Semarak Budaya Nusantara Warnai Malam Pisah Kenang Siswa Kelas VI SDN Padangdangan 1 Pasongsongan
PASONGSONGAN – Suasana khidmat bercampur haru dan bangga menyelimuti acara Gebyar Malam Pisah Kenang siswa kelas VI SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Rabu (1/7/2026).
Acara pelepasan siswa tahun ajaran ini dikemas secara spektakuler dengan menonjolkan kekayaan seni tradisional melalui panggung pagelaran budaya Nusantara.
Hadir dalam acara tersebut segenap dewan guru, komite sekolah, para orang tua/wali murid, serta tokoh masyarakat setempat.
Kemeriahan acara ini menegaskan komitmen SDN Padangdangan 1 dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga mencintai dan melestarikan akar budaya bangsa.
Alunan Tari Nusantara di Sesi Pra-Acara
Kemeriahan malam perpisahan sudah terasa sejak sesi pra-acara dimulai.
Panggung pertunjukan bergetar oleh antusiasme dan energi luar biasa dari para siswa lintas kelas yang membawakan berbagai tarian khas dari berbagai daerah di Indonesia.
Nuansa budaya Nusantara benar-benar mengalir deras tanpa henti.
Penampilan dibuka dengan aksi memukau dari Afit, siswa kelas II, yang membawakan Tari Topeng Branyak. Gerakan yang tegas dan berkarakter khas Madura berhasil memukau penonton sejak menit pertama.
Tak lama berselang, suasana berubah jadi anggun saat siswa kelas V naik ke atas panggung menyajikan Tari Mojang Priangan yang sarat akan keluwesan budaya Sunda.
Kedalaman spiritual juga dihadirkan siswa kelas I lewat Tari Ingatlah Allah, sebuah sajian gerak dan lagu yang religius serta menyentuh hati.
Kemeriahan semakin memuncak saat siswa kelas IV menyuguhkan Tari Sajojo asal Papua dengan ritme yang rancak dan penuh semangat kebersamaan.
Sebagai penutup sesi pra-acara, Tari Mappopo Syalala dibawakan dengan penuh energi, memancing tepuk tangan riuh dari seluruh hadirin yang memadati area sekolah.
Penampilan Istimewa Sang Alumni: Gandrung Banyuwangi
Di antara deretan penampilan memukau malam itu, ada satu momentum yang paling mencuri perhatian dan menjadi buah bibir penonton.
Ialah penampilan Dela, alumni SDN Padangdangan 1 tahun ajaran 2024/2025 yang saat ini telah menempuh pendidikan di SMPN 1 Pasongsongan.
Hadir sebagai undangan spesial, Dela menyuguhkan Tari Gandrung Banyuwangi Jejer Jaran Dawuk. Gerakannya yang gemulai sekaligus bertenaga membuktikan bahwa bakat dan kecintaannya pada seni tari tidak luntur meski telah lulus dari bangku sekolah dasar.
"Kehadirannya membuktikan bahwa semangat kreatif terus berkembang meskipun telah meninggalkan sekolah dasar," ujar Yudi Harianto, S.Pd., salah satu guru SDN Padangdangan 1, dengan nada bangga saat ditemui di sela-sela acara.
Pujian senada juga datang dari dewan guru lainnya, Risqon Muttaqin, S.Pd.
Ia mengenang Dela sebagai salah satu siswi terbaik yang pernah dididik di sekolah tersebut.
"Dela merupakan siswa yang multitalenta. Di samping bisa menari, selama bersekolah di sini Dela juga dikenal mahir dalam olah vokal, membaca puisi, hingga bermain drama. Kami bangga melihatnya terus berkembang di jenjang yang lebih tinggi," ungkap Risqon.
Melepas dengan Harapan dan Doa
Setelah rangkaian pentas seni yang meriah, acara inti prosesi pisah kenang berlangsung dengan khidmat.
Pengalungan medali kelulusan dan penyerahan siswa kembali kepada orang tua ditandai dengan isak haru, baik dari para siswa, guru, maupun orang tua yang hadir.
Gebyar Malam Pisah Kenang ini tidak hanya sekadar ritual perpisahan tahunan, melainkan juga menjadi panggung pembuktian bahwa SDN Padangdangan 1 Kecamatan Pasongsongan sukses menjadi wadah persemaian bakat, seni, dan karakter yang kokoh bagi generasi muda di Kabupaten Sumenep. [Kaiy]



