SUMENEP - Rahmatun Nisak,S.Pd.I, istri Sekretaris Desa (Sekdes) Padangdangan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, menginformasikan kepada apoymadura.com, bahwa di desanya telah ditemukan seorang bayi berjenis kelamin perempuan.
Senin, 03 April 2023
Viral, Penemuan Bayi di Pasongsongan
SUMENEP - Rahmatun Nisak,S.Pd.I, istri Sekretaris Desa (Sekdes) Padangdangan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, menginformasikan kepada apoymadura.com, bahwa di desanya telah ditemukan seorang bayi berjenis kelamin perempuan.
Minggu, 02 April 2023
Umardhany Kawesa Bisa Ciptakan Lagu Spontan
![]() |
| Umardhany Kawesa (kiri) ketika berbincang-bincang dengan reporter apoymadura.com. [Foto: Yant Kaiy] |
SUMENEP – Umardhany Kawesa, artis Jakarta berasal dari
kabupaten ujung timur Pulau Garam Madura, Kabupaten Sumenep. Ia adalah biduan
berbakat yang dapat membuat lagu secara spontan. Kelebihan lainnya, ia bisa memainkan
beberapa alat musik cukup mahir. Ahad (2/4/2023).
“Saya
bisa menciptakan lagu spontanitas ini sudah sejak lama. Awalnya kurang pede.
Tapi setelah ada beberapa lagu saya yang viral dinyanyikan orang lain, maka
dengan hape android saya langsung merekamnya kalau inspirasi muncul tiba-tiba,”
urai penyanyi mirip Ian Kasela (personel grup band Radja) ini bernada ringan.
Sudah
ada ribuan lagu yang sudah terdokumentasikan, baik yang dinyanyikan sendiri
atau oleh artis lain.
“Sebagai
putra daerah Sumenep, saya juga menciptakan lagu-lagu berbahasa Madura. Hal itu
wujud persembahan saya untuk tanah kelahiran. Kebanyakan lagu-lagu tersebut
bercerita tentang keindahan tempat wisata yang di Madura,” tegas Umardhany
lebih jauh.
Dirinya sangat care akan potensi objek wisata dan seni budaya yang ada di Sumenep. Walau tanpa pesanan dari siapa pun, hal itu Umardhany lakukan sebagai sumbangsih dirinya terhadap Madura. Karena lewat menciptakan lagu-lagu itulah yang bisa ia berikan untuk masyarakat Madura. [kay]
Aneka Penyakit Mata Sembuh Berkat Ramuan Banyu Urip
BEKASI – Dahsyat! Itulah kata pertama yang keluar dari bibir
pasien perempuan dengan gangguan penglihatan menahun. Bahkan menurut pengakuan
keluarganya, pasien perempuan ini dalam waktu dekat akan menjalani operasi tumor
otak di rumah sakit. Ahad (2/4/2023).
“Pasien
buta total ini menjalani terapi mata di tempat praktik kami. Ini adalah
kunjungan pertama kalinya, setelah sebelumnya sudah melakukan pengobatan
alternatif lain di beberapa tempat. Tapi hasilnya nihil,” terang Puji Suwuk,
pimpinan Therapy Banyu Urip Cabang Bekasi.
Setelah
menjalani serangkaian proses terapi dengan Ramuan Banyu Urip, pasien buta ini
sudah mendekati kesembuhan sempurna. Ia sudah bisa melihat. Sungguh diluar
jangkauan daya nalar manusia.
“Inilah
keampuhan Ramuan Banyu Urip. Bukti dan fakta yang bicara. Sudah ribuan pasien
dengan gangguan mata telah kami sembuhkan. Kami memberikan bukti, bukan janji,”
tegas Puji Suwuk kepada wartawan apoymadura.com
penuh percaya diri.
Lebih jauh Puji Suwuk mengatakan, bahwa penyakit buta pasien ini disebabkan oleh gangguan penyakit tumor otak, sehingga indera penglihatannya terganggu. [kay]
Sabtu, 01 April 2023
Panwascam Pasongsongan Berbagi Berkah Ramadhan
SUMENEP – Panwaslu (Penitia Pengawas Pemilu) Kecamatan Pasongsongan
Kabupaten Sumenep melakukan aksi bagi-bagi takjil kepada masyarakat yang melintas
di Jalan Kiai Abubakar Sidik, tepat di depan kantornya. Sabtu sore (1/4/2023).
“Kegiatan
sosial ini bertujuan untuk berbagi berkah di Bulan Suci Ramadhan. Spesifiknya,
Panwascam Pasongsongan ingin menjalin keakraban dengan seluruh lapisan masyarakat
tanpa terkecuali. Sehingga kedepan semua tugas kami mendapat dukungan penuh dari
mereka,” ucap Agus Sugianto, Kepala Sekretariat Panwascam Pasongsongan kepada jurnalis
apoymadura.com.
Agus
Sugianto percaya, moment baik ini merupakan salah satu kesempatan bagi
institusinya untuk menjalin keakraban dengan masyarakat.
“Terus terang, tugas dan wewenang kami kedepan tidak ringan. Butuh suatu kerja sama yang baik agar tercapai hasil maksimal,” pungkas Agus Sugianto. [kay]
Jumat, 31 Maret 2023
Nelayan Pasongsongan Butuh Jaminan Usia Senja
Catatan: Yant Kaiy
Desa
Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep merupakan satu-satunya
daerah penghasil tangkap ikan terbesar di Pulau Madura. Lalu hasil ikan
tersebut langsung dijual kebeberapa pabrik pengolahan ikan di Jawa. Sementara ada
beberapa jenis ikan tertentu masuk ke restoran hotel. Ada pula yang diekspor,
memenuhi permintaan pasar di luar negeri. Sebagian lagi ikan itu dijual dibeberapa
pasar tradisional.
Kekayaan
hasil laut Desa Pasongsongan sungguh luar biasa. Sangat melimpah. Karunia Ilahi
ini patut kiranya untuk selalu disyukuri.
Namun
ketika kita berada di desa tersebut, ternyata kesejahteraan masyarakat yang
menggantungkan seluruh hidupnya di laut masih belum sepenuhnya sesuai impian.
Kendati
melimpah hasil laut di Pasongsongan, namun tak membuat sebagian besar
masyarakatnya sejahtera. Salah satu faktor penyebab mereka terdampak kemiskinan
karena tidak semua perahu yang melaut mendapatkan hasil tangkap.
Apalagi
ketika tiba musim angin barat, banyak nelayan tidak melaut. Otomatis mereka
memakai uang simpanan dalam menopang kebutuhan hidup sehari-hari. Akhirnya
banyak diantara mereka yang terlilit hutang sebab tak ada lagi yang bisa dijual.
Jaminan Hari Tua
Dalam
perbincangan dengan para nelayan Desa Pasongsongan, mereka sesungguhnya
mengidamkan ada lembaga yang bisa menjamin hari tuanya. Karena tidak ada lagi
ladang pendapatan bagi mereka tatkala usia sudah senja. Mereka akan menyerah
kalah tatkala raga tak bisa berkarya lewat tenaga.
Andai
saja ada yang peduli dengan kenyataan pahit ini, mungkin usia harapan mereka akan
lebih panjang.[]
- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com
Kamis, 30 Maret 2023
Toko Modern Tumbuh Subur di Pasongsongan
Catatan: Yant Kaiy
Desa
Pasongsongan adalah salah sebuah desa yang jumlah penduduknya terbesar
ketimbang sembilan desa yang ada di wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten
Sumenep. Mata pencaharian utama masyakatnya sebagai nelayan. Sebelah barat desa
ini berbatasan langsung dengan Desa Bindang Kecamatan Pasean Kabupaten
Pamekasan.
Warga
yang mendiami Desa Pasongsongan terdiri dari penduduk pribumi, Cina dan Arab.
Mereka melebur dalam peradaban sosial budaya Islami. Sedangkan pertumbuhan
perekonomian di desa ini cukup baik. Karena Desa Pasongsongan merupakan
penghasil tangkap ikan terbesar di wilayah Madura.
Menelisik
kebiasaan belanja orang-orang disitu yang cukup tinggi, rupanya menyita
perhatian para pengusaha ritel dari luar daerah. Tak ayal, dalam lima tahun
terakhir di Desa Pasongsongan sudah berdiri 6 toko modern.
Dari
keenam toko modern itu, hanya satu toko yang pemiliknya warga desa setempat.
Memang tidak ada aturan mengikat bagi siapa saja yang mau menjalankan bisnis ritel
di desa petis pancitan ini.
Sedangkan
warga Desa Pasongsongan asli hanya menjalankan bisnis toko kelontong.
Endingnya, pelan tapi pasti, pengusaha kecil ini mulai terusik.[]
- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com
Forum Silaturahmi Komite Sekolah Pasongsongan
![]() |
| Agus Sugianto,S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. [Foto: Yant Kaiy] |
SUMENEP – Perhatian serius Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan
3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep terhadap keberadaan Komite Sekolah mulai
mengemuka. Seiring ada beberapa Komite Sekolah kurang punya atensi terhadap
lembaga pendidikan yang menaunginya. Kamis (30/3/2023).
“Ada
beraneka alasan para Komite Sekolah tersebut tidak maksimal melaksanakan tugas
dan fungsinya. Kita tidak bisa menyalahkannya. Mereka memiliki kesibukan. Salah
satunya, mereka harus menafkahi keluarga. Saran saya, harus ada langkah
solutif, yakni membangun sebuah forum. Sehingga mereka punya pijakan jelas
sebagai Komite Sekolah,” saran Agus Sugianto.
Komite
Sekolah merupakan elemen penting dalam dunia pendidikan. Keberadaannya tak bisa
dipisahkan bagi tumbuh-kembangnya sekolah bersangkutan.
“Dewan
Pendidikan Sumenep tahun kemarin telah memberi sinyal untuk membangun komunitas
bagi Komite Sekolah. Karena menelaah kenyataan di lapangan, Komite Sekolah
masih belum sepenuhnya menjalankan amanat mulia sesuai perundangan berlaku,”
tegas Guru Penggerak ini lebih jauh.
Dalam waktu dekat dirinya akan melakukan komunikasi kebeberapa pihak terkait. Misalnya kepada Pengawas Pendidikan Kecamatan Pasongsongan. [kay]
Rabu, 29 Maret 2023
Dinamika Peta Politik Sumenep 2023
Catatan: Yant Kaiy
Bagi-bagi
sembako dan angpao tidak lagi jadi amunisi dahsyat dalam mencuri perhatian
calon pemilih. Peta politik di ujung timur Pulau Garam Madura saat ini mulai
berubah.
Terbukti,
pekan pertama Ramadhan 2023 kemarin, niat tulus Said Abdullah membagi-bagikan
angpao terhadap warga Sumenep menuai cibiran dari beberapa kalangan. Padahal
tidak sedikit uang yang dikeluarkan Said Abdullah.
Kita
tahu, aksi ikhlas Said Abdullah bukanlah kali pertama. Tiap tahun di Bulan Suci
Ramadhan ia selalu berbagi zakat mal terhadap warga masyarakat di tanah
kelahirannya.
Dari
peristiwa ini bisa ditelaah, kalau finansial bukanlah power vital bagi
seseorang yang bakal maju di sirkuit Pemilu. Bisa jadi pemilih akan mengambil
duitnya saja, tapi ogah memilih dirinya di bilik suara.
Dulu
masyarakat pemilih bisa dibom pakai duit. Sehingga kiblat pilihannya berubah.
Diiming-iming kesejahteraan hidup lebih baik. Ia bakal ada di garis depan
membela kepentingan rakyat. Segala aspirasinya akan diakomodir dan segera
ditindaklanjuti. Tapi setelah terpilih, ia bak kacang lupa kulitnya.
Zona
aman dan nyaman meninabobokan sang wakil rakyat. Sementara masyarakat akar
rumput jadi kecewa berat.
Rupanya
noktah hitam inilah yang tak mudah dihapus di hati rakyat. Sudah cukup baginya
menderita karena telah menjual suaranya 300 ribu rupiah. Tapi sengsara hidupnya
selama lima tahun.[]
- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com
Selasa, 28 Maret 2023
Zakat Mal Said Abdullah untuk Sumenep
Catatan: Yant Kaiy
Status
Said Abdullah saat sekarang menduduki Ketua Banggar (Badan Anggaran) DPR RI.
Politisi senior dari fraksi PDI Perjuangan ini berasal dari Kota Keris Sumenep.
Ramadhan
pekan pertama, Said Abdullah membagi-bagikan zakat mal kepada masyarakat
dibeberapa lokasi di Sumenep. Angpao itu disalurkan selesai shalat tarawih di
masjid dan musholla.
Niat
tulus Said Abdullah bukan kali pertama. Setiap tahun di Bulan Suci Ramadhan ia
tidak absen melakukan hal yang sama. Bahkan diluar Ramadhan ia acapkali
memberikan tali asih sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Namun
ada saja orang yang ‘usil’ menyebut perbuatan baiknya sebagai gerakan politik.
Semestinya mereka tidak menyudutkan Said Abdullah terlampau dalam.
Perilaku
berbagi Said Abdullah terhadap masyarakat di Madura sudah sangat dirasakan
cukup membantu perekonomian mereka. Masyarakat bergembira ria.
Kalaupun
pemberian zakat mal itu terselip niat pamrih, itu urusan Said Abdullah dengan Sang
Khalik. Kita tidak boleh menghakimi pemberian bantuannya. Sebagai muslim, kita
harus tetap husnudzon. Jangan terus berburuk sangka.
Ibarat
seorang anak yang diberi uang oleh orang tuanya, lalu kita menuduh niat
tulusnya sebagai wujud pamrih. Sebagai insan beragama, kita tentu tak bijak menuduh jelek terhadapnya. Paling tidak kita sepantasnya mengucapkan terima kasih.[]
- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com
Senin, 27 Maret 2023
SD Panaongan 3 Butuh Sarana Transportasi
![]() |
| Agus Sugianto,S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. [Foto: Yant Kaiy] |
SUMENEP – Beberapa pekan lalu, saat Agus Sugianto, Kepala SDN
Panaongan 3 memberikan santunan sepatu dan tas sekolah kepada para murid yatim
dan dhuafa di lingkungannya, ternyata diketahui banyak diantara muridnya berjalan
kaki lebih dari 2 kilometer. Ini mengundang keprihatinan tersendiri baginya. Senin
(27/3/2023).
Penyerahan
bantuan itu diterima langsung oleh wali murid bersangkutan. Kepedulian ini
bertujuan agar sekolah yang berada di pelosok ini menjadi bagian tak
terpisahkan dengan lingkungan sekitarnya.
“Sekolah
kami saat ini butuh sarana transportasi antar-jemput. Minimal kendaraan roda
tiga. Bisa dibayangkan, betapa lelahnya mereka pulang-pergi sekolah dengan
jalan kaki,” ungkap Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3.
Dalam
waktu dekat dirinya akan melayangkan proposal kepada para pengusaha asli
Pasongsongan. Syukur nanti ada dermawan yang ikhlas membantu.
“Pintu
itu senantiasa kami buka lebar-lebar. Kami berharap ada yang mau peduli,” imbuh
Agus Sugianto. [kay]
Paguyuban Guru Bahasa Madura Pasongsongan
![]() |
| Agus Sugianto,S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. [Foto: Yant Kaiy] |
SUMENEP – Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan, Agus Sugianto,S.Pd memandang perlu dibentuknya sebuah paguyuban (komunitas) guru Bahasa Madura di Pasongsongan. Pernyataan itu dilontarkan Agus Sugianto karena ada beberapa guru yang belum sepenuhnya mengaplikasikan tangga Bahasa Madura (ondhaggha bhasa) dalam berkomunikasi. Senin (27/3/2023).
“Dengan
adanya paguyuban guru Bahasa Madura ini, kita bisa menyatukan visi dan misi
dalam mengemban tugas sebagai pendidik. Sesama guru nantinya bisa saling
belajar di komunitas tersebut,” ucap guru penggerak SD satu-satunya di
Pasongsongan ini serius.
Maklum,
saat ini para guru khusus Bahasa Madura jenjang pendidikan SD agak kurang.
Umumnya guru yang mengajar memegang
banyak bidang studi. Tidak spesifik.
“Bisa
dipastikan, hadirnya paguyuban guru Bahasa Madura akan memberikan ruang
penyempurnaan tata bahasa daerah yang benar. Kendati bukan satu-satunya, tapi
paling tidak hal ini adalah salah satu ikhtiar untuk berbenah,” tambah Agus
Sugianto.
Kebutuhan
paguyuban guru ini cukup mendesak. Sebab komunitas ini akan menjadi ujung
tombak recovery tata sosial dikalangan para murid menjadi lebih baik. Karena
pada studi kasus, perilaku seseorang dapat dilihat dari cara bicaranya.
“Gagasan
ini nantinya akan saya wacanakan kepada pihak-pihak terkait. Walau saya sendiri
bukanlah pemilik kebijakan. Tapi aspirasi ini menjadi bahan pemikiran saya,”
tegasnya. [kay]
# Featured
Buka Puasa Hari ini dalam Ironi
Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...
-
Catatan: Yant Kaiy Membantu seorang teman membuatkan soal-soal Bahasa Madura. Dia seorang guru yang mengajar di salah sebuah SDN di Ke...
-
Catatan: Yant Kaiy Pada Sabtu (24/4/2021) salah seorang teman guru honorer datang ke rumah. Ia meminta dibuatkan soal-soal Bahasa Madura...



