Terjebak di Garis Statis: Nasib Pilu Tendik PPPK Paruh Waktu di Sumenep
SUMENEP – Isu ketimpangan kesejahteraan kembali mencuat di lingkungan pendidikan Kabupaten Sumenep.
Kali ini, sorotan tajam tertuju pada nasib Tenaga Kependidikan (Tendik), khususnya para penjaga sekolah yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Di tengah upaya pemerintah memeratakan kesejahteraan, kelompok ini merasa "ditinggalkan" di jalur statis tanpa kepastian karier.
Kontras Tajam
Keresahan ini bermula dari perbandingan mencolok antara jalur karier Tenaga Pendidik (Guru) dan Tenaga Kependidikan (Admin/Penjaga).
Di lingkungan kerja yang sama, para guru memiliki "pintu darurat" untuk meningkatkan taraf hidup melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Setelah menuntaskan PPG dan mengantongi Sertifikat Pendidik (Serdik), seorang guru PPPK berhak atas tunjangan profesi yang secara signifikan mendongkrak pendapatan bulanan mereka.
Hal ini menciptakan lompatan kesejahteraan yang nyata bagi para pengajar.
Tendik: "Bekerja Tanpa Tangga"
Berbeda nasib, para Tendik—terutama penjaga sekolah—seolah menghadapi jalan buntu.
Hingga saat ini, belum ada skema serupa PPG yang diperuntukkan bagi mereka.
Status "Paruh Waktu" yang disematkan justru menambah beban psikologis dan finansial, karena belum adanya regulasi yang memungkinkan mereka meningkatkan jenjang jabatan.
Seorang penjaga sekolah di Sumenep yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa sesaknya.
"Kami bekerja di bawah atap yang sama, menjaga keamanan dan kebersihan sekolah agar proses belajar nyaman. Tapi kenapa hanya guru yang diberi tangga untuk naik? Kami seperti dipaku di tempat," keluhnya.
Motivasi Kerja
Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada kualitas layanan pendidikan di Sumenep secara keseluruhan.
Ketimpangan itu terlalu lebar antara Guru dan Tendik, bisa memicu kecemburuan sosial dan menurunkan motivasi kerja para pendukung teknis di sekolah.
Hingga detik ini, para Tenaga Kependidikan di Sumenep berharap ada kebijakan baru dari pemerintah daerah. maupun pusat. [kay]

