Kamis, 09 Juni 2022

Soal-Soal PAS SDN/SDI Tema 6 Kelas l



Catatan: Yant Kaiy

Istri saya menjadi guru honorer disalah sebuah SD Negeri di wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Untuk tahun pelajaran 2021/2022, ada kesepakatan dari beberapa guru dan kepala sekolah serta pengawas, bahwa soal-soal PAS (Penilaian Akhir Semester) yang membuat guru kelas.

Berikut soal-soal PAS SDN/SDI Tema 6 Kelas l. Semoga bisa menjadi referensi bagi Bapak/Ibu guru.

l. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang paling benar!

1. Ani setiap hari menyapu….

a. Halaman        

b. Dapur

c. Sekolah

 

2. Rumah yang bersih membuat kita terhindar dari….

          a. Kotor

          b. Nyamuk

          c. Penyakit

 

3. Sapu lidi adalah alat untuk membersihkan….

          a. Rumah

          b. Halaman

          c. Lantai

 

4. Ibu mengepel….

a. Halaman

b. Rumah

c. Lantai

 

5. Rumah yang bersih membuat kita merasa….

a. Sakit

b. Nyaman

c. Sedih

 

6. Kebersihan rumah menjadi tanggung jawab….

a. Semua anggota keluarga

b. Masyarakat

c. Kepala keluarga

 

7. Kalimat ajakan dimulai dari….

a. Informasi

b. Cerita

c. Dongeng

 

8. Beni mengajak Udin….

a. Tidur

b. Berjalan-jalan

b. Bahagia

 

9. Ungkapan pemberitahuan diawali dengan kata….

a. Silakan

b. Terserah

c. Mari

 

10. Ketika diberi sesuatu oleh orang lain, sebaiknya kita mengucapkan….

a. Terima kasih

b. Ayo

c. Silakan

 

11. Buanglah sampah pada….

a. Tempatnya

b. Sungai

c. Selokan

 

12. Sampah yang berserakan di sungai akan menyebabkan….

a. Bersih

b. Banjir

c. Sehat

 

13. Alat pengukur berat benda adalah….

a. Penggaris

b. Meteran

c. Timbangan

 

14. Pada gambar di bawah ini,

botol lebih berat dari pada gambar :

 


 

a. Sepatu

b. Kelereng

c. Tas

 

15. Lima puluh sembilan jika ditulis dengan lambang bilangan….

a. 49

b. 50

c. 59

 

ll. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat!

 

1. Mencuci tangan yang baik yaitu dengan menggunakan…

 

2. Beni mengajak Udin bermain bola. Akan tetapi Udin tidak bisa bermain karena kakinya sakit, maka Udin harus mengucapkan…

 

3. Susunlah kalimat berikut :  disapu –- hari –- lantai --- setiap ---harus

 

4. Ibu Edo membeli gula dengan berat 5 kilogram. Kemudian Membeli tepung terigu 7 kilogram. Berapa berat barang belanjaan Ibu Edo?

 

5. Beni ke sekolah membawa kelereng sebanyak 100 biji. Sedangkan Edo membawa kelereng sebanyak 50 biji. Kelereng Beni lebih berat dibandingkan kelereng…

 

6. Hasil penjumlahan 25 + 7 adalah…

 

7. Lani menemukan 15 pensil. Ada 3 pensil sudah patah dan tidak bisa digunakan lagi. Berapa banyak pensil yang masih bisa digunakan?

 

8. Banyak daun pada gambar di bawah….

 



9. Edo membuat topi hias menggunakan bulu…

 

10. Bulu ayam dapat dijadikan….

 

Kunci Jawaban Tema 6 Kelas l

I. Pilihan ganda:

1. A

2. C

3. B

4. C

5. B

6. A

7. A

8. B

9. C

10. A

11. A

12. B

13. C

14. B

15. C

 

ll. Isian:

1. Sabun

2. Maaf

3. Lantai Harus Disapu Setiap Hari

4. 12 Kilogram

5. Edo

6. 32

7. 12

8. 64

9. Ayam

10. Kemoceng





Minggu, 05 Juni 2022

Sepotong Riwayat Hidup Agus Sugianto

Agus Sugianto, Kepala SDN Panaongan lll Kecamatan Pasongsongan-Sumenep. (Foto: Yant Kaiy)

Catatan: Yant Kaiy

Nama Agus Sugianto sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat di wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Dedikasi tinggi untuk kepentingan masyarakat luas mengantarkannya dipercaya mengemban amanah menduduki posisi strategis dalam berbagai bidang organisasi kemasyarakatan.

Baginya tidak ada kata berhenti untuk terus berbenah selama detak jantung masih meniti hari demi hari. Ia terus mengalir di tengah-tengah kesibukannya sebagai PNS di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

Konsep waktu ditatanya sebaik mungkin agar tugas negara berjalan maksimal sesuai tugas pokok dan fungsinya. Selebihnya ia bergiat diri dalam aktivitas kemasyarakatan, mengisi waktu luang dengan karya nyata.

Agus Sugianto senantiasa bersyukur terhadap Tuhan Yang Maha Pengasih karena telah diberi ruang dan waktu dalam mengisi hari-harinya.

Inilah sekelumit biodata Agus Sugianto dibeberapa organisasi kemasyarakatan yang didudukinya:

1. Kepala SDN Panaongan lll Kecamatan Pasongsongan

2. Ketua KKG Gugus 01 periode (2021-2023)

3. Bendahara Cabang PGRI Kecamatan Pasongsongan

4. Ketua LAKPESDAM MWC NU Pasongsongan

5. Ketua Yayasan LPI Nurul Jamal Desa Panaongan

6. Bendahara MDT AL-Al-Furqon Desa Panaongan

7. Sekretaris Takmir Masjid Mujahidin Desa Panaongan

8. Sekretaris Rukun Kifayah Dusun Benteng Desa Panaongan

9. Wakil ketua DPC GKNI Kabupaten Sumenep

10. Guru di LP Ma’arif MWC NU Pasongsongan

Semoga amanah yang diampu Agus Sugianto tetap berjalan pada rel yang ada. Tidak keluar dari keputusan bersama yang telah termaktub dalam hasil musyawarah. Amin! []

- Yant Kaiy adalah Pimred apoymadura.com



Rabu, 01 Juni 2022

KONEKSI ANTAR MATERI; REFLEKSI FILOSOFIS PENDIDIKAN NASIONAL KI HADJAR DEWANTARA

KONEKSI ANTAR MATERI; REFLEKSI FILOSOFIS PENDIDIKAN NASIONAL  KI HADJAR DEWANTARA

Oleh : Agus Sugianto, S.Pd

Peserta Calon Guru Penggerak Angkatan 5 Kabupaten Sumenep



          Berbicara tentang Pendidikan di Indonesia,tentu tidak akan lepas dari figur Bapak Pendidikan Indonesia yaitu Ki Hadjar Dewantara. Beliaulah sebagai peletak dasar pendidikan nasional yang dulunya sangat sekretarian dirubah menjadi pendidikan yang membumi bagi semua anak negeri tanpa kecuali. Ada beberapa filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang sampai saat ini masih sangat relevan dengan perkembangan jaman,yaituFilosofi menuntun; filosofi padi dan petani; kodrat zaman dan alam; sistem among; asas tri-kon dan trilogi pendidikan.

          Ki Hadjar Dewantara yang kita kenal sebagai Bapak Pendidikan Indonesia adalah seorang Pendiri Lembaga Pendidikan Taman Siswa yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya sekolah pada jaman Penjajahan dan pergerakan dulu. Ki Hadjar Dewantara membedakan antara pendidikan dan pengajaran. Menurut beliau,Pendidikan bertujuan untuk membentuk anak sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Ibarat bibit dan buah. Pendidik adalah petani yang akan merawat bibit, namun petani tidak mungkin mengubah bibit mangga menjadi berbuah anggur. Itulah kodrat alam atau dasar yang harus diperhatikan dalam Pendidikan dan itu diluar kecakapan dan kehendak kaum pendidik. Sedang Pengajaran adalah memberi ilmu atau pengetahuan agar bermanfaat bagi kehidupan lahir dan batin (Dewantara I, 2004).

Memahami filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara sendiri ini merupakan tugas yang teramat berat tapi sangat mulia.Dimana sebagai guru ketika berada di depan,kita  harus bisa memberikan teladan (Ing Ngarso Sung Tulodo).Ketika berada ditengah,kita harus bisa membangun sebuah tekad dan kemauan termasuk memberikan inspirasi dan semangat (Ing Madyo Mangun Karso).Dan ketika berada di belakang kita diharuskan bisa memberikan dorongan serta motivasi kepada para anak didik kita dalam mengembangkan bakat dan kemampuan potensial yang telah Tuhan titipkan pada diri anak didik kita (Tut Wuri Handayani).

Pemikiran dan konsep filosofis pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantoro jika dihubungkan dengan relevansi pendidikan saat ini,sangatlah tepat.Dimana pada jaman sekarang anak didik tidak hanya membutuhkan teori atau kata-kata kosong,namun anak didik saat ini membutuhkan contoh konkrit atau perwujudan nilai-nilai sikap dari seorang guru yang akan diteladaninya.Apalah artinya ribuan kata teori,tapi pada kenyataannya tidak diaplikasikan sendiri oleh seorang pendidik.Tapi ketika pendidik sudah mempraktekkan sebuah nilai sikap atau teladan yang baik.Tanpa diuraikan menggunakan kata demi kata,pasti murid tersebut akan mengikutinya.Jika dihubungkan antara konsep keteladanan atau Ing Ngarso Sung Tulodo Ki Hadjar Dewantara dengan lingkungan sekolah penulis secara khusus,sangat erat sekali.Ketika di depan anak didik, penulis menyuruh untuk menjaga lingkungan kebersihan sekolah,tapi penulis sendiri malah membuang sampah sembarangan.Ketika penulis menyuruh anak didik untuk berpakaian dan berpenampilan rapi,sementara penulis sendiri baju dan rambut awut-awutan.Maka apa yang penulis perintahkan pada anak didik,sebagian besar akan terabaikan.Tapi ketika penulis memberikan teladan menyapu kelas,membuang sampah pada tempatnya dan berpenampilan rapi dan sopan.Maka perintah penulis tersebut akan dilaksanakan dengan sepenuh hati oleh anak didik.Jadi intinya anak didik butuh contoh konkrit,bukan sebatas retorika ataupun kata-kata.

Tiga dasar filosofi pendidikan dari Ki Hadjar Dewantara tersebut sebisa mungkin akan penulis terapkan dalam praktek atau KBM,walaupun sampai saat ini belum bisa penulis terapkan secara maksimal.Misalnya ketika didalam kelas terdapat anak yang memiliki keterbelakangan mental.Maka terkadang bahkan sering penulis memperlakukan anak tersebut sama dengan anak-anak lainnya.Padahal hal tersebut tidak sesuai dengan prinsip dari filosofi Ki Hadjar Dewantara,yang mengharuskan kita bisa dan mampu untuk menggali dan mengarahkan tiap potensi yang dimiliki oleh seorang anak.Belum lagi kemerdekaan belajar bagi diri penulis dalam melaksanakan pembelajaran.Ini belum sepenuhnya penulis bebas dan merdeka dalam melakukannya.Karena masih ada faktor-faktor lain yang menjadi kendala, baik faktor internal maupun eksternal penulis.

 

·        Konsep Murid sebelum mengenal Pemikiran Filosofis Ki Hadjar Dewantara

Menurut penulis murid adalah semua anak yang sudah memasuki usia sekolah,datang ke sekolah untuk dididik,sehingga bisa membaca,menulis dan menghitung serta memahami beberapa pengetahuan lainnya.Penulis menganggap bahwa semua murid adalah lembaran kertas kosong yang bisa diisi oleh siapa saja sesuai selera pengisinya,sehingga ketika mengajar penulis cenderung untuk memperlakukan keberadaan anak sama antara yang satu dengan yang lain.Selain itu penulis beranggapan bahwa porsi keluarga lebih dominan atau lebih kuat dalam mewarnai kehidupan anak,karena keberadaan anak dalam lingkungan keluarga lebih besar porsinya daripada di sekolah.Dengan anggapan tersebut,penulis merasa skeptis untuk bisa merubah karakter atau kebiasaaan yang kurang baik yang dibawa anak dari rumah.Sehingga outputnya,ketika di kelas penulis akan membagi murid  menjadi dua,yaitu : anak baik dan anak nakal.Pada kelompok anak baik,penulis akan memperlakukannya dengan sangat baik,sedangkan pada kelompok yang kedua penulis sangat apatis.Tak ada hari tanpa hukuman atau sanksi pada kelompok murid yang nakal.Karena hanya dengan sanksi,penulis beranggapan bisa memberikan efek jera pada diri anak,sehingga ia tidak akan mengulangi perbuatan nakalnya.Sedangkan untuk bisa merubah menjadi pribadi yang baik,sangatlah tidak mungkin.Karena penulis beranggapan bahwa porsi keluarga di rumah lebih dominan.Sehingga ketika seorang murid saat berada di sekolah iabaik,maka ia akan terus menjadi baik.Demikian juga sebaliknya.Ketika seorang murid berada di sekolah nakal,maka selamanya ia akan nakal dan tidak akan bisa berubah menjadi baik.

 

·        Konsep Pembelajaran sebelum mengenal Pemikiran Filosofis Ki Hadjar Dewantara

Konsep pembelajaran yang dilakukan penulis sebelum mengenal Pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah berpusat pada guru,memaksa dan sanksi.Guru adalah subjek dalam pembelajaran dan murid adalah objeknya.Guru adalah sosok yang serba tahu dan tak boleh dibantah titahnya.Jadi jika ada pendapat yang berbeda dari murid,maka bisa dipastikan pendapat simurid salah dan pendapat guru benar.Ini akan menutup ruang berpikir kritis dari murid,menutup rasa keberanian dan percaya diri dalam mengungkapkan pendapatnya.

Hal kedua adalah selama pembelajaran,yang terjadi bukanlah proses belajar mengajar yang menyenangkan,tetapi lebih pada sebuah pemaksaan konsep dan materi.Mengapa ini bisa terjadi?.Ini tak lebih karena guru dibatasi oleh instrumen pembelajaran yang begitu mengikat dan harus dilaksanakan.Ketuntasan materi dan ketuntasan minimal (KKM) menjadi acuan dalam pelaksanaan pembelajaran.Keberadaan materi pembelajaran yang dibatasi oleh sekian hari harus selesai,tanpa memperhatikan perbedaan tipe anak,serta faktor lainnya yang menjadi penyebab perbedaan anak dalam menyerap pembelajaran.Sehingga ruang kelas yang seharusnya menjadi ruang untuk menggali setiap potensi anak,malah menjadi sebuah  ruangan kaku yang hanya bisa menjejali anak dengan konsep dan materi yang tak perlu dibantah olehnya.Guru hanyamemikirkan segala proses pelaporan administrasi yang harus sesuai dan selesai tepat waktu.Tertibnya administrasi pembelajaran menjadi tolak ukur keberhasilan seorang guru.Sehingga guru lebih asyik berkutat untuk menyelesaikan segala persoalan administrasi,daripada harus berkutat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang menimpa muridnya dalam hal pembelajaran.

Hal yang ketiga adalah konsep sanksi.Dulu saya beranggap bahwa dengan pemberian sanksi/hukuman,semua permasalahan yang menyangkut murid akan selesai.Sanksi yang penulis terapkan bermacam-macam,mulai sanksi menulis pada lembaran kertas,sanksi berdiri di depan kelas atau bentuk sanksi fisik maupun mental lainnya.Tapi ternyata beragam sanksi yang penulis terapkan pada siswa,bukannya malah menyelesaikan masalah.Tapi bahkan sebaliknya.Tak jarang murid yang nakal semakin bertambah nakal.Ia hanya menunjukkan rasa takut ketika berhadapan dengan gurunya,ia diam dan santun ketika guru ada di kelas.Tapi ketika kelas kosong.Ia akan berulah dan berubah kembali seperti sedia kala.Belum lagi ketika sanksi fisik yang diterapkan.Tak jarang memantik para wali murid tidak terima atas perlakuan para gurunya,bahkan ada yang menempuh jalur hukum.Keberadaan fakta ini,menyadarkan penulis bahwa pemberian sanksi berupa apapun,tidak akan menyelesaikan akar permasalahan yang dihadapi.


·        Pemikiran Filosofis Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan telah merubah pemikiran penulis


           Filosofi menuntun; filosofi padi dan petani; kodrat zaman dan alam; sistem among; asas tri-kon dan trilogi pendidikan.Inilah beberapa fiolosofi dari Ki Hadjar Dewantara yang akhirnya menyadarkan penulis,bahwa stigma dan anggapannya selama ini tentang mendidik dan mengajar murid salah besar.

-         Maksud Menuntun dalam filosofi Ki Hadjar Dewantara,bahwa pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak,agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia,maupun anggota masyarakat.Dalam proses menuntun ini,seorang guru tidak boleh melakukan pemaksaan terhadap anak,dan hendaknya proses menuntun harus dimulai dari diri pendidik sendiri.

-         Filosofi padi dan Petani. Ki Hadjar Dewantara melakukan pengandaian bahwa pendidik diibaratkan sebagai petani,dan anak didik adalah benih.Setiap benih sudah memiliki kodratnya masing-masing.Apakah ia sebagai jagung,padi,anggur,rumput ataupun benalu.Demikian juga anak didik.Ia juga sudah memiliki kodratnya yang telah Tuhan titipkan padanya.Ia sudah Tuhan titipkan bakat dan potensi yang beraneka warna,dimana tiap pribadi tidaklah sama.Selain memiliki bakat potensi yang tidak sama,Tuhan juga menitipkan rasa yang sama tiap pribadi,yaitu rasa cinta,marah,benci,sayang,haru,gembira dsb.Seorang petani tidak bisa memperlakukan padi,jagung,anggur dan gandum dengan perlakuan yang sama.Tapi seorang petani akan memperlakukan sesuai dengan kodrat alami tanaman tersebut.Demikian juga halnya dengan seorang pendidik.Ia tidak akan memperlakukan hal yang sama,pada semua anak didiknya.Karena tiap anak didik memiliki perbedaan kodrati yang bukan ranah pendidik untuk menyamakannya.Yang bisa dilakukan seorang petani atau pendidik,hanyalah berupaya menjaga dan merawat benih/murid dengan sepenuh hatinya.Menjaga dari gulma atau tanamaman pengganggu lainnya yang bisa mempengaruhi tumbuh kembangnya.Paling tidak walaupun benih tersebut kurang baik,tapi ketika seorang petani dengan ketulusan hatinya merawat dan menjaganya.Maka benih tersebut akan lebih baik jika dibandingkan dengan tumpukan benih lainnya yang kurang baik.

-         Kodrat alam dan jaman.Tiap orang ada jamannya,dan tiap jaman ada orangnya.Kodrat alam berkaitan dengan sifat dan bentuk lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan isi dan irama.Artinya bahwa setiap anak sudah membawa sifat atau karakternya masing-masing, jadi sebagai guru kita tidak bisa menghapus sifat dasar tadi, yang bisa dilakukan oleh seorang guru adalah menunjukan dan membimbing mereka agar muncul sifat-sifat baiknya sehingga menutupi/mengaburkan sifat-sifat jeleknya.

kodrat zaman bisa diartikan bahwa kita sebagai guru harus membekali keterampilan kepada siswa sesuai zamannya agar mereka bisa hidup, berkarya dan menyesuaikan diri. Dalam konteks pembelajaran sekarang,kita harus bekali siswa dengan kecakapan Abad 21Budi pekerti juga harus menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan dan pengajaran yang kita lakukan sebagai guru. Guru harus senantiasa memberikan teladan yang baik bagi siswa-siswanya dalam mengembangkan budi pekerti. Kita juga bisa melakukan kegiatan-kegiatan pembiasaan di sekolah untuk menanamkan nilai-nilai budi pekerti/akhlak mulia kepada anak.

Dalam pembelajaran di kelas hendaknya kita juga harus memperhatikan kodrati anak yang masih suka bermain. Lihatlah ketika anak-anak sedang bermain pasti yang mereka rasakan adalah ‘kegembiraan’ dan itu membuat suatu kesan yang membekas di hati dan pikirannya. Hendaknya guru juga memasukan unsur permainan dalam pembelajaran agar siswa senang dan tidak mudah bosan. Apalagi menggunakan permainan-permainan tradisional yang ada, selain menyampaikan pembelajaran melalui permainan , kita juga mendidik dan mengajak anak untuk melestarikan kebudayaan.

(https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/kesimpulan-dan-refleksi-pemikiran-pemikiran-ki-hajar-dewantara/)

-         Sistem among.Dalam pidato Asas-asas 1922 yang dilontarkan langsung oleh Ki Hajar Dewantara disebutkan bahwa pemakaian metode among dibuat untuk menghindari segala bentuk paksaan dari pendidik ke murid-murid.

“Pemakaian metode among, suatu metode yang tidak menghendaki “paksaan-paksaan”, melainkan memberi “tuntutan” bagi hidup anak-anak agar dapat berkembang dengan subur dan selamat, baik lahir maupun batinnya,” ujar Bapak Taman Siswa ini, yang juga menguraikan empat poin-poi lainnya yang dikenal dengan Asas-asas 1922, termasuk perlu adanya demokratisasi dalam pengajaran agar tidak hanya lapisan atas saja yang terpelajar.

Seperti diketahui, jauh sebelum Taman Siswa berdiri,telah berdiri juga beberapa lembaga pendidikan,dimana pada lembaga tersebut hanya untuk mendidik para calon pegawai (Sekolah Kabupaten-1854),kemudian disusul sekolah Boemi Poetra,dimana orientasinya mendidik mereka yang diperbantukan pada usaha perdagangan pemerintahan Belanda.Barulah pada tahun 1922 di Yogyakarta berdiri Taman Siswa yang menghapus orientasi dan tatanan pendidikan sebelumnya. Oleh sebab itu, melalui sistem pengajaran Among ini Ki Hajar Dewantara ingin melawan paradigma pendidikan kolonialisme yang mengutamakan intelektual, materialistis dan individualis. Sebaliknya, di Taman Siswa paradigma menekankan pada pendekatan Kodrat Alam dan Jaman Anak, yakni pendidikan tidak boleh menjauhkan anak dari alam dan keluarganya.

(https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/mengenal-sistem-among-dalam-konsep-belajar-taman-siswa/)

 

-         Azas Trikon.Pertama:Pendidikan harus bersifat Kontinyu artinya pengembangan pendidikan harus dilakukan secara berkesinambungan,terus-menerus dan dengan tata perencanaan yang baik.Pengembangan pendidikan harus dilakukan secara tahap demi tahap,dimana tahap selanjutnya memperbaiki tahap sebelumnya.Kedua:Pendidikan harus bersifat Konvergen artinya pengembangan pendidikan bisa dari segala arah dan dari berbagai sumber baik di dalam negeri maupun dari luar negeri.Jadi pengembangan pendidikan bersifat terbuka.Jadi dengan peralatan yang canggih seperti saat ini,kita bisa mempelajari pengembangan pendidikan dari negara manapun,kemudian yang sesuai dengan citra kepribadian serta kearifan budaya lokal bisa kita ambil,dan yang tidak sesuai bisa kita abaikan.jadi kita bisa memadukan budaya bangsa sendiri dengan kebudayaan asing yang dapat mendorong kita menuju pada generasi yang lebih maju.Ketiga: Pendidikan harus bersifat Konsentris artinya pengembangan pendidikan yang dilakukan harus tetap berdasarkan pada kepribadian bangsa kita sendiri. Tujuan utama pendidikan adalah menuntun tumbuh kembang anak secara maksimal sesuai dengan karakter kebudayaannya sendiri. Oleh karena itu meskipun Ki Hadjar menganjurkan kita untuk mempelajari kemajuan bangsa lain,tetapi semua itu ditempatkan secara konsentris dimana karakter budaya kita sebagai pusatnya.

-         Yang terakhir adalah Azas trilogi pendidikan yang sudah tidak asing lagi yaitu : Ing ngarso sung tulodo artinya seorang pendidik hendaklah ia menjadi suri teladan bagi para peserta didiknya.Ing madyo mangun karso artinya seorang pendidik hendaklah ia bisa menjadi motivator dalam membangun inspirasi bagi para peserta didiknya.seorang pendidik bisa menjadi teman bagi para peserta didiknya dalam mewujudkan cita-cita besarnya.Tut wuri handayani artinya seorang pendidik hendaknya bisa mendorong para peserta didiknya untuk bisa mengembangkan bakat dan potensi yang dimlikinya.

Dari beberapa pemikiran filosofis Ki Hadjar Dewantaratentang pendidikan akhirnya merubah pola pikir penulis sebagai pendidik, diantaranya :

-         Murid bukanlah suatu kertas kosong yang bisa diisi oleh siapa saja.Tapi murid telah punya potensi kodrati alami masing-masing yang berbeda satu sama lain.Murid telah membawa guratan-guratan samar pada kertas kosong tersebut.Tugas penulis sebagai pendidik adalah menuntun (memfasilitasi/membantu) murid untuk menebalkan guratan-guratan samar tersebut,agar murid dapat memperbaiki lakunya/pekertinya untuk menjadi manusia seutuhnya.Adapun cara yang bisa penulis lakukan untuk menebalkan atau memperbaiki laku anak adalah dengan kekuatan konteks diri anak sendiri serta menebalkan dengan konteks sosio-kultural/budaya sekitarnya.Banyak kata-kata bijak,peribahasa bijak,dongeng daerah serta permainan tradisional dari budaya daerah kita sendiri,yang bisa kita angkat untuk menjadi sentral ketika pengaruh budaya luar berdatangan.

-         Filosofi menuntun selalu disertai dengan sikap memaksa peserta didik.Tapi sekarang saat menuntun,penulis sudah tidak melakukan pemaksaan kepada peserta didik.Penulis mencoba memerdekakan semua peserta didik dalam mengoptimalkan bakat dan potensi dirinya dalam berekspresi,berinovasi,bereksplorasi serta berkolaborasi dengan teman-temannya.

-         Penulis berpikir bahwa di dalam kelas ia menjadi subyek pembelajaran dan peserta didik menjadi obyek atau pembelajaran yang berpusat pada guru.Tapi sekarang pemikiran tersebut telah penulis tinggalkan.Pelan tapi pasti,penulis mereposisi diri untuk menjadi motivator dan fasilitator di dalam kelas selama proses pembelajaran.Penulis bisa saja beralih fungsi menjadi seorang ayah,seorang guru bahkan diwaktu tertentu penulis menjadi seorang teman bagi peserta didik,dengan kata lain di kelas sekarang penulis menerapkan pembelajaran berpusat pada murid.

-         Sanksi atau hukuman baik fisik maupun mental sering penulis lakukan.Tapi untuk saat ini sudah tidak lagi.Karena sanksi/hukuman tidak menyelesaikan masalah ataupun memberikan efek jera,bahkan terkadang malah sebaliknya.

-         Sebisa mungkin apa yang penulis perintah untuk dilakukan oleh peserta didik,terlebih dahulu penulis melakukannya dalam langkah konkrit atau nyata dalam kehidupan sehari-hari.Karena penulis sadar bahwa peserta didik butuh keteladanan bukan sebatas kalimat suruhan atau teori belaka.

-         Penulis dulu menghamba pada segala bentuk administrasi pembelajaran yang menuntut ketuntasan materi dan ketuntasan minimal.Tapi sekarang penulis berusaha untuk

-         menyeimbangkan antara keduanya.Karena kedua faktor tersebut saling membutuhkan dan saling melengkapi satu sama lain.

-         Sangat apatis terhadap keragaman kultur budaya serta permainan tradisonal dulu,tapi sekarang penulis bersinergi dengan guru Mapel menghidupkan kembali permainan tradisional yang sarat dengan filosofi kebersamaan,semangat,kekompakan,ketangkasan serta kecerdasan emosional.Menghidupkan kembali nasehat bijak,peribahasa bijak yang berasal dari petuah para tetua di kampung.Sehingga kultur sosial budaya masyarakat di daerah para peserta didik menjadi pijakan dalam menyaring budaya-budaya luar.

·        Hal yang akan diterapkan penulis agar kelas mencerminkan filosofi Ki Hadjar Dewantara


-       Menyusun  serta membuat beberapa kesepakatan kelas dengan peserta didik.Hal ini diharapkan dapat mendidik peserta didik untuk bertanggung jawab atas kesepakatan kelas yang telah dibuat.

-       Mengaplikasikan filosofi trilogi ing ngarso sung tulodo (suri teladan) dalam langkah nyata sehari-hari baik selama di sekolah maupun di luar sekolah.Sehungga hal ini akan menjadi pemantik bagi peserta didik untuk meniru dan mempraktekkannya juga.

-       Menghamba pada murid atau pendidikan yang berpihak atau berpusat pada murid.Dengan kata lain mencoba membebaskan diri penulis dari segala ikatan,dengan niat yang suci serta tulus mendekati murid tapi tidak untuk mengambil sesuatu hak anak,tapi mencintai murid semurni-murninya sehingga mencintai dan menyayangi murid seperti mencintai anak sendiri.Menghamba pada murid bukan lantas mengiyakan semua kemauan murid,tapi menghamba pada murid disertai dengan sebuah batasan yang tegas yaitu memberikan kebebasan yang terttuntun pada murid.

-       Melakukan pembelajaran yang menyenangkan dengan diselingi permainan yang menarik,sehingga anak tidak merasa bosan karena monoton.

 

Daftar Pustaka:

-         (Dewantara I, 2004).

-         Modul 1.1 Filosofi Pemikiran Ki Hajar Dewantara-Pendidikan Guru Penggerak

-         https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/artikel/kesimpulan-dan-refleksi-pemikiran-pemikiran-ki-hajar-dewantara/

-         https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/mengenal-sistem-among-dalam-konsep-belajar-taman-siswa/







Selasa, 31 Mei 2022

Liku-liku Sertifikat Tanah


Realita di lapangan, mengurus sertifikat tanah itu tidak mudah. Kendati iklan telah disiarkan lewat berbagai media, bahwa sertifikat tanah sangat mudah didapatkannya. Itu hanya omong besar. Basa-basi.

Kita mafhum kalau akhirnya banyak orang berkata membuat sertifikat tanah itu ribet dan susah, menghabiskan duit jutaan rupiah dan lama selesainya. Menguras energi.

Sudah menjadi mainset atau kebiasaan di masyarakat, bahwa membuat sertifikat tanah itu harus lewat notaris dengan biaya mahal dan lama jadinya. Terkadang pemohon seperti pengemis. Padahal semua orang tahu, kalau mereka yang mengurus sertifikat tanah ada dana untuk hal itu.

Wajar jika akhirnya banyak kasus orang membuat sertifikat tanah mempercayakan kepada notaris, kendati dari sisi pembiayaan cukup mahal. Ditambah juga lama sekali jadinya, dari berbulan-bulan sampai bertahun-tahun.

Semua orang tahu, pekerjaan yang begitu membosankan adalah menanti. Kalau memang mudah, kenapa rakyat harus dipersulit. Persoalan ini sejatinya mendapat perhatian serius dari pemerintah. Bukan hanya bahasa gombal yang terus dibombardir ke tengah-tengah masyarakat luas.

Aslinya membuat sertifikat tanah maju urus sendiri tanpa pakai Notaris, itu bisa sangat mudah dan biaya juga sangat murah.

Jika Anda disibukkan oleh faktor pekerjaan, dagang, bisnis dan lainnya yang membuat waktu Anda tidak memungkinkan untuk membuat sertifikat tanah maju sendiri. Bukan melemparkan pada pihak ketiga.

Berikan kuasa kepada saudara Anda atau tetangga Anda yang masih menganggur atau orang yang menurut Anda bisa dipercaya untuk mendaftarkan sertifikat tanah Anda.

Kemudian datanglah ke kantor BPN untuk menanyakan persyaratan pendaftaran, biaya dan waktu selesainya sertifikat tanah sesuai dengan riwayat tanah yang akan Anda buatkan sertifikat.

Riwayat sertifikat tanah itu macam-macem yaitu pembuatan sertifikat baru, balik nama waris, hibah, jual beli, sertipikat hilang dan lainnya.

Kemudian jika sudah datang ke Bagian Pendaftaran BPN dan masyarakat yang akan mendaftar maju sendiri ditolak dan diarahkan harus pakai atau melalui notaris.

Maka bisa diduga oknum pegawai BPN itu bermain dengan oknum Notaris dalam bisnis pendaftaran sertipikat tanah.

Sebab tidak ada dasar hukum dan melanggar hukum jika pegawai BPN menolak masyarakat maju sendiri mendaftar sertipikat tanah.

Dan tak usah bingung ketika ketemu kasus seperti itu, di google banyak sekali informasi tentang syarat-syarat berkas yang dibutuhkan untuk pendaftaran sertipikat tanah, dan tinggal ketik di pencarian sesuai riwayat tanah anda maka akan terbuka banyak informasi.

■ Berapa sih biaya pembuatan sertipikat tanah di BPN ketika diurus sendiri ?

1. Pendaftaran awal dari Letter C ke Sertipikat = Rp. 800.000an

2. Pecah atau Split = Rp. 400.000an

3. Balik nama = Rp. 300.000an

4. Pecah dan Balik Nama = Rp. 800.000an

5. Dan lain-lainnya.

Dasar hukum :

(Peraturan Pemerintah No 128 Tahun 2015)

■ Berapa sih waktu pembuatan sertipikat tanah di BPN ?

1. Pendaftaran awal dari Letter C ke Sertifikat = 98 hari

2. Pecah atau Split = 15 hari

3. Balik Nama = 5 hari

4. Dan lain-lainnya.

Dasar hukum :

Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 1 Tahun 2010)

Dan apa sih yang membuat mahal dalam pembuatan sertipikat tanah itu?

Yang membuat mahal adalah urusan melengkapi berkas persyaratan dari mulai mengurus surat di Desa, Kecamatan dan Dinas dan pembuatan Akta di PPATS (Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara) atau PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) swasta atau non pemerintah.

Biaya pengurusan berkas persyaratan bisa menghabiskan biaya dari Rp. 500.000 sampai 2 juta.

Baik untuk biaya bolak-balik mengeluarkan bensin, makan, rokok, membayar kebutuhan berkas sesuai peraturan yang harus dibayar.

Kadang juga banyak oknum-oknum baik perangkat desa, camat dan lainnya yang meminta uang tips untuk diuruskan berkas persyaratannya dari uang rokok Rp. 50.000 sampai Rp. 100.000.

Belum lagi jika harus ada berkas persyaratan yang diurus di PPATS di Kecamatan atau PPAT yaitu pembuatan Akta baik Akta Jual Beli, Hibah dan Waris.

Banyak kasus di Kecamatan ketika masyarakat ingin membuat Akta di PPATS itu harus membayar mahal sampai berjuta-juta.

Jika menemukan kasus seperti itu maka mintalah bukti pembayaran (Kuitansi), pasti mereka tidak akan berani memberikan bukti pembayaran tersebut.

Itu artinya mereka mau menipu dan memeras masyarakat, karena aslinya itu sangat murah tidak sampai berjuta-juta.

Dan ingat selain membuat Akta di PPATS Kecamatan, yaitu membuat Akta di PPAT, maka anda akan datang ke kantor PPAT yang biasanya menemukan plang bertuliskan PPAT / Notaris, artinya PPAT itu merangkap sebagai Notaris.

Ketika sudah datang ke kantor cukup minta dibuatkan akta saja, tidak perlu dipasrahkan atau percayakan kepada Notaris untuk diurus membuat sertipikat tanah sampai jadi dengan biaya mahal dan lama jadinya hingga bertahun-tahun.

Sebab urusan sertipikat tanah itu yang dibutuhkan hanya dengan PPAT yaitu membuat Akta dan tidak membutuhkan notaris sama sekali.

PPAT dan Notaris itu berbeda, dan Notaris itu tidak ada urusan sama sekali dengan kebutuhan persyaratan pendaftaran sertipikat tanah.

Benarkah membuat Akta di PPAT itu mahal sampai berjuta-juta ?

Sangat tidak benar sama sekali, biaya pembuatan Akta bisa dari Rp 500.000 sampai Rp 2 juta bahkan lebih tergantung nilai transaksi tanah yang tercantum dalam akta.

Dan biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat akta di PPAT adalah 1% dari nilai transaksi tanah yang tercantum dalam akta.

Contoh : Nilai transaksi jual beli tanah adalah Rp 200 juta, maka biaya pembuatan Akta di PPAT adalah Rp 2 juta.

Hitungan: 1 / 100 x 200.000.000 =Rp 2 juta.

Semakin murah nilai transaksi tanah, maka semakin murah biaya pembuatan Akta, begitu juga sebaliknya semakin mahal nilai transaksi tanah maka semakin mahal biaya pembuatan Akta di PPAT.

Dan bukti pembayaran untuk pembuatan akta harus diminta, jika ternyata tidak sesuai peraturan yaitu 1% dari nilai transaksi yang tercantum dalam akta, maka bisa dilaporkan oknum PPAT yang berusaha menipu dan memeras masyarakat.

Dasar Hukum :

(Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2016)

Setelah Akta di PPAT selesai, ada biaya lain yang harus dikeluarkan yaitu pajak, yang bisa menghabiskan biaya berjuta-juta.

Saat Pajak sudah ditaksir oleh PPAT berapa yang harus dibayarkan, maka mintalah bukti pembayaran pajak yang harus dibayarkan (Brilling) dan bayarlah sendiri pajaknya ke bank atau kantor Pos.

Jika sudah mendatangi kantor PPAT dan menanyakan masalah biaya membuat Akta itu tidak sesuai peraturan dan bukti pajaknya tidak mau diberikan ke masyarakat untuk dibayarkan sendiri.

Atau juga jika anda ingin membuat Akta dan kemudian ditolak karena tidak mau sebatas membuat Akta saja.

Tapi pendaftaran sertipikat tanah semuanya harus diurus oleh Notaris dengan biaya mahal dan lama jadinya sampai bertahun-tahun, itu jelas melanggar hukum dan memaksa masyarakat.

Maka carilah PPAT lainnya di daerah anda yang masih murah dan jujur dalam memberikan pelayanan kepada anda sesuai dengan aturan biaya pembuatan Akta dan urusan Pajak kepada masyarakat.

Sebab masih banyak PPAT di daerah yang jujur dan terbuka dan melayani anda dengan baik apa adanya kepada masyarakat.

Setelah urusan Akta dan Pajak di PPAT selesai dan semua urusan berkas persyaratan lainnya juga sudah lengkap diurus.

Datanglah kembali ke kantor BPN untuk mendaftarkan sertipikat tanah.

Jika membuat sertipikat tanah dipasrahkan ke notaris, maka anda tidak memegang bukti tanda terima pendaftaran sertifikat dan Surat Perintah Setor dari BPN.

Jadi ketika sertipikat lama sekali jadinya, padahal sudah bayar mahal, maka anda hanya bisa pasrah menunggu ketidakjelasan atau ketidakpastian dari Notaris.

Berbeda jika anda mendaftarkan sertipikat tanah maju sendiri ke BPN, maka akan menerima tanda bukti pendaftaran dan tanda bukti Surat Perintah Setor yang tercantum biaya pembuatan sertipikat tanah yang ternyata sangat murah.

Surat Perintah Setor adalah bukti yang tidak akan pernah diberikan kepada masyarakat, dan akan disembunyikan atau dirahasiakan.

Sebab jika masyarakat tahu Surat Perintah Setor, maka akan terbongkar biaya asli yang sangat murah, sedangkan biaya pembuatan sertipikat tanah ketika masyarakat mempercayakan ke Notaris itu sangat mahal.

Kemudian setelah mendaftarkan sertipikat tanah di BPN dan pelayanan di BPN buruk dan lama diproses jadinya sertipikat tanah tidak sesuai standar pelayanan waktu dan biaya, maka bisa dilaporkan tentang buruknya pelayanan BPN ke Menteri Agraria dan ditembuskan ke Ombudsman Republik Indonesia.

Demikian sedikit uraian ini tentang langkah-langkah yang harus dilakukan saat akan mendaftarkan sertifikat tanah. (ZF/Kay/diolah dari berbagai sumber)



Klip Lagu dan Film Pendek Merebak di Kanal Toutube

Aloy sedang mempelajari lagu Beremma Se tapesa'a. (Foto: Yant Kaiy)


SUMENEP – KR Music Studio merupakan sebuah komunitas Youtuber Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep yang terus berkreativitas tanpa kenal lelah. Beberapa produksinya yang berupa klip lagu dan film pendek telah tayang di kanal Youtube.

Kali ini KR Music Studio sedang mengerjakan proyek lagu daerah berbahasa Madura, Beremma Se Tapesa’a dengan vokalis Aloy.

“Di Pasongsongan sebenarnya banyak musisi berkualitas yang tak tergali. KR Music Studio bagian terkecil yang mencoba mewadahi beberapa musisi. Kami masuk didalamnya karena lagu Beremma Se Tapesa’a adalah karya saya,” terang Aloy yang telah menyelesaikan klip lagunya kemarin. Rabu (1/5/2022).

Menurutnya, kanal Youtube menjadi sarana terbaik dalam mempromosikan hasil karyanya ke pelataran belantika musik tanah air seiring berkembangnya sosial media yang tak terbendung lagi. (Kay)



Aloy dan Yayuk beradu Akting dalam Klip Lagu "Beremma Se Tapesa'a"

Aloy (kiri) sebagai vokalis lagu "Beremma Se Tapesa'a" bersama A Jazimul. (Foto: Yant Kaiy)


SUMENEP - Lagu berbahasa Madura "Beremma Se Tapesa'a" menjadi proyek KR Studio Musik Sumenep yang saat ini sudah memasuki tahap editing. Selasa (31/5/2022).

Aloy dan Yayuk beradu akting dalam klip lagu yang mengambil syuting di pantai Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep.

"Awal mulanya kami agak tegang. Tapi adegan yang disutradai A Jazimul akhirnya berjalan lancar," ujar Aloy kepada apoymadura.com.

Ketika ditanya kapan akan launcing; "Dalam pekan ini insya Allah sudah bisa dinikmati di beberapa channel Youtube."

Sedangkan Yayuk, lawan akting Aloy berharap,  kehadiran lagu "Beremma Se Tapesa'a" bakal mendapat sambutan publik di Kota Keris Sumenep.

"Ini pengalaman pertama saya dalam dunia intertaiment. Semoga klip ini bisa menghibur dan banyak yang menyukainya," pintas Yayuk dengan senyum. (Kay)



Pembuatan Klip Lagu "Beremma Se Tapesa'a"

Aloy sedang membawakan lagu "Beremma Se Tapesa'a". (Foto: Yant Kaiy)


SUMENEP - Pembuatan klip lagu "Beremma Se Tapesa'a" karya Aloy mengambil lokasi syuting di pantai Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura. Selasa (31/5/2022).

"Sebenarnya lagu ini saya bikin beberapa tahun yang lalu. Lagu ini menggunakan bahasa Madura," terang Aloy.

Perlu diketahui, lagu ini diaransemen Hajar Debra, produksi KR Studio Musik dan disutradai A Jazimul. 

Sedang Aloy sebagai vokalis berterima kasih kepada beberapa pihak yang telah mensupport proyek ini. Karena dalam pembuatan klip lagu tidak ada yang mensponsori. (Kay)



# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...