Padukan Tradisi dan Budaya Nusantara, Gelaran Haflatul Imtihan PP Annidhamiyah Kebanjiran Apresiasi

Keren! Haflatul Imtihan PP Annidhamiyah Sumenep Padukan Budaya Nusantara

PASONGSONGAN – Pondok Pesantren (PP) Annidhamiyah kembali mencuri perhatian publik melalui gelaran Haflatul Imtihan yang berlangsung dinamis dan penuh warna. 

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, perhelatan kali ini dinilai tampil lebih profesional dengan menyisipkan pendekatan budaya nusantara yang kental.

Apresiasi tinggi salah satunya datang dari Sundari, S.Pd., seorang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN Padangdangan 1, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. 

Sebagai seorang pendidik sekaligus orang tua dari siswi yang menimba ilmu di PP Annidhamiyah, Sundari mengaku kagum dengan inovasi dan konsep matang yang diusung oleh pihak pesantren.

"Penyelenggaraan Haflatul Imtihan tahun ini luar biasa profesional. Terobosan dengan memasukkan unsur budaya nusantara tidak hanya menghibur, tapi juga jadi media edukasi yang amat baik bagi para santri dan masyarakat," ungkap Sundari bangga di kediamannya, Dusun Sempong Barat, Pasongsongan. 

Simbolisme Damar Korong dan Kemegahan Tari Zapin

Kemeriahan acara sudah terasa sejak malam Grand Opening yang digelar pada Jumat (5/6/2026). Sebagai penanda resmi dibukanya Haflatul Imtihan, pihak pesantren melepaskan puluhan damar korong (lampion tradisional) ke udara. 

Cahaya lampion yang membumbung tinggi di langit malam jadi simbol harapan, syiar Islam, serta dimulainya rangkaian acara dengan penuh khidmat.

Tidak berhenti di situ, suasana pembukaan semakin semarak dengan ditampilkannya Pentas Tari Zapin Kolosal. 

Tarian khas melayu yang sarat akan pengaruh Arab-Islam ini dibawakan secara apik dan kompak oleh para santri, menegaskan pesan kebersamaan sekaligus keindahan akulturasi budaya dalam dakwah Islam di nusantara.

Pesantren dan Pelestarian Budaya

Menurut Sundari, langkah pondok pesantren yang berlokasi di Bindang, Pasean tersebut jadi bukti nyata bahwa pondok pesantren tidak antipati terhadap budaya lokal. 

Sebaliknya, pesantren mampu jadi benteng pertahanan kebudayaan tanpa kehilangan esensi nilai-nilai keislaman.

"Sebagai orang tua santri, saya merasa tenang dan bangga. Di sini anak-anak tidak hanya ditempa ilmu agama yang kuat, tetapi juga diajarkan untuk mencintai dan merawat kekayaan budaya bangsa," pungkas guru PAI tersebut.

Acara Haflatul Imtihan PP Annidhamiyah ini pun sukses menyedot perhatian ratusan wali santri serta warga sekitar yang memadati area pesantren, menjadikannya salah satu gelaran imtihan paling berkesan tahun ini. [Kaiy]

Postingan populer dari blog ini

Soa-soal Bahasa Madura Kelas III

Soal-soal Bahasa Madura Kelas IV SD

O2SN Atletik Sumenep 2026: Atlet SD Kecamatan Pasongsongan Unjuk Gigi di GOR A. Yani