Mengintip Program SASIDA hingga BAYAMA di SDN Panaongan 3 Pasongsongan

Agus Sugianto: Menyala dari Pelosok Pasongsongan untuk Pendidikan

PASONGSONGAN -- Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, hadir sosok pemimpin sekolah yang tidak hanya mengelola administrasi dan pembelajaran, tapi juga membangun hubungan emosional yang kuat dengan peserta didik dan masyarakat. 

Sosok tersebut adalah Agus Sugianto, S.Pd, Kepala SDN Panaongan 3 Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep. 

Di bawah kepemimpinannya, sekolah yang berada di wilayah pesisir utara Kabupaten Sumenep ini berkembang jadi satuan pendidikan yang dikenal aktif, inovatif, religius, dan kaya akan pembiasaan karakter.

"Bagi kami bukan sekadar tempat belajar membaca, menulis, dan berhitung. Sekolah adalah ruang tumbuh yang harus menghadirkan rasa aman, nyaman, dan bahagia bagi setiap anak" ucap Agus Sugianto di tempat kerjanya. Senin (15/6/2026). 

Filosofi tersebut terlihat dari kebiasaannya menyambut murid di gerbang sekolah setiap pagi. 

Dengan senyum hangat, ia menyalami siswa, menanyakan kabar mereka, memastikan mereka telah sarapan, sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan dan kebersihan melalui teguran yang santun dan mendidik. 

Pendekatan sederhana namun penuh makna ini menjadikan dirinya dekat dengan peserta didik dan dihormati oleh warga sekolah.

"Kami meyakini bahwa keberhasilan sekolah tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tapi juga dari karakter yang tumbuh dalam diri peserta didik," tambahnya. 

Oleh karena itu, berbagai program pembiasaan dikembangkan secara konsisten di SDN Panaongan 3. 

Program seperti SASIDA (Sambut Siswa Datang), SEGISAMA (Senam Pagi Bersama), SAPASATE (Sarapan Pagi Bersama Teman), BAYAMA (Baca Yasin Bersama), JUMPAYASIN (Jumat Sapa Yatim dan Fakir Miskin), serta berbagai kegiatan pendidikan karakter lainnya jadi identitas sekolah yang dipimpinnya. 

Lewat program-program tersebut, nilai disiplin, kepedulian sosial, kebersamaan, religiusitas, dan gaya hidup sehat ditanamkan secara nyata kepada siswa.

Semangat inovasi jadi salah satu ciri kepemimpinan Agus Sugianto. 

Ia tidak ingin sekolah yang dipimpinnya berjalan secara monoton. 

"Bagi kami, sekolah harus terus bergerak, beradaptasi, dan membuka diri terhadap berbagai bentuk kolaborasi," tegasnya. 

Karena itu, ia aktif menghadirkan tokoh masyarakat, kepala desa, tenaga kesehatan, ulama, dan berbagai pihak lainnya sebagai sumber belajar bagi siswa. 

Langkah ini menjadikan sekolah sebagai ruang pembelajaran yang lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan nyata.

Selain dikenal sebagai kepala sekolah yang inovatif, Agus Sugianto juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian budaya lokal. 

Ia percaya bahwa pendidikan tidak boleh memutus akar budaya peserta didik. 

Lewat berbagai kegiatan sekolah, penggunaan Bahasa Madura halus, serta keterlibatan aktif dalam program pelestarian budaya daerah, ia berupaya menanamkan rasa bangga terhadap identitas lokal kepada generasi muda. 

Upaya tersebut jadi bagian dari ikhtiar menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah arus modernisasi.

Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, Agus Sugianto dikenal memiliki hubungan yang harmonis dengan tokoh agama, guru ngaji, komite sekolah, dan masyarakat sekitar. 

Kedekatan tersebut tidak hanya sebatas hubungan formal, tapi diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang melibatkan masyarakat. 

Ia memandang bahwa pendidikan yang berhasil adalah pendidikan yang dibangun melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial.

Dedikasinya terhadap dunia pendidikan juga terlihat dari komitmennya dalam meningkatkan mutu sekolah. 

Di bawah kepemimpinannya, SDN Panaongan 3 terus menunjukkan perkembangan positif dalam berbagai bidang, baik akademik maupun non-akademik. 

Sekolah aktif mengikuti berbagai ajang talenta, kegiatan olahraga, serta program penguatan karakter dan kesehatan peserta didik. 

Bahkan dari sekolah yang berada di wilayah yang relatif jauh dari pusat kota, lahir siswa-siswa yang mampu bersaing pada tingkat kecamatan maupun kabupaten.

Mereka yang mengenal Agus Sugianto menggambarkannya sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati, mudah bergaul, dan memiliki komitmen kuat terhadap kemajuan pendidikan. 

Kendati memegang posisi sebagai kepala sekolah, ia tidak membangun jarak dengan guru maupun siswa. 

Sebaliknya, ia hadir sebagai rekan kerja, sahabat belajar, sekaligus teladan dalam kehidupan sehari-hari. 

Sikap inilah yang membuat kehadirannya diterima dan dihargai oleh berbagai kalangan.

Sebagai seorang pemimpin pendidikan, Agus Sugianto tidak hanya membangun sekolah, tapi juga membangun harapan. 

Ia percaya bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berhasil, setiap guru memiliki kemampuan untuk menginspirasi, dan setiap sekolah memiliki peluang untuk jadi hebat apabila dikelola dengan hati.

"Pendidikan terbaik bukanlah yang hanya menghasilkan murid berprestasi, tetapi yang mampu melahirkan manusia berkarakter, berbudaya, berakhlak, dan bermanfaat bagi sesamanya," tegasnya. 

Semangat inilah yang tercermin dalam perjalanan pengabdian Agus Sugianto sebagai Kepala SDN Panaongan 3, sebuah pengabdian yang terus menyalakan cahaya pendidikan dari pelosok Pasongsongan untuk masa depan generasi bangsa. [Kaiy]

Postingan populer dari blog ini

Siswa SDN Padangdangan 1 Pasongsongan Gelar Wisata Religi ke Asta Batu Ampar

Soal-soal Bahasa Madura Kelas IV SD

Membuat Soal-soal Bahasa Madura Kelas V