Sambut Tahun Baru Islam 1448 H dan Lepas Siswa Kelas VI, SDN Panaongan 3 Gelar Pengajian Umum

Penuh Haru! Pengajian Umum SDN Panaongan 3 Jadi Momen Perpisahan Akbar

PASONGSONGAN – Suasana khidmat sekaligus haru menyelimuti halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. 

Lembaga pendidikan ini sukses menyelenggarakan acara pengajian umum dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, dan ini merupakan bagian dari perpisahan siswa-siswi kelas VI tahun ajaran 2025/2026.

Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh seluruh jajaran komite sekolah, dewan guru, wali murid, tokoh agama, serta masyarakat sekitar desa setempat. 

Kehadiran warga yang antusias menunjukkan kuatnya sinergi antara pihak sekolah dan lingkungan masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, S.Pd., menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya kepada seluruh wali murid yang selama ini telah memercayakan putra-putrinya untuk dididik di sekolah tersebut. 

Ia juga berpesan kepada para lulusan kelas VI agar terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan tetap menjaga akhlakul karimah.

Tapi, suasana seketika berubah jadi haru saat Agus Sugianto menyinggung terkait masa tugasnya. 

Mengingat masa periodisasinya sebagai kepala sekolah di SDN Panaongan 3 telah habis, ia secara terbuka memohon doa restu kepada seluruh hadirin agar tugasnya bisa diperpanjang dan tidak dipindahtugaskan ke sekolah lain.

"Saya secara pribadi memohon doa dari para kiai, tokoh masyarakat, dan seluruh wali murid yang hadir di sini. Jujur, saya sudah terlalu melebur dan merasa jadi bagian dari masyarakat Panaongan ini. Ikatan emosional dan kekeluargaan yang terbangun sudah sangat kuat, sehingga rasanya berat jika harus berpindah tugas," ungkap Agus Sugianto dengan penuh ketulusan, yang langsung disambut anggukan haru dari para hadirin.

Selama kepemimpinannya, SDN Panaongan 3 dinilai banyak membawa perubahan positif, baik dari segi penataan lingkungan sekolah maupun kedekatan sosial dengan warga sekitar. 

Hal inilah yang membuat masyarakat juga berharap agar kepemimpinannya bisa terus berlanjut.

Acara pengajian umum ini kemudian dilanjutkan dengan tausiyah agama mengenai makna hijrah dalam kehidupan sehari-hari dan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan sekolah, serta kesuksesan para siswa yang baru saja lulus agar jadi generasi yang membanggakan bagi agama dan bangsa. [Kaiy]

Postingan populer dari blog ini

Siswa SDN Padangdangan 1 Pasongsongan Gelar Wisata Religi ke Asta Batu Ampar

Membuat Soal-soal Bahasa Madura Kelas V

Soal-soal Bahasa Madura Kelas IV SD