Senin, 28 Maret 2022

Siswi MTs Istikmalunnajah Pasongsongan Sabet Juara Baca Puisi

SUMENEP – Tiara, salah satu siswi MTs Istikmalunnajah Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep meraih juara 2 Lomba Baca Puisi Antar Pelajar. Lomba tersebut diselenggarakan SMA Negeri 1 Ambunten pada Senin, 28/3/2022.

Setelah dewan juri melakukan sidang tertutup, lalu mereka menuangkan keputusannya.

“Saya merasa puas dengan hasil keputusan dewan juri lomba baca puisi ini. Persaingan amat ketat karena para peserta rata-rata bagus,” terang Akhmad Jasimul Ahyak.

Dirinya ikut hadir menyaksikan penampilan anak didiknya di ajang lomba bergengsi itu. Jasimul pula yang memberikan arahan terhadap siswa-siswi MTs Istikmalunnajah. (Kay)





Minggu, 27 Maret 2022

Sikap Meniscaya Cakades Batokerbuy Zainal Fatah

Haji Zainal Fatah, Cakades Batokerbuy nomor urut 1.

PAMEKASAN – Menembus impian untuk menjadi orang nomor satu di Desa Batokerbuy Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan, H Zainal Fatah menepis anggapan kalau dirinya hanyalah Calon Kepala Desa (Cakades) bayangan.

“Tidak habis pikir, masih saja ada segelintir orang kalau saya maju sebagai Cakades karena suruhan orang lain. Ya, tidak mungkinlah. Ini soal pertaruhan harkat dan martabat pribadi saya,” tegas H Zainal Fatah, Cakades Batokerbuy nomor urut 1. Senin siang (28/3/2022).

Dirinya maju dalam Pilkades untuk membuat perubahan berarti. Terutama dalam hal perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Batokerbuy.

“Kalau pemberdayaan perekonomian masyarakat meningkat, tentu kemakmuran rakyat pasti didapat. Ini akan menjadi prioritas kami kalau terpilih nanti,” tandas lelaki yang sangat dekat dengan para tokoh masyarakat Desa Batokerbuy. (Kaiy)





KH Kholil Yasin Hadir di Pasongsongan

KH Kholil Yasin berceramah di Masjid Nurul Islam Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)
SUMENEP – KH Kholil Yasin dari Bangkalan hadir di Masjid Nurul Islam Dusun Morasen Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep Madura. Ahad malam (27/3/2022).

Penceramah tersohor ini tiap hari berpindah-pindah tempat, memberi pencerahan kepada umat Islam.

“Saya berangkat pagi, sampai di rumah dini hari. Lebih banyak beristirahat di mobil. Selesai pengajian ini, saya akan pindah ke Sampang untuk tausiah,” terang KH Kholil Yasin di sela-sela berceramah.

Siraman rohani KH Kholil Yasin malam itu menekankan pentingnya menghormati perbedaan. Karena manusia dilahirkan ke alam dunia berbeda-beda.(Kay)





MTs Istikmalunnajah Pasongsongan akan Ikut Lomba Baca Puisi

Akhmad Jasimul Ahyak (kiri) melatih siswa-siswi MTs Istikmalunnajah Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)

SUMENEP – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Istikmalunnajah Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep akan beradu kemampuan dalam ajang Lomba Baca Puisi di SMA Negeri Ambunten Sumenep.

Adalah Akhmad Jasimul Ahyak yang melatih dan mengasah para siswa-siswinya. Jasimul merupakan salah seorang pembaca puisi terbaik di Kabupaten Sumenep sekaligus guru di lembaga pendidikan tersebut.

“Saya yakin anak-anak akan meraih juara di ajang bergengsi ini. Keyakinan tersebut bukan tanpa alasan. Sebab sebelumnya mereka pernah meraih gelar dibeberapa lomba,” terang Jasimul pada apoymadura.com. Ahad sore (27/3/2022).

MTs Istikmalunnajah dari dulu acapkali menyabet gelar juara setiap ada kompetisi sastra. Maka tak berlebihan kalau Jasimul berharap dewan juri nanti bersikap jujur dan adil. (Kay)





Belajar Jadi Youtuber

                 Catatan: Yant Kaiy
Diusia lebih dari kepala lima, saya belajar menjadi Youtuber, membangun channel Apoy Madura. Selama lebih satu tahun, channel Youtube saya mendapatkan tidak lebih dari 500 subcriber dan hampir mendekati 2000 jam tontonan. Padahal syarat untuk bisa dimonetisasi wajib mencapai 1000 subcriber dan 4000 jam tontonan.

Awal ketertarikan jadi Youtuber karena saya memiliki website www.apoymadura.com. Tujuannya agar pengunjung lebih betah membaca tulisan di website karena tersaji video didalamnya.

Beragam support dari hasil kreasi konten Youtube berdatangan. Senang bisa berbagi terhadap sesama kendati tidak mendapatkan pundi-pundi penghasilan.

Sebenarnya saya bisa berburu subcriber dan viewer lewat beraneka aplikasi, tapi saya tidak lakukan. Bukan sok suci, tapi itu melanggar kebijakan Youtube.[]

Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com.





Sabtu, 26 Maret 2022

Gugus 02 SD di Kecamatan Pasongsongan

Pertemuan KKG SD Gugus 02 Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)

SUMENEP – Pertemuan rutin bulanan Kelompok Kerja Guru (KKG) SD Gugus 02 wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep diselenggarakan di SDN Panaongan III. Sabtu (26/3/2022).

Dalam pertemuan tersebut hadir Pengawas TK/SD Pasongsongan H Rusdi, semua pengurus KKG SD Gugus 02, semua Kepala Sekolah dan guru di lingkungan Gugus 02.

 “Agenda hari ini adalah evaluasi pelaksanaan PAS (Penilaian Akhir Semester) ganjil tahun pelajaran 2021/2022, persiapan PAS genap tahun pelajaran 2021/2022, dan pembentukan Paguyuban Guru Kelas. Semua penting untuk diikuti tenaga kependidikan demi peningkatan mutu sumber daya guru itu sendiri,” terang H Rusdi.

Perlu diketahui KKG SD Gugus 02 meliputi: SDN Padangdangan l, SDN Padangdangan ll, SDN Panaongan lll, SDN Panaongan lV, SDN Soddara l, SDN Soddara ll, SDI Mambaul Ulum, SDI Al-Gufron, dan SDI Nurul Huda. (Kay)





Jumat, 25 Maret 2022

Pawai Obor Ratusan Santri Pasongsongan

Pawai obor santri Desa Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)

SUMENEP – Ratusan santri dari berbagai langgar di wilayah Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep tadi malam mengadakan pawai obor. Jumat (25/3/2022).

Menurut Akhmad Jasimul Ahyak, Ketua Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) MWC NU Pasongsongan, pawai obor anak-anak usia Sekolah Dasar ini sebagai bentuk suka-cita menyambut datangnya bula suci Ramadhan.

Dengan berjalan kaki, pawai tersebut didampingi para guru ngaji dan orang tua dari para santri. Start pawai dimulai dari Desa Panaongan dan finish di Masjid Al-Ihsan Dusun Lebak Desa Pasongsongan.

“Lesbumi Pasongsongan sangat mengapresiasi budaya tahunan santri cilik ini. Kedepan kita akan evaluasi supaya pawai ini lebih meriah dan semarak,” tandas Jasimul. (Kay)





Kamis, 24 Maret 2022

Pengajian Jumat Malam Ponpes Al-Istikmal Pasongsongan

Kiai Kholilurrahman, pengasuh Ponpes Al-Istikmal Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy)

SUMENEP – Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Istikmal berdiri di Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep.  Ponpes tertua di wilayah Kecamatan Pasongsongan ini tiap Jumat Kliwon menyelenggarakan pengajian.

“Pengajian ini sebenarnya terbuka bagi umum, bukan hanya alumni santri. Didalamnya ada amalan sholawat Nariyah,” terang Kiai Kholilurrahman, pengasuh Ponpes Al-Istikmal pada apoymadura.com. Kamis (24/3/2022).

Sedangkan siraman rohani pada malam itu disampaikan langsung oleh Kiai Kholilurrahman.

“Untuk ceramah agama yang akan datang, insya Allah kita akan menghadirkan dai dari Kota Pamekasan,” terang kiai muda yang berpenampilan sederhana ini. (Kay)





Rabu, 23 Maret 2022

Mencari Receh di Sosmed

Catatan: Yant Kaiy

Terbuka lebar jalan mengumpulkan receh via sosial media dengan mendownload aplikasi yang tersedia di Google Playstore. Impian manis itu bukan isapan jempol belaka. Banyak diantara mereka yang sukses mendapatkan pundi-pundi harta karenanya. Tapi ada pula yang gagal, terjungkal di lembah penyesalan.

Lalu mereka banting setir ke dunia kerja konvensional. Tak sanggup dalam penantian cukup panjang, melelahkan.

Seorang teman masa kecil saya terus memaksakan diri. Menembus kabut mimpinya. Tanpa kenal lelah. Ia terus berkreativitas. Berkarya tanpa batas. Segala cemooh tak dihiraukannya.

Pepatah: ”Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian” menjadi miliknya. Tuhan Maha Bijaksana. Teman saya kini mendapatkan income dari sosmed (sosial media) melebihi gaji PNS (Pegawai Negeri Sipil).[]

*)Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com





Memahami Tupoksi Jurnalis

Catatan: Yant Kaiy

Ketika saya menulis opini tentang sosial budaya, mengulas ketimpangan yang merugikan masyarakat luas, berhamburan respons pro dan kontra datang.

Yang bikin hati geli, ada diantara mereka salah memahami Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) seorang jurnalis. Mereka mendaulat saya untuk memberikan solusi. Padahal saya hanya mengritisi kejanggalan menyakitkan hati nurani rakyat.

Ada pula yang berkomentar agar saya mengajukan proposal ke dinas pemerintah. Lucu. Ternyata masih banyak diantara mereka yang awam.[]

*) Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com





Oknum Guru Agama Dilaporkan pada Polres Sumenep

Achmad Mu'is

SUMENEP -  Ihwal permasalahan diawali dari Achmad Mu’is, oknum guru agama di SD Batang-Batang Kabupaten Sumenep. Karena keserakahan Achmad Mu’is, ahli waris diperdaya dan direkayasa, lalu dijebak dalam pertemuan keluarga untuk membahas waris.

Dalam pertemuan itu tiba-tiba sudah lengkap, ada Hj Suni dan Kepala Desa  PJ Mahabbasi yang masih ada hubungan keluarga sama Achmad Mu’is. PJ Mahabbasi sekarang sudah menjabat menjadi Bendahara Kecamatan Gapura untuk membahas waris atau diadakan pertemuan farait.

Disisi lain, menurut pengakuan Imam Mawardi kepada media ini.

“Dari pihak Achmad Mu’is, mengutus saudara PJ Mahabbasi, Drs Ec Moh Anwar,SH dan Ja’un mendatangi saya untuk meminta tanda tangan supaya semua urusan waris diserahkan kepada Achmad Mu’is dengan alasan mumpung ada pemutihan tanah. Tetapi saya menolak karena masih ada 2 lagi saudara,ujar Imam Mawardi waktu dihubungi melalui via hape.

Tim awak media bertanya ke narasumber, Aini Salam. Apa dasar hukumnya saudara Achmad Mu’is mengadakan pertemuan farait dan memutuskan secara lisan.  Saudara Aini Salam dan Saudari Siti Ruqoyah tidak mendapatkan  waris dari Hasim dan Muhriya.

Kami juga tidak mengerti darimana dasar hukumnya Achmad Mu’is ingin menguasai 1 lahan 2 rumah? Padahal dokumen 1 lahan 2 rumah ada pada saya. Seharusnya Achmad Muis menjadi contoh yang baik. Karena dia seorang pendidik di SD Batang-Batang, sebagai guru agama. Ini salah satu contoh, biar masyakat Gapura Barat tahu yang sebenarnya kelakuan Achmad Mu’is,” tandas Aini Salam.

Lalu awak media bertanya apa tindakan Bapak?

“Kami sudah melayangkan surat somasi melalui Sekdes Ibno Hajar kepada Achmad Mu’is,  tetapi dia tidak ada niat baik kepada kami. Dia bilang, semua saya serahkan kepada Drs Ec Moh Anwar,SH selaku LPH Jatim. Tetapi diduga legalitasnya tidak diakui oleh pemerintah. Lalu kami ke Balai Desa untuk menemui Kepala Desa Bapak Rasidi, meminta supaya  dimediasi, tetapi gagal. Aparat Desa  tidak digubris sama Achmad Mu’is. Kami juga ke Polsek Gapura, meminta dimediasi namun juga gagal. Aparat dari Polsek tidak dihiraukan oleh Achmad Mu’is.  Sepertinya Achmad Mu’is tidak menghargai niat baik dari kami dan Polsek Gapura Barat.  Lalu kami memasang spanduk di depan rumah Achmad Mu’is, supaya masyarakat tahu kalau tanah dan bangunan bukan milik Achmad Mu’is tetapi milik kami. Karena kami yang mempunyai dokumen tanah dan bangunan yang ditempati Achmad Mu’is sejak kecil,” cerita Aini Salam panjang lebar.

Kami memasang spanduk dan menempelkan foto copy dukumen tanah tersebut pada Selasa (15/3/2022) pukul 14.00 WIB. Sekitar pukul 01.00 WIB spanduk sudah tidak ada. Diduga dicabut dan dibuang oleh Achmad Mu’is. Paginya sekitar pukul 10.00 WIB saya telpon Achmad Mu’is, mempertanyakan siapa yang mencabut spanduk. Achmad Mu’is mengakui, bahwa dirinya dan Siddik yang melakukan semua itu,ujar Aini Salam

Akhirnya kami dengan sangat terpaksa melaporkan Achmad Mu’is ke Polres Sumenep. Karena dari pihak Achmad Mu’is tidak ada niat baik, pungkas Aini Salam. (TIM PPI/Kay)





# Featured

Buka Puasa Hari ini dalam Ironi

​Menu buka puasa sore ini sungguh luar biasa lezat. Sambal terasi terasa lebih nendang seiring dengan melambungnya harga cabai yang tak ters...