![]() |
| Kepala SDN Padangdangan II Kecamatan Pasongsongan, Matrasit,M.Pd. (Foto: Yant Kaiy) |
Senin, 16 Mei 2022
Pelaksanaan Ujian Sekolah di SDN Padangdangan l Kecamatan Pasongsongan
Sabtu, 14 Mei 2022
Mencuat: Moh Ramli di Pemkab Sumenep
![]() |
| Moh Ramli, Ketua Tim Terpadu Pengawasan dan Penertiban Perizinan tambak udang ilegal Pemkab Sumenep. (Foto: Yant Kaiy) |
Catatan:
Yant Kaiy
Tugas pokok dan fungsi Moh Ramli di Pemerintahan
Kabupaten Sumenep selalu di garda terdepan dalam soal kepentingan masyarakat
luas. Posisi vital dan sensitif dijalankannya sesuai sistem yang berlaku,
tegak-lurus dengan mandat Bupati.
Selama ini urgensi kebijakannya melahirkan panorama
indah menyejukkan hati segenap penghuni bumi Aria Wiraraja, Sumenep.
Sebelumnya, Moh Ramli sukses menggawangi DPMD (Dinas
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Sumenep. Kecerdasan dalam menentukan
keputusan ternyata bisa diterima lapang dada oleh semua pihak.
Saat ini, Moh Ramli mengemban tugas sebagai Ketua Tim
Terpadu Pengawasan dan Penertiban Perizinan tambak udang ilegal Pemkab Sumenep.
Memang ada sebagian masyarakat pesimis, karena tugas dia berhadapan langsung
dengan orang-orang berduit.
Namun sebagian besar masyarakat luas percaya, bahwa
kebijakan Moh Ramli pasti akan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Sesuai
hukum yang berlaku.
Tak berlebihan kalau akhirnya Bupati Sumenep menunjuk
dia untuk segera beraksi. Sebab “gerakan” Moh Ramli sudah terbukti cantik dalam
mengemban amanat.[]
Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com
Jumat, 13 Mei 2022
Terkini: Pagelaran Sapi Sono' se-Madura di Pasongsongan
![]() |
| Kontes sapi sono' se-Madura di Desa Padangdangan-Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy) |
Kamis, 12 Mei 2022
SDN: Rekreasi atau Haflatul Imtihan

Catatan: Yant Kaiy
Sebagian
besar Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Keris Sumenep cenderung memilih
berwisata pada masa libur sekolah. Terutama pada waktu memasuki musim libur
kelulusan bagi kelas VI.
Kegiatan
rekreasi ini dinilai positif bagi banyak tenaga kependidikan untuk mengenal
wisata dan budaya daerah lain. Tapi sisi lainnya, wali murid terbebani soal
anggaran. Lantaran biaya transportasi dan tiket masuk tempat wisata, plus uang
jajan anak didik tidak sedikit.
Berbeda
dengan Lembaga Pendidikan Islam (LPI), mereka lebih memilih Haflatul Imtihan
sebagai bentuk lepas-pisah peserta didiknya.
Pada
dasarnya Haflatul Imtihan diisi oleh kegiatan lomba-lomba, mengasah kecerdasan
dan ketangkasan para siswa.
Biasanya
penutupan Haflatul Imtihan diisi acara doa bersama dan pengajian. Seluruh
komponen tenaga kependidikan dilibatkan, termasuk komite sekolah, tokoh
masyarakat setempat dan wali murid. Mereka lebur jadi satu, bersuka-cita.
Jurus
ini ternyata signifikan dalam menjaring peserta didik baru. Tak ayal LPI lebih
diminati calon wali murid baru ketimbang SDN. Tak berlebihan pula kalau
akhirnya SDN peserta didiknya bisa dihitung dengan jari.[]
Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com
Segera: Sikat Habis Tambak Udang Ilegal
![]() |
| Moh Ramli, Ketua Tim Penanganan Tambak Udang Pemkab Sumenep. |
Catatan:
Yant Kaiy
Menjamurnya tambak udang di Kabupaten Sumenep
mendapat atensi dari Moh Ramli selaku ketua tim penanganan tambak udang Pemkab
Sumenep.
Seperti diberitakan banyak
media online di Kota Keris Sumenep, Kamis (12/5/2022), bahwa ada sebanyak 700
lebih tambak udang ilegal yang beroperasi.
Sedangkan yang mengantongi izin dari Pemkab Sumenep ada 26 tambak udang. Ini tentu sangat ironis.
Masyarakat awam hanya bisa menanti action tim penanganan tambak udang Pemkab Sumenep. Mampukah tim bekerja maksimal untuk menertibkannya?
Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com
Gempa Berkekuatan 3,9 M Guncang Batuputih Sumenep
Senin, 09 Mei 2022
Desa Pasongsongan Bakal Miliki Pengolahan Sampah
![]() |
| Kades Pasongsongan, Ahmad Saleh Harianto. (Foto: Yant Kaiy) |
SUMENEP – Informasi kalau
Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep bakal memiliki sarana pengolahan
sampah terlontar dari Kades Pasongsongan, Ahmad Saleh Harianto. Sabtu
(7/5/2022).
“Kami telah melakukan studi banding di Kediri dan Malang
tentang pengolahan sampah masyarakat. Sampah tersebut nantinya dimanfaatkan
menjadi pupuk,” terang Harianto dikediamannya.
Tindakan peduli lingkungan Kades Pasongsongan ini
akan menjawab kekhawatiran warga setempat. Karena sungai di Pasongsongan sudah
lama menjadi tempat pembuangan sampah.
“Selama ini sampah di daerah padat penduduk menjadi
keprihatinan semua pihak. Tidak terkecuali di Desa Pasongsongan,” ujar Harianto
lebih jauh.
Impian seluruh warga untuk memiliki pengolahan sampah
bakal menjadi kenyataan dalam tempo yang tak terlalu lama. Hal itu seiring
adanya keterlibatan Pemerintah Kabupaten Sumenep dan dinas terkait. (Kay)
Penipuan: Tutup Pencatat Meter PLN
![]() |
| Alat pencatat meter PLN milik salah seorang warga Desa/Kecamatan Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy) |
SUMENEP – Sikap meyakinkan dari oknum
yang mengatasnamakan mitra PLN telah banyak meresahkan warga masyarakat Dusun
Sempong Barat Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Sabtu (5/5/2022).
“Dia langsung main pasang tutup pencatat meter PLN
tanpa persetujuan harga. Setelah terpasang oknum tersebut minta duit Rp 50
ribu,” cerita Supiya (56 tahun), janda cerai mati.
Memang ada tetangga Supiya yang menolak untuk
dipasangi tutup pencatat meter. Bahkan ada yang terpasang, lalu dibuka lagi
dengan alasan tidak punya uang.
“Oknum mitra PLN itu terlihat kecewa dan nada
suaranya tinggi ketika saya menolaknya mentah-mentah,” terang Sundari (41
tahun), tetangga Supiya.
Sundari berpikir kalau dirinya berhak menentukan
pilihan. Lagi pula pencatat meter PLN miliknya tidak bermasalah. Kalaupun ada
gangguan, perempuan ini langsung menelpon call center PLN.
“Saya harap oknum mitra PLN itu menghentikan ulahnya
karena sangat berbahaya bagi keselamatan jiwanya. Kalau saya berteriak maling,
sontak tetangga akan menggebukinya dong,” tukas Sundari meniscaya. (Kay)
Group Musik Tongtong “Lanceng Parsanga”
![]() |
| Musik tongtong Lanceng Parsanga Sumenep. (Foto: Kay) |
SUMENEP – Ditelisik sejarahnya, musik tongtong merupakan
salah satu jenis kesenian tradisional khas Sumenep. Musik ini umumnya dimanfaatkan kebanyakan orang untuk membangunkan warga masyakarat pada waktu sahur dibulan suci Ramadhan.
Tapi seiring jaman, musik tongtong saat ini juga digelar pada
acara-acara penting. Seperti
acara selamatan,
perayaan ulang tahun, bahkan
juga diperlombakan setiap tahunnya.
Seperti yang dipertontonkan musik tongtong "Lanceng Parsanga" saat show di
kediaman A
Rasyid (Aktivis Sumenep), di Dusun
Perreng Tale Desa Parsanga Kecamatan
Kota Sumenep. Ahad malam (8/5/2022).
A Rasyid, warga Desa
Parsanga sekaligus Aktivis Sumenep ini menuturkan, musik tongtong “Lanceng
Parsanga” yang beranggotakan 30 personil semuanya para pemuda. Mereka statusnya
bujang dan rata-rata masih sekolah.
Diakuinya, mereka mempunyai keinginan tinggi untuk tetap melestarikan
musik tradisional
tersebut.
Walau saat itu dalam
suasana hujan, musik tongtong “Lanceng
Parsanga” tetap melanjutkan pertunjukannya di
kediaman aktivis tersebut.
"Musik tongtong “Lanceng
Parsanga” memang beranggotakan sekitar 30 orang yang
rata-rata personilnya
para pemuda bujang yang duduk di bangku sekolah. Mereka semua pemuda asli Desa
Parsanga,” jelasnya.
A Rasyid menyampaikan,
dengan berdirinya group musik tongtong diharapkan agar para
pemuda Desa Parsanga
tidak jatuh ke pergaulan bebas dan negatif.
"Dengan kesabaran dan keuletan, saya bersama teman yang lain untuk membina para pemuda supaya mencintai
dan punya keinginan
kuat tetap melestarikan musik tongtong,” harapnya.
Lebih lanjut A Rasyid berkeinginan, "Semoga bisa ada kerja sama dengan Pemdes
Parsanga dan juga dinas terkait untuk membesarkan group musik tongtong “Lanceng Parsanga," pungkasnya. (Red/R/Kay)
Senin, 02 Mei 2022
Ribuan Jamaah Shalat Idul Fitri, Banjiri Masjid Agung Asy-Syuhada’
![]() |
| Terlihat ribuan jamaah shalat Idul Fitri Masjid Agung Asy-Syuhada' di area Arek Lancor. (Foto: Jazimul) |
PAMEKASAN – Masjid Agung Asy-Syuhada’ lokasinya
terletak di tengah-tengah Kota Pamekasan.
Pada Lebaran Idul Fitri 1443 H kali ini, masjid
kebanggaan warga Pamekasan ini dihadiri ribuan jamaah. Saking banyaknya, jamaah
sebagian besar melaksanakan shalat di area luar masjid, yakni di Taman Bunga
Arek Lancor.
Khutbah disampaikan oleh Dr Drs H
Abd Syukur Ghazali, M.Pd dengan tema: “Mempertahankan Nilai-nilai Ramadhan.”
Pewarta: Akhmad Jazimul Ahyak
Editor: Yant
Kaiy
Minggu, 01 Mei 2022
Tradisi Ziarah Kubur Kaum Muslim

SUMENEP – Tradisi ziarah kubur Lebaran 1443
H kali ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebagian besar kaum muslim di
wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep sebelum ke masjid untuk shalat
Idul Fitri, terlebih dulu mereka melakukan ziarah kubur. Senin (2/5/2022).
Terspesial bagi para perantau yang pulang kampung.
Seolah-olah wajib hukumnya mereka ziarah kubur. Karena orang yang dicintainya
telah terpendam dalam perut bumi bersama sejuta kenangan.
Ziarah kubur mengingatkan kematian. Bahwa kita akan
juga menyusul mereka. Sudahkah kita mempersiapkan bekal menuju alam barzah? (Kay)
# Featured
Buka Puasa Hari ini dalam Ironi
Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...
-
Catatan: Yant Kaiy Membantu seorang teman membuatkan soal-soal Bahasa Madura. Dia seorang guru yang mengajar di salah sebuah SDN di Ke...
-
Catatan: Yant Kaiy Pada Sabtu (24/4/2021) salah seorang teman guru honorer datang ke rumah. Ia meminta dibuatkan soal-soal Bahasa Madura...







