Lestarikan Tari Topeng Dalang Madura, Kepala SDN Soddara 2 Pasongsongan Apresiasi Kesabaran Guru Pembina
PASONGSONGAN – Kesuksesan penampilan memukau para siswa dalam acara lepas pisah gabungan TK Kusuma Bangsa dan SDN Soddara 2 tidak lepas dari tangan dingin para pendidik di balik layar. Sabtu (30/5/2026).
Menanggapi hal tersebut, Kepala SDN Soddara 2, Bambang Sutrisno, S.Pd, memberikan perhatian dan apresiasi khusus kepada seluruh guru pembina yang telah mendedikasikan waktu dan energinya.
Menurut Bambang, melatih anak-anak usia dini hingga sekolah dasar untuk berani tampil di atas panggung besar bukanlah perkara mudah.
Proses tersebut membutuhkan modal yang jauh lebih besar daripada sekadar teknik, yaitu kesabaran yang luar biasa.
Butuh Kesabaran Ekstra Melatih Peserta Didik
Dalam penyampaiannya, Bambang Sutrisno menekankan bahwa setiap anak memiliki daya tangkap dan karakter yang berbeda-beda. Menyatukan perbedaan tersebut jadi sebuah pertunjukan yang harmonis adalah sebuah tantangan tersendiri bagi para guru.
"Melatih dan membina peserta didik itu tidak mudah, butuh kesabaran ekstra. Guru harus bisa menyelami dunia anak-anak agar mereka mau berlatih dengan senang hati tanpa merasa tertekan. Saya sangat mengapresiasi ketelatenan para guru yang luar biasa ini," ujar Bambang.
Jaga Keaslian Budaya, Hadirkan Pelatih Khusus Topeng Dalang
Salah satu bukti keseriusan dalam menjaga kualitas penampilan siswa, khususnya pada sektor seni tradisional, adalah kepedulian terhadap pakem atau aturan baku sebuah kesenian.
Pada pagelaran seni kali ini, pihak sekolah sengaja mendatangkan pelatih khusus untuk membina penampilan Tari Topeng Dalang Madura.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa gerakan, filosofi, dan karakter yang dibawakan oleh para siswa tetap terjaga keasliannya dan tidak melenceng dari akar budaya leluhur.
"Topeng Dalang Madura adalah warisan budaya Madura yang sangat luhur. Kami sengaja mendatangkan pelatih yang memang ahli di bidangnya agar anak-anak belajar sesuai dengan pakem yang benar. Kita ingin mengenalkan budaya ini sejak dini, sekaligus memastikan kelestariannya tetap terjaga dengan murni," tambahnya tegas.
Melalui kolaborasi antara kesabaran guru pembina sekolah dan keahlian pelatih profesional, acara pelepasan siswa TK Kusuma Bangsa dan SDN Soddara 2 tidak hanya menjadi ajang seremonial kelulusan, tapi juga bertransformasi menjadi panggung pelestarian budaya yang edukatif bagi masyarakat sekitar. [Kaiy]
