Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H dan Lepas Pisah Kelas VI SDN Panaongan 3 Sumenep Berlangsung Khidmat
PASONGSONGAN – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Panaongan 3, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, sukses menggelar acara pengajian umum dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Selasa (16/6/2026).
Acara yang ditempatkan di halaman sekolah tersebut sekaligus menjadi momentum haru rangkaian lepas pisah (perpisahan) bagi para murid kelas VI yang telah dinyatakan lulus.
Acara ini dihadiri oleh seluruh jajaran guru, komite sekolah, tokoh masyarakat, para wali murid, serta seluruh siswa-siswi SDN Panaongan 3.
Suasana religius dan kekeluargaan terasa begitu kental sepanjang acara berlangsung.
Lulusan Spesial dan Banjir Ucapan Tokoh Penting
Kepala Sekolah SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangga yang mendalam atas kelulusan para siswa kelas VI tahun ini.
Ia mengungkapkan bahwa kelulusan kali ini terasa sangat spesial dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Bagaimana tidak, SDN Panaongan 3 berhasil menarik perhatian dan mendapat apresiasi berupa ucapan selamat dari sejumlah tokoh penting dan berpengaruh di Kabupaten Sumenep hingga tingkat regional.
"Kelulusan tahun ini terasa sangat spesial bagi kami. SDN Panaongan 3 mendapatkan ucapan selamat secara langsung dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep, serta beberapa anggota DPRD Kabupaten Sumenep. Bahkan, pengusaha sukses H. Khairul Umam alias Haji Her juga turut memberikan ucapan selamat kepada anak-anak kita," ujar Agus Sugianto di hadapan para hadirin.
Pesan Kepala Sekolah: Jangan Todus Menjadi Anak Desa
Apresiasi dari para tokoh tersebut dinilai jadi bukti nyata bahwa kualitas dan eksistensi sekolah di tingkat dasar terus mendapat perhatian positif, tanpa memandang letak geografis sekolah.
Oleh karena itu, Agus Sugianto memberikan motivasi membakar semangat kepada seluruh siswa, khususnya lulusan kelas VI, serta para wali murid agar tetap optimistis menatap masa depan.
Ia berpesan agar letak sekolah yang berada di area pedesaan tidak menjadi alasan untuk berkecil hati.
"Maka dari itu, saya berharap kepada seluruh siswa dan wali murid untuk tidak todus (malu) hanya karena sekolah kita ini berada di pelosok desa. Prestasi dan masa depan tidak ditentukan oleh di mana kita bersekolah, melainkan dari kerja keras, tekad, dan doa kita bersama," tegasnya memotivasi.
Acara pengajian umum ini kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan di tahun baru Islam 1448 H, serta kelancaran bagi siswa kelas VI yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. [Kaiy]


