Mahfud MD & Sejarah Habib: Fakta atau Lupa Ingatan?
Ah, dunia digital memang ajaib. Baru-baru ini, jagat maya sedikit berguncang ketika Prof. Mahfud MD duduk santai di kanal YouTube Gedang Mas bersama KH R Syarif Rahmat SQ.
Dalam sebuah sesi tanya jawab yang lebih dingin dari es campur, muncul sebuah kesimpulan menarik: dalam catatan sejarah formal, peran aktif habib dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia kabarnya... nihil?
Mari kita tarik napas dalam-dalam. Mungkin selama ini buku sejarah kita sedang mengalami "gangguan sinyal" atau mungkin para pejuang dari kalangan habib dulu terlalu rendah hati sampai lupa mendaftarkan diri ke bagian administrasi sejarah nasional.
Logika "Absen" yang Menggemaskan
Sangat menghibur membayangkan bahwa di tengah desingan peluru melawan penjajah, para habib mungkin sedang sibuk melakukan hal lain—mungkin sekadar menyeduh kopi di pojok ruangan sementara Bung Karno dan Bung Hatta sibuk berteriak "Merdeka!".
Mengikuti alur logika ini, kita diajak percaya bahwa nama-nama seperti Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri atau Habib Ali Kwitang hanyalah tokoh figuran dalam sinetron kolosal bernama "Indonesia Merdeka".
Sejarah: Antara Fakta dan "Lupa Ingatan" Kolektif
Tentu saja, kita harus menghargai kejujuran akademis.
Jika catatan sejarah versi "resmi" tidak menuliskan nama mereka, maka secara otomatis mereka dianggap tidak ada, bukan?
Sama seperti jika kita tidak memposting foto makanan di Instagram, maka secara teknis kita tidak pernah makan.
Mungkin para habib ini penganut aliran anti-mainstream yang lebih suka berjuang lewat jalur belakang, menggerakkan massa dari pesantren ke pesantren, tanpa perlu membawa kartu nama bertuliskan "Pejuang Kemerdekaan".
Penutup yang Manis
Terima kasih kepada Prof. Mahfud dan Kiai Syarif yang telah menyegarkan ingatan kita.
Di era dimana data bisa divalidasi secepat kilat, diskusi ini mengingatkan kita bahwa sejarah itu fleksibel—tergantung siapa yang memegang pulpen dan siapa yang sedang memegang mikrofon di YouTube.
Mungkin besok-besok kita akan diberitahu bahwa Adipati Arya Wiraraja sebenarnya adalah seorang influencer yang gagal karena jumlah follower-nya tidak tercatat di prasasti. [kay]

