Viral! Suami Madura Serahkan Istri ke Oknum Habib Demi Syafaat
Sebuah pengakuan mengejutkan meluncur dari bibir Prof. Menachem Ali dalam kanal YouTube HERRI PRAS.
Ia mengungkap sebuah tragedi kemanusiaan di Madura: seorang suami tega menyerahkan istrinya kepada seorang oknum habib.
Alasannya klise tapi mematikan—iming-iming syafaat
Nabi Muhammad SAW dan janji lahirnya keturunan berdarah rasul.
Ini bukan sekadar
kekhilafan, ini adalah penistaan terhadap akal dan iman.
Manipulasi Dogma yang Biadab
Sangat tidak masuk akal jika syafaat—yang merupakan hak prerogatif Allah melalui kasih sayang Nabi-Nya—dijadikan komoditas transaksi seksual.
Janji "keturunan yang tersambung
ke Rasulullah" lewat jalan asusila adalah pembodohan publik yang luar
biasa.
Nabi Muhammad SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak (li-utammima makarimal akhlaq).
Beliau adalah sosok yang paling memuliakan perempuan.
Maka, mencatut nama beliau untuk melegalkan tindakan biadab adalah bentuk
penghinaan tertinggi kepada sosok Rasulullah itu sendiri.
Madura Harus Berani Bersuara
Prof. Menachem Ali tidak main-main. Ia menyatakan siap bertanggung jawab dan menunjuk langsung siapa oknumnya.
Ajakan dia agar masyarakat Madura berani bersuara adalah sebuah
seruan untuk revolusi moral.
Jangan Takut pada Gelar: Nasab adalah kemuliaan jika dibarengi akhlak.
Jika digunakan untuk menindas dan
melecehkan, itu adalah manipulasi.
Agama adalah Cahaya: Agama
hadir untuk membebaskan manusia dari kegelapan, bukan untuk menjerat mereka
dalam pembodohan yang menghancurkan martabat keluarga.
Kesimpulan
Kita tidak boleh diam melihat agama dijadikan tameng untuk perilaku predator.
Hormat kepada ulama dan habib adalah sebuah ketaatan, tapi ketaatan buta yang melanggar syariat dan akal sehat adalah sebuah kesesatan.
Saatnya kita memisahkan antara kesucian ajaran dan kebobrokan oknum. [kay]

