Kamis, 23 Februari 2023

Selamat Jalan KH Ismail Paberasan SumenepSaya

kiai haji ismail macan madura, kiai haji ismail tembang pamungkas
Saya (kanan) bersama KH Ismail Paberasan Sumenep sebelum berangkat ke acara pengajian.


Catatan: Yant Kaiy

Nama KH Ismail Sumenep pada 1998 menduduki puncak tertinggi sebagai dai terlaris di kawasan Pulau Garam Madura. Sedangkan di Pulau Jawa beliau seringkali mengisi pengajian umum di Kabupaten Jember, Situbondo, Bondowoso dan Probolinggo serta beberapa daerah lain yang percakapan kesehariannya menggunakan bahasa Madura. 

Ceramah beliau digandrungi oleh mereka yang haus ilmu agama Islam lebih mendalam. Lantaran kandungan siraman rohani beliau mengupas tuntas apa itu syariat, thoriqoh, hakikat dan makrifat. Mendekatkan jamaah pada ilmu Islam sesungguhnya. Cara penyampaiannya lugas, jelas, mudah dimengerti dan tidak berbelit-belit.

Penyajian ceramah beliau acapkali berbeda dengan para mubaligh kebanyakan. Maka tak salah kalau akhirnya masyarakat Jawa menjuluki KH Ismail sebagai Kiai Macan Madura. Ada pula memberinya gelar Kiai Tembang Pamungkas.

Saya acapkali beranjangsana pada kediamannya di Dusun Padaringan Barat Desa Paberasan Kecamatan Kota Sumenep. Hal itu dilakukan karena ada beberapa pertanyaan sulit menurut akal pribadi saya. Walau bukan santri khusus, tapi saya menganggap beliau sebagai guru spritual paling cakap.

Saat ini KH Ismail Paberasan telah pulang ke alam kubur, yakni Kamis, 23 Februari 2023. Banyak kenangan bersamanya ketika saya sering satu mobil ikut acara pengajiannya. Selamat jalan guru terbaik. Surga menantimu. Amin!...

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Guru Honorer PAI Sumenep Menghitung Bintang di Langit


Catatan: Yant Kaiy

Penantian dibukanya rekrutmen guru honorer PAI (Pendidikan Agama Islam) hingga kini tidak ada titik terang. Informasi dari beberapa sumber terpercaya terus dinantikan para guru sukwan tersebut. Nasib mereka menggantung di langit biru. Impian tak berbuah kenyataan.

Selama ini tak terdengar elegi pilu guru PAI ke permukaan. Suara mereka terkurung keikhlasan mengabdi kepada bangsa dan negara. Menuangkan ilmunya kepada peserta didik tanpa pamrih. Mereka percaya, amal baiknya akan mendapat catatan bagus, tentu imbalannya surga kelak.

Memang tidak semua guru honorer PAI tunduk-patuh pada irama takdir. Sebagian diantaranya ada yang membentuk paguyuban, menyatukan visi dan misi mereka. Mendobrak kebuntuan supaya pihak berwenang mau menyerap aspirasinya.

Para guru PAI dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep ini merasa, bahwa pemangku kebijakan seolah-olah tidak punya atensi terhadap nasib buruknya. Sebab hanya kabupaten ujung timur Pulau Garam Madura yang tidak membuka kran lowongan P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) guru PAI. Mereka merasa hal ini betul-betul tidak adil.

Ditelisik dari dedikasinya, mayoritas mereka telah mengajar lebih 15 tahun. Bahkan ada yang usianya lebih kepala lima. Malang nian nasibnya.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Rabu, 22 Februari 2023

Gandrung Bonsai: Antara Hobi dan Bisnis

Catatan: Yant Kaiy

Tanaman bonsai awal 2023 jadi sebuah hobi baru bagi sebagian besar masyarakat Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Tanaman kerdil nan cantik ini penggemarnya terus meningkat. Seiring itu pula harganya pun kian meroket. Tentu itu bergantung dari nilai seninya.

Pada tahun 80-an bonsai pernah melewati masa-masa keemasan. Masyarakat berlomba-lomba mengoleksinya. Tidak terbatas orang-orang berduit, warga masyarakat biasa juga banyak menyukainya. Koleksi pecinta bonsai tersebar luas dimana-mana di wilayah Madura.

Jenis tanaman ini memang butuh perawatan spesial untuk menjadikan terlihat artistik. Mulai dari teknik pemangkasan batang, penggunaan kawat pembentuk ranting, juga pemotongan daun sesuai selera. Memang ada orang tertentu yang ahli membentuk bonsai jadi terlihat cantik di mata. Namun di era digital saat ini, masyarakat gampang mencari referensi jenis bonsai berharga mahal di hape android. Sehingga siapa pun bisa merawatnya, membentuk bonsai cantik sesuai selera.

Kini bonsai tidak bergantung pada jenis tanaman tertentu. Saat ini banyak diantara masyarakat menyukai jenis bonsai dari pohon asam, cemara, beringin, bidara cina, polai, pelle atau golongan tanaman yang tumbuh di tanah gersang dan berbatu.

Bagi yang berduit, mereka rela merogoh kocek untuk mendapatkan jenis bonsai idamannya. Tapi bagi Anda yang tidak beruang bisa juga memilikinya, karena tanaman ini banyak tumbuh di sekitar kita. Lalu memindahkannya ke pot bunga.

Lewat media sosial, kita bisa memposting foto bonsai tersebut. Siapa tahu nasib lagi mujur, ada orang menyukainya.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Jumat, 17 Februari 2023

Listrik Padam Bergilir di Sumenep

Catatan: Yant Kaiy

Pasca diumumkan PLN, bahwa listrik di Pulau Garam Madura akan normal 100 persen. Ternyata di Kabupaten Sumenep pemadaman bergilir masih terus berlangsung hingga Jumat (17/2/2023). Aktivitas masyarakat sangat terganggu. Tensi emosi mereka pun naik tajam.

Para pengusaha kategori UKM amat gusar dibuatnya. Karena biaya operasional bertambah besar. Mereka tak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa menopang dagu. Lantaran PLN punya seribu satu jurus argumen, menepis serangan caci-maki masyarakat luas. Bahwa pemadaman tidak ada unsur kesengajaan. Semua murni kesalahan non-teknis.

Tapi berlarut-larutnya pemadaman ini menuai beragaman kecaman. Menatalkan rasa tidak percaya. Menumbuhkan prasangka beraneka rupa. Mengerucut pada spektrum, kalau pemadaman itu ditunggangi beragam kepentingan orang-orang berpengaruh. Mengorbankan kebutuhan penduduk demi tercapainya tujuan menguntungkan kepentingan mereka (golongan).

Praduga ini terlontar di warung kopi pinggir desa dari masyarakat awam yang tak paham politik. Suburnya praduga itu dipicu lamanya PLN memperbaiki kerusakan yang menyebabkan pemadaman bergilir tersebut. PLN boleh berdalih, kalau akibat pemadaman listrik perusahaannya mengalami kerugian tidak sedikit.

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Kamis, 16 Februari 2023

Listrik Padam Bikin Hati Geram

Catatan: Yant Kaiy

Lagi asyik menulis cerpen (cerita pendek) di notebook jadul, tiba-tiba listrik padam, semua hasil karya fiksi itu hilang. Maklum baterai notebook soak, wajib hukumnya disambungkan ke aliran listrik. Saya belum sempat menyimpannya. Siapa yang tak geram.

Awal Februari 2023 listrik di wilayah Madura seringkali padam. Maklum karena ada kerusakan sambungan di titik suplai ke Pulau Madura.

Entah kerusakan apalagi yang menyebabkan pemadaman sementara semalam terulang lagi. Kamis (16/2/2023). Persoalannya PLN (Perusahaan Listrik Negara) telah menegaskan, bahwa pasokan listrik akan normal kembali.

Perlu diketahui, tempat tinggal saya berada di Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Hampir tiap malam pemadaman selalu terulang sejak PLN mengumumkan aliran listrik takkan ada gangguan. Ternyata semua gombal.

Tetangga saya bersorak marah ketika lampu padam. Begitu pula ketika lampu menyala.

Seringnya pemadaman listrik di desa saya, juga disebabkan bencana alam. Seperti pohon roboh menimpa kabel dan lain sebagainya. Kalau kategori gangguan semacam ini konsumen rumah tangga mafhum. Entah jika pengusaha yang roda bisnisnya bergantung listrik.

Akhirnya, masyarakat di lingkungan kami jadi ‘kebal’ dengan itu semua. Hidup berteman lampu padam.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Selasa, 14 Februari 2023

Ironis, Youtuber Dilarang Mengambil Video Dua Dai di Madura

Catatan: Yant Kaiy

Tidak sedikit seseorang yang dulunya luput dari sorotan publik tiba-tiba viral lantaran kerja keras Youtuber. Awalnya keberadaan dia biasa-biasa saja. Maaf, mungkin kalau boleh dibilang kere. Tapi setelah video mereka diunggah di platform Youtube, namanya meroket. Masyarakat luas mulai mengenalnya.

Apabila dia seorang biduan yang awalnya bertarif kampung, tentu levelnya akan naik sekelas artis. Ia akan banjir job. Gaya hidupnya akan berubah total. Punya mobil, rumah mentereng.

Kalau dia seorang seorang dai, otomatis dia akan mendapat banyak undangan di acara pengajian. Pundi-pundi keuangan pun akan senantiasa menghampirinya. Kehidupannya terus menjadi perhatian masyarakat luas. Ia pun mempunyai banyak fans.

Sedangkan kelompok Youtuber yang mempublishnya mendapatkan imbalan balik dari kanal video bersangkutan, yakni subcribe, like, dan jam tontonan. Simbiosis ini sejatinya harus tetap dijaga. Dirawat supaya tidak saling merugikan.

Akhir 2022 kemarin ada info dari Komunitas Youtuber Pasongsongan (KYP) Kabupaten Sumenep, bahwa ada dua tokoh dai di Madura melarang Youtuber mengambil video dari ceramahnya.

Teman saya, seorang Youtuber dari Pasongsongan bercerita kalau dirinya sempat dilarang merekam video dai berinitial KH MA Pamekasan. Yang melarang adalah Youtuber juga, pengakuannya pemegang rekom dari KH MA.

Pelarangan itu  bersifat peringatan keras, yaitu akan mem-bom klik channelnya sehingga pihak Youtube menutupnya. Cukup arogan.

Dai lainnya yang juga membatasi diri yakni KH KY Bangkalan. Youtuber dibatasi mengambil video ketika dirinya berceramah. Ini dialami salah satu teman saya lainnya dari KYP.

Rupanya kedua dai kondang ini lupa kacang akan kulitnya. Sejarah awal mereka berdua bukan siapa-siapa. Berkat publikasi dari Youtuber-lah video mereka tersebar luas di berbagai platform sosial media.

Mereka tidak sadar, sebagai pesohor ada masanya. Sudah banyak cermin terjadi di sekitar kita. Semoga mereka mau berfikir bijak. []

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Senin, 13 Februari 2023

Marak Isu Penculikan Anak, SDN Panaongan III Sigap Gandeng Personel Polsek Pasongsongan


Polsek Pasongsongan Kabupaten Sumenep, SDN Panaongan lll Kecamatan Pasongsongan Sumenep
Aiptu Sugeng Hariyadi saat jadi inspektur upacara di SDN Panaongan lll Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. (Foto: As/Kay)

SUMENEP - Akhir-akhir ini marak isu penculikan anak via media sosial. Sangat meresahkan masyarakat. Tidak heran jika para wali murid ekstra ketat dalam menjaga putra-putrinya.Terlebih saat mereka berangkat maupun pulang sekolah. Selain membuat resah, isu penculikan tersebut juga membuat para wali murid merasa terganggu dalam menjalankan berbagai aktifitasnya. 
Mereka yang biasanya bekerja.Baik di rumah,di sawah maupun di tempat-tempat lain.Tapi saat isu penculikan merebak,beberapa wali murid dengan terpaksa menunda bahkan tidak bekerja sebelum bisa memastikan keberadaan putra-putrinya.

Atas isu yang beredar liar ditengah-tengah masyarakat tersebut, Agus Sugianto, S.Pd selaku Kepala SDN Panaongan III, mengundang Aiptu Sugeng Hariyadi, personel Polsek Pasongsongan, untuk menjadi Pembina pada pelaksanaan Upacara Bendera. Senin (13/2/2023). 

Lebih jauh Kepala Sekolah yang dikenal humoris dan belum satu tahun menjabat di SDN Panaongan III mengatakan, bahwa maksud dan tujuan mengundang personel Polsek Pasongsongan sebagai wujud kerja sama antara Lembaga yang dipimpinnya dengan Polsek Pasongsongan.

"Karena bagaimanapun peran Polsek cukup dibutuhkan. Terutama untuk memberikan rasa tenang dan nyaman bagi setiap anggota masyarakat. Terutama saat merebaknya isu penculikan anak yang dirasakan sangat mempengaruhi mental dan kejiwaan para siswa," ucap Agus Sugianto. 

Suasana upacara berlangsung tertib dan khidmad. Dalam amanat upacara Aiptu Sugeng Hariyadi berpesan, bahwa isu penculikan yang akhir-akhir ini merebak di dunia maya adalah hoak yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

"Alhamdulillah di Madura pada umumnya dan di wilayah Polsek Pasongsongan khususnya, sampai saat ini tidak ada peristiwa penculikan," tegas Aiptu Sugeng. 

Lebih lanjut personel Polsek yang sebentar lagi memasuki purna tugas ini berpesan agar para murid ketika mendengar kabar yang tidak jelas di dunia maya, hendaknya terlebih dahulu menanyakan keabsahan kabar tersebut pada orang tua atau pihak lain yang lebih paham. Jangan langsung kabar tersebut dishare dan dibagikan kepada teman atau pihak lain. Karena jika itu terjadi, maka secara tidak langsung kita sendiri juga telah ikut menciptakan keresahan didalam masyarakat. 

Setelah upacara selesai. Acara dilanjutkan dengan foto bersama yang dilakukan oleh Aiptu Sugeng dengan semua siswa dan seluruh personel tenaga kependidikan yang ada di SDN Panaongan III. (as/kay) 

Sabtu, 11 Februari 2023

Hasil Panen Jagung Tak Sepadan Biaya Tanam

Catatan: Yant Kaiy

Perlu diketahui, mayoritas lahan tanam di Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep berjenis tegalan. Masyarakat di daerah ini cenderung memilih bercocok tanam jagung dan kacang hijau. Sebagian besar lahan banyak yang menganggur karena tanahnya berbatu.

Tahun 2023 kali ini panen jagung di Desa Pasongsongan banyak yang gagal panen. Faktor penyebabnya adalah angin dan hama tikus. Awal Januari angin berhembus kencang disertai hujan deras selama sepekan lebih. Otomatis tanaman jagung banyak roboh. Situasi ini menyebabkan jagung tidak berbuah maksimal.

Kendati demikian para petani tetap menggarap lahannya kembali. Walau mereka tahu kalau hasil panennya lebih besar pasak dari pada tiang. Alasan mereka menanam jagung kembali beragam. Salah satunya karena menghormati leluhurnya yang telah mewariskan lahan kepada dirinya.

Ada pula masyarakat petani yang mengatakan, kalau dirinya “terpaksa” menanam jagung kembali supaya tidak dinilai sebagai pemalas.

Harga Pupuk Melambung

Hasil panen jagung kalau diuangkan mungkin tidak sampai separuh biaya yang digelontorkan. Kok bisa? Ini disebabkan harga pupuk hampir mencapai Rp 200.000,-/50 Kg. Itu pupuk bersubsidi dan barangnya langka.

Petani jagung juga harus membeli racun rumput (herbisida) yang harganya ratusan ribu sebelum bercocok tanam. Dan biaya membajak tanah dengan traktor juga tidak sedikit.

Sungguh amat menyedihkan tembang elegi para petani jagung di Desa Pasongsongan. Kapan mereka bisa tersenyum bahagia?...

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Cari Cuan Via Sosmed


Catatan: Yant Kaiy

Dimana-mana marak masyarakat mencari cuan di dunia maya. Entah itu menggunakan aplikasi sosial media (sosmed), game atau lainnya. Masyarakat berlomba-lomba mengadu peruntungan, siapa tahu nasib baik lagi berpihak padanya. Janji-janji manis dari pembuat aplikasi selalu menghampiri tiap individu pengguna smart-phone. Umumnya penawaran itu lewat iklan.

Diantara sekian banyak yang sukses mengeruk keuntungan dari aplikasi tersebut, banyak pula dari mereka gagal panen duit. Otomatis berjibun kekecewaan menelikung asanya. Bagaimana tidak kecewa. Sebab kerja keras dan pengorbanan waktu serta biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Sungguh amat menyedihkan.

Biasanya, pada awalnya sosmed penghasil uang menetapkan aturan main tidak terlalu ketat. Tapi ketika orang-orang mulai banyak menyukai, plus pemasang iklan bertambah meningkat jumlahnya, lalu pemilik perusahaan mulai menetapkan peraturan beraneka warna. Alasan pemilik perusahaan, hal itu demi keadilan. Itu sah-sah saja.

Perusahaan sosmed kemudian mempeti-eskan pemilik akun kedalam daftar hitam yang terdeteksi curang. Sehingga tidak ada kans bagi pemilik akun untuk menikmati tetesan cuan kembali.

Aplikasi Sosmed Tanah Air

Kita tahu raksasa perusahaan sosmed umumnya berasal dari luar negeri. Sadar tidak sadar, perusahaan sosmed itu telah melakukan aksi “menguras” uang masyarakat Indonesia. Bukankah pengguna sosmed harus membeli pulsa atau langganan wi-fi sebelum berselancar di dunia maya. Kita tahu sebagian uang pulsa itu masuk ke kantong perusahaan sosmed tersebut.

Lantas, apakah ada aplikasi sosmed dalam negeri? Ada, tapi kebanyakan dari mereka perusahaan kecil yang tak menjanjikan cuan menggiurkan. Wajar kalau akhirnya sepi peminat. Padahal bukan tidak bagus aplikasi buatan anak bangsa tersebut.

Apa mungkin penopang finansialnya tidak mumpuni? Atau mungkin faktor manajemennya tidak sekeren perusahaan sosmed asing? Entahlah. Realitanya kita hanya jadi objek. Kita hanya jadi “korban” perusahaan aplikasi asing.

Padahal sudah saatnya Indonesia memiliki aplikasi sosmed membanggakan supaya kita tidak melulu jadi tumbal. Ayo bangkit anak bangsa.[]

- Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Warna Baru Pengenalan Bimbingan dan Konseling bagi Guru Sekolah Dasar

SDN Panaongan lll Kecamatan Pasongsongan Sumenep, Bimbingan dan Konseling bagi Guru SD
Dari kiri: Haji Rusdi, Agus Sugianto, dan Mariyatul Qibtiyah. (Foto: Yant Kaiy)

SUMENEP - Bimbingan dan Konseling (BK) di Sekolah Dasar memang menjadi sebuah kebutuhan mendesak. Karena permasalahan murid beraneka macam kerap terjadi. Kalau metode penanganannya kurang baik, tentu akan berakibat fatal. Maka diperlukan sebuah konsep terukur, terarah dan terencana.

 

"Kegiatan workshop ini atas kerja sama antara SDN Panaongan lll Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep dengan komunitas guru penggerak angkatan 5. Sebelumnya inisiatif ini telah saya konsultasikan dengan pengawas binaan SD UPT Dinas Pendidikan Pasongsongan, Haji Rusdi. Gayung pun bersambut, beliau merespons positif digelarnya acara pengenalan Bimbingan dan Konseling," ucap Agus Sugianto dalam kata sambutannya di depan para guru dan Kepala SD se-Kecamatan Pasongsongan. Sabtu (11/2/2023). 

 

Sarasehan ini awalnya akan dilaksanakan terbatas pada para guru SDN Panaongan lll saja. Tapi atas beberapa masukan dari komunitas guru SD dan pemerhati pendidikan di Pasongsongan, akhirnya diperlebar ke seluruh lembaga pendidikan tingkat SD, tambah Agus Sugianto.

 

"Kedepan kami akan menggelar acara yang sama.  Karena menurut hemat saya, alokasi waktu sangat terbatas. Kita tahu permasalahan anak didik begitu kompleks. Dibutuhkan uraian terperinci," tegas Kepala SDN Panaongan lll ini bersemangat. 

 

Sedangkan Haji Rusdi sebagai pengawas binaan SD UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Pasongsongan sangat mengapresiasi digelarnya sarasehan tersebut. 

 

“Tidak ada kata terlambat, senyampang ada waktu untuk berbuat, tentu itu lebih baik. Kita menyadari, selama ini umumnya para guru SD minim ilmu tentang Bimbingan dan Konseling. Maka tidak ada salahnya kalau kita banyak tahu tentang cara menentukan penanganan terhadap para peserta didik yang tersandung persoalan,” urai Haji Rusdi.

 

Peran dan Tugas Guru BK

Sementara itu Mariyatul Qibtiya sebagai penyaji dalam pembahasan awal menyinggung apa peran dan tugas pokok guru BK. Menurutnya, keberadaan guru BK di sekolah sangatlah penting.

“Keberhasilan setiap peserta didik menjalani proses pendidikan merupakan dambaan para wali murid dan guru di sekolah bersangkutan. Dan masing-masing murid sudah pasti punya persoalan yang mengakibatkan tidak suksesnya proses belajar-mengajar,” terang Mariyatul Qibtiya bersahaja.

Di sekolah seorang guru BK dituntut bisa memberikan bantuan kepada para murid agar pencapaian tugas lebih optimal. [kay]


Sabtu, 04 Februari 2023

Panwascam Pasongsongan: Siapa Dekat dan Merapat, Ia Dapat

Panwaslu Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Jawa Timur
Image redaksi apoymadura.com


SUMENEP - Banyak pihak mencium adanya bau tidak sedap pada rekrutmen Panwascam (Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan) dan Panwaslu Kelurahan/Desa (PKD) Pasongsongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Pernyataan kecurigaan itu digelindingkan salah seorang peserta seleksi berinisial AJ (52 tahun) warga Desa/Kecamatan Pasongsongan kepada media ini. Ahad (5/2/2023). 

"Tes yang dilaksanakan Panwaslu sarat dengan kebohongan. Dari hasil seleksi Panwascam dan PKD Pasongsongan ternyata peserta yang lolos masih ada ikatan keluarga atau kerabat dekat dengan orang-orang yang ada di Panwaslu Pasongsongan. Ini seharusnya tidak boleh terjadi," protes AJ bernada kecewa. 

Sejatinya yang lolos Panwascam dan PKD Pasongsongan adalah mereka yang memiliki kapasitas dan integritas terbaik dari sekian banyak peserta seleksi, timpal AJ lebih jauh. Bisa jadi untuk seleksi selanjutnya bakal berlaku tradisi demikian. [Mul/Kay]

# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...