkan. 

Prinsip "ada uang ada pelayanan" menjadi pegangan hidupnya. Warga yang tidak mampu memberikan angpau seringkali diabaikan. Sementara mereka yang bisa membayar mendapatkan perhatian lebih. [Sury4]

Selasa, 13 Agustus 2024

Pelaksanaan Lomba Seni dan Juaranya dalam Rangka HUT RI ke-79 di Pasongsongan

Hut ri ke-79
Agus Sugianto (2 dari kanan) bersama dengan para panitia lomba seni. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-79, Panitia Lomba Bidang Seni Pasongsongan Sumenep, mengadakan serangkaian lomba seni yang melibatkan siswa dari berbagai jenjang pendidikan. 

Lomba mewarnai dan kolase diadakan khusus untuk siswa-siswi tingkat TK dan RA. Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak usia dini untuk mengekspresikan imajinasi dan kreativitas mereka melalui warna dan bentuk. Selasa (13/8/2024). 

Hut ri ke-79

Peserta lomba mewarnai menunjukkan keberanian mereka dalam mengolah warna, sementara lomba kolase menantang mereka untuk merangkai potongan-potongan gambar menjadi karya seni yang harmonis.

"Untuk tingkat SD dan MI, serta SMP dan MTs, khusus lomba melukis. Peserta lomba ini ditantang untuk menciptakan karya seni yang lebih kompleks," terang Agus Sugianto, Ketua Koordinator Lomba Bidang Seni. 

Hut ri ke-79

Lomba ini memberikan kesempatan bagi siswa-siswi untuk mengekspresikan ide dan perasaan mereka tentang kemerdekaan Indonesia. 

Selanjutnya Agus Sugianto menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap seluruh peserta lomba dan para guru yang telah mendampingi siswa-siswinya dalam mengikuti acara ini. 

Hut ri ke-79

“Kami sangat berterima kasih kepada semua peserta yang telah menunjukkan bakat luar biasa dalam lomba ini. Terima kasih juga kepada para guru yang telah mengantarkan siswa-siswinya untuk berpartisipasi," ucap Agus Sugianto. 

Acara ini mendapat sambutan yang sangat positif dari para peserta lomba. Meteka terlihat sangat antusias dalam mengikuti lomba tersebut, baik itu mewarnai, membuat kolase, maupun melukis.

Agus Sugianto berharap, bahwa acara ini dapat menginspirasi para siswa dalam mengembangkan bakat seni mereka dan selalu mengingat pentingnya menjaga dan merayakan kemerdekaan Indonesia. 

"Kita tahu bersama, bahwa seni adalah salah satu cara terbaik untuk mengekspresikan cinta dan bangga kita terhadap bangsa ini," tutup Agus Sugianto.

Pelaksanaan lomba kali ini ditempatkan di SMPN 1 Pasongsongan Sumenep dan dimulai pukul 08.00 WIB. [Sury4]

Lomba Melukis Tingkat SMP/MTs Kecamatan Pasongsongan Sumenep dalam Rangka HUT RI ke-79

 Smpn 1 pasongsongan su. Eneo
Akhmad Jasimul Ahyak (kanan) bersama para guru pendamping. [Sury4]
apoymadura.com - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, panitia lomba seksi kesenian mengadakan lomba melukis tingkat SMP/MTs yang bertema 'Mengisi Kemerdekaan RI'. 

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan HUT RI yang digelar setiap tahun di Kecamatan Pasongsongan. Selasa (13/8/2024). 

Lomba melukis ini diikuti oleh siswa-siswi dari berbagai SMP dan MTs yang ada di wilayah ujung barat utara Kota Keris Sumenep. 

Hut ri Pasongsongan Sumenep
Peserta lomba kolase. [Foto: Sury4]

Ternyata antusiasme para peserta sangat tinggi, terlihat dari semangat mereka dalam menuangkan ide-ide kreatifnya ke dalam karya seni. 

Tema 'Mengisi Kemerdekaan RI' diangkat untuk menggambarkan bagaimana generasi muda memahami makna kemerdekaan dan cara mereka berkontribusi dalam mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia.

"Penilaian dalam lomba ini tidak hanya berdasarkan keindahan visual semata, tetapi juga pada seberapa baik karya tersebut menggambarkan tema yang telah ditentukan," ungkap Akhmad Jasimul Ahyak, S.Pd.I, ketua dewan juri. 

Hut ri Pasongsongan Sumenep
Peserta lomba melukis. [Foto: Sury4]

Lebih jauh Ketua Lesbumi Pasongsongan ini menyampaikan, bahwa dewan juri akan menilai karya peserta dari berbagai aspek, mulai dari teknik melukis, kreativitas, hingga kesesuaian dengan tema. 

Tema 'Mengisi Kemerdekaan RI' diharapkan dapat menginspirasi para peserta untuk menciptakan karya yang tidak hanya indah, tetapi juga bermakna. 

Nanti para pemenang lomba melukis akan diumumkan pada acara puncak peringatan HUT RI ke-79 di Kecamatan Pasongsongan, yang akan dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dan pemangku kebijakan. 

Hut ri ke 177
Panitia lomba kesenian. [Foto: Sury4]

"Dengan adanya lomba ini, diharapkan kalangan generasi muda di Kecamatan Pasongsongan semakin termotivasi untuk terus berkarya," harap Jasimul panggilan akrabnya. 

Tambahan sedikit, pelaksanaan lomba melukis ditempatkan di SMPN 1 Pasongsongan. Dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir 12.00 WIB. [Sury4]

Senin, 12 Agustus 2024

MS Arifin Jadi Narasumber Pelatihan Metode Pengobatan Praktis Banyu Urip

Pt bintang banyu urip
MS Arifin (dua dari kiri), CEO PT Bintang Banyu Urip. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Antar Para Pemijat Penyehatan Indonesia (PAP3I) Jawa Timur kembali mengadakan workshop. Sabtu (10/8/2024). 

Workshop kali ini digelar di Klinik Pijat Tradisional Merly Tutuhatunewa, berlokasi di Jalan Raya Kertosono RT.01/RW.01 Kertosono Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik.

"Workshop ini bukan hanya jadi ajang peningkatan keterampilan, tetapi juga memberikan legalitas. Tentu hal ini sangat penting bagi para peserta," terang MS Arifin. 

Pt bintang banyu urip

Srbagai Ketua DPD PAP3I Jawa Timur, MS Arifin, menambahkan kalau pemberian sertifikat kepada setiap peserta workshop merupakan salah satu komitmen organisasi. Semua memastikan bahwa para pemijat penyehatan memiliki standar kompetensi yang diakui secara legal. 

"Sertifikat ini bukan hanya selembar kertas, tapi juga pengakuan atas keterampilan dan pengetahuan yang telah mereka dapatkan selama pelatihan. Ini adalah langkah penting dalam meningkatkan profesionalisme dan kredibilitas," ujar MS Arifin.

Pelatihan yang digelar oleh DPD PAP3I Jawa Timur meliputi berbagai materi yang esensial bagi para pemijat penyehatan, mulai dari teknik pemijatan, anatomi tubuh, hingga etika profesi. 

Para peserta dipandu instruktur yang berpengalaman dan diakui di bidangnya, sehingga kualitas pelatihan yang diberikan selalu terjaga.

"Dengan memiliki sertifikat resmi, para pemijat penyehatan dapat lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari klien. Ini juga akan membantu mereka dalam mengembangkan karier dan usahanya di bidang kesehatan tradisional," tambahnya.

Ke depan, DPD PAP3I Jawa Timur berencana untuk terus menggelar workshop dan pelatihan dengan sertifikasi resmi. [Sury4]

Harapan Panjang Guru Honorer di Pasongsongan Sumenep, Rekrutmen CPNS dan PPPK 2024

Sdn Pasongsongan Sumenep

apoymadura.com - Kabar rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2024 terus menggelinding di altar sosial media. 

Dan hal itu telah menjadi perbincangan hangat dan tak menentu di kalangan para guru honorer di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Semua serba simpang-siur. Buram. 

Sebagai salah satu daerah dengan jumlah guru honorer yang cukup banyak, Sumenep menjadi sorotan dalam proses rekrutmen ASN tahun ini. 

Harapan besar muncul dari banyak guru honorer agar proses seleksi berjalan dengan adil, khususnys dalam hal penentuan prioritas penerimaan.

Para guru honorer yang telah lama mengabdi, banyak diantaranya yang sudah puluhan tahun, berharap agar masa kontrak dan pengalaman mengajar menjadi elemen utama yang mesti dipertimbangkan. 

Diantara mereka ada yang merasa, bahwa pengabdian yang sudah mereka lakukan selama ini semestinya diakui sebagai bentuk loyalitas dan dedikasi terhadap dunia pendidikan.

Salah seorang guru honorer di Pasongsonga Sumenep, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengungkapkan harapannya terkait seleksi PPPK tahun ini. 

“Saya dan teman-teman guru honorer berharap kepada pemerintah daerah agar memperhatikan masa kerja kami sebagai guru honorer. Kami telah lama berjuang dan mengabdi di salah satu sekolah yang ada di pelosok desa. Jangan sampai mereka yang baru saja menjadi honorer lebih diprioritaskan hanya karena faktor-faktor lain,” ungkapnya. 

Pernyataan ini mencerminkan keprihatinan banyak guru honorer yang merasa bahwa mereka mungkin akan diabaikan jika kriteria seleksi lebih menitikberatkan pada aspek lain, bukan kepada masa pengabdian.

Pemerintah pusat, melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), telah menegaskan bahwa seleksi CPNS dan PPPK 2024 akan dilakukan dengan prinsip-prinsip keadilan dan transparansi. 

Dalam beberapa kesempatan, pemerintah juga menyatakan bahwa pengalaman kerja dan masa pengabdian akan menjadi salah satu aspek penting dalam seleksi PPPK, khususnya untuk formasi guru.

Namun demikian, masih ada bunga-bunga kekhawatiran di kalangan para guru honorer tentang bagaimana aspek ini akan diterapkan di lapangan. 

Sebagian dari mereka merasa bahwa sosialisasi mengenai kriteria seleksi masih kurang, sehingga menimbulkan ketidakpastian tentang peluang mereka untuk bisa lolos seleksi.

Tidak bisa dipungkiri, proses rekrutmen ASN, khususnya untuk formasi PPPK, menjadi harapan besar bagi para guru honorer di Pasongsongan Sumenep.

Selama ini mereka telah berjuang dengan status dan gaji yang tidak menentu. Status sebagai ASN, baik CPNS maupun PPPK, dianggap sebagai wujud penghargaan atas pengabdian mereka selama ini. [Sury4]

Minggu, 11 Agustus 2024

Ketua DPD PAP3I Jawa Timur Gelar Workshop dengan Sertifikasi Resmi bagi Peserta

Pt bintang Banyu Urip
MS Arifin (nomor 2 dari kiri) bersama peserta pelatihan di Klinik Pijat Tradisional Merly Tutuhatunewa Gresik. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Antar Para Pemijat Penyehatan Indonesia (PAP3I) Jawa Timur kembali mengadakan workshop yang diikuti para pemijat penyehatan di wilayah Gresik. Sabtu (10/8/2024). 

Workshop digelar di Klinik Pijat Tradisional Merly Tutuhatunewa, berlokasi di Jalan Raya Kertosono RT.01/RW.01 Kertosono Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik.

Workshop ini bukan hanya menjadi ajang peningkatan keterampilan, tetapi juga memberikan legalitas yang sangat penting bagi para peserta dalam bentuk sertifikat resmi.

Pt bintang banyu urip

Ketua DPD PAP3I Jawa Timur, MS Arifin, menyampaikan bahwa pemberian sertifikat kepada setiap peserta workshop merupakan salah satu komitmen organisasi. 

Tujuannya untuk memastikan bahwa para pemijat penyehatan memiliki standar kompetensi yang diakui secara legal. 

"Perlu kami tekankan, sertifikat ini bukan sekadar selembar kertas, tapi juga pengakuan atas keterampilan yang telah Anda dapatkan selama pelatihan," terang MS Arifin di depan para peserta workshop

Pelatihan yang digelar oleh DPD PAP3I Jawa Timur meliputi berbagai materi yang esensial bagi para pemijat penyehatan, mulai dari teknik pemijatan, anatomi tubuh, hingga etika profesi. 

Para peserta dipandu oleh tim PT Bintang Banyu Urip. Tim ini memiliki kompetensi cukup baik dan diakui di bidangnya, sehingga kualitas pelatihan yang diberikan selalu terjaga.

Selain itu, MS Arifin menekankan pentingnya legalitas bagi setiap anggota PAP3I. 

"Dengan memiliki sertifikat resmi, para pemijat penyehatan dapat lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari klien," tambahnya.

Kedepan, DPD PAP3I Jawa Timur punya program untuk terus menggelar workshop dan pelatihan dengan sertifikasi resmi, serta menjalin kerja sama dengan berbagai instansi terkait untuk lebih memperkuat legalitas dan pengakuan terhadap profesi pemijat penyehatan di Indonesia. [Sury4]

Pelatihan Pijat Praktis ala Terapi Banyu Urip di Gresik Jawa Timur

Terapi Banyu Urip
MS Arifin (tengah), CEO PT Bintang Banyu Urip dan Ketua DPD PAP3I Jawa Timur. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - Pelatihan Terapi  Banyu Urip di Klinik Pijat Tradisional Merly Tutuhatunewa, yang terletak di Jalan Raya Kertosono RT.01/RW.01 Kertosono Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik berjalan lancar. Sesuai yang diharapkan banyak pihak. Sabtu (10/8/2024). 

Kegiatan ini sukses menarik perhatian masyarakat sekitar. Lebih 25 orang yang hadir mengikuti pelatihan pijat dan terapi modern. 

Acara ini dipandu langsung CEO PT Bintang Banyu Urip, MS Arifin, seorang praktisi kesehatan alternatif. 

Ms arifin

Selain itu, ia merupakan Ketua DPD PAP3I (Perkumpulan Antar Para Pemijat Penyehatan Indonesia) Jawa Timur. 

Dari rekam jejaknya, MS Arifin cukup berpengalaman dalam bidang terapi kesehatan alternatif. Bahkan banyak orang luar negeri belajar di tempat praktiknya. 

"Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberikan teknik pijat kesehatan yang benar kepada masyarakat, khususnya dalam hal terapi menggunakan Ramuam Banyu Urip," terang MS Arifin. 

Ms arifin

Tidak cukup hanya disitu, masyarakat juga diajarkan beberapa teknik pijat sesuai standar para ahli kesehatan. 

MS Arifin menjelaskan, bahwa Terapi Banyu Urip merupakan salah satu metode penyembuhan yang menggunakan ramuan tradisional dan pemiijatan sebagai media utama. 

Ms arifin

Terapi ini dipercaya dapat membantu melancarkan peredaran darah, meredakan stres, serta memperbaiki keseimbangan energi dalam tubuh. 

Selain itu, terapi ini juga dikenal efektif dalam mengatasi berbagai keluhan fisik seperti tensi darah tidak normal, kencing manis, asma, ginjal, asam lambung, kanker, dan penyakit berat lainnya. 

Pelaksanaan Pelatihan

Sejak pagi hari, masyarakat mulai berdatangan ke Klinik Pijat Tradisional Merly Tutuhatunewa Gresik Jawa Timur untuk mendapatkan pelayanan pijat dan terapi tradisional gratis.

Dengan antusiasme yang tinggi, para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia.

Meskipun awalnya diperkirakan hanya sekitar 25 orang yang akan hadir, ternyata antusiasme masyarakat jauh lebih besar. 

Lebih dari 25 orang berpartisipasi dalam bakti sosial ini, menunjukkan tingginya minat dan kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan alternatif seperti Terapi Banyu Urip. 

Hal ini juga menunjukkan betapa pentingnya kegiatan seperti ini untuk terus dilaksanakan guna mendukung kesehatan masyarakat.

"Besar harapan kami, semoga pelatihan ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarganya," imbuh MS Arifin selanjutnya. [Sury4]

Sabtu, 10 Agustus 2024

Pelatihan Terapi Reaksi Cepat Metode Banyu Urip di Gresik Bersama DPD PAP3I Jawa Timur

Dpd pap3i jawa timur
MS Arifin (kiri) bersama peserta pelatihan DPD PAP3I Jawa Timur. [Foto: Sury4]

apoymadura.com - PT Bintang Banyu Urip bekerja sama dengan DPD PAP3I (Perkumpulan Antar Para Pemijat Penyembuh Indonesia) Jawa Timur, sukses menyelenggarakan pelatihan Terapi Reaksi Cepat Metode Banyu Urip. 

Pelatihan ini berlangsung di Klinik Pijat Tradisional Merly Tutuhatunewa, yang berlokasi di Jalan Raya Kertosono RT.01/RW.01 Kertosono Kecamatan Sidayu Kabupaten Gresik. Sabtu (10/8/2024). 

"Pelatihan gratis diikuti oleh 25 peserta. Mereka terdiri dari berbagai latar belakang, baik pemijat profesional maupun penyembuh tradisional," terang CEO PT Bintang Banyu Urip, MS Arifin. 

Therapy Banyu Urip Pasongsongan
Para peserta pelatihan metode Banyu Urip. [Foto: Sury4]

Tentu semua peserta adalah mereka yang memiliki semangat tinggi untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan dalam bidang terapi reaksi cepat. 

PT Bintang Banyu Urip sebagai penyelenggara menghadirkan pelatihan ini dengan tujuan memperkenalkan metode terapi terbaru.

"Kami berharap dengan metode ini dapat memberikan hasil lebih optimal dalam menangani berbagai keluhan kesehatan," imbuh MS Arifin, Ketua DPD PAP3I Jawa Timur. 

Terapi reaksi cepat metode Banyu Urip adalah sebuah pendekatan baru dalam dunia pijat dan penyembuhan, yang menggabungkan teknik-teknik pijat tradisional dengan metode terapi modern. 

Pelatihan ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung kepada para peserta, sehingga mereka dapat mengaplikasikan metode ini dengan benar dan efektif.

Thetapy Banyu Urip international
Imam Subakti (kanan) bersama pengurus DPD PAP3I Jawa Timur. [Foto: Sury4]

Antusiasme

Turut hadir dalam kegiatan pelatihan tersebut Ketua DPC PAP3I Bangkalan, Imam Subakti.

Ia mengungkapkan rasa bangganya atas antusiasme para peserta dalam mengikuti pelatihan ini.

"Saya berharap pelatihan ini dapat menjadi awal dari terjalinnya kerjasama yang lebih erat antara para pemijat penyembuh di wilayah Jawa Timur, serta menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan terapi di daerah ini," ucap Imam Subakti. 

Bagi lelaki asli Bangkalan ini mengungkapkan, bahwa metode ini sangat menarik dan mudah diterapkan. Dirinya yakin akan ada banyak manfaat yang dapat diberikan kepada para pasiennya. 

Dengan berakhirnya pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang telah mereka peroleh di klinik masing-masing, serta mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. [Sury4]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...