Miris! Menu MBG di Bawah 10 Ribu, Gizi Anak atau Sekadar Formalitas?

Viral wali murid protes menu Makan Bergizi Gratis yang dinilai kemurahan. Yuk, kritisi kualitas gizi anak kita sebelum terlambat. Baca selengkapnya!
makanan seharga kurang dari Rp 10 ribu

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seharusnya jadi angin segar bagi peningkatan gizi generasi masa depan. 

Tapi, belakangan ini media sosial justru diramaikan oleh keluhan para orang tua murid. 

Berbagai unggahan menunjukkan potret menu makanan yang jauh dari kata ideal—bahkan secara kasat mata ditaksir memiliki nilai di bawah Rp10.000.

Antara Data dan Realita Lapangan

Memang benar, tidak semua laporan di media sosial bisa ditelan mentah-mentah tanpa verifikasi. 

Tapi, ketika gelombang keluhan muncul secara masif dari berbagai daerah dengan pola yang sama, kita tidak bisa lagi menutup mata.

Realita bahwa menu yang disediakan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) terkesan "minimalis" sangatlah memprihatinkan. 

Angka di bawah Rp10.000 untuk satu porsi makan lengkap (karbohidrat, protein, sayur, dan buah) tentu menimbulkan tanda tanya besar: 

Gizi apa yang sebenarnya ingin dikejar dengan anggaran seadanya tersebut?

Mempertaruhkan Masa Depan

Program ini bukan sekadar soal mengisi perut agar tidak lapar saat belajar. 

Tujuan utamanya adalah pemenuhan standar nutrisi untuk mencegah stunting dan meningkatkan kecerdasan. 

Jika kualitas yang diberikan justru ala kadarnya, kita khawatir program ini hanya akan jadi proyek seremonial yang menghamburkan anggaran tanpa dampak nyata bagi kesehatan anak.

Pemerintah dan pihak terkait perlu melakukan evaluasi ketat terhadap rantai pasok dan transparansi anggaran di tingkat SPPG. 

Jangan sampai niat mulia ini tergerus oleh efisiensi yang salah sasaran atau, lebih buruk lagi, praktik pemotongan anggaran di lapangan.

Kesimpulan

Transparansi dan pengawasan dari wali murid adalah kunci. Kita tidak boleh membiarkan standar gizi anak-anak kita dikompromikan. 

Tanpa pengawasan yang ketat, program MBG berisiko hanya jadi pajangan di media sosial, sementara di piring anak-anak kita, gizi yang dijanjikan tetap jadi bayang-bayang. [kay]

LihatTutupKomentar
ApoyMadura_20260225_085139617
ApoyMadura_20260225_085139617
ApoyMadura_20260225_085139617
ApoyMadura_20260225_085139617