Janji Manis Presiden Prabowo, Tambahan Gaji Guru 2 Juta: Antara Harapan dan Realita yang Menguap
Bibir bergerak, kamera menyala, dan jutaan pasang mata terpaku pada layar. Tambahan gaji dua juta rupiah per bulan adalah angka yang sangat seksi.
Dunia internasional mencatatnya sebagai sejarah kebaikan hati. Guru honorer pun sudah mulai menghitung cicilan beras dan sepatu anak.
Sayangnya, angka itu rupanya hanya pajangan estetik untuk baliho kampanye. Janji manis kandidat presiden RI Prabowo Subianto
Kini, musim kemarau datang lebih cepat dari yang dijadwalkan. Janji manis itu menguap begitu saja ke angkasa bersama doa-doa yang tidak terjawab.
Katanya, janji adalah hutang yang wajib dibayar di dunia atau akhirat. Tapi, di negeri ini, hutang kepada rakyat kecil seringkali dianggap sebagai donasi sukarela.
Hm... Pemimpin tersenyum di istana, sementara guru tetap memakan janji sebagai lauk pauk.
Beruntunglah pemerintah memiliki rakyat sangat pemaaf dan mudah lupa. Para guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, juga pahlawan tanpa hak untuk menagih.
Mereka memilih diam dan kembali mengajar dengan penuh semangat. Menyala di tengah gulita.
Kita memang bangsa yang hebat. Kita lebih pintar memaklumi kebohongan daripada menuntut kejujuran dari pemimpin sendiri. [kay]

