Sosok Fatillah Alfi Magfirah, Santriwati Asal Sumenep di Balik Suksesnya Tari Modern Berbusana Muslim Ponpes Annidhamiyah

Kisah Inspiratif Fatillah: Santriwati Sumenep Sukses Latih Tari Modern Syar'i


PASONGSONGAN – Kesuksesan acara Haflatul Imtihan di Pondok Pesantren (Ponpes) Annidhamiyah, Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Pamekasan, tidak lepas dari peran santriwati kreatif di balik layar. Rabu (10/6/2026). 

Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Fatillah Alfi Magfirah, santriwati asal Dusun Sempong Barat, Desa/Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep.

Meski harus menimba ilmu di luar kabupaten asalnya, jarak tidak membatasi ruang gerak Fatillah untuk mengabdi dan berprestasi. Pada momentum imtihan tahun ini, gadis yang akrab disapa Tila ini dipercaya oleh pihak pesantren memegang tanggung jawab besar: melatih dan mengoreografi seni tari modern untuk siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Annidhamiyah.

Bersama beberapa rekan sesama santriwati, Fatillah berhasil menyulap panggung imtihan jadi arena pertunjukan yang memukau ratusan wali santri dan warga yang hadir.

"Tentu ini tantangan yang besar buat saya. Mengajar anak-anak usia MI itu gampang-gampang susah, butuh kesabaran ekstra. Tapi melihat antusiasme mereka, rasa lelah saya langsung hilang," tutur Fatillah dengan senyum sumringah saat ditemui di sela-sela acara.

Menjaga Marwah Pesantren Lewat Busana Muslim
Sebagai pelatih, Fatillah tidak hanya fokus pada estetika gerakan fisik. 
Ia memikul tanggung jawab moral untuk menyelaraskan seni modern dengan napas pesantren yang Islami. 
Hal ini ia buktikan melalui pemilihan kostum para penari binaannya.

Di bawah arahannya, para siswa MI tampil energik membawakan tari modern, tapi tetap anggun berbalut busana muslim yang longgar, rapi, dan menutup aurat. 
Bagi Fatillah, identitas sebagai muslimah tidak boleh luntur hanya demi sebuah panggung seni.

"Kami ingin mendobrak stigma bahwa tari modern itu harus seksi atau ketat. Santri juga bisa tampil keren dan modern, tapi prinsip utamanya tetap harus syar'i. Kostum muslimah adalah harga mati," tegas gadis asal Sumenep ini.

Menuai Pujian dan Menjadi Inspirasi
Inisiatif dan kreativitas Fatillah dalam mengemas pertunjukan ini menuai decak kagum dari penonton serta apresiasi mendalam dari pihak pengelola Ponpes Annidhamiyah Bindang. 
Dedikasinya mengajar lintas wilayah ini dinilai menjadi contoh nyata bagaimana seorang santriwati mampu mengambil peran kepemimpinan sejak dini.

Melalui sentuhan kreativitasnya, Fatillah Alfi Magfirah telah membuktikan bahwa ruang lingkup pesantren justru jadi tempat subur untuk memupuk bakat, rasa percaya diri, dan inovasi tanpa harus kehilangan jati diri sebagai seorang santri. [Kaiy]

Postingan populer dari blog ini

Soa-soal Bahasa Madura Kelas III

Soal-soal Bahasa Madura Kelas IV SD

Membuat Soal-soal Bahasa Madura Kelas V