Senin, 03 April 2023

Viral, Penemuan Bayi di Pasongsongan


SUMENEP -  Rahmatun Nisak,S.Pd.I, istri Sekretaris Desa (Sekdes) Padangdangan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, menginformasikan kepada apoymadura.com, bahwa di desanya telah ditemukan seorang bayi berjenis kelamin perempuan. 

Penemuan bayi itu berlokasi di Dusun Dabadah, sebelah selatan Kantor Desa Padangdangan, pada pukul 22.00 WIB. Senin malam (3/4/2023). 

"Untuk sementara, bayi dirawat oleh salah seorang warga di lokasi penemuan tersebut," terang Rahmatun Nisak. [kay]

Minggu, 02 April 2023

Umardhany Kawesa Bisa Ciptakan Lagu Spontan

umardhany kawesa artis bertalenta berasal dari sumenep, ada ribuan lagu yang diciptakan umardhany kawesa sumenep
Umardhany Kawesa (kiri) ketika berbincang-bincang dengan reporter apoymadura.com. [Foto: Yant Kaiy]


SUMENEP – Umardhany Kawesa, artis Jakarta berasal dari kabupaten ujung timur Pulau Garam Madura, Kabupaten Sumenep. Ia adalah biduan berbakat yang dapat membuat lagu secara spontan. Kelebihan lainnya, ia bisa memainkan beberapa alat musik cukup mahir. Ahad (2/4/2023).

“Saya bisa menciptakan lagu spontanitas ini sudah sejak lama. Awalnya kurang pede. Tapi setelah ada beberapa lagu saya yang viral dinyanyikan orang lain, maka dengan hape android saya langsung merekamnya kalau inspirasi muncul tiba-tiba,” urai penyanyi mirip Ian Kasela (personel grup band Radja) ini bernada ringan.

Sudah ada ribuan lagu yang sudah terdokumentasikan, baik yang dinyanyikan sendiri atau oleh artis lain.

“Sebagai putra daerah Sumenep, saya juga menciptakan lagu-lagu berbahasa Madura. Hal itu wujud persembahan saya untuk tanah kelahiran. Kebanyakan lagu-lagu tersebut bercerita tentang keindahan tempat wisata yang di Madura,” tegas Umardhany lebih jauh.

Dirinya sangat care akan potensi objek wisata dan seni budaya yang ada di Sumenep. Walau tanpa pesanan dari siapa pun, hal itu Umardhany lakukan sebagai sumbangsih dirinya terhadap Madura. Karena lewat menciptakan lagu-lagu itulah yang bisa ia berikan untuk masyarakat Madura. [kay]

Aneka Penyakit Mata Sembuh Berkat Ramuan Banyu Urip


BEKASI – Dahsyat! Itulah kata pertama yang keluar dari bibir pasien perempuan dengan gangguan penglihatan menahun. Bahkan menurut pengakuan keluarganya, pasien perempuan ini dalam waktu dekat akan menjalani operasi tumor otak di rumah sakit. Ahad (2/4/2023).

“Pasien buta total ini menjalani terapi mata di tempat praktik kami. Ini adalah kunjungan pertama kalinya, setelah sebelumnya sudah melakukan pengobatan alternatif lain di beberapa tempat. Tapi hasilnya nihil,” terang Puji Suwuk, pimpinan Therapy Banyu Urip Cabang Bekasi.

Setelah menjalani serangkaian proses terapi dengan Ramuan Banyu Urip, pasien buta ini sudah mendekati kesembuhan sempurna. Ia sudah bisa melihat. Sungguh diluar jangkauan daya nalar manusia.

“Inilah keampuhan Ramuan Banyu Urip. Bukti dan fakta yang bicara. Sudah ribuan pasien dengan gangguan mata telah kami sembuhkan. Kami memberikan bukti, bukan janji,” tegas Puji Suwuk kepada wartawan apoymadura.com penuh percaya diri.

Lebih jauh Puji Suwuk mengatakan, bahwa penyakit buta pasien ini disebabkan oleh gangguan penyakit tumor otak, sehingga indera penglihatannya terganggu. [kay]

Sabtu, 01 April 2023

Panwascam Pasongsongan Berbagi Berkah Ramadhan


SUMENEP – Panwaslu (Penitia Pengawas Pemilu) Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep melakukan aksi bagi-bagi takjil kepada masyarakat yang melintas di Jalan Kiai Abubakar Sidik, tepat di depan kantornya. Sabtu sore (1/4/2023).

“Kegiatan sosial ini bertujuan untuk berbagi berkah di Bulan Suci Ramadhan. Spesifiknya, Panwascam Pasongsongan ingin menjalin keakraban dengan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Sehingga kedepan semua tugas kami mendapat dukungan penuh dari mereka,” ucap Agus Sugianto, Kepala Sekretariat Panwascam Pasongsongan kepada jurnalis apoymadura.com.

Agus Sugianto percaya, moment baik ini merupakan salah satu kesempatan bagi institusinya untuk menjalin keakraban dengan masyarakat.

“Terus terang, tugas dan wewenang kami kedepan tidak ringan. Butuh suatu kerja sama yang baik agar tercapai hasil maksimal,” pungkas Agus Sugianto. [kay]

Jumat, 31 Maret 2023

Nelayan Pasongsongan Butuh Jaminan Usia Senja


Catatan: Yant Kaiy

Desa Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep merupakan satu-satunya daerah penghasil tangkap ikan terbesar di Pulau Madura. Lalu hasil ikan tersebut langsung dijual kebeberapa pabrik pengolahan ikan di Jawa. Sementara ada beberapa jenis ikan tertentu masuk ke restoran hotel. Ada pula yang diekspor, memenuhi permintaan pasar di luar negeri. Sebagian lagi ikan itu dijual dibeberapa pasar tradisional.

Kekayaan hasil laut Desa Pasongsongan sungguh luar biasa. Sangat melimpah. Karunia Ilahi ini patut kiranya untuk selalu disyukuri.

Namun ketika kita berada di desa tersebut, ternyata kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan seluruh hidupnya di laut masih belum sepenuhnya sesuai impian.

Kendati melimpah hasil laut di Pasongsongan, namun tak membuat sebagian besar masyarakatnya sejahtera. Salah satu faktor penyebab mereka terdampak kemiskinan karena tidak semua perahu yang melaut mendapatkan hasil tangkap.

Apalagi ketika tiba musim angin barat, banyak nelayan tidak melaut. Otomatis mereka memakai uang simpanan dalam menopang kebutuhan hidup sehari-hari. Akhirnya banyak diantara mereka yang terlilit hutang sebab tak ada lagi yang bisa dijual.

Jaminan Hari Tua

Dalam perbincangan dengan para nelayan Desa Pasongsongan, mereka sesungguhnya mengidamkan ada lembaga yang bisa menjamin hari tuanya. Karena tidak ada lagi ladang pendapatan bagi mereka tatkala usia sudah senja. Mereka akan menyerah kalah tatkala raga tak bisa berkarya lewat tenaga.

Andai saja ada yang peduli dengan kenyataan pahit ini, mungkin usia harapan mereka akan lebih panjang.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Kamis, 30 Maret 2023

Toko Modern Tumbuh Subur di Pasongsongan


Catatan: Yant Kaiy

Desa Pasongsongan adalah salah sebuah desa yang jumlah penduduknya terbesar ketimbang sembilan desa yang ada di wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Mata pencaharian utama masyakatnya sebagai nelayan. Sebelah barat desa ini berbatasan langsung dengan Desa Bindang Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan.

Warga yang mendiami Desa Pasongsongan terdiri dari penduduk pribumi, Cina dan Arab. Mereka melebur dalam peradaban sosial budaya Islami. Sedangkan pertumbuhan perekonomian di desa ini cukup baik. Karena Desa Pasongsongan merupakan penghasil tangkap ikan terbesar di wilayah Madura.

Menelisik kebiasaan belanja orang-orang disitu yang cukup tinggi, rupanya menyita perhatian para pengusaha ritel dari luar daerah. Tak ayal, dalam lima tahun terakhir di Desa Pasongsongan sudah berdiri 6 toko modern.

Dari keenam toko modern itu, hanya satu toko yang pemiliknya warga desa setempat. Memang tidak ada aturan mengikat bagi siapa saja yang mau menjalankan bisnis ritel di desa petis pancitan ini.

Sedangkan warga Desa Pasongsongan asli hanya menjalankan bisnis toko kelontong. Endingnya, pelan tapi pasti, pengusaha kecil ini mulai terusik.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Forum Silaturahmi Komite Sekolah Pasongsongan

komite sekolah kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep, komite sekolah elemen penting bagi kemajuan sekolah, kolaborasi komite sekolah dengan kepala sekolah setempat yang menaunginya
Agus Sugianto,S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. [Foto: Yant Kaiy]

SUMENEP – Perhatian serius Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep terhadap keberadaan Komite Sekolah mulai mengemuka. Seiring ada beberapa Komite Sekolah kurang punya atensi terhadap lembaga pendidikan yang menaunginya. Kamis (30/3/2023).

“Ada beraneka alasan para Komite Sekolah tersebut tidak maksimal melaksanakan tugas dan fungsinya. Kita tidak bisa menyalahkannya. Mereka memiliki kesibukan. Salah satunya, mereka harus menafkahi keluarga. Saran saya, harus ada langkah solutif, yakni membangun sebuah forum. Sehingga mereka punya pijakan jelas sebagai Komite Sekolah,” saran Agus Sugianto.

Komite Sekolah merupakan elemen penting dalam dunia pendidikan. Keberadaannya tak bisa dipisahkan bagi tumbuh-kembangnya sekolah bersangkutan.

“Dewan Pendidikan Sumenep tahun kemarin telah memberi sinyal untuk membangun komunitas bagi Komite Sekolah. Karena menelaah kenyataan di lapangan, Komite Sekolah masih belum sepenuhnya menjalankan amanat mulia sesuai perundangan berlaku,” tegas Guru Penggerak ini lebih jauh.

Dalam waktu dekat dirinya akan melakukan komunikasi kebeberapa pihak terkait. Misalnya kepada Pengawas Pendidikan Kecamatan Pasongsongan. [kay]

Rabu, 29 Maret 2023

Dinamika Peta Politik Sumenep 2023


Catatan: Yant Kaiy

Bagi-bagi sembako dan angpao tidak lagi jadi amunisi dahsyat dalam mencuri perhatian calon pemilih. Peta politik di ujung timur Pulau Garam Madura saat ini mulai berubah.

Terbukti, pekan pertama Ramadhan 2023 kemarin, niat tulus Said Abdullah membagi-bagikan angpao terhadap warga Sumenep menuai cibiran dari beberapa kalangan. Padahal tidak sedikit uang yang dikeluarkan Said Abdullah.

Kita tahu, aksi ikhlas Said Abdullah bukanlah kali pertama. Tiap tahun di Bulan Suci Ramadhan ia selalu berbagi zakat mal terhadap warga masyarakat di tanah kelahirannya.

Dari peristiwa ini bisa ditelaah, kalau finansial bukanlah power vital bagi seseorang yang bakal maju di sirkuit Pemilu. Bisa jadi pemilih akan mengambil duitnya saja, tapi ogah memilih dirinya di bilik suara.

Dulu masyarakat pemilih bisa dibom pakai duit. Sehingga kiblat pilihannya berubah. Diiming-iming kesejahteraan hidup lebih baik. Ia bakal ada di garis depan membela kepentingan rakyat. Segala aspirasinya akan diakomodir dan segera ditindaklanjuti. Tapi setelah terpilih, ia bak kacang lupa kulitnya.

Zona aman dan nyaman meninabobokan sang wakil rakyat. Sementara masyarakat akar rumput jadi kecewa berat.

Rupanya noktah hitam inilah yang tak mudah dihapus di hati rakyat. Sudah cukup baginya menderita karena telah menjual suaranya 300 ribu rupiah. Tapi sengsara hidupnya selama lima tahun.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Selasa, 28 Maret 2023

Zakat Mal Said Abdullah untuk Sumenep


 

Catatan: Yant Kaiy

Status Said Abdullah saat sekarang menduduki Ketua Banggar (Badan Anggaran) DPR RI. Politisi senior dari fraksi PDI Perjuangan ini berasal dari Kota Keris Sumenep.

Ramadhan pekan pertama, Said Abdullah membagi-bagikan zakat mal kepada masyarakat dibeberapa lokasi di Sumenep. Angpao itu disalurkan selesai shalat tarawih di masjid dan musholla.

Niat tulus Said Abdullah bukan kali pertama. Setiap tahun di Bulan Suci Ramadhan ia tidak absen melakukan hal yang sama. Bahkan diluar Ramadhan ia acapkali memberikan tali asih sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Namun ada saja orang yang ‘usil’ menyebut perbuatan baiknya sebagai gerakan politik. Semestinya mereka tidak menyudutkan Said Abdullah terlampau dalam.

Perilaku berbagi Said Abdullah terhadap masyarakat di Madura sudah sangat dirasakan cukup membantu perekonomian mereka. Masyarakat bergembira ria.

Kalaupun pemberian zakat mal itu terselip niat pamrih, itu urusan Said Abdullah dengan Sang Khalik. Kita tidak boleh menghakimi pemberian bantuannya. Sebagai muslim, kita harus tetap husnudzon. Jangan terus berburuk sangka.

Ibarat seorang anak yang diberi uang oleh orang tuanya, lalu kita menuduh niat tulusnya sebagai wujud pamrih. Sebagai insan beragama, kita tentu tak bijak menuduh jelek terhadapnya. Paling tidak kita sepantasnya mengucapkan terima kasih.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Senin, 27 Maret 2023

SD Panaongan 3 Butuh Sarana Transportasi

sdn panaongan 3 kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep madura
Agus Sugianto,S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. [Foto: Yant Kaiy]

 

SUMENEP – Beberapa pekan lalu, saat Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3 memberikan santunan sepatu dan tas sekolah kepada para murid yatim dan dhuafa di lingkungannya, ternyata diketahui banyak diantara muridnya berjalan kaki lebih dari 2 kilometer. Ini mengundang keprihatinan tersendiri baginya. Senin (27/3/2023).

Penyerahan bantuan itu diterima langsung oleh wali murid bersangkutan. Kepedulian ini bertujuan agar sekolah yang berada di pelosok ini menjadi bagian tak terpisahkan dengan lingkungan sekitarnya.

“Sekolah kami saat ini butuh sarana transportasi antar-jemput. Minimal kendaraan roda tiga. Bisa dibayangkan, betapa lelahnya mereka pulang-pergi sekolah dengan jalan kaki,” ungkap Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan 3.

Dalam waktu dekat dirinya akan melayangkan proposal kepada para pengusaha asli Pasongsongan. Syukur nanti ada dermawan yang ikhlas membantu.

“Pintu itu senantiasa kami buka lebar-lebar. Kami berharap ada yang mau peduli,” imbuh Agus Sugianto. [kay]

Paguyuban Guru Bahasa Madura Pasongsongan

guru bahasa madura di sdn panaongan 3 kecamatan pasongsongan kabupaten sumenep provinsi jawa timur
Agus Sugianto,S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. [Foto: Yant Kaiy]


SUMENEP – Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan, Agus Sugianto,S.Pd memandang perlu dibentuknya sebuah paguyuban (komunitas) guru Bahasa Madura di Pasongsongan. Pernyataan itu dilontarkan Agus Sugianto karena ada beberapa guru yang belum sepenuhnya mengaplikasikan tangga Bahasa Madura (ondhaggha bhasa) dalam berkomunikasi. Senin (27/3/2023).

“Dengan adanya paguyuban guru Bahasa Madura ini, kita bisa menyatukan visi dan misi dalam mengemban tugas sebagai pendidik. Sesama guru nantinya bisa saling belajar di komunitas tersebut,” ucap guru penggerak SD satu-satunya di Pasongsongan ini serius.

Maklum, saat ini para guru khusus Bahasa Madura jenjang pendidikan SD agak kurang. Umumnya guru yang  mengajar memegang banyak bidang studi. Tidak spesifik.

“Bisa dipastikan, hadirnya paguyuban guru Bahasa Madura akan memberikan ruang penyempurnaan tata bahasa daerah yang benar. Kendati bukan satu-satunya, tapi paling tidak hal ini adalah salah satu ikhtiar untuk berbenah,” tambah Agus Sugianto.

Kebutuhan paguyuban guru ini cukup mendesak. Sebab komunitas ini akan menjadi ujung tombak recovery tata sosial dikalangan para murid menjadi lebih baik. Karena pada studi kasus, perilaku seseorang dapat dilihat dari cara bicaranya.

“Gagasan ini nantinya akan saya wacanakan kepada pihak-pihak terkait. Walau saya sendiri bukanlah pemilik kebijakan. Tapi aspirasi ini menjadi bahan pemikiran saya,” tegasnya. [kay]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...