Harapan Panjang Guru Honorer di Pasongsongan Sumenep, Rekrutmen CPNS dan PPPK 2024

Sdn Pasongsongan Sumenep

apoymadura.com - Kabar rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2024 terus menggelinding di altar sosial media. 

Dan hal itu telah menjadi perbincangan hangat dan tak menentu di kalangan para guru honorer di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Semua serba simpang-siur. Buram. 

Sebagai salah satu daerah dengan jumlah guru honorer yang cukup banyak, Sumenep menjadi sorotan dalam proses rekrutmen ASN tahun ini. 

Harapan besar muncul dari banyak guru honorer agar proses seleksi berjalan dengan adil, khususnys dalam hal penentuan prioritas penerimaan.

Para guru honorer yang telah lama mengabdi, banyak diantaranya yang sudah puluhan tahun, berharap agar masa kontrak dan pengalaman mengajar menjadi elemen utama yang mesti dipertimbangkan. 

Diantara mereka ada yang merasa, bahwa pengabdian yang sudah mereka lakukan selama ini semestinya diakui sebagai bentuk loyalitas dan dedikasi terhadap dunia pendidikan.

Salah seorang guru honorer di Pasongsonga Sumenep, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengungkapkan harapannya terkait seleksi PPPK tahun ini. 

“Saya dan teman-teman guru honorer berharap kepada pemerintah daerah agar memperhatikan masa kerja kami sebagai guru honorer. Kami telah lama berjuang dan mengabdi di salah satu sekolah yang ada di pelosok desa. Jangan sampai mereka yang baru saja menjadi honorer lebih diprioritaskan hanya karena faktor-faktor lain,” ungkapnya. 

Pernyataan ini mencerminkan keprihatinan banyak guru honorer yang merasa bahwa mereka mungkin akan diabaikan jika kriteria seleksi lebih menitikberatkan pada aspek lain, bukan kepada masa pengabdian.

Pemerintah pusat, melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), telah menegaskan bahwa seleksi CPNS dan PPPK 2024 akan dilakukan dengan prinsip-prinsip keadilan dan transparansi. 

Dalam beberapa kesempatan, pemerintah juga menyatakan bahwa pengalaman kerja dan masa pengabdian akan menjadi salah satu aspek penting dalam seleksi PPPK, khususnya untuk formasi guru.

Namun demikian, masih ada bunga-bunga kekhawatiran di kalangan para guru honorer tentang bagaimana aspek ini akan diterapkan di lapangan. 

Sebagian dari mereka merasa bahwa sosialisasi mengenai kriteria seleksi masih kurang, sehingga menimbulkan ketidakpastian tentang peluang mereka untuk bisa lolos seleksi.

Tidak bisa dipungkiri, proses rekrutmen ASN, khususnya untuk formasi PPPK, menjadi harapan besar bagi para guru honorer di Pasongsongan Sumenep.

Selama ini mereka telah berjuang dengan status dan gaji yang tidak menentu. Status sebagai ASN, baik CPNS maupun PPPK, dianggap sebagai wujud penghargaan atas pengabdian mereka selama ini. [Sury4]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Juan Dali Tampilkan "La Rose" dalam Pameran Bhavana Loka di SMSR Yogyakarta

Mitos Uang Bernomer 999

Pengumuman Pemenang Lomba Seni HUT RI ke-80 Kecamatan Pasongsongan Berlangsung Meriah

Pengumuman Pemenang Lomba Kaligrafi HUT RI ke-80 Kecamatan Pasongsongan

Penampilan Peserta Didik dari Pelosok Desa Pasongsongan Makin Membaik

KKKS Pasongsongan Bersama BKPSDM Sumenep Gelar Validasi Data Non ASN Pelamar PPPK

Tiga Murid SDN Soddara 2 Raih Prestasi di Lomba Lari Menengah HUT RI ke-80

KKKS Pasongsongan dan BKPSDM Sumenep Gelar Validasi Data Non ASN Pelamar PPPK Tahap II

Lomba Gerak Jalan Pelajar di Pasongsongan Berlangsung Semarak

Tayub Madura, Penambah Semarak dalam Pesta Pernikahan Desa