Senin, 09 Mei 2022

Desa Pasongsongan Bakal Miliki Pengolahan Sampah

Kades Pasongsongan, Ahmad Saleh Harianto. (Foto: Yant Kaiy)

SUMENEP – Informasi kalau Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep bakal memiliki sarana pengolahan sampah terlontar dari Kades Pasongsongan, Ahmad Saleh Harianto. Sabtu (7/5/2022).

“Kami telah melakukan studi banding di Kediri dan Malang tentang pengolahan sampah masyarakat. Sampah tersebut nantinya dimanfaatkan menjadi pupuk,” terang Harianto dikediamannya.

Tindakan peduli lingkungan Kades Pasongsongan ini akan menjawab kekhawatiran warga setempat. Karena sungai di Pasongsongan sudah lama menjadi tempat pembuangan sampah.

“Selama ini sampah di daerah padat penduduk menjadi keprihatinan semua pihak. Tidak terkecuali di Desa Pasongsongan,” ujar Harianto lebih jauh.

Impian seluruh warga untuk memiliki pengolahan sampah bakal menjadi kenyataan dalam tempo yang tak terlalu lama. Hal itu seiring adanya keterlibatan Pemerintah Kabupaten Sumenep dan dinas terkait. (Kay)



Penipuan: Tutup Pencatat Meter PLN

Alat pencatat meter PLN milik salah seorang warga Desa/Kecamatan Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)

SUMENEP – Sikap meyakinkan dari oknum yang mengatasnamakan mitra PLN telah banyak meresahkan warga masyarakat Dusun Sempong Barat Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Sabtu (5/5/2022).

“Dia langsung main pasang tutup pencatat meter PLN tanpa persetujuan harga. Setelah terpasang oknum tersebut minta duit Rp 50 ribu,” cerita Supiya (56 tahun), janda cerai mati.

Memang ada tetangga Supiya yang menolak untuk dipasangi tutup pencatat meter. Bahkan ada yang terpasang, lalu dibuka lagi dengan alasan tidak punya uang.

“Oknum mitra PLN itu terlihat kecewa dan nada suaranya tinggi ketika saya menolaknya mentah-mentah,” terang Sundari (41 tahun), tetangga Supiya.

Sundari berpikir kalau dirinya berhak menentukan pilihan. Lagi pula pencatat meter PLN miliknya tidak bermasalah. Kalaupun ada gangguan, perempuan ini langsung menelpon call center PLN.

“Saya harap oknum mitra PLN itu menghentikan ulahnya karena sangat berbahaya bagi keselamatan jiwanya. Kalau saya berteriak maling, sontak tetangga akan menggebukinya dong,” tukas Sundari meniscaya. (Kay)





Group Musik Tongtong “Lanceng Parsanga”

Musik tongtong Lanceng Parsanga Sumenep. (Foto: Kay)

SUMENEPDitelisik sejarahnya, musik tongtong merupakan salah satu jenis kesenian tradisional khas Sumenep. Musik ini umumnya dimanfaatkan kebanyakan orang untuk membangunkan warga masyakarat pada waktu sahur dibulan suci Ramadhan.

Tapi seiring jaman, musik tongtong saat ini juga digelar pada acara-acara penting. Seperti acara selamatan, perayaan ulang tahun, bahkan juga diperlombakan setiap tahunnya.

Seperti yang dipertontonkan musik tongtong "Lanceng Parsanga" saat show di kediaman A Rasyid (Aktivis Sumenep), di Dusun Perreng Tale Desa Parsanga Kecamatan Kota Sumenep. Ahad malam (8/5/2022).

A Rasyid, warga Desa Parsanga sekaligus Aktivis Sumenep ini menuturkan, musik tongtong Lanceng Parsanga yang beranggotakan 30 personil semuanya para pemuda. Mereka statusnya bujang dan rata-rata masih sekolah.

Diakuinya, mereka mempunyai keinginan tinggi untuk tetap melestarikan musik tradisional tersebut.

Walau saat itu dalam suasana hujan, musik tongtong Lanceng Parsanga tetap melanjutkan pertunjukannya di kediaman aktivis tersebut.

"Musik tongtong Lanceng Parsanga memang beranggotakan sekitar 30 orang yang rata-rata personilnya para pemuda bujang yang duduk di bangku sekolah. Mereka semua pemuda asli Desa Parsanga,jelasnya.

A Rasyid menyampaikan, dengan berdirinya group musik tongtong  diharapkan agar para pemuda Desa Parsanga tidak jatuh ke pergaulan bebas dan negatif.

"Dengan kesabaran dan keuletan, saya bersama teman yang lain untuk membina para pemuda supaya mencintai dan punya keinginan kuat tetap melestarikan musik tongtong,” harapnya.

Lebih lanjut A Rasyid berkeinginan, "Semoga bisa ada kerja sama dengan Pemdes Parsanga dan juga dinas terkait untuk membesarkan group musik tongtong Lanceng Parsanga," pungkasnya. (Red/R/Kay)





Senin, 02 Mei 2022

Ribuan Jamaah Shalat Idul Fitri, Banjiri Masjid Agung Asy-Syuhada’

Terlihat ribuan jamaah shalat Idul Fitri Masjid Agung Asy-Syuhada' di area Arek Lancor. (Foto: Jazimul)

PAMEKASAN – Masjid Agung Asy-Syuhada’ lokasinya terletak di tengah-tengah Kota Pamekasan.

Pada Lebaran Idul Fitri 1443 H kali ini, masjid kebanggaan warga Pamekasan ini dihadiri ribuan jamaah. Saking banyaknya, jamaah sebagian besar melaksanakan shalat di area luar masjid, yakni di Taman Bunga Arek Lancor.

Khutbah disampaikan oleh Dr Drs H Abd Syukur Ghazali, M.Pd dengan tema: “Mempertahankan Nilai-nilai Ramadhan.”

Pewarta: Akhmad Jazimul Ahyak

Editor: Yant Kaiy





Minggu, 01 Mei 2022

Tradisi Ziarah Kubur Kaum Muslim

SUMENEP – Tradisi ziarah kubur Lebaran 1443 H kali ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebagian besar kaum muslim di wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep sebelum ke masjid untuk shalat Idul Fitri, terlebih dulu mereka melakukan ziarah kubur. Senin (2/5/2022).

Terspesial bagi para perantau yang pulang kampung. Seolah-olah wajib hukumnya mereka ziarah kubur. Karena orang yang dicintainya telah terpendam dalam perut bumi bersama sejuta kenangan.

Ziarah kubur mengingatkan kematian. Bahwa kita akan juga menyusul mereka. Sudahkah kita mempersiapkan bekal menuju alam barzah? (Kay)





Sabtu, 30 April 2022

Pedagang Daging Sapi Musiman di Ambunten dan Pasongsongan

SUMENEP – Hari Raya Idul Fitri masih belum pasti. Meski demikian, masyarakat cenderung memilih Lebaran pada esok hari. Isyarat itu timbul karena ada beberapa pedagang daging sapi musiman di dua pasar, yakni Ambunten dan Pasongsongan. Ahad pagi (1/5/2022).

Sebab, kedua pasar ini tiap harinya tidak ada penjual daging sapi. Ini mendekati kepastian. Walau keputusan final masyarakat tetap tunduk pada keputusan Menteri Agama RI.

Dari pantauan jurnalis apoymadura.com, penjualan daging sapi khusus di Pasar Pasongsongan cukup laris. Harga daging sapi Rp 100 ribu per kilogram. (Kay)





Semarak Festival Musik Tongtong Pasongsongan 2022

Penampilan salah satu peserta Festival Musik Tongtong Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)


SUMENEP - Semarak Festival Musik Tongtong Pasongsongan 2022 mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat pecinta musik tradisional yang ada di wilayah Kecamatan Pasongsongan dan sekitarnya. Sabtu malam (30/4/2022).

Bahkan penonton sebagian datang dari Ambunten, Dasuk, Rubaru, dan daerah Kabupaten Pamekasan.

Banyak pihak berharap, pagelaran arak-arakan Musik Tongtong di Pasongsongan lebih ditingkatkan lagi di masa yang akan datang. Baik dari jumlah peserta dan ketertiban penonton dalam hal kelancaran arus lalu lintas. (Kay)







Takmir Masjid Mujahidin Panaongan adakan Bukber

Bukber Masjid Mujahidin Panaongan-Pasongsongan. (Foto: Agus Sugianto)


SUMENEP - Keluarga besar takmir Masjid Mujahidin Dusun Benteng Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep menggelar buka puasa bersama (Bukber) yang dikemas dengan acara Khotmil Quran. Sabtu sore (30/4/2022).

Takmir masjid menyebarkan 100 undangan lebih dalam Bukber tersebut. Undangan meliputi pengurus Takmir dan tetangga sekitar masjid.

"Takmir Masjid Mujahidin memberikan bingkisan 60 sarung untuk imam rawatib, imam tarawih, pengumpul dana, jamaah shalat," terang Kiai Djamaluddin Johan, Ketua Takmir Masjid Mujahidin.

Khusus marbot, selain mendapat sarung, mereka mendapat angpao Rp 100 ribu.

Kiai Djamaluddin Johan menambahkan, bingkisan Lebaran kali ini ada peningkatan ketimbang tahun lalu. (Kay/Gus)





Hadiri... Festival Musik Tongtong Pasongsongan 2022

Ivan Budiono, vokalis jikustik Pantai e-Kassogi Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep. 


SUMENEP - Nanti Malam di Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep akan digelar Festival Musik Tongtong Pasongsongan 2022. Sabtu malam (30/4/2022).

"Saya nanti malam akan hadir di Pasongsongan, menyaksikan secara langsung pertunjukan Musik Tongtong keliling," terang Ivan Budiono pada apoymadura.com.

Dirinya memang suka dengan Musik Tongtong. Alasannya simpel: Musiknya terdengar atraktif.

"Saya percaya, nanti malam Desa Pasongsongan akan menjadi lautan manusia. Karena di Sumenep sudah lebih 2 tahun tidak ada perlombaan Musik Tongtong," tandas Ivan. (Kay)





Jumat, 29 April 2022

Terkini, Nanti Malam ada Festival Musik Tongtong Keliling di Pasongsongan

Akhmad Jasimul Ahyak, Ketua Lesbumi MWC NU Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)


SUMENEP - Pertunjukan musik tradisional asli Pasongsongan, yakni Musik Tongtong nanti malam akan digelar di Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Sabtu (30/4/2022).

Festival Musik Tongtong keliling  ini tidak lepas dari perhatian Akhmad Jasimul Ahyak, Ketua Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia) Pasongsongan-Sumenep.

"Saya berharap arak-arakan Musik Tongtong yang akan melintas di jalan raya tidak mengganggu arus lalu lintas," harap Jasimul.

Kesadaran masing-masing individu sangat dibutuhkan, khususnya penonton.

Festival Musik Tongtong ini digelar dalam rangka menyambut datangnya Hari Raya Idul Fitri. (Kay)







Rukun Kifayah Dusun Benteng Panaongan Berbagi

Drs Hosnan Mustofa (kiri) saat menyerahkan bingkisan Lebaran. (Foto: Yant Kaiy)


SUMENEP - Tiap tahun menjelang Hari Raya Idul Fitri, Rukun Kifayah di Dusun Benteng Desa Panaongan Kecamatan Pasongsongan Sumenep selalu memberikan bingkisan Lebaran terhadap para relawannya. Jumat malam (29/4/2022).

Relawan dimaksud adalah orang-orang yang berjasa terhadap pelaksanaan penguburan jenasah. Mulai dari penyediaan sarana dan prasarana proses pemandian, keranda, hingga mengafani.

"Bingkisan ini mungkin nilainya tidak seberapa ketimbang jasa para relawan. Ini semua semata-mata bentuk apresiasi kami terhadap mereka yang ringan hati dan ikhlas membantu keluarga yang berkabung," terang Ketua Rukun Kifayah Drs Hosnan Mustofa selesai menyerahkan bingkisan.

Ada 35 relawan Rukun Kematian yang menerima parcel Lebaran. 

"Parcel itu berupa beras 8 kg, uang Rp 100 ribu, gula dan susu. Semoga kedepan paket bantuan akan lebih ditingkatkan," tambah Agus Sugianto, Sekretaris Rukun Kifayah. (Kay)





# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...