Sentilan Humoris tapi Masuk dari KH Musleh Adnan: Jangan Pilihkasih pada Anak, yang Nakal Kadang Paling Tulus

Pesan Mendalam KH Musleh Adnan di SDN Panaongan 3: Jangan Pilih Kasih pada Anak!

PASONGSONGAN — Ada pesan mendalam sekaligus tamparan halus bagi para orang tua dalam acara pengajian umum yang digelar di SDN Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. Selasa (16/6/2026). 

Menghadirkan penceramah viral asal Pamekasan, KH. Musleh Adnan, acara ini sukses membuat ratusan wali murid dan warga yang hadir terenyuh sekaligus tertawa renyah.

Acara yang digelar dalam rangka Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sekaligus melepas siswa-siswi kelas VI ini jadi momentum refleksi penting bagi pola asuh anak.

Jangan Bedakan Kasih Sayang

Dalam siraman rohaninya, Kiai Musleh dengan gaya khasnya yang komunikatif dan diselingi guyonan segar, mengingatkan para orang tua agar tidak membeda-bedakan kasih sayang kepada anak-anak mereka.

Ia menyoroti fenomena sosial di mana orang tua seringkali lebih menganakemaskan anak yang pintar atau berprestasi secara akademik, dan meminggirkan anak yang dirasa kurang beruntung atau nakal.

"Jangan pernah membanding-bandingkan anak. Semua anak itu punya jalannya masing-masing. Kasih sayang kita sebagai orang tua harus utuh dan adil kepada semuanya," tutur Kiai Musleh di hadapan para hadirin.

Anak 'Nakal' Justru Paling Tulus

Lebih lanjut, dai yang videonya kerap viral di media sosial ini memberikan sebuah sudut pandang yang membuka mata hati. 

Menurutnya, anak yang dinilai bodoh atau nakal di sekolah, seringkali justru memiliki hati yang paling tulus saat orang tua atau gurunya membutuhkan bantuan.

"Kadang, anak yang pintar di kelas itu fokusnya ke hp dan masa depannya sendiri. Tapi anak yang mohon maaf, sering dianggap bodoh atau nakal, justru mereka yang paling ringan tangan. Kalau gurunya butuh bantuan mindahin meja, atau orang tuanya lagi repot di rumah, anak-anak seperti ini yang biasanya langsung maju tanpa banyak alasan," jelasnya, disambut anggukan setuju dari para wali murid.

Kiai Musleh berpesan agar para guru di SDN Panaongan 3 dan orang tua tidak berkecil hati jika melihat anak didiknya belum bersinar di bidang akademik saat ini. 

Karakter, ketulusan, dan bakti kepada orang tua (bakti anak) seringkali jadi kunci kesuksesan yang sesungguhnya di masa depan.

Momentum Perpisahan Kelas VI

Kepala Sekolah SDN Panaongan 3 menyampaikan bahwa kehadiran KH. Musleh Adnan sengaja dihadirkan untuk memberikan bekal mental dan spiritual bagi para siswa kelas VI yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi, sekaligus memberikan edukasi kepada wali murid. [Kaiy]

Postingan populer dari blog ini

Siswa SDN Padangdangan 1 Pasongsongan Gelar Wisata Religi ke Asta Batu Ampar

Membuat Soal-soal Bahasa Madura Kelas V

Soal-soal Bahasa Madura Kelas IV SD