Postingan

Neo Etape MWC NU Pasongsongan

Gambar
Kiai Ahmad Riyadi. (Foto: Yant Kaiy) Catatan: Yant Kaiy Babak baru di tubuh MWC NU Pasongsongan Kabupaten Sumenep kini mulai terlihat semenjak dinakhodai Kiai Ahmad Riyadi. Reorganisasi tiap lembaga dan banom (badan otonom) jadi atensinya. Semua pengurus ranting NU di wilayahnya dihidupkan. Tujuannya satu; NU harus benar-benar ada dan menyentuh ke tingkat grass root.   Ia terus bergerilya ke pelosok kampung siang-malam. Menebarkan pesan moral dan keagamaan. Tidak hanya lewat retorika, tapi beliau merangkul mereka sebaik mungkin.   Sepak-terjangnya dimaksudkan untuk menumbuh-kembangkan ke-NU-an di jiwa mereka. Tidak sekadar pengakuan. Melainkan NU benar-benar menjadi bagian penting supaya diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.   Saat ini, Kiai Ahmad Riyadi masih belum genap satu tahun memegang kendali MWC NU Pasongsongan. Tapi beberapa tahapan telah dilampauinya sesuai target. Seperti ketika awal kepemimpinannya, beliau menghadirkan Kantor MWC NU sebaga...

Launching HSN di Pasongsongan: Sekali Dayung Dua Pulau Terlampaui

Gambar
Catatan: Yant Kaiy Tadi malam (Selasa, 28/9/2021), telah berlangsung Launching Hari Santri Nasional (HSN) di Kantor MWC NU Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Dalam acara ini hadir jajaran pengurus Rais Syuriah dan Tanfidziyah serta para Ketua Lembaga dan Banom MWC NU Pasongsongan.   Dalam HSN 2021 kali ini sangat special karena berdekatan dengan Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. HSN tanggal 22 Oktober, Maulid Nabi di kalender Masehi 19 Oktober.   Barangkali sangat bijak bagi para panitia penyelenggara HSN di Pasongsongan jikalau kedua perayaan hari-hari besar tersebut dilebur jadi satu. Pro-kontra opini adalah hal biasa. Bagaimanapun tidak akan mengurangi esensi dari keduanya. Ibarat uang logam, dua sisinya berbeda. Tapi nilainya sama.   Kalaupun dipaksakan dipisah keduanya, tentu akan menyebabkan salah satu momen tidak maksimal dalam penyelenggaraannya.[]   Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com

Salera Musik dari Pasongsongan

Gambar
Sale Wafa dan istri, pimpinan Salera Musik. (Foto: Yant Kaiy) Sumenep – Memenuhi banyaknya animo di kalangan masyarakat di wilayah Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep dan sekitarnya, Sale Wafa membentuk wadah para musisi dan penyanyi bernama Salera Musik. Personil Salera Musik berasal dari para kawula muda bertalenta baik yang berdomisili di Pasongsongan.   “Salera Musik lahir dari kegelisahan para musisi yang tak bisa menyalurkan bakatnya. Kami peduli terhadap mereka, bukan mencari keuntungan pribadi. Personil Salera Musik ibarat keluarga sendiri,” terang Sale Wafa dikediamannya, Dusun Morasen Desa/Kecamatan Pasongsongan-Sumenep. Selasa (28/9/2021).   Pada bulan ini Salera Musik padat job. Sale Wafa sebagai pimpinan merasa bersyukur karena bisa menghidupi personilnya.   “Sukses ini tak membuat kami jual mahal. Dalam setiap pementasan Salera Musik, kami terus mengevaluasi posisi kekurangan. Kemudian kami membenahinya untuk penampilan selanjutnya,” tanda...

Terkini, Kemacetan Terjadi di Pasar Pao Pasongsongan

Gambar
Beginilah situasi kemacetan di Pasar Pao Pasongsongan-Sumenep. (Foto: Yant Kaiy) Catatan: Yant Kaiy Pasar Pao yang berada di kawasan Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep, tepat pukul 11.15 WIB (Senin, 27/9/2021) mengalami kemacetan cukup lama. Hal itu disebabkan bus pariwisata yang datang dari arah barat dan truck dari arah timur. Pertemuan kedua kendaraan itu menyebabkan antrian cukup panjang.   Beberapa pengendara sepeda motor di belakangnya putar balik mencari jalan lain. Termasuk saya. Marah dan kecewa dari mereka pun terlontar. Apalagi suasana sangat panas.   Penyebab utama dari kemacetan itu karena para pedagang kaki lima yang terus merangsek ke bibir jalan raya provinsi.   Beberapa pihak berharap agar persoalan ini mendapat atensi dari pemangku kebijakan setempat. Belum lagi rawanya kecelakaan di pusat perbelanjaan tersebut terbuka lebar.[]   Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com

Sampur dan Sawer di Pesta Perkawinan

Gambar
Catatan: Yant Kaiy Suatu ketika saya mendapat undangan pesta perkawinan di wilayah sisi selatan Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep. Bersama beberapa teman, saya mengendarai sepeda motor. Dibawah paparan panas matahari menyengat dan jalan rusak, kami sampai di   perayaan perkawinan.   Kami langsung masuk. Alunan musik dangdut mengalun dinamis. Suara biduanita merdu terdengar.   Sejurus kemudian, teman saya ketiban sampur. Mereka naik panggung. Mau tidak mau, saya pun menyawernya. Lembaran receh pun berpindah ke tangan sang biduanita.   Tiba di rumah, saya kalkulasi pengeluaran untuk sawer. Ahai… ternyata hampir menyamai amplop yang saya berikan pada tuan rumah   hajatan perkawinan.[]   Yant Kaiy, penjaga gawang apoymadura.com

Busana

Gambar
Pentigraf: Yant Kaiy Tonah selalu ingin tampil baru. Pada setiap acara, terutama pesta pernikahan, ia terus membeli busana di butik langganannya. Selesai dipakai, ia tumpuk di lemari. Tiga lemari besar penuh pakaian dia. Kasihan suaminya, kerja siang-malam memenuhi “haus” Tonah terhadap busana.   Ketika artis idolanya muncul di televisi, ia mencermati benar busana yang dikenakannya. Otaknya bekerja keras, mencari warna sesuai selera.   Suaminya tak habis pikir atas kelakuan istrinya. Kalau diberi saran, justru Tonah uring-uringan. Sontoloyo! Padahal Tonah tergolong wanita berpendidikan tinggi.[]   Pasongsongan, 25/9/2021

Momentum Hari Tani Nasional 2021

Gambar
Catatan: Yant Kaiy Ketidakteraturan musim tiga tahun belakangan ini menyebabkan kehidupan para petani di Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep tidak sejahtera. Pada saat memasuki kemarau masih turun hujan. Sedangkan dimusim penghujan, rentang hujan turun jaraknya berjauhan. Ketika para petani baru bercocok tanam dan tumbuh dengan baik, tapi hujan tidak turun dua pekan, otomatis tanaman mati.   Demikian pula dengan kehidupan petani tembakau Madura. Pada saat memasuki musim kemarau, hujan turun. Hancurlah  pertanian mereka. Demikian pula impian mereka.   Sejatinya keprihatinan ini menjadi kepedulian kita semua. Kita boleh memiliki banyak uang. Tapi apa yang mau kita beli jika barangnya tidak ada.   Semoga momentum Hari Tani Nasional (24 September 2021) kali ini menjadikan kita lebih beradab. Regulasi pemerintah semestinya berpihak kepada para petani. Jangan lagi membuat aturan menyengsarakan kehidupan mereka.[]   Yant Kaiy, penjaga gawang ap...

Inilah Kata Presiden Tani Indonesia di HTN

Gambar
Hairus Samad (kiri) bersama Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin di peringatan Hari Tani Nasional. (Foto: Yant Kaiy) Sumenep – Presiden Tani Indonesia, Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin hadir di peringatan Hari Tani Nasional (HTN) yang dihelat di Dusun Sempong Barat Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep.   “Saya pribadi berharap, kedepan Indonesia menjadi negara berdaulat pangan. Impor pangan boleh-boleh saja asalkan itu sangat mendesak dan dibutuhkan. Saya prihatin karena para petani kita tidak sejahtera. Harga pupuk tinggi dan dibatasi. Akhirnya banyak lahan tidak ditanami,” tandas Tatang Zaenudin pada apoymadura.com. Jumat (24/9/2021).   Ada komentar positif dari Hairus Samad selaku tuan rumah di Hari Tani Nasional.   “Dua tahun terakhir ini musim masih belum bersahabat kepada para petani kita. Saat memasuki kemarau tahun ini hujan masih turun, sehingga tanaman tembakau banyak rusak. Sebaliknya saat musim penghujan kemarin, curah hujan tidak baik d...

Semarak Hari Tani Nasional di Pasongsongan

Gambar
Hairus Samad (2 dari kiri) bersama beberapa tokoh masyarakat penting di wilayah Kecamatan Pasongsongan-Sumenep. (Foto: Yant Kaiy) Sumenep – Hari ini (Jumat, 24/9/2021) rumah Hairus Samad, S.Sos di Dusun Sempong Barat Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep menjadi tempat peringatan Hari Tani Nasional (HTN). Dipilihnya kediaman Hairus Samad bukan secara kebetulan oleh pihak penyelenggara, tapi karena sosok dia sangat akrab dilingkungannya dan komunikatif dengan beberapa kalangan.   Lewat voice note yang dikirimkan pada apoymadura.com , Hairus Samad mengatakan kalau HTN akan dihadiri 250 undangan. Juga akan diliput oleh beberapa televisi nasional dan media online.   “Peringatan HTN di Pasongsongan kali ini akan dihadiri pula oleh beberapa pejabat dan tokoh masyarakat di wilayah Kecamatan Pasongsongan,” tandas Hairus Samad. (Yant Kaiy)

Peringatan Hari Tani Nasional 2021 di Pasongsongan

Gambar
Hairus Samad, S.Sos. (Foto: Yant Kaiy) Sumenep – Direncanakan besok, 24 September, akan digelar peringatan Hari Tani Nasional (HTN) yang diletakkan di kediaman Hairus Samad, Dusun Sempong Barat Desa/Kecamatan Pasongsongan Kabupaten Sumenep.   “Peringatan HTN besok akan dihadiri Roby Irawan Wiratmoko. Beliau adalah Dewan Pembina LIN (Lembaga Investigasi Negara) sekaligus Ketua Umum Koperasi MNT (Multidaya Nusantara Tiga),” terang Hairus Samad kepada apoymadura.com. Kamis (23/9/2021).   Tokoh masyarakat populer dari Desa Pasongsongan ini juga menyebutkan, bahwa agenda kegiatan nanti meliputi: Selayang pandang tentang Koperasi MNT; penanaman sejuta pisang cavendis, porang dan talas; peresmian kandang sapi MNT; pemberian nama   pupuk organik padat MNT secara simbolis. (Yant Kaiy)

Terjaga

Gambar
Pentigraf: Yant Kaiy Kebencian itu menumpuk sekian lama. Aku tak bisa mengalihkannya. Sukar untuk berpaling. Setiap mendengar suaranya atau melihat kelebat sosoknya, hati rasanya seperti terbakar. Tentu ini merugikan diri sendiri. Ini tak boleh berlarut-larut. Bisa jadi kelak aku mati berdiri karenanya.   Setahun lalu istriku cekcok dengannya. Dia yang memulai lebih dulu membuat cerita busuk tentang kami kepada para tetangga. Istriku membela diri, terjadilah perang mulut.   Sejak saat itulah, dia terus mengompori kami lewat sikap dan kata-kata secara tidak langsung.[]   Pasongsongan, 23/9/2021