Festival Paseser Pasongsongan Berlangsung Semarak, Penampilan Macopat SDN Panaongan 3 Pukau Hadirin
PASONGSONGAN – Pelabuhan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, mendadak riuh dan dipenuhi warna-warni budaya. Ahad malam (21/6/2026).
Gelaran Festival Paseser Pasongsongan: Paseser Patongtongan sukses diselenggarakan dengan sangat semarak.
Acara yang jadi panggung pelestarian budaya lokal ini dihadiri jajaran pejabat penting dan ribuan masyarakat yang antusias menyaksikan jalannya festival.
Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Sumenep, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumenep, Camat se-Kabupaten Sumenep, serta Kepala Desa se-Kecamatan Pasongsongan.
Tidak hanya itu, seluruh kepala instansi di tingkat Kabupaten Sumenep maupun Kecamatan Pasongsongan juga tampak hadir memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya festival pesisir ini.
Kontribusi Sektor Pendidikan dan Unjuk Bakat Generasi Muda
Kemeriahan festival tidak luput dari peran aktif generasi muda, khususnya dunia pendidikan.
Tiga Sekolah Dasar Negeri (SDN) di wilayah setempat turut ambil bagian dan menampilkan pertunjukan memukau di atas panggung, di antaranya: SDN Pasongsongan 1, SDN Pasongsongan 4, dan SDN Panaongan 3.
Masing-masing sekolah menampilkan kreasi seni terbaik mereka yang berhasil memancing riuh tepuk tangan dari para undangan dan penonton yang memadati area pelabuhan.
Sulaiman, Siswa SDN Panaongan 3 Bawakan Macopat Madura
Salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian adalah persembahan dari SDN Panaongan 3.
Sekolah ini secara khusus menyuguhkan seni sastra tutur klasik tradisional, yaitu Tembang Macopat Madura.
Tembang yang sarat akan nilai filosofi dan keindahan sastra tersebut dibawakan dengan sangat apik oleh Sulaiman, salah seorang siswa berbakat dari SDN Panaongan 3.
Suaranya yang melengking khas dan penuh penghayatan berhasil memukau seluruh tamu undangan.
Kepala SDN Panaongan 3, Agus Sugianto, mengungkapkan rasa bangganya atas penampilan anak didiknya tersebut.
Menurut Agus Sugianto, bakat Sulaiman di bidang seni tradisional memang sudah teruji di tingkat provinsi.
"Sulaiman ini merupakan siswa berprestasi. Sebelum tampil di Festival Paseser ini, dia pernah jadi juara lll pada Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Jawa Timur tahun 2025 lalu," ujar Agus Sugianto saat ditemui di sela-sela acara.
Agus Sugianto berharap, keterlibatan siswanya dalam festival besar seperti ini bisa jadi motivasi bagi generasi muda lainnya di Sumenep untuk tetap mencintai, menjaga, dan melestarikan kebudayaan asli Madura di tengah gempuran zaman modern.
Festival Paseser Pasongsongan: Paseser Patongtongan ini diharapkan bisa terus jadi agenda tahunan yang tidak hanya menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat pesisir, tapi juga jadi wadah regenerasi pelaku seni budaya di Kabupaten Sumenep. [Kaiy]
