Gus Aziz Jasuli Bongkar Khurafat Imigran Yaman, Santri Bicara dari Dalam

Dari Pasuruan hingga Tarim, Gus Aziz Jasuli membongkar khurafat imigran Yaman yang menyimpang dari aqidah Islam. Bikin mikir ulang para santri lain.
Khurafat dari imigran yaman memang sangat keterlaluan
Gus Aziz Jasuli

Berangkat dari pengakuannya sendiri, Gus Aziz Jasuli menyusun narasi yang justru terasa berlawanan arah. 

Ia menyebut pernah nyantri pada seorang habib di Pasuruan. Lalu menimba ilmu hingga ke Tarim, Yaman. 

Sebuah jalur yang kerap dianggap “paket lengkap” legitimasi keilmuan. Tapi justru dari jalur itu, Gus Aziz memilih berhenti sejenak. Menengok ulang. Dan mulai bertanya: mana ajaran, mana kultus.

Dalam ceramah yang dipublikasikan kanal YouTube Gedang Mas, Gus Aziz tidak sedang menyerang individu. Ia membongkar pola. 

Tentang khurafat yang dibungkus silsilah. Tentang ajaran yang mengaku bersumber dari tanah suci, tapi menjauh dari aqidah Islam. 

Ia bicara sebagai orang dalam. Sebagai santri. Sebagai alumni Tarim. Maka kritiknya terasa janggal bagi sebagian orang, tapi justru itulah yang membuatnya relevan.

Opini ini penting karena datang dari ruang yang jarang berani bersuara. Gus Aziz menunjukkan bahwa kritik pada imigran Yaman yang menyimpang bukan berarti anti-ilmu, apalagi anti-Islam. Justru sebaliknya.

Ini ajakan untuk memisahkan iman dari mitos. Aqidah dari cerita-cerita magis yang kebal uji. Di titik ini, ceramah bukan lagi soal keberanian bicara, tapi kejujuran untuk meluruskan. [kay]

LihatTutupKomentar
ApoyMadura_20260225_085139617
ApoyMadura_20260225_085139617
ApoyMadura_20260225_085139617
ApoyMadura_20260225_085139617