Postingan

Gugus 02 SD di Kecamatan Pasongsongan

Gambar
Pertemuan KKG SD Gugus 02 Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy) SUMENEP – Pertemuan rutin bulanan Kelompok Kerja Guru (KKG) SD Gugus 02 wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep diselenggarakan di SDN Panaongan III. Sabtu (26/3/2022). Dalam pertemuan tersebut hadir Pengawas TK/SD Pasongsongan H Rusdi, semua pengurus KKG SD Gugus 02, semua Kepala Sekolah dan guru di lingkungan Gugus 02.   “Agenda hari ini adalah evaluasi pelaksanaan PAS (Penilaian Akhir Semester) ganjil tahun pelajaran 2021/2022, persiapan PAS genap tahun pelajaran 2021/2022, dan pembentukan Paguyuban Guru Kelas. Semua penting untuk diikuti tenaga kependidikan demi peningkatan mutu sumber daya guru itu sendiri,” terang H Rusdi. Perlu diketahui KKG SD Gugus 02 meliputi: SDN Padangdangan l, SDN Padangdangan ll, SDN Panaongan lll, SDN Panaongan lV, SDN Soddara l, SDN Soddara ll, SDI Mambaul Ulum, SDI Al-Gufron, dan SDI Nurul Huda. (Kay)

Pawai Obor Ratusan Santri Pasongsongan

Gambar
Pawai obor santri Desa Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy) SUMENEP – Ratusan santri dari berbagai langgar di wilayah Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep tadi malam mengadakan pawai obor. Jumat (25/3/2022). Menurut Akhmad Jasimul Ahyak, Ketua Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) MWC NU Pasongsongan, pawai obor anak-anak usia Sekolah Dasar ini sebagai bentuk suka-cita menyambut datangnya bula suci Ramadhan. Dengan berjalan kaki, pawai tersebut didampingi para guru ngaji dan orang tua dari para santri. Start pawai dimulai dari Desa Panaongan dan finish di Masjid Al-Ihsan Dusun Lebak Desa Pasongsongan. “Lesbumi Pasongsongan sangat mengapresiasi budaya tahunan santri cilik ini. Kedepan kita akan evaluasi supaya pawai ini lebih meriah dan semarak,” tandas Jasimul. (Kay)

Pengajian Jumat Malam Ponpes Al-Istikmal Pasongsongan

Gambar
Kiai Kholilurrahman, pengasuh Ponpes Al-Istikmal Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy) SUMENEP – Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Istikmal berdiri di Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep.   Ponpes tertua di wilayah Kecamatan Pasongsongan ini tiap Jumat Kliwon menyelenggarakan pengajian. “Pengajian ini sebenarnya terbuka bagi umum, bukan hanya alumni santri. Didalamnya ada amalan sholawat Nariyah,” terang Kiai Kholilurrahman, pengasuh Ponpes Al-Istikmal pada apoymadura.com. Kamis (24/3/2022). Sedangkan siraman rohani pada malam itu disampaikan langsung oleh Kiai Kholilurrahman. “Untuk ceramah agama yang akan datang, insya Allah kita akan menghadirkan dai dari Kota Pamekasan,” terang kiai muda yang berpenampilan sederhana ini. (Kay)

Mencari Receh di Sosmed

Gambar
Catatan: Yant Kaiy Terbuka lebar jalan mengumpulkan receh via sosial media dengan mendownload aplikasi yang tersedia di Google Playstore. Impian manis itu bukan isapan jempol belaka. Banyak diantara mereka yang sukses mendapatkan pundi-pundi harta karenanya. Tapi ada pula yang gagal, terjungkal di lembah penyesalan. Lalu mereka banting setir ke dunia kerja konvensional. Tak sanggup dalam penantian cukup panjang, melelahkan. Seorang teman masa kecil saya terus memaksakan diri. Menembus kabut mimpinya. Tanpa kenal lelah. Ia terus berkreativitas. Berkarya tanpa batas. Segala cemooh tak dihiraukannya. Pepatah: ”Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian” menjadi miliknya. Tuhan Maha Bijaksana. Teman saya kini mendapatkan income dari sosmed (sosial media) melebihi gaji PNS (Pegawai Negeri Sipil).[] *)Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Memahami Tupoksi Jurnalis

Gambar
Catatan: Yant Kaiy Ketika saya menulis opini tentang sosial budaya, mengulas ketimpangan yang merugikan masyarakat luas, berhamburan respons pro dan kontra datang. Yang bikin hati geli, ada diantara mereka salah memahami Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) seorang jurnalis. Mereka mendaulat saya untuk memberikan solusi. Padahal saya hanya mengritisi kejanggalan menyakitkan hati nurani rakyat. Ada pula yang berkomentar agar saya mengajukan proposal ke dinas pemerintah. Lucu. Ternyata masih banyak diantara mereka yang awam.[] *) Yant Kaiy, Pimred apoymadura.com

Oknum Guru Agama Dilaporkan pada Polres Sumenep

Gambar
Achmad Mu'is S UMENEP -   Ihwal p ermasalahan diawali dari Achmad Mu’is , oknum guru agama di SD B atang -B atang K abupaten S umenep . K arena keserakahan Achmad Mu’is , ahli waris diperdaya dan direkayasa , lalu dijebak dalam pertemuan keluarga untuk membahas waris . D alam pertemuan itu tiba - tiba sudah lengkap , ada Hj S uni dan Kepala D esa   PJ M ahabbasi yang masih ada hubungan kelua r ga sama Achmad Mu’is . PJ M ahabbasi sekarang sudah m enjabat menjadi B endahara Kecamatan Gapura untuk membahas waris atau diadakan pertemuan f arait. Disisi lain , m enurut p engakuan Imam Mawardi kepada media ini. “D ari pihak Ach mad Mu’is , m engutus saudara PJ M ahabbasi, Drs Ec Moh Anwar,SH dan Ja’un mendatangi saya untuk meminta tanda tangan supaya semua urusan waris diserahkan kepada Achmad Mu’is dengan alasan mumpung ada pemutihan tanah . T etapi saya menolak karena masih ada 2 lagi saudara, ” ujar Imam Mawardi waktu dihubungi melalui via hape. Tim awak ...

Begini Cara Merawat Sapi Sono’ Madura

Gambar
Sunayan, peternak sapi sono'. (Foto: Yant Kaiy) SUMENEP – Sebagian besar masyarakat di wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep ada kecenderungan memelihara sapi sono’. Karena sapi tersebut bernilai harga jual tinggi. Biasanya sapi sono’ membutuhkan perawatan ekstra. Sapi sono’ adalah sapi betina lokal Madura dengan bentuk tubuh ideal. Kulitnya coklat mengkilat. Tidak liar. Kontes sapi sono’ sering digelar dibeberapa tempat. Sepasang sapi betina itu berjalan diiringi pemiliknya dan musik saronen di belakangnya. “Pada saat ini sapi sono’ berharga puluhan juta rupiah pada usia 1,5 tahun. Inilah yang membuat saya terus memeliharanya hingga saat ini,” ujar Sunayan, warga Dusun Sempong Barat Desa/Kecamatan Pasongsongan Sumenep. Rabu (23/3/2022). Ketika ditanya tipsnya, Sunayan mengungkapkan, “Minimal seminggu 4 kali dibuatkan bubur jagung yang dicampur buah pepaya mentah dan daun kelor. Tiap malam tubuh sapi diurut.” Selain itu, tiap 3 hari sekali sapi dimandikan sam...

Akhmad Shanhaji, Wakil Takmir Masjid Al-Istikmal Pasongsongan

Gambar
Pembangunan tempat wudhu' Masjid Al-Istikmal Desa Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy). SUMENEP – Adalah Akhmad Shanhaji, Wakil Ketua Takmir Masjid Al-Istikmal Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep yang terus berjuang melakukan penggalangan dana masyarakat. Saban hari ia bersama tim relawan mengumpulkan dana dari masyarakat di pinggir jalan raya dan pasar Pao Pasongsongan. ”Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah mengikhlaskan hartanya untuk pembanguan Masjid Al-Istikmal. Semoga Allah SWT membalas amal baik tersebut,” ujar Akhmad Shanhaji kepada apoymadura.com. Selasa (22/3/2022). Ia menambahkan, bahwa saat ini tukang bangunan lagi mengerjakan tempat wudhu’ untuk para jamaah masjid.  "Kami tetap menunggu uluran tangan dari saudara-saudara muslim, khususnya penduduk Desa Pasongsongan," harap Akhmad Shanhaji.  (Kay)  

Sungai Angsono Pasongsongan Meluap

Gambar
Detik-detik perahu nelayan Pasongsongan hanyut tenggelam karena banjir di Sungai Angsono. (Foto: Yant Kaiy) SUMENEP – Sungai Angsono yang terletak di Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep meluap pada Selasa sore (22/3/2022).. Hal itu terjadi karena curah hujan tinggi di wilayah selatan Pasongsongan. Menurut salah seorang tokoh masyarakat Dusun Lebak Desa Pasongsongan Akhmad Jasimul Ahyak, akibat banjir tersebut telah menghanyutkan satu perahu nelayan. “Ganasnya banjir Sungai Angsono mengakibatkan kerugian materi ratusan juta rupiah. Banjir meluap ke halaman rumah warga. Beruntung tidak ada korban jiwa,” terang Jasimul. Lebih jauh Jasimul mengungkapkan, bahwa faktor utama meluapnya banjir ke rumah-rumah warga di sepanjang sisi Sungai Angsono disebabkan pendangkalan. “Pendangkalan sungai dikarenakan masyarakat membuang sampah ke sungai tersebut,” tukasnya. (Kay)

Al-Faizi Cor Terbaik di Pasongsongan

Gambar
Contoh hasil produksi kusen cor dari Al-Faizi Cor Pasongsongan. (Foto: Yant Kaiy) SUMENEP – Seiring harga kayu bahan bangunan yang saat ini kian melambung, konsumen yang akan membangun rumah mulai beralih pada bahan lain. Misalnya bahan cor untuk kusen. “Saya adalah pekerja bangunan sebelumnya. Saya pikir kusen kayu usianya sangat pendek dan harganya mahal. Orang yang akan bangun rumah banyak mengeluh. Lalu mereka pindah menggunakan kusen cor lantaran harganya murah, tidak khawatir digerogoti rayap,” terang Pak Sus, pemilik Al-Faizi Cor pada apoymadura.com. Senin (22/3/2022). Al-Faizi Cor beralamat di Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep ini saban hari terus berproduksi, seiring permintaan yang kian meningkat. “Selain kusen cor, kami juga memproduksi pilar cor dan lisplang cor. Untuk pemesanan silakan menghubungi hape 0852-30630775,” terang Pak Sus. (Kay)

Hampir Rampung: Tempat Wudhu Masjid Al-Istikmal Pasongsongan

Gambar
Akhmad Shanhaji. (Foto: Yant Kaiy) SUMENEP – Masjid Al-Istikmal berlokasi di kawasan Pondok Pesantren Al-Istikmal Dusun Pakotan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. “Tinggal tempat wudhu yang belum selesai pengerjaannya. Kami adalah bagian tim pengumpul dana Masjid Al-Istikmal mengucapkan banyak terima kepada para donatur,” ucap Akhmad Shanhaji sebagai wakil ketua takmir kepada apoymadura.com. Salah satu cara yang diaplikasikan oleh tim pengumpul dana pembangunan masjid, yakni dengan menghimpun dana masyarakat di jalan. Tepatnya diarah selatan Pasar Pao Desa Pasongsongan. (Kay)