Akses Jalan Rusak Parah, Pertemuan KKKS Pasongsongan di Desa Montorna Diwarnai Keluhan Kepala Sekolah
PASONGSONGAN — Pertemuan rutin Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, yang digelar di SDI Al Wildan, Desa Montorna, diwarnai keluhan dari para peserta.
Pasalnya, infrastruktur jalan beraspal (aspalnya sudah habis tergerus air) menuju lokasi acara mengalami kerusakan yang sangat parah. Kamis (4/6/2026).
Desa Montorna yang berada di daerah dataran tinggi Kecamatan Pasongsongan memang dikenal memiliki tantangan geografis tersendiri.
Tapi, kondisi jalan yang berlubang dan berbatu, membuat perjalanan para kepala sekolah menuju lokasi pertemuan jadi ujian kesabaran dan fisik.
Keluhan "Sepeda Motor Nompa' Orenga"
Banyaknya lubang dalam dan aspal yang mengelupas di sepanjang jalur utama desa membuat para kepala sekolah harus ekstra waspada.
Salah satu peserta pertemuan mengungkapkan bahwa kondisi ini akan jauh lebih mengerikan jika memasuki musim penghujan.
"Kalau musim hujan datang, sudah bisa dipastikan sepeda motor nompa' orenga (sepeda motor menaiki orangnya)," ujar salah satu kepala sekolah yang enggan disebutkan namanya, menggambarkan betapa licin karena lumpur dan hancurnya medan jalan hingga pengendara harus menuntun atau bahkan memikul motor mereka.
Tetap Komitmen Jalankan Tugas
Meski harus melewati jalur yang ekstrem, agenda pertemuan rutin KKKS di SDI Al Wildan ini tetap berjalan sesuai jadwal.
Pertemuan bulanan ini sangat penting sebagai wadah koordinasi, evaluasi program pendidikan, serta peningkatan mutu sekolah di wilayah Kecamatan Pasongsongan.
Tapi, para tenaga pendidik ini berharap pihak pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki akses jalan ke Desa Montorna.
Infrastruktur jalan yang layak dinilai bukan hanya penting untuk mendukung kelancaran administrasi pendidikan, tapi juga demi keselamatan masyarakat desa dan urat nadi perekonomian setempat. [Kaiy]
